PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & Events http://www.indonesiaport.co.id/ The latest news and events from PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II Feeds. Get top news stories and in-depth coverage with videos and photos. en-US Copyright (c) 2011 PT. INDONESIA PORT II! Inc. All rights reserved 2018-21-10T04:58:00+07:00 5 PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & News http://www.indonesiaport.co.id/feeds/ http://www.indonesiaport.co.id/images/logo.png Menggali Potensi Pelabuhan Bengkulu Menuju Full Operation di Tahun 2020 <p><a title='MN, Pontianak &ndash; Potensi alam Bengkulu yang kaya membutuhkan infrastruktur terintegrasi agar tercipta iklim ekonomi sehat dan menyejahterakan rakyat, tak terkecuali Pelabuhan Pulau Bai Bengkulu yang dahulu kota pelabuhan tua Bencoolen, kota pendudukan dan perdagangan oleh Inggris di abad ke 18 dan 19. Menjawab tantangan, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Elvyn G Masassya memiliki atensi besar bagi pengembangan pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Targetnya program Full Operation dapat terwujud di tahun 2020, diantaranya Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Petikemas, Terminal Kendaraan, Power Plant, dan Kawasan Industri. Menurut Elvyn, baru-baru ini IPC Cabang Bengkulu telah melakukan kesepakatan (MoU) dengan satu konsorsium yakni PT Trans Rentang Nusantara dalam rangka membangun Kereta logistik dari kota Padang ke pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, mengangkut Batu Bara, CPO, dan Petikemas. &ldquo;Diharapkan potensi cargo kereta logistik mampu memberi kontribusi signifikan bagi pelabuhan Bengkulu,&rdquo; terangnya kepada Maritimnews di Pontianak, Sabtu (19/8). Sedangkan potensi lahan milik IPC cabang Bengkulu seluas 1.200 hektar, sebagian dari lahan tersebut direncanakan akan dibangun Kawasan Industri sebagai infrastruktur penopang pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Kawasan industri menawarkan solusi pembangunan industri yang komprehensif dan bermanfaat bagi semua jenis perusahaan. &ldquo;Saya memberikan atensi yang besar bagi pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, diharapkan dua tahun kedepan semua program bisa terwujud. Untuk itu kami percayakan semua penanganannya kepada manajemen cabang Bengkulu yang berkoordinasi dengan kantor pusat, tanpa harus membentuk satuan kerja,&rdquo; pungkas Elvyn. maritimnews.com / 21 Agustus 2017 / Bayuhttp://maritimnews.com/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020-975.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menggali Potensi Pelabuhan Bengkulu Menuju Full Operation di Tahun 2020 - MN, Pontianak &ndash; Potensi alam Bengkulu yang kaya membutuhkan infrastruktur terintegrasi agar tercipta iklim ekonomi sehat dan menyejahterakan rakyat, tak terkecuali Pelabuhan Pulau Bai Bengkulu yang dahulu kota pelabuhan tua Bencoolen, kota pendudukan dan perdagangan oleh Inggris di abad ke 18 dan 19. Menjawab tantangan, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Elvyn G Masassya memiliki atensi besar bagi pengembangan pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Targetnya program Full Operation dapat terwujud di tahun 2020, diantaranya Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Petikemas, Terminal Kendaraan, Power Plant, dan Kawasan Industri. Menurut Elvyn, baru-baru ini IPC Cabang Bengkulu telah melakukan kesepakatan (MoU) dengan satu konsorsium yakni PT Trans Rentang Nusantara dalam rangka membangun Kereta logistik dari kota Padang ke pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, mengangkut Batu Bara, CPO, dan Petikemas. &ldquo;Diharapkan potensi cargo kereta logistik mampu memberi kontribusi signifikan bagi pelabuhan Bengkulu,&rdquo; terangnya kepada Maritimnews di Pontianak, Sabtu (19/8). Sedangkan potensi lahan milik IPC cabang Bengkulu seluas 1.200 hektar, sebagian dari lahan tersebut direncanakan akan dibangun Kawasan Industri sebagai infrastruktur penopang pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Kawasan industri menawarkan solusi pembangunan industri yang komprehensif dan bermanfaat bagi semua jenis perusahaan. &ldquo;Saya memberikan atensi yang besar bagi pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, diharapkan dua tahun kedepan semua program bisa terwujud. Untuk itu kami percayakan semua penanganannya kepada manajemen cabang Bengkulu yang berkoordinasi dengan kantor pusat, tanpa harus membentuk satuan kerja,&rdquo; pungkas Elvyn. maritimnews.com / 21 Agustus 2017 / Bayuhttp://maritimnews.com/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020/' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>MN</strong>, Pontianak &ndash; Potensi alam Bengkulu yang kaya membutuhkan infrastruktur terintegrasi agar tercipta iklim ekonomi sehat dan menyejahterakan rakyat, tak terkecuali Pelabuhan Pulau Bai Bengkulu yang dahulu kota pelabuhan tua Bencoolen, kota pendudukan dan perdagangan oleh Inggris di abad ke 18 dan 19.