PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & Events http://www.indonesiaport.co.id/ The latest news and events from PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II Feeds. Get top news stories and in-depth coverage with videos and photos. en-US Copyright (c) 2011 PT. INDONESIA PORT II! Inc. All rights reserved 2017-28-03T06:49:00+07:00 5 PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & News http://www.indonesiaport.co.id/feeds/ http://www.indonesiaport.co.id/images/logo.png Pisah Sambut Direksi IKT Semangat Baru Berkarya untuk Negeri <p><a title='(JAKARTA/ISLNEWS)&nbsp;- Acara Pisah Sambut Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal dengan tema "Appreciation for Our Leaders" dari Armen Amir ke Dirut Chiefy Adi K. menjadi semangat baru bagi pencapaian IKT atau Indonesia Car Terminal kedepannya. Betapa tidak, dalam kata sambutannya Dirut IKT Chiefy, terus memberikan semangat kepada segenap karyawan IKT untuk terus memberikan kontribusi kepada perusahaan (IKT-red). &ldquo;Dengan CINTA satukan langkah mewujudkan langkah nyata IPC Car Terminal berkelas dunia,&rdquo; ungkap Dirut Chiefy. Kepada segenap Customer, lanjut Chiefy pihaknya akan memberikan perhatian maksimal. &ldquo;Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik, kami akan datang kepoada bapak-bapak ibu sekalian segenap customer IKT, apa yang kurang akan kami benahi dan seterusnya,&rdquo; lanjut Chiefy. Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama IKT, Fahri, dalam kata sambutannya mengamanahkan landasan kinerja usaha IKT sudah diletakkan oleh pendahulunya (direksi lama-red). &ldquo;Sehingga dapat terus dilanjutkan, untuk mencapai target IKT menjadi anak perusahaan pertama yang go public, di antara anak-anak perusahaan IPC/PT Pelindo II (Persero) lainnya,&rdquo; ungkap Fahri. Sementara pemegang saham yang juga mendapat kesempatan memberikan kata sambutan, yang dalam hal ini diwakili oleh Disril selaku Direktur SDM dan Hukum IPC kantor Pusat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direksi IKT yang lama dan memberikan ucapan selamat bertugas kepada Direksi IKT yang baru. Acara pisah sambut Direksi IKT itu sendiri bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Kemayoran-Jakarta, Acara tersebut dihadiri para Stakeholder, Mitra Usaha, Mitra Kerja juga Instansi Pemerintahan. Dalam kegiatan pisah sambut itu juga dimeriahkan serangkaian acara yang menampilkan Specta Band, Team Choir IKT dan Team Operet adalah wujud jati diri kita sebagai putra-putri terbaik ibu pertiwi dalam membawa merah putih tegak berdiri di atas bola dunia.(Saiful/ISL NEWS Jakarta)Thursday, 23 March 2017 16:40http://indonesiashippingline.com/port/1890-pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri.html&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri-492.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pisah Sambut Direksi IKT Semangat Baru Berkarya untuk Negeri - (JAKARTA/ISLNEWS)&nbsp;- Acara Pisah Sambut Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal dengan tema "Appreciation for Our Leaders" dari Armen Amir ke Dirut Chiefy Adi K. menjadi semangat baru bagi pencapaian IKT atau Indonesia Car Terminal kedepannya. Betapa tidak, dalam kata sambutannya Dirut IKT Chiefy, terus memberikan semangat kepada segenap karyawan IKT untuk terus memberikan kontribusi kepada perusahaan (IKT-red). &ldquo;Dengan CINTA satukan langkah mewujudkan langkah nyata IPC Car Terminal berkelas dunia,&rdquo; ungkap Dirut Chiefy. Kepada segenap Customer, lanjut Chiefy pihaknya akan memberikan perhatian maksimal. &ldquo;Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik, kami akan datang kepoada bapak-bapak ibu sekalian segenap customer IKT, apa yang kurang akan kami benahi dan seterusnya,&rdquo; lanjut Chiefy. Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama IKT, Fahri, dalam kata sambutannya mengamanahkan landasan kinerja usaha IKT sudah diletakkan oleh pendahulunya (direksi lama-red). &ldquo;Sehingga dapat terus dilanjutkan, untuk mencapai target IKT menjadi anak perusahaan pertama yang go public, di antara anak-anak perusahaan IPC/PT Pelindo II (Persero) lainnya,&rdquo; ungkap Fahri. Sementara pemegang saham yang juga mendapat kesempatan memberikan kata sambutan, yang dalam hal ini diwakili oleh Disril selaku Direktur SDM dan Hukum IPC kantor Pusat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direksi IKT yang lama dan memberikan ucapan selamat bertugas kepada Direksi IKT yang baru. Acara pisah sambut Direksi IKT itu sendiri bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Kemayoran-Jakarta, Acara tersebut dihadiri para Stakeholder, Mitra Usaha, Mitra Kerja juga Instansi Pemerintahan. Dalam kegiatan pisah sambut itu juga dimeriahkan serangkaian acara yang menampilkan Specta Band, Team Choir IKT dan Team Operet adalah wujud jati diri kita sebagai putra-putri terbaik ibu pertiwi dalam membawa merah putih tegak berdiri di atas bola dunia.(Saiful/ISL NEWS Jakarta)Thursday, 23 March 2017 16:40http://indonesiashippingline.com/port/1890-pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri.html&nbsp;' border='0' /></a> <p>(JAKARTA/ISLNEWS)&nbsp;- Acara Pisah Sambut Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal dengan tema "<em>Appreciation for Our Leaders</em>" dari Armen Amir ke Dirut Chiefy Adi K. menjadi semangat baru bagi pencapaian IKT atau Indonesia Car Terminal kedepannya.</p> <p>Betapa tidak, dalam kata sambutannya Dirut IKT Chiefy, terus memberikan semangat kepada segenap karyawan IKT untuk terus memberikan kontribusi kepada perusahaan (IKT-red).</p> <p>&ldquo;Dengan CINTA satukan langkah mewujudkan langkah nyata IPC Car Terminal berkelas dunia,&rdquo; ungkap Dirut Chiefy.</p> <p>Kepada segenap Customer, lanjut Chiefy pihaknya akan memberikan perhatian maksimal. &ldquo;Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik, kami akan datang kepoada bapak-bapak ibu sekalian segenap customer IKT, apa yang kurang akan kami benahi dan seterusnya,&rdquo; lanjut Chiefy.</p> <p>Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama IKT, Fahri, dalam kata sambutannya mengamanahkan landasan kinerja usaha IKT sudah diletakkan oleh pendahulunya (direksi lama-red).</p> <p>&ldquo;Sehingga dapat terus dilanjutkan, untuk mencapai target IKT menjadi anak perusahaan pertama yang go public, di antara anak-anak perusahaan IPC/PT Pelindo II (Persero) lainnya,&rdquo; ungkap Fahri.</p> <p>Sementara pemegang saham yang juga mendapat kesempatan memberikan kata sambutan, yang dalam hal ini diwakili oleh Disril selaku Direktur SDM dan Hukum IPC kantor Pusat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direksi IKT yang lama dan memberikan ucapan selamat bertugas kepada Direksi IKT yang baru.</p> <p>Acara pisah sambut Direksi IKT itu sendiri bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Kemayoran-Jakarta, Acara tersebut dihadiri para Stakeholder, Mitra Usaha, Mitra Kerja juga Instansi Pemerintahan.</p> <p>Dalam kegiatan pisah sambut itu juga dimeriahkan serangkaian acara yang menampilkan Specta Band, Team Choir IKT dan Team Operet adalah wujud jati diri kita sebagai putra-putri terbaik ibu pertiwi dalam membawa merah putih tegak berdiri di atas bola dunia.<br /><br />(Saiful/ISL NEWS Jakarta)<br />Thursday, 23 March 2017 16:40<br />http://indonesiashippingline.com/port/1890-pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri.html&nbsp;</p> <p><a title='(JAKARTA/ISLNEWS)&nbsp;- Acara Pisah Sambut Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal dengan tema "Appreciation for Our Leaders" dari Armen Amir ke Dirut Chiefy Adi K. menjadi semangat baru bagi pencapaian IKT atau Indonesia Car Terminal kedepannya. Betapa tidak, dalam kata sambutannya Dirut IKT Chiefy, terus memberikan semangat kepada segenap karyawan IKT untuk terus memberikan kontribusi kepada perusahaan (IKT-red). &ldquo;Dengan CINTA satukan langkah mewujudkan langkah nyata IPC Car Terminal berkelas dunia,&rdquo; ungkap Dirut Chiefy. Kepada segenap Customer, lanjut Chiefy pihaknya akan memberikan perhatian maksimal. &ldquo;Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik, kami akan datang kepoada bapak-bapak ibu sekalian segenap customer IKT, apa yang kurang akan kami benahi dan seterusnya,&rdquo; lanjut Chiefy. Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama IKT, Fahri, dalam kata sambutannya mengamanahkan landasan kinerja usaha IKT sudah diletakkan oleh pendahulunya (direksi lama-red). &ldquo;Sehingga dapat terus dilanjutkan, untuk mencapai target IKT menjadi anak perusahaan pertama yang go public, di antara anak-anak perusahaan IPC/PT Pelindo II (Persero) lainnya,&rdquo; ungkap Fahri. Sementara pemegang saham yang juga mendapat kesempatan memberikan kata sambutan, yang dalam hal ini diwakili oleh Disril selaku Direktur SDM dan Hukum IPC kantor Pusat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direksi IKT yang lama dan memberikan ucapan selamat bertugas kepada Direksi IKT yang baru. Acara pisah sambut Direksi IKT itu sendiri bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Kemayoran-Jakarta, Acara tersebut dihadiri para Stakeholder, Mitra Usaha, Mitra Kerja juga Instansi Pemerintahan. Dalam kegiatan pisah sambut itu juga dimeriahkan serangkaian acara yang menampilkan Specta Band, Team Choir IKT dan Team Operet adalah wujud jati diri kita sebagai putra-putri terbaik ibu pertiwi dalam membawa merah putih tegak berdiri di atas bola dunia.(Saiful/ISL NEWS Jakarta)Thursday, 23 March 2017 16:40http://indonesiashippingline.com/port/1890-pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri.html&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri-492.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri-492.html --23TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pisah-sambut-direksi-ikt-semangat-baru-berkarya-untuk-negeri-492.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML CORPORATE: State Holding Company Plan Won`t See Light of Day Soon <p><a title='(The Jakarta Post) - The government may need to wait a little longer to realize its coveted state holding company plan in varied business sectors as prolonged disagreement with lawmakers over the mechanism of establishment has not been resolved. Government regulation (PP) No. 72/2016 on state capital injection into state-owned enterprises (SOEs), which replaces PP No. 44/2005 legally, justifies the foundation of such holding companies through the transfer of assets from one SOE to another, which is then treated as a capital injection. The rule also supports the move without changing the state budget and seeks approval from the House of Representatives, which lawmakers, particularly those from the Commission VI overseeing SOEs, have strongly criticized. President Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo is set to sign the regulation once lawmakers give it a nod, enabling the government to immediately set up the holding companies. Finance Minister Sri Mulyani Indrawati has been leading negotiations with lawmakers as SOE Minister Rini Soemarno has been banned from attending any meeting at the House since 2015 because of a corruption scandal linked to state-owned port operator PT Pelindo II and executives of four SOEs.The Jakarta Post Pg. 13 / March 23, 2017 / Viriya P. Singgih' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/corporate;-state-holding-company-plan-won`t-see-light-of-day-soon-491.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='CORPORATE: State Holding Company Plan Won`t See Light of Day Soon - (The Jakarta Post) - The government may need to wait a little longer to realize its coveted state holding company plan in varied business sectors as prolonged disagreement with lawmakers over the mechanism of establishment has not been resolved. Government regulation (PP) No. 72/2016 on state capital injection into state-owned enterprises (SOEs), which replaces PP No. 44/2005 legally, justifies the foundation of such holding companies through the transfer of assets from one SOE to another, which is then treated as a capital injection. The rule also supports the move without changing the state budget and seeks approval from the House of Representatives, which lawmakers, particularly those from the Commission VI overseeing SOEs, have strongly criticized. President Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo is set to sign the regulation once lawmakers give it a nod, enabling the government to immediately set up the holding companies. Finance Minister Sri Mulyani Indrawati has been leading negotiations with lawmakers as SOE Minister Rini Soemarno has been banned from attending any meeting at the House since 2015 because of a corruption scandal linked to state-owned port operator PT Pelindo II and executives of four SOEs.The Jakarta Post Pg. 13 / March 23, 2017 / Viriya P. Singgih' border='0' /></a> <p><span>(The Jakarta Post) - The government may need to wait a little longer to realize its coveted state holding company plan in varied business sectors as prolonged disagreement with lawmakers over the mechanism of establishment has not been resolved. Government regulation (PP) No. 72/2016 on state capital injection into state-owned enterprises (SOEs), which replaces PP No. 44/2005 legally, justifies the foundation of such holding companies through the transfer of assets from one SOE to another, which is then treated as a capital injection. The rule also supports the move without changing the state budget and seeks approval from the House of Representatives, which lawmakers, particularly those from the Commission VI overseeing SOEs, have strongly criticized. President Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo is set to sign the regulation once lawmakers give it a nod, enabling the government to immediately set up the holding companies. Finance Minister Sri Mulyani Indrawati has been leading negotiations with lawmakers as SOE Minister Rini Soemarno has been banned from attending any meeting at the House since 2015 because of a corruption scandal linked to state-owned port operator PT Pelindo II and executives of four SOEs.</span><br /><br /><span>The Jakarta Post Pg. 13 / March 23, 2017 / Viriya P. Singgih</span></p> <p><a title='(The Jakarta Post) - The government may need to wait a little longer to realize its coveted state holding company plan in varied business sectors as prolonged disagreement with lawmakers over the mechanism of establishment has not been resolved. Government regulation (PP) No. 72/2016 on state capital injection into state-owned enterprises (SOEs), which replaces PP No. 44/2005 legally, justifies the foundation of such holding companies through the transfer of assets from one SOE to another, which is then treated as a capital injection. The rule also supports the move without changing the state budget and seeks approval from the House of Representatives, which lawmakers, particularly those from the Commission VI overseeing SOEs, have strongly criticized. President Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo is set to sign the regulation once lawmakers give it a nod, enabling the government to immediately set up the holding companies. Finance Minister Sri Mulyani Indrawati has been leading negotiations with lawmakers as SOE Minister Rini Soemarno has been banned from attending any meeting at the House since 2015 because of a corruption scandal linked to state-owned port operator PT Pelindo II and executives of four SOEs.The Jakarta Post Pg. 13 / March 23, 2017 / Viriya P. Singgih' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/corporate;-state-holding-company-plan-won`t-see-light-of-day-soon-491.