</p> <p style="text-align: justify;">Menjawab tantangan, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Elvyn G Masassya memiliki atensi besar bagi pengembangan pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Targetnya program Full Operation dapat terwujud di tahun 2020, diantaranya Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Petikemas, Terminal Kendaraan, Power Plant, dan Kawasan Industri.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Elvyn, baru-baru ini IPC Cabang Bengkulu telah melakukan kesepakatan (MoU) dengan satu konsorsium yakni PT Trans Rentang Nusantara dalam rangka membangun Kereta logistik dari kota Padang ke pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, mengangkut Batu Bara, CPO, dan Petikemas.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Diharapkan potensi cargo kereta logistik mampu memberi kontribusi signifikan bagi pelabuhan Bengkulu,&rdquo; terangnya kepada Maritimnews di Pontianak, Sabtu (19/8).</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan potensi lahan milik IPC cabang Bengkulu seluas 1.200 hektar, sebagian dari lahan tersebut direncanakan akan dibangun Kawasan Industri sebagai infrastruktur penopang pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Kawasan industri menawarkan solusi pembangunan industri yang komprehensif dan bermanfaat bagi semua jenis perusahaan.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya memberikan atensi yang besar bagi pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, diharapkan dua tahun kedepan semua program bisa terwujud. Untuk itu kami percayakan semua penanganannya kepada manajemen cabang Bengkulu yang berkoordinasi dengan kantor pusat, tanpa harus membentuk satuan kerja,&rdquo; pungkas Elvyn.</p> <p style="text-align: justify;"><span>maritimnews.com / 21 Agustus 2017 / Bayu</span><br />http://maritimnews.com/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020/</p> <p><a title='MN, Pontianak &ndash; Potensi alam Bengkulu yang kaya membutuhkan infrastruktur terintegrasi agar tercipta iklim ekonomi sehat dan menyejahterakan rakyat, tak terkecuali Pelabuhan Pulau Bai Bengkulu yang dahulu kota pelabuhan tua Bencoolen, kota pendudukan dan perdagangan oleh Inggris di abad ke 18 dan 19. Menjawab tantangan, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Elvyn G Masassya memiliki atensi besar bagi pengembangan pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Targetnya program Full Operation dapat terwujud di tahun 2020, diantaranya Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Petikemas, Terminal Kendaraan, Power Plant, dan Kawasan Industri. Menurut Elvyn, baru-baru ini IPC Cabang Bengkulu telah melakukan kesepakatan (MoU) dengan satu konsorsium yakni PT Trans Rentang Nusantara dalam rangka membangun Kereta logistik dari kota Padang ke pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, mengangkut Batu Bara, CPO, dan Petikemas. &ldquo;Diharapkan potensi cargo kereta logistik mampu memberi kontribusi signifikan bagi pelabuhan Bengkulu,&rdquo; terangnya kepada Maritimnews di Pontianak, Sabtu (19/8). Sedangkan potensi lahan milik IPC cabang Bengkulu seluas 1.200 hektar, sebagian dari lahan tersebut direncanakan akan dibangun Kawasan Industri sebagai infrastruktur penopang pelabuhan Pulau Bai Bengkulu. Kawasan industri menawarkan solusi pembangunan industri yang komprehensif dan bermanfaat bagi semua jenis perusahaan. &ldquo;Saya memberikan atensi yang besar bagi pelabuhan Pulau Bai Bengkulu, diharapkan dua tahun kedepan semua program bisa terwujud. Untuk itu kami percayakan semua penanganannya kepada manajemen cabang Bengkulu yang berkoordinasi dengan kantor pusat, tanpa harus membentuk satuan kerja,&rdquo; pungkas Elvyn. maritimnews.com / 21 Agustus 2017 / Bayuhttp://maritimnews.com/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020-975.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020-975.html --21TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menggali-potensi-pelabuhan-bengkulu-menuju-full-operation-di-tahun-2020-975.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML PERHITUNGAN BARANG DI PELABUHAN: 23 Perusahaan Tally Siap Operasi di Priok <p><a title='JAKARTA&nbsp;&mdash; Sebanyak 23 perusahaan tally mandiri siap melakukan kegiatan penghitungan dan pencatatan barang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan akurasi data perdagangan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Layanan tally secara mandiri merupakan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik barang serta pengangkut dan sebagai database bagi kepentingan pemerintah atau instansi terkait. Ketua Umum DPP Gabungan Tally Mandiri Indonesia (GTMI) Ricky Handersen menyatakan ke-23 perusahaan tally mandiri itu sudah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI Jakarta. &ldquo;GTMI sebagai asosiasi yang mewadahi perusahaan tally mandiri juga sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM,&rdquo; ujarnya, kepada Bisnis, Senin (21/8). Kegiatan tally mandiri telah diamanatkan melalui Undang-Undang (UU) No.17/2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, dan PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan. Selain itu, kegiatan itu juga diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No:15/2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan, serta KM 14/2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal. Ricky menjelaskan kegiatan tally mandiri sangat penting untuk memberikan akurasi data barang di Indonesia yang kemudian bisa dijadikan tolok ukur kebijakan pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan. Selama ini, kata dia, data arus barang perdagangan domestik atau antarpulau masih belum tercatat secara akurat sehingga tidak mampu diketahui secara pasti berapa besar kebutuhan konsumsi domestik. Hal itu menyulitkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas. Idealnya, imbuhnya, aktivitas perdagangan antarpulau dari Sabang sampai Merauke dapat terekapitulasi secara akurat yang dilakukan perusahaan tally mandiri atau lembaga independen mulai saat proses pengapalan, bongkar muatnya di pelabuhan hingga proses distribusinya. Ricky mengatakan pelaksanaan kegiatan tally mandiri di seluruh pelabuhan Indonesia perlu komitmen kuat seluruh stakeholders untuk menyelamatkan kepentingan nasional dari simpang siurnya data barang perdagangan domestik maupun ekspor impor. &ldquo;Tally mandiri yang dilakukan oleh lembaga independen juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penyelundupan untuk mengoptimalkan pendapatan bagi negara,&rdquo; ujar dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, Imanudin mengatakan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik barang dan stakeholder terkait sebelum implementasi tally mandiri itu. &ldquo;Mesti clear dulu, kegiatan taly mandiri ini untuk kepentingan siapa sebab konsekuensinya akan muncul biaya atas layanan itu. Dan sampai kini saya belum menerima laporan bakal ada tally mandiri di Priok,&rdquo; ujarnya kepada Bisnis (21/8). Imanudin berharap semua pihak terkait dan seluruh masyarakat pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok agar turut komitmen menciptakan efisiensi layanan logistik guna mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah saat ini. (k1) Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / K1http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/450/682713/perhitungan-barang-di-pelabuhan-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perhitungan-barang-di-pelabuhan;-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok-974.