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/corporate;-state-holding-company-plan-won`t-see-light-of-day-soon-491.html --23TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/corporate;-state-holding-company-plan-won`t-see-light-of-day-soon-491.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML PLN Bangun Kabel Listrik Merunda ke Kalibaru <p><a title='(Media Indonesia) - PT PLN (persero) mulai melakukan pengeboran pertama untuk Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 Kv Marunda-Kalibaru, kemarin (22/3). Adanya pasokan listrik itu diharapkan dapat mendukung kegiatan PT Pelindo II dalam melakukan operasional Pelabuhan Kalibaru dan ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok serta mengurangi pemadaman listrik di daerah vital Ibu Kota, ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, di Jakarta, kemarin. Menurut Murtaqi, pembangunan SKTT 150 Kv Marunda-Kalibaru merupakan kelanjutan pembangunan SKTT 150 Kv Priok Barat-Pelindo sirkuit 1 yang akan dimulai secara penuh pada awal April 2017 nanti.Media Indonesia Hal. 18 / March 23, 2017 / Ant, E-4, Sru, Tes' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pln-bangun-kabel-listrik-merunda-ke-kalibaru-490.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='PLN Bangun Kabel Listrik Merunda ke Kalibaru - (Media Indonesia) - PT PLN (persero) mulai melakukan pengeboran pertama untuk Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 Kv Marunda-Kalibaru, kemarin (22/3). Adanya pasokan listrik itu diharapkan dapat mendukung kegiatan PT Pelindo II dalam melakukan operasional Pelabuhan Kalibaru dan ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok serta mengurangi pemadaman listrik di daerah vital Ibu Kota, ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, di Jakarta, kemarin. Menurut Murtaqi, pembangunan SKTT 150 Kv Marunda-Kalibaru merupakan kelanjutan pembangunan SKTT 150 Kv Priok Barat-Pelindo sirkuit 1 yang akan dimulai secara penuh pada awal April 2017 nanti.Media Indonesia Hal. 18 / March 23, 2017 / Ant, E-4, Sru, Tes' border='0' /></a> <p><span>(Media Indonesia) - PT PLN (persero) mulai melakukan pengeboran pertama untuk Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 Kv Marunda-Kalibaru, kemarin (22/3). Adanya pasokan listrik itu diharapkan dapat mendukung kegiatan PT Pelindo II dalam melakukan operasional Pelabuhan Kalibaru dan ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok serta mengurangi pemadaman listrik di daerah vital Ibu Kota, ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, di Jakarta, kemarin. Menurut Murtaqi, pembangunan SKTT 150 Kv Marunda-Kalibaru merupakan kelanjutan pembangunan SKTT 150 Kv Priok Barat-Pelindo sirkuit 1 yang akan dimulai secara penuh pada awal April 2017 nanti.</span><br /><br /><span>Media Indonesia Hal. 18 / March 23, 2017 / Ant, E-4, Sru, Tes</span></p> <p><a title='(Media Indonesia) - PT PLN (persero) mulai melakukan pengeboran pertama untuk Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 Kv Marunda-Kalibaru, kemarin (22/3). Adanya pasokan listrik itu diharapkan dapat mendukung kegiatan PT Pelindo II dalam melakukan operasional Pelabuhan Kalibaru dan ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok serta mengurangi pemadaman listrik di daerah vital Ibu Kota, ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, di Jakarta, kemarin. Menurut Murtaqi, pembangunan SKTT 150 Kv Marunda-Kalibaru merupakan kelanjutan pembangunan SKTT 150 Kv Priok Barat-Pelindo sirkuit 1 yang akan dimulai secara penuh pada awal April 2017 nanti.Media Indonesia Hal. 18 / March 23, 2017 / Ant, E-4, Sru, Tes' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pln-bangun-kabel-listrik-merunda-ke-kalibaru-490.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pln-bangun-kabel-listrik-merunda-ke-kalibaru-490.html --23TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pln-bangun-kabel-listrik-merunda-ke-kalibaru-490.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Perusahaan Induk BUMN: Holding Maritim Bisa Garap Pasar Global <p><a title='(Bisnis Indonesia) - National Maritime Institute berpendapat perusahaan induk BUMN kemaritiman bisa memacu perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor kepelabuhan, logistik dan angkutan laut untuk berkiprah di kancah global. Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan pembentukan perusahaan induk (holding) maritim bisa mewadahi BUMN di sektor kepelabuhan, logistik dan pelayaran dalam satu tujuan bersaing. Menurutnya, isu pembentukan holding maritim sudah bergulir hampir 10 tahun terakhir tetapi hanya sebatas wacana akibat banyaknya kepentingan dan persoalan internal di tubuh BUMN maritim. Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri BUMN tentang Pembentukan Project Management Office (PMO) Holding BUMN Sektor Maritim, imbuhnya, bisa mempercepat pembentukan perusahaan induk itu. Siswanto menyatakan sudah saatnya operator pelabuhan di Indonesia yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV berekspansi ke luar negeri dan bermain pada lingkup global. Langkah itu bisa dirintis lebih cepat dengan kehadiran holding kemaritiman.Bisnis Indonesia Hal. 28 / March 23, 2017 / Gloria F.k Lawi, K1' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-induk-bumn;-holding-maritim-bisa-garap-pasar-global-489.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Perusahaan Induk BUMN: Holding Maritim Bisa Garap Pasar Global - (Bisnis Indonesia) - National Maritime Institute berpendapat perusahaan induk BUMN kemaritiman bisa memacu perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor kepelabuhan, logistik dan angkutan laut untuk berkiprah di kancah global. Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan pembentukan perusahaan induk (holding) maritim bisa mewadahi BUMN di sektor kepelabuhan, logistik dan pelayaran dalam satu tujuan bersaing. Menurutnya, isu pembentukan holding maritim sudah bergulir hampir 10 tahun terakhir tetapi hanya sebatas wacana akibat banyaknya kepentingan dan persoalan internal di tubuh BUMN maritim. Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri BUMN tentang Pembentukan Project Management Office (PMO) Holding BUMN Sektor Maritim, imbuhnya, bisa mempercepat pembentukan perusahaan induk itu. Siswanto menyatakan sudah saatnya operator pelabuhan di Indonesia yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV berekspansi ke luar negeri dan bermain pada lingkup global. Langkah itu bisa dirintis lebih cepat dengan kehadiran holding kemaritiman.Bisnis Indonesia Hal. 28 / March 23, 2017 / Gloria F.k Lawi, K1' border='0' /></a> <p><span>(Bisnis Indonesia) - National Maritime Institute berpendapat perusahaan induk BUMN kemaritiman bisa memacu perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor kepelabuhan, logistik dan angkutan laut untuk berkiprah di kancah global. Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan pembentukan perusahaan induk (holding) maritim bisa mewadahi BUMN di sektor kepelabuhan, logistik dan pelayaran dalam satu tujuan bersaing. Menurutnya, isu pembentukan holding maritim sudah bergulir hampir 10 tahun terakhir tetapi hanya sebatas wacana akibat banyaknya kepentingan dan persoalan internal di tubuh BUMN maritim. Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri BUMN tentang Pembentukan Project Management Office (PMO) Holding BUMN Sektor Maritim, imbuhnya, bisa mempercepat pembentukan perusahaan induk itu. Siswanto menyatakan sudah saatnya operator pelabuhan di Indonesia yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV berekspansi ke luar negeri dan bermain pada lingkup global. Langkah itu bisa dirintis lebih cepat dengan kehadiran holding kemaritiman.</span><br /><br /><span>Bisnis Indonesia Hal. 28 / March 23, 2017 / Gloria F.k Lawi, K1</span></p> <p><a title='(Bisnis Indonesia) - National Maritime Institute berpendapat perusahaan induk BUMN kemaritiman bisa memacu perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor kepelabuhan, logistik dan angkutan laut untuk berkiprah di kancah global. Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan pembentukan perusahaan induk (holding) maritim bisa mewadahi BUMN di sektor kepelabuhan, logistik dan pelayaran dalam satu tujuan bersaing. Menurutnya, isu pembentukan holding maritim sudah bergulir hampir 10 tahun terakhir tetapi hanya sebatas wacana akibat banyaknya kepentingan dan persoalan internal di tubuh BUMN maritim. Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri BUMN tentang Pembentukan Project Management Office (PMO) Holding BUMN Sektor Maritim, imbuhnya, bisa mempercepat pembentukan perusahaan induk itu. Siswanto menyatakan sudah saatnya operator pelabuhan di Indonesia yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV berekspansi ke luar negeri dan bermain pada lingkup global. Langkah itu bisa dirintis lebih cepat dengan kehadiran holding kemaritiman.Bisnis Indonesia Hal. 28 / March 23, 2017 / Gloria F.k Lawi, K1' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-induk-bumn;-holding-maritim-bisa-garap-pasar-global-489.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-induk-bumn;-holding-maritim-bisa-garap-pasar-global-489.html --23TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-induk-bumn;-holding-maritim-bisa-garap-pasar-global-489.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelindo II Minta Dilibatkan di Pelabuhan Warnasari <p><a title='(Suara Pembaruan) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan Warnasari. Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, Jumat (17/3) menjelaskan, rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun Pelabuhan Warnasari menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemhub) RI. Pengoperasian pelabuhan di atas total luas lahan 45 hektare tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan BUMN yang juga bergerak di bidang jasa kepelabuhan yakni PT Pelindo II (Persero) Banten yang terletak di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Menurut Iman, tanggung jawab Menteri Perhubungan atas keberadaan Pelindo menjadi dasar alasan pemerintah pusat menginginkan adanya keterlibatan Pelindo dalam rencana Pemkot melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) dalam membangun Joint Venture Company (JVC). Hal itu juga menjadi alasan Pemkot yang akan menunda rencana groundbreaking pelabuhan.Suara Pembaruan / March 18, 2017 / 149' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-minta-dilibatkan-di-pelabuhan-warnasari-488.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelindo II Minta Dilibatkan di Pelabuhan Warnasari - (Suara Pembaruan) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan Warnasari. Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, Jumat (17/3) menjelaskan, rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun Pelabuhan Warnasari menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemhub) RI. Pengoperasian pelabuhan di atas total luas lahan 45 hektare tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan BUMN yang juga bergerak di bidang jasa kepelabuhan yakni PT Pelindo II (Persero) Banten yang terletak di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Menurut Iman, tanggung jawab Menteri Perhubungan atas keberadaan Pelindo menjadi dasar alasan pemerintah pusat menginginkan adanya keterlibatan Pelindo dalam rencana Pemkot melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) dalam membangun Joint Venture Company (JVC). Hal itu juga menjadi alasan Pemkot yang akan menunda rencana groundbreaking pelabuhan.Suara Pembaruan / March 18, 2017 / 149' border='0' /></a> <p><span>(Suara Pembaruan) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan Warnasari. Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, Jumat (17/3) menjelaskan, rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun Pelabuhan Warnasari menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemhub) RI. Pengoperasian pelabuhan di atas total luas lahan 45 hektare tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan BUMN yang juga bergerak di bidang jasa kepelabuhan yakni PT Pelindo II (Persero) Banten yang terletak di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Menurut Iman, tanggung jawab Menteri Perhubungan atas keberadaan Pelindo menjadi dasar alasan pemerintah pusat menginginkan adanya keterlibatan Pelindo dalam rencana Pemkot melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) dalam membangun Joint Venture Company (JVC). Hal itu juga menjadi alasan Pemkot yang akan menunda rencana groundbreaking pelabuhan.</span><br /><br /><span>Suara Pembaruan / March 18, 2017 / 149</span></p> <p><a title='(Suara Pembaruan) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan Warnasari. Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, Jumat (17/3) menjelaskan, rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun Pelabuhan Warnasari menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemhub) RI. Pengoperasian pelabuhan di atas total luas lahan 45 hektare tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan BUMN yang juga bergerak di bidang jasa kepelabuhan yakni PT Pelindo II (Persero) Banten yang terletak di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Menurut Iman, tanggung jawab Menteri Perhubungan atas keberadaan Pelindo menjadi dasar alasan pemerintah pusat menginginkan adanya keterlibatan Pelindo dalam rencana Pemkot melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan PT Bosowa Bandar Indonesia (BBI) dalam membangun Joint Venture Company (JVC). Hal itu juga menjadi alasan Pemkot yang akan menunda rencana groundbreaking pelabuhan.Suara Pembaruan / March 18, 2017 / 149' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-minta-dilibatkan-di-pelabuhan-warnasari-488.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-minta-dilibatkan-di-pelabuhan-warnasari-488.html --18TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-minta-dilibatkan-di-pelabuhan-warnasari-488.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Tanjung Api-Api Terbelit Persoalan Lahan <p><a title='(Bisnis Indonesia) - Progres proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api atau KEK TAA di Sumatra Selatan tak kunjung masuk tahap konstruksi karena masih berkutat pada persoalan lahan. Dari 13 proyek infrastruktur nasional yang berada di Sumsel, KEK TAA menjadi satu dari empat proyek yang masuk dalam kategori merah karena progres yang lambat tersebut. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan untuk memenuhi PP No.51/2014, maka pembebasan lahan ditarget harus selesai Juni tahun ini. Menurut dia, pembebasan lahan yang dilakukan sejak 2014 itu belum bisa membuat pemprov lega. Pasalnya, pada tahap awal direncanakan ada 217 hektare lahan, namun pada 2016 baru selesai pembebasan lahan seluas 66,1 ha dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Project Management Unit KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, kendala lain yang dihadapi proyek tersebut menyangkut progres kawasan Tanjung Carat belum terintegrasi dengan KEK TAA. Pihak Pelindo II sendiri sudah meminta penugasan melalui perpres tentang pengelolaan pelabuhan Tanjung Carat. Rekomendasi reklamasi Tanjung Carat masih direvisi karena ada perubahan kewenangan.Bisnis Indonesia / March 20, 2017 / Dinda Wulandari' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-api-api-terbelit-persoalan-lahan-487.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Tanjung Api-Api Terbelit Persoalan Lahan - (Bisnis Indonesia) - Progres proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api atau KEK TAA di Sumatra Selatan tak kunjung masuk tahap konstruksi karena masih berkutat pada persoalan lahan. Dari 13 proyek infrastruktur nasional yang berada di Sumsel, KEK TAA menjadi satu dari empat proyek yang masuk dalam kategori merah karena progres yang lambat tersebut. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan untuk memenuhi PP No.51/2014, maka pembebasan lahan ditarget harus selesai Juni tahun ini. Menurut dia, pembebasan lahan yang dilakukan sejak 2014 itu belum bisa membuat pemprov lega. Pasalnya, pada tahap awal direncanakan ada 217 hektare lahan, namun pada 2016 baru selesai pembebasan lahan seluas 66,1 ha dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Project Management Unit KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, kendala lain yang dihadapi proyek tersebut menyangkut progres kawasan Tanjung Carat belum terintegrasi dengan KEK TAA. Pihak Pelindo II sendiri sudah meminta penugasan melalui perpres tentang pengelolaan pelabuhan Tanjung Carat. Rekomendasi reklamasi Tanjung Carat masih direvisi karena ada perubahan kewenangan.Bisnis Indonesia / March 20, 2017 / Dinda Wulandari' border='0' /></a> <p><span>(Bisnis Indonesia) - Progres proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api atau KEK TAA di Sumatra Selatan tak kunjung masuk tahap konstruksi karena masih berkutat pada persoalan lahan. Dari 13 proyek infrastruktur nasional yang berada di Sumsel, KEK TAA menjadi satu dari empat proyek yang masuk dalam kategori merah karena progres yang lambat tersebut. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan untuk memenuhi PP No.51/2014, maka pembebasan lahan ditarget harus selesai Juni tahun ini. Menurut dia, pembebasan lahan yang dilakukan sejak 2014 itu belum bisa membuat pemprov lega. Pasalnya, pada tahap awal direncanakan ada 217 hektare lahan, namun pada 2016 baru selesai pembebasan lahan seluas 66,1 ha dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Project Management Unit KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, kendala lain yang dihadapi proyek tersebut menyangkut progres kawasan Tanjung Carat belum terintegrasi dengan KEK TAA. Pihak Pelindo II sendiri sudah meminta penugasan melalui perpres tentang pengelolaan pelabuhan Tanjung Carat. Rekomendasi reklamasi Tanjung Carat masih direvisi karena ada perubahan kewenangan.</span><br /><br /><span>Bisnis Indonesia / March 20, 2017 / Dinda Wulandari</span></p> <p><a title='(Bisnis Indonesia) - Progres proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api atau KEK TAA di Sumatra Selatan tak kunjung masuk tahap konstruksi karena masih berkutat pada persoalan lahan. Dari 13 proyek infrastruktur nasional yang berada di Sumsel, KEK TAA menjadi satu dari empat proyek yang masuk dalam kategori merah karena progres yang lambat tersebut. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan untuk memenuhi PP No.51/2014, maka pembebasan lahan ditarget harus selesai Juni tahun ini. Menurut dia, pembebasan lahan yang dilakukan sejak 2014 itu belum bisa membuat pemprov lega. Pasalnya, pada tahap awal direncanakan ada 217 hektare lahan, namun pada 2016 baru selesai pembebasan lahan seluas 66,1 ha dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Project Management Unit KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, kendala lain yang dihadapi proyek tersebut menyangkut progres kawasan Tanjung Carat belum terintegrasi dengan KEK TAA. Pihak Pelindo II sendiri sudah meminta penugasan melalui perpres tentang pengelolaan pelabuhan Tanjung Carat. Rekomendasi reklamasi Tanjung Carat masih direvisi karena ada perubahan kewenangan.Bisnis Indonesia / March 20, 2017 / Dinda Wulandari' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-api-api-terbelit-persoalan-lahan-487.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-api-api-terbelit-persoalan-lahan-487.html --20TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-api-api-terbelit-persoalan-lahan-487.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Menhub minta Pelabuhan Kijing dibangun Agustus ini <p><a title='(Kontan.co.id) - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau PT Pelindo II agar segera memulai pembangunan&nbsp;Pelabuhan Kijing,&nbsp;Kalimantan Barat. Menteri Perhubungan Budi KArya Sumadi meminta agar pelabuhan mulai dibangun pada Agustus tahun ini. Budi meminta pelabuhan segera dibangun agar bisa dioperasikan tahun 2019.&nbsp;Pelabuhan Kijing&nbsp;diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan Pontianak dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (18/3). Budi Karya melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun&nbsp;Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete pada Jumat (17/3). Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih 2 jam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga 2 juta teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta teus. Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera dibangun," ujar Budi. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun. Saat ini, Pelindo II akan mencari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta.Reporter Dina Mirayanti Hutauruk /&nbsp;Editor Barratut TaqiyyahMinggu, 19 Maret 2017 / 13:54 WIBhttp://industri.kontan.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini-486.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menhub minta Pelabuhan Kijing dibangun Agustus ini - (Kontan.co.id) - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau PT Pelindo II agar segera memulai pembangunan&nbsp;Pelabuhan Kijing,&nbsp;Kalimantan Barat. Menteri Perhubungan Budi KArya Sumadi meminta agar pelabuhan mulai dibangun pada Agustus tahun ini. Budi meminta pelabuhan segera dibangun agar bisa dioperasikan tahun 2019.&nbsp;Pelabuhan Kijing&nbsp;diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan Pontianak dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (18/3). Budi Karya melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun&nbsp;Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete pada Jumat (17/3). Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih 2 jam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga 2 juta teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta teus. Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera dibangun," ujar Budi. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun. Saat ini, Pelindo II akan mencari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta.Reporter Dina Mirayanti Hutauruk /&nbsp;Editor Barratut TaqiyyahMinggu, 19 Maret 2017 / 13:54 WIBhttp://industri.kontan.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini&nbsp;' border='0' /></a> <p>(Kontan.co.id) - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau PT Pelindo II agar segera memulai pembangunan&nbsp;<a href="http://www.kontan.co.id/tag/pelabuhan-kijing">Pelabuhan Kijing</a>,&nbsp;<a href="http://www.kontan.co.id/tag/kalimantan-barat">Kalimantan Barat</a>. Menteri Perhubungan Budi KArya Sumadi meminta agar pelabuhan mulai dibangun pada Agustus tahun ini.</p> <p>Budi meminta pelabuhan segera dibangun agar bisa dioperasikan tahun 2019.&nbsp;<a href="http://www.kontan.co.id/tag/pelabuhan-kijing">Pelabuhan Kijing</a>&nbsp;diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan Pontianak dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar.</p> <p>"Saya harap&nbsp;<em>groundbreaking</em>&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (18/3).</p> <p>Budi Karya melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun&nbsp;<a href="http://www.kontan.co.id/tag/pelabuhan-kijing">Pelabuhan Kijing</a>, usai meninjau Pelabuhan Sintete pada Jumat (17/3). Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih 2 jam.</p> <p>Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga 2 juta teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta teus.</p> <p>Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain.</p> <p>"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera dibangun," ujar Budi.</p> <p>Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun. Saat ini, Pelindo II akan mencari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta.<br /><br /><span>Reporter Dina Mirayanti Hutauruk /&nbsp;</span><span>Editor Barratut Taqiyyah</span><br /><span>Minggu, 19 Maret 2017 / 13:54 WIB</span><br />http://industri.kontan.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini&nbsp;</p> <p><a title='(Kontan.co.id) - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau PT Pelindo II agar segera memulai pembangunan&nbsp;Pelabuhan Kijing,&nbsp;Kalimantan Barat. Menteri Perhubungan Budi KArya Sumadi meminta agar pelabuhan mulai dibangun pada Agustus tahun ini. Budi meminta pelabuhan segera dibangun agar bisa dioperasikan tahun 2019.&nbsp;Pelabuhan Kijing&nbsp;diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan Pontianak dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (18/3). Budi Karya melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun&nbsp;Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete pada Jumat (17/3). Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih 2 jam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga 2 juta teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta teus. Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera dibangun," ujar Budi. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun. Saat ini, Pelindo II akan mencari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta.Reporter Dina Mirayanti Hutauruk /&nbsp;Editor Barratut TaqiyyahMinggu, 19 Maret 2017 / 13:54 WIBhttp://industri.kontan.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini-486.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini-486.html --19TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-kijing-dibangun-agustus-ini-486.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Menhub: Groundbreaking Pelabuhan Kijing Agustus Tahun Ini <p><a title='(Detik.com) Pontianak&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menurutnya tempat itu akan dibangun hub pelabuhan Pontianak.&nbsp;"Groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).Menurutnya, pelabuhan Kijing akan menjadi lokasi terdekat dengan Kota Pontianak yang dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Ditargetkan Pelabuhan Kijing memiliki kapasitas tampung hingga 2 juta Teus.&nbsp;"Ini bisa mendekati kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang saat ini memiliki kapasitas 3 juta Teus dan untuk kapal-kapal berkapasitas besar yang mengangkut Crut Palm Oil(CPO), bauksit dan lainnya," jelas Budi Karya.&nbsp;Sebelumnya, Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II, Dani Rusli Utama, menyebutkan pembangunan tahap satu Pelabuhan Kijing memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun.&nbsp;"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," tutup Menhub.&nbsp;(adf/hns)Aditya Fajar Indrawan - detikFinanceSabtu 18 Mar 2017, 14:25 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3450393/menhub-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub;-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini-485.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menhub: Groundbreaking Pelabuhan Kijing Agustus Tahun Ini - (Detik.com) Pontianak&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menurutnya tempat itu akan dibangun hub pelabuhan Pontianak.&nbsp;"Groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).Menurutnya, pelabuhan Kijing akan menjadi lokasi terdekat dengan Kota Pontianak yang dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Ditargetkan Pelabuhan Kijing memiliki kapasitas tampung hingga 2 juta Teus.&nbsp;"Ini bisa mendekati kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang saat ini memiliki kapasitas 3 juta Teus dan untuk kapal-kapal berkapasitas besar yang mengangkut Crut Palm Oil(CPO), bauksit dan lainnya," jelas Budi Karya.&nbsp;Sebelumnya, Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II, Dani Rusli Utama, menyebutkan pembangunan tahap satu Pelabuhan Kijing memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun.&nbsp;"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," tutup Menhub.&nbsp;(adf/hns)Aditya Fajar Indrawan - detikFinanceSabtu 18 Mar 2017, 14:25 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3450393/menhub-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini' border='0' /></a> <p><span>(Detik.com) Pontianak</span><span>&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menurutnya tempat itu akan dibangun hub pelabuhan Pontianak.&nbsp;</span><br /><br /><span>"</span><em>Groundbreaking</em><span>&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).</span><br /><br /><span>Menurutnya, pelabuhan Kijing akan menjadi lokasi terdekat dengan Kota Pontianak yang dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Ditargetkan Pelabuhan Kijing memiliki kapasitas tampung hingga 2 juta Teus.&nbsp;</span><br /><br /><span>"Ini bisa mendekati kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang saat ini memiliki kapasitas 3 juta Teus dan untuk kapal-kapal berkapasitas besar yang mengangkut Crut Palm Oil(CPO), bauksit dan lainnya," jelas Budi Karya.&nbsp;</span><br /><br /><span>Sebelumnya, Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II, Dani Rusli Utama, menyebutkan pembangunan tahap satu Pelabuhan Kijing memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun.&nbsp;</span><br /><br /><span>"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," tutup Menhub.&nbsp;</span><strong>(adf/hns)</strong><br /><br /><span>Aditya Fajar Indrawan - detikFinance</span><br /><span>Sabtu 18 Mar 2017, 14:25 WIB</span><br /><span>https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3450393/menhub-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini</span></p> <p><a title='(Detik.com) Pontianak&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menurutnya tempat itu akan dibangun hub pelabuhan Pontianak.&nbsp;"Groundbreaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).Menurutnya, pelabuhan Kijing akan menjadi lokasi terdekat dengan Kota Pontianak yang dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Ditargetkan Pelabuhan Kijing memiliki kapasitas tampung hingga 2 juta Teus.&nbsp;"Ini bisa mendekati kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang saat ini memiliki kapasitas 3 juta Teus dan untuk kapal-kapal berkapasitas besar yang mengangkut Crut Palm Oil(CPO), bauksit dan lainnya," jelas Budi Karya.&nbsp;Sebelumnya, Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II, Dani Rusli Utama, menyebutkan pembangunan tahap satu Pelabuhan Kijing memakan biaya sekitar Rp 5,6 triliun.&nbsp;"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," tutup Menhub.&nbsp;(adf/hns)Aditya Fajar Indrawan - detikFinanceSabtu 18 Mar 2017, 14:25 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3450393/menhub-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub;-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini-485.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub;-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini-485.html --18TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub;-groundbreaking-pelabuhan-kijing-agustus-tahun-ini-485.