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='PERHITUNGAN BARANG DI PELABUHAN: 23 Perusahaan Tally Siap Operasi di Priok - JAKARTA&nbsp;&mdash; Sebanyak 23 perusahaan tally mandiri siap melakukan kegiatan penghitungan dan pencatatan barang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan akurasi data perdagangan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Layanan tally secara mandiri merupakan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik barang serta pengangkut dan sebagai database bagi kepentingan pemerintah atau instansi terkait. Ketua Umum DPP Gabungan Tally Mandiri Indonesia (GTMI) Ricky Handersen menyatakan ke-23 perusahaan tally mandiri itu sudah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI Jakarta. &ldquo;GTMI sebagai asosiasi yang mewadahi perusahaan tally mandiri juga sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM,&rdquo; ujarnya, kepada Bisnis, Senin (21/8). Kegiatan tally mandiri telah diamanatkan melalui Undang-Undang (UU) No.17/2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, dan PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan. Selain itu, kegiatan itu juga diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No:15/2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan, serta KM 14/2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal. Ricky menjelaskan kegiatan tally mandiri sangat penting untuk memberikan akurasi data barang di Indonesia yang kemudian bisa dijadikan tolok ukur kebijakan pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan. Selama ini, kata dia, data arus barang perdagangan domestik atau antarpulau masih belum tercatat secara akurat sehingga tidak mampu diketahui secara pasti berapa besar kebutuhan konsumsi domestik. Hal itu menyulitkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas. Idealnya, imbuhnya, aktivitas perdagangan antarpulau dari Sabang sampai Merauke dapat terekapitulasi secara akurat yang dilakukan perusahaan tally mandiri atau lembaga independen mulai saat proses pengapalan, bongkar muatnya di pelabuhan hingga proses distribusinya. Ricky mengatakan pelaksanaan kegiatan tally mandiri di seluruh pelabuhan Indonesia perlu komitmen kuat seluruh stakeholders untuk menyelamatkan kepentingan nasional dari simpang siurnya data barang perdagangan domestik maupun ekspor impor. &ldquo;Tally mandiri yang dilakukan oleh lembaga independen juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penyelundupan untuk mengoptimalkan pendapatan bagi negara,&rdquo; ujar dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, Imanudin mengatakan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik barang dan stakeholder terkait sebelum implementasi tally mandiri itu. &ldquo;Mesti clear dulu, kegiatan taly mandiri ini untuk kepentingan siapa sebab konsekuensinya akan muncul biaya atas layanan itu. Dan sampai kini saya belum menerima laporan bakal ada tally mandiri di Priok,&rdquo; ujarnya kepada Bisnis (21/8). Imanudin berharap semua pihak terkait dan seluruh masyarakat pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok agar turut komitmen menciptakan efisiensi layanan logistik guna mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah saat ini. (k1) Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / K1http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/450/682713/perhitungan-barang-di-pelabuhan-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>JAKARTA</strong>&nbsp;&mdash; Sebanyak 23 perusahaan tally mandiri siap melakukan kegiatan penghitungan dan pencatatan barang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan akurasi data perdagangan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.</p> <p style="text-align: justify;">Layanan tally secara mandiri merupakan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik barang serta pengangkut dan sebagai database bagi kepentingan pemerintah atau instansi terkait.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua Umum DPP Gabungan Tally Mandiri Indonesia (GTMI) Ricky Handersen menyatakan ke-23 perusahaan tally mandiri itu sudah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI Jakarta.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;GTMI sebagai asosiasi yang mewadahi perusahaan tally mandiri juga sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM,&rdquo; ujarnya, kepada Bisnis, Senin (21/8).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan tally mandiri telah diamanatkan melalui Undang-Undang (UU) No.17/2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, dan PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, kegiatan itu juga diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No:15/2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan, serta KM 14/2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal.</p> <p style="text-align: justify;">Ricky menjelaskan kegiatan tally mandiri sangat penting untuk memberikan akurasi data barang di Indonesia yang kemudian bisa dijadikan tolok ukur kebijakan pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan.</p> <p style="text-align: justify;">Selama ini, kata dia, data arus barang perdagangan domestik atau antarpulau masih belum tercatat secara akurat sehingga tidak mampu diketahui secara pasti berapa besar kebutuhan konsumsi domestik. Hal itu menyulitkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas.</p> <p style="text-align: justify;">Idealnya, imbuhnya, aktivitas perdagangan antarpulau dari Sabang sampai Merauke dapat terekapitulasi secara akurat yang dilakukan perusahaan tally mandiri atau lembaga independen mulai saat proses pengapalan, bongkar muatnya di pelabuhan hingga proses distribusinya.</p> <p style="text-align: justify;">Ricky mengatakan pelaksanaan kegiatan tally mandiri di seluruh pelabuhan Indonesia perlu komitmen kuat seluruh stakeholders untuk menyelamatkan kepentingan nasional dari simpang siurnya data barang perdagangan domestik maupun ekspor impor.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Tally mandiri yang dilakukan oleh lembaga independen juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penyelundupan untuk mengoptimalkan pendapatan bagi negara,&rdquo; ujar dia.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, Imanudin mengatakan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik barang dan stakeholder terkait sebelum implementasi tally mandiri itu.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Mesti clear dulu, kegiatan taly mandiri ini untuk kepentingan siapa sebab konsekuensinya akan muncul biaya atas layanan itu. Dan sampai kini saya belum menerima laporan bakal ada tally mandiri di Priok,&rdquo; ujarnya kepada Bisnis (21/8).</p> <p style="text-align: justify;">Imanudin berharap semua pihak terkait dan seluruh masyarakat pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok agar turut komitmen menciptakan efisiensi layanan logistik guna mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah saat ini. (k1)</p> <p style="text-align: justify;"><span>Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / K1<br />http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/450/682713/perhitungan-barang-di-pelabuhan-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok</span></p> <p><a title='JAKARTA&nbsp;&mdash; Sebanyak 23 perusahaan tally mandiri siap melakukan kegiatan penghitungan dan pencatatan barang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan akurasi data perdagangan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Layanan tally secara mandiri merupakan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik barang serta pengangkut dan sebagai database bagi kepentingan pemerintah atau instansi terkait. Ketua Umum DPP Gabungan Tally Mandiri Indonesia (GTMI) Ricky Handersen menyatakan ke-23 perusahaan tally mandiri itu sudah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI Jakarta. &ldquo;GTMI sebagai asosiasi yang mewadahi perusahaan tally mandiri juga sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM,&rdquo; ujarnya, kepada Bisnis, Senin (21/8). Kegiatan tally mandiri telah diamanatkan melalui Undang-Undang (UU) No.17/2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, dan PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan. Selain itu, kegiatan itu juga diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No:15/2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan, serta KM 14/2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal. Ricky menjelaskan kegiatan tally mandiri sangat penting untuk memberikan akurasi data barang di Indonesia yang kemudian bisa dijadikan tolok ukur kebijakan pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan. Selama ini, kata dia, data arus barang perdagangan domestik atau antarpulau masih belum tercatat secara akurat sehingga tidak mampu diketahui secara pasti berapa besar kebutuhan konsumsi domestik. Hal itu menyulitkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas. Idealnya, imbuhnya, aktivitas perdagangan antarpulau dari Sabang sampai Merauke dapat terekapitulasi secara akurat yang dilakukan perusahaan tally mandiri atau lembaga independen mulai saat proses pengapalan, bongkar muatnya di pelabuhan hingga proses distribusinya. Ricky mengatakan pelaksanaan kegiatan tally mandiri di seluruh pelabuhan Indonesia perlu komitmen kuat seluruh stakeholders untuk menyelamatkan kepentingan nasional dari simpang siurnya data barang perdagangan domestik maupun ekspor impor. &ldquo;Tally mandiri yang dilakukan oleh lembaga independen juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penyelundupan untuk mengoptimalkan pendapatan bagi negara,&rdquo; ujar dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, Imanudin mengatakan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik barang dan stakeholder terkait sebelum implementasi tally mandiri itu. &ldquo;Mesti clear dulu, kegiatan taly mandiri ini untuk kepentingan siapa sebab konsekuensinya akan muncul biaya atas layanan itu. Dan sampai kini saya belum menerima laporan bakal ada tally mandiri di Priok,&rdquo; ujarnya kepada Bisnis (21/8). Imanudin berharap semua pihak terkait dan seluruh masyarakat pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok agar turut komitmen menciptakan efisiensi layanan logistik guna mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah saat ini. (k1) Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / K1http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/450/682713/perhitungan-barang-di-pelabuhan-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perhitungan-barang-di-pelabuhan;-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok-974.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/perhitungan-barang-di-pelabuhan;-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok-974.html --22TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/perhitungan-barang-di-pelabuhan;-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok-974.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML RUANG KANTOR: IPC Investasi Rp1 Triliun <p><a title='JAKARTA-&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation bakal memulai konstruksi gedung perkantoran Maritim Tower dalam empat bulan mendatang. IPC yakin proyek gedung setinggi 32 lantai itu bakal terhuni kendati pasar perkantoran di Jakarta masih kelebihan pasokan. Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan saat ini proses prakonstruksi masih dalam tahap penyelesaian izin administrasi. Proyek gedung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara itu bakal menelan investasi hingga Rp1 triliun. "Groundbreaking-nya tahun ini juga. Sekarang masih tunggu aspek-aspeK administrasi " ujar Elvyn kepada Bisnis selepas meninjau Pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, akhir pekan lalu (18/9). Elvyn menuturkan, Maritim Tower bakal menampung operasional IPC dan seluruh anak usahanya. Saat ini, kantor pusat IPC anak usaha terpisah kendati masih berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Operasional IPC dan anak usaha dalam satu gedung dinilai bakal mempermudah proses administrasi. Adapun saat ini IPC memiliki 16 anak usaha yang bergerak di beragam lini usaha. Selain dari kalangan ana usaha, IPC juga bakal menawarkan ruang perkantoran ke para pengguna jasa kepelabuhan seperti perusahaan pelayaran, agen kapal, maritime supply chain, operator terminal, dan bea cukai. Elvyn yakin, dari captive market anak usaha dan pengguna jasa, Maritim Tower bakal mencatatkan tingkat keterisian atau okupansi yang optimal. Di lain pihak, perusahaan riset dan konsultan Collier Internation memproyeksi pasar perkantoran di Jakarta bakal mendapat tambahan pasokan ruang kantor baru seluas 700.000 m2 hingg 2019 mendatang. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers mengatakan tingkat okupansi perkantoran tahun ini cukup stagnan dengan kemungkinan mengalami penurunan dalam periode 2018-2019. Secara khusus, di luar kawasan pusat bisnis (CBD), tingkat okupansi perkantoran diestimasi mengalami penurunan sejalan dengan pasokan ruang kantor baru yang kian bertambah. Di luar kawasan TB. Simatupang, tren okupansi perkantorn mengalami penurunan kendati masih di atas 85%. Ini terjadi terutama di Jakarta Barat. Sementara itu, proyek Maritim Tower yang digarap IPC bakal bersaing dengan sejumlah proyek perkantoran di Kemayoran, Meruya, Cempaka Putih, dan Pantai Indah Kapuk. Berdasarkan data Colliers, hingga kuartal II/2017 ada sembilan proyek perkantoran yang sudah memulai tahap konstruksi dengan total luas gabungan mencapai 313.325 m2. PROYEK APARTEMEN Sementara itu, PT Permata Sakti Mandiri melalui proyek Apartemen Cimanggis City seluas 1 hektare di Cimanggis, Jawa Barat menargetkan pemancangan tiang perdana pada November mendatang. Project Director Cimanggis City Sanggam Sitorus mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan izin lokasi dan pemanfataan ruang. Sehingga dalam dua bulan ini ditargetkan rampung untuk mulai dapat dilakukan pembangunan. "Kami targetkan dua bulan ini selesai dan awal November bisa mulai bangun. Kami juga masih mencari kontraktor yang tepat untuk proyek dengan investasi Rp400 miliar tersebut," katanya. Adapun target pembangunan tersebut diharapkan dapat mengejar target serah terima kunci pada akhir 2019 mendatang. Sanggam menuturkan saat ini penjualan telah mencatatkan sekitar 280 unit sejak dilepas Mei lalu. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun masih akan menjual 50% dari total 1.600 unit dalam dua menara. Rencananya, Cimanggis City didesain dengan tinggi 24 lantai. Perusahaan hanya menawarkan dua tipe unit yakni studio ukuran 21 m2 dan tipe dua kamar ukuran 36 m2. Harga jual saat ini berkisar Rp11,5 juta per m2. Direktur Utama PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan permintaan hunian kelas menengah di Jabodetabek yang semakin tinggi dan lahan yang semakin terbatas membuat banyak para investor kini mulai membidik kawasan destinasi baru. Salah satunya adalah kawasan penyangga Cimanggis yang terus berkembang dengan sarana serta infrastruktur yang sudah matang. &ldquo;Proyek kami nantinya akan berada di lokasi strategis dengan akses transportasi melintasi jalan utama dan dekat dengan pintu Tol Cijago serta stasiun LRT Cibubur &ndash; Ciracas,&rdquo; ujar Agus. Dirinya menambahkan Cimanggis terkenal dengan pusat bisnis, industri dan perdagangan. Sangat cocok untuk lokasi hunian dengan kontur daerahnya yang masih tampak hijau dan asri. Selain itu, Cimanggis juga dikelilingi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Cibubur, Depok, dan Bekasi. Artinya potensi wilayah tersebut menjadikan kawasan ini menjadi lokasi hunian ideal serta prospektif bernilai investasi tinggi. Menurut Agus, keuntungan dari pembelian awal sebelum menara berdiri selain harga masih sangat murah juga membuat modal investasi kembali dengan masa yang tidak lama. Dirinya memperkirakan imbal hasil akan diterima kurang dari tiga tahun jika konsumen mendapat harga perdana. &ldquo;Hunian ini sangat cocok bagi millenial ataupun keluarga muda yang ingin memiliki hunian sekaligus investasi menguntungkan saat ini, karena harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau tetapi tidak mengurangi prestige sebagai kaum urban Jakarta." Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / Ipak Ayu H.n, Rivki Maulanahttp://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/449/682742/ruang-kantor-ipc-investasi-rp1-triliun' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ruang-kantor;-ipc-investasi-rp1-triliun-973.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='RUANG KANTOR: IPC Investasi Rp1 Triliun - JAKARTA-&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation bakal memulai konstruksi gedung perkantoran Maritim Tower dalam empat bulan mendatang. IPC yakin proyek gedung setinggi 32 lantai itu bakal terhuni kendati pasar perkantoran di Jakarta masih kelebihan pasokan. Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan saat ini proses prakonstruksi masih dalam tahap penyelesaian izin administrasi. Proyek gedung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara itu bakal menelan investasi hingga Rp1 triliun. "Groundbreaking-nya tahun ini juga. Sekarang masih tunggu aspek-aspeK administrasi " ujar Elvyn kepada Bisnis selepas meninjau Pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, akhir pekan lalu (18/9). Elvyn menuturkan, Maritim Tower bakal menampung operasional IPC dan seluruh anak usahanya. Saat ini, kantor pusat IPC anak usaha terpisah kendati masih berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Operasional IPC dan anak usaha dalam satu gedung dinilai bakal mempermudah proses administrasi. Adapun saat ini IPC memiliki 16 anak usaha yang bergerak di beragam lini usaha. Selain dari kalangan ana usaha, IPC juga bakal menawarkan ruang perkantoran ke para pengguna jasa kepelabuhan seperti perusahaan pelayaran, agen kapal, maritime supply chain, operator terminal, dan bea cukai. Elvyn yakin, dari captive market anak usaha dan pengguna jasa, Maritim Tower bakal mencatatkan tingkat keterisian atau okupansi yang optimal. Di lain pihak, perusahaan riset dan konsultan Collier Internation memproyeksi pasar perkantoran di Jakarta bakal mendapat tambahan pasokan ruang kantor baru seluas 700.000 m2 hingg 2019 mendatang. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers mengatakan tingkat okupansi perkantoran tahun ini cukup stagnan dengan kemungkinan mengalami penurunan dalam periode 2018-2019. Secara khusus, di luar kawasan pusat bisnis (CBD), tingkat okupansi perkantoran diestimasi mengalami penurunan sejalan dengan pasokan ruang kantor baru yang kian bertambah. Di luar kawasan TB. Simatupang, tren okupansi perkantorn mengalami penurunan kendati masih di atas 85%. Ini terjadi terutama di Jakarta Barat. Sementara itu, proyek Maritim Tower yang digarap IPC bakal bersaing dengan sejumlah proyek perkantoran di Kemayoran, Meruya, Cempaka Putih, dan Pantai Indah Kapuk. Berdasarkan data Colliers, hingga kuartal II/2017 ada sembilan proyek perkantoran yang sudah memulai tahap konstruksi dengan total luas gabungan mencapai 313.325 m2. PROYEK APARTEMEN Sementara itu, PT Permata Sakti Mandiri melalui proyek Apartemen Cimanggis City seluas 1 hektare di Cimanggis, Jawa Barat menargetkan pemancangan tiang perdana pada November mendatang. Project Director Cimanggis City Sanggam Sitorus mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan izin lokasi dan pemanfataan ruang. Sehingga dalam dua bulan ini ditargetkan rampung untuk mulai dapat dilakukan pembangunan. "Kami targetkan dua bulan ini selesai dan awal November bisa mulai bangun. Kami juga masih mencari kontraktor yang tepat untuk proyek dengan investasi Rp400 miliar tersebut," katanya. Adapun target pembangunan tersebut diharapkan dapat mengejar target serah terima kunci pada akhir 2019 mendatang. Sanggam menuturkan saat ini penjualan telah mencatatkan sekitar 280 unit sejak dilepas Mei lalu. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun masih akan menjual 50% dari total 1.600 unit dalam dua menara. Rencananya, Cimanggis City didesain dengan tinggi 24 lantai. Perusahaan hanya menawarkan dua tipe unit yakni studio ukuran 21 m2 dan tipe dua kamar ukuran 36 m2. Harga jual saat ini berkisar Rp11,5 juta per m2. Direktur Utama PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan permintaan hunian kelas menengah di Jabodetabek yang semakin tinggi dan lahan yang semakin terbatas membuat banyak para investor kini mulai membidik kawasan destinasi baru. Salah satunya adalah kawasan penyangga Cimanggis yang terus berkembang dengan sarana serta infrastruktur yang sudah matang. &ldquo;Proyek kami nantinya akan berada di lokasi strategis dengan akses transportasi melintasi jalan utama dan dekat dengan pintu Tol Cijago serta stasiun LRT Cibubur &ndash; Ciracas,&rdquo; ujar Agus. Dirinya menambahkan Cimanggis terkenal dengan pusat bisnis, industri dan perdagangan. Sangat cocok untuk lokasi hunian dengan kontur daerahnya yang masih tampak hijau dan asri. Selain itu, Cimanggis juga dikelilingi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Cibubur, Depok, dan Bekasi. Artinya potensi wilayah tersebut menjadikan kawasan ini menjadi lokasi hunian ideal serta prospektif bernilai investasi tinggi. Menurut Agus, keuntungan dari pembelian awal sebelum menara berdiri selain harga masih sangat murah juga membuat modal investasi kembali dengan masa yang tidak lama. Dirinya memperkirakan imbal hasil akan diterima kurang dari tiga tahun jika konsumen mendapat harga perdana. &ldquo;Hunian ini sangat cocok bagi millenial ataupun keluarga muda yang ingin memiliki hunian sekaligus investasi menguntungkan saat ini, karena harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau tetapi tidak mengurangi prestige sebagai kaum urban Jakarta." Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / Ipak Ayu H.n, Rivki Maulanahttp://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/449/682742/ruang-kantor-ipc-investasi-rp1-triliun' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>JAKARTA-</strong>&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation bakal memulai konstruksi gedung perkantoran Maritim Tower dalam empat bulan mendatang. IPC yakin proyek gedung setinggi 32 lantai itu bakal terhuni kendati pasar perkantoran di Jakarta masih kelebihan pasokan.</p