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Menhub Minta Pelindo II Garap Potensi Pelabuhan Kijing Kalbar <p><a title='(KOMPAS.com)&nbsp;MEMPAWAH&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub)&nbsp;Budi Karya Sumadi&nbsp;meminta&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II&nbsp;(Persero) segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat agar bisa dioperasikan. Pelabuhan Kijing diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;ground breaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya usai mengunjungi pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Jumat (17/3/2017). Mantan Direktur Utama&nbsp;PT Angkasa Pura II&nbsp;(Persero) ini mengatakan, Pelabuhan Kijing nantinya diharapkan memiliki kapasitas hingga 2 juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak&nbsp;Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta Teus. Pelabuhan Kijing nantinya akan diperuntukan untuk melayani kapal-kapal berkapasitas besar seperti kapal-kapal yang mengangkut minyak sawit, bauksit, dan lain-lain. Guna mempercepat pengoptimalan pelabuhan tersebut, Menhub Budi Karya meminta Pelindo II untuk sesegera mungkin mencari kontraktor untuk melakukan pembangunan. Kontraktor tersebut bisa berasal dari BUMN maupun swasta. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," pungkas Menhub Budi Karya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Manajemen Resiko Pelindo II, Dani Rusli Utama menyebutkan, perkiraan nilai investasi tahap pertama Pelabuhan Kijing adalah sebesar Rp 5,6 triliun. "Rp 5,6 triliun pembangunan tahap 1, sampai 2019 Rp 3,4 triliun," tutur Dani. Pelindo II juga dalam hal ini akan terlebih dahulu memprioritaskan kontraktor BUMN dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan menggandeng swasta. "Kami akan mendahului terlebih dahulu kontraktor sinergi antar BUMN, kalau swasta kita lihat nanti. Pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;ini diharapkan dari terminal peti kemas ke&nbsp;multi purpose&nbsp;non peti kemas," pungkasnya.Penulis: Iwan Supriyatna / Editor: Aprilia IkaSabtu, 18 Maret 2017 | 11:00 WIBhttp://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/18/110002926/menhub.minta.pelindo.ii.garap.potensi.pelabuhan.kijing.kalbar&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelindo-ii-garap-potensi-pelabuhan-kijing-kalbar-484.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menhub Minta Pelindo II Garap Potensi Pelabuhan Kijing Kalbar - (KOMPAS.com)&nbsp;MEMPAWAH&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub)&nbsp;Budi Karya Sumadi&nbsp;meminta&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II&nbsp;(Persero) segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat agar bisa dioperasikan. Pelabuhan Kijing diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;ground breaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya usai mengunjungi pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Jumat (17/3/2017). Mantan Direktur Utama&nbsp;PT Angkasa Pura II&nbsp;(Persero) ini mengatakan, Pelabuhan Kijing nantinya diharapkan memiliki kapasitas hingga 2 juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak&nbsp;Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta Teus. Pelabuhan Kijing nantinya akan diperuntukan untuk melayani kapal-kapal berkapasitas besar seperti kapal-kapal yang mengangkut minyak sawit, bauksit, dan lain-lain. Guna mempercepat pengoptimalan pelabuhan tersebut, Menhub Budi Karya meminta Pelindo II untuk sesegera mungkin mencari kontraktor untuk melakukan pembangunan. Kontraktor tersebut bisa berasal dari BUMN maupun swasta. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," pungkas Menhub Budi Karya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Manajemen Resiko Pelindo II, Dani Rusli Utama menyebutkan, perkiraan nilai investasi tahap pertama Pelabuhan Kijing adalah sebesar Rp 5,6 triliun. "Rp 5,6 triliun pembangunan tahap 1, sampai 2019 Rp 3,4 triliun," tutur Dani. Pelindo II juga dalam hal ini akan terlebih dahulu memprioritaskan kontraktor BUMN dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan menggandeng swasta. "Kami akan mendahului terlebih dahulu kontraktor sinergi antar BUMN, kalau swasta kita lihat nanti. Pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;ini diharapkan dari terminal peti kemas ke&nbsp;multi purpose&nbsp;non peti kemas," pungkasnya.Penulis: Iwan Supriyatna / Editor: Aprilia IkaSabtu, 18 Maret 2017 | 11:00 WIBhttp://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/18/110002926/menhub.minta.pelindo.ii.garap.potensi.pelabuhan.kijing.kalbar&nbsp;' border='0' /></a> <p><span>(KOMPAS.com)</span>&nbsp;<span>MEMPAWAH&nbsp;</span>- Menteri Perhubungan (Menhub)&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/budi.karya.sumadi" target="_blank">Budi Karya Sumadi</a>&nbsp;meminta&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/pt.pelabuhan.indonesia.ii" target="_blank">PT Pelabuhan Indonesia II</a>&nbsp;(Persero) segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat agar bisa dioperasikan.</p> <p>Pelabuhan Kijing diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/pontianak" target="_blank">Pontianak</a>&nbsp;dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar.</p> <p>"Saya harap&nbsp;<em>ground breaking</em>&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya usai mengunjungi pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Jumat (17/3/2017).</p> <p>Mantan Direktur Utama&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/pt.angkasa.pura.ii" target="_blank">PT Angkasa Pura II</a>&nbsp;(Persero) ini mengatakan, Pelabuhan Kijing nantinya diharapkan memiliki kapasitas hingga 2 juta Teus.</p> <p>Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/surabaya" target="_blank">Surabaya</a>, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta Teus.</p> <p>Pelabuhan Kijing nantinya akan diperuntukan untuk melayani kapal-kapal berkapasitas besar seperti kapal-kapal yang mengangkut minyak sawit, bauksit, dan lain-lain.</p> <p>Guna mempercepat pengoptimalan pelabuhan tersebut, Menhub Budi Karya meminta Pelindo II untuk sesegera mungkin mencari kontraktor untuk melakukan pembangunan. Kontraktor tersebut bisa berasal dari BUMN maupun swasta.</p> <p>"Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," pungkas Menhub Budi Karya.</p> <p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Manajemen Resiko Pelindo II, Dani Rusli Utama menyebutkan, perkiraan nilai investasi tahap pertama Pelabuhan Kijing adalah sebesar Rp 5,6 triliun.</p> <p>"Rp 5,6 triliun pembangunan tahap 1, sampai 2019 Rp 3,4 triliun," tutur Dani. Pelindo II juga dalam hal ini akan terlebih dahulu memprioritaskan kontraktor BUMN dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan menggandeng swasta.</p> <p>"Kami akan mendahului terlebih dahulu kontraktor sinergi antar BUMN, kalau swasta kita lihat nanti. Pelabuhan&nbsp;<a class="inner-link" href="http://indeks.kompas.com/tag/pontianak" target="_blank">Pontianak</a>&nbsp;ini diharapkan dari terminal peti kemas ke&nbsp;<em>multi purpose</em>&nbsp;non peti kemas," pungkasnya.<br /><br />Penulis: Iwan Supriyatna / Editor: Aprilia Ika<br /><span>Sabtu, 18 Maret 2017 | 11:00 WIB</span><br />http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/18/110002926/menhub.minta.pelindo.ii.garap.potensi.pelabuhan.kijing.kalbar&nbsp;</p> <p><a title='(KOMPAS.com)&nbsp;MEMPAWAH&nbsp;- Menteri Perhubungan (Menhub)&nbsp;Budi Karya Sumadi&nbsp;meminta&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II&nbsp;(Persero) segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat agar bisa dioperasikan. Pelabuhan Kijing diproyeksikan akan menjadi hub bagi dua pelabuhan di Kalbar yaitu pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalbar. "Saya harap&nbsp;ground breaking&nbsp;bisa mulai dilakukan bulan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019," kata Menhub Budi Karya usai mengunjungi pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Jumat (17/3/2017). Mantan Direktur Utama&nbsp;PT Angkasa Pura II&nbsp;(Persero) ini mengatakan, Pelabuhan Kijing nantinya diharapkan memiliki kapasitas hingga 2 juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak&nbsp;Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga 3 juta Teus. Pelabuhan Kijing nantinya akan diperuntukan untuk melayani kapal-kapal berkapasitas besar seperti kapal-kapal yang mengangkut minyak sawit, bauksit, dan lain-lain. Guna mempercepat pengoptimalan pelabuhan tersebut, Menhub Budi Karya meminta Pelindo II untuk sesegera mungkin mencari kontraktor untuk melakukan pembangunan. Kontraktor tersebut bisa berasal dari BUMN maupun swasta. "Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan admiinstrasi agar bisa segera mulai dibangun," pungkas Menhub Budi Karya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Manajemen Resiko Pelindo II, Dani Rusli Utama menyebutkan, perkiraan nilai investasi tahap pertama Pelabuhan Kijing adalah sebesar Rp 5,6 triliun. "Rp 5,6 triliun pembangunan tahap 1, sampai 2019 Rp 3,4 triliun," tutur Dani. Pelindo II juga dalam hal ini akan terlebih dahulu memprioritaskan kontraktor BUMN dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan menggandeng swasta. "Kami akan mendahului terlebih dahulu kontraktor sinergi antar BUMN, kalau swasta kita lihat nanti. Pelabuhan&nbsp;Pontianak&nbsp;ini diharapkan dari terminal peti kemas ke&nbsp;multi purpose&nbsp;non peti kemas," pungkasnya.Penulis: Iwan Supriyatna / Editor: Aprilia IkaSabtu, 18 Maret 2017 | 11:00 WIBhttp://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/18/110002926/menhub.minta.pelindo.ii.garap.potensi.pelabuhan.kijing.kalbar&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelindo-ii-garap-potensi-pelabuhan-kijing-kalbar-484.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelindo-ii-garap-potensi-pelabuhan-kijing-kalbar-484.html --18TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelindo-ii-garap-potensi-pelabuhan-kijing-kalbar-484.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelabuhan Kijing Diproyeksikan Sebagai Hub di Kalimantan Barat <p><a title='(BeritaTrans.com) Mempawah &ndash; Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, diproyeksikan sebagai hub di Kalimantan Barat antara dua pelabuhan yakni Pontianak dan Sentete. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelindo II segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, agar bisa dioperasikan.&nbsp; &ldquo;Saya harap groundbreaking bisa mulai dilakukan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019,&rdquo; jelas Menhub saat mengunjungi pantai Kijing, kemarin (17/3/2017) dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Sabtu (18/3/2017) malam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga dua juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga tiga juta Teus. &ldquo;Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera mulai dibangun,&rdquo; tutur Menhub. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp5,6 triliun. Saat ini tengah dicari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta. &ldquo;Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain,&rdquo; kata Menhub. Menhub melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete. Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih dua jam. (omy)Sabtu, 18 Maret 2017http://beritatrans.com/2017/03/18/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat-482.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelabuhan Kijing Diproyeksikan Sebagai Hub di Kalimantan Barat - (BeritaTrans.com) Mempawah &ndash; Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, diproyeksikan sebagai hub di Kalimantan Barat antara dua pelabuhan yakni Pontianak dan Sentete. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelindo II segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, agar bisa dioperasikan.&nbsp; &ldquo;Saya harap groundbreaking bisa mulai dilakukan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019,&rdquo; jelas Menhub saat mengunjungi pantai Kijing, kemarin (17/3/2017) dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Sabtu (18/3/2017) malam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga dua juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga tiga juta Teus. &ldquo;Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera mulai dibangun,&rdquo; tutur Menhub. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp5,6 triliun. Saat ini tengah dicari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta. &ldquo;Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain,&rdquo; kata Menhub. Menhub melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete. Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih dua jam. (omy)Sabtu, 18 Maret 2017http://beritatrans.com/2017/03/18/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat/&nbsp;' border='0' /></a> <p>(BeritaTrans.com) Mempawah &ndash; Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, diproyeksikan sebagai hub di Kalimantan Barat antara dua pelabuhan yakni Pontianak dan Sentete.</p> <p>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelindo II segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, agar bisa dioperasikan.&nbsp;</p> <p>&ldquo;Saya harap groundbreaking bisa mulai dilakukan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019,&rdquo; jelas Menhub saat mengunjungi pantai Kijing, kemarin (17/3/2017) dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Sabtu (18/3/2017) malam.</p> <p>Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga dua juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga tiga juta Teus.</p> <p>&ldquo;Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera mulai dibangun,&rdquo; tutur Menhub.</p> <p>Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp5,6 triliun. Saat ini tengah dicari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta.</p> <p>&ldquo;Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain,&rdquo; kata Menhub.</p> <p>Menhub melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete. Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih dua jam. (omy)<br /><br /><span>Sabtu, 18 Maret 2017</span><br />http://beritatrans.com/2017/03/18/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat/&nbsp;</p> <p><a title='(BeritaTrans.com) Mempawah &ndash; Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, diproyeksikan sebagai hub di Kalimantan Barat antara dua pelabuhan yakni Pontianak dan Sentete. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelindo II segera memulai membangun Pelabuhan Kijing, agar bisa dioperasikan.&nbsp; &ldquo;Saya harap groundbreaking bisa mulai dilakukan Agustus tahun ini, sehingga diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2019,&rdquo; jelas Menhub saat mengunjungi pantai Kijing, kemarin (17/3/2017) dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Sabtu (18/3/2017) malam. Pelabuhan Kijing nantinya memiliki kapasitas hingga dua juta Teus. Kapasitas tersebut mendekati pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang memiliki kapasitas hingga tiga juta Teus. &ldquo;Saya harapkan Pelindo II segera mencari kontraktor dan segera menyelesaikan urusan administrasi agar bisa segera mulai dibangun,&rdquo; tutur Menhub. Berdasarkan data dari Pelindo II, pembangunan tahap satu akan memakan biaya sekitar Rp5,6 triliun. Saat ini tengah dicari kontraktor melalui sinergi BUMN, dan akan mempertimbangkan lebih lanjut untuk membuka peluang kerjasama dengan perusahaan swasta. &ldquo;Pelabuhan Kijing akan memiliki dermaga dengan kedalaman 14 m LWS sehingga mampu melayani kapal besar, yang mengangkut hasil bumi seperti, CPO, bauksit, dan lain-lain,&rdquo; kata Menhub. Menhub melakukan tinjauan ke Pantai Kijing, lokasi yang akan dibangun Pelabuhan Kijing, usai meninjau Pelabuhan Sintete. Dengan berkendara mobil dari Sintete ke Kijing selama kurang lebih dua jam. (omy)Sabtu, 18 Maret 2017http://beritatrans.com/2017/03/18/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat-482.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat-482.html --18TMarch::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-kijing-diproyeksikan-sebagai-hub-di-kalimantan-barat-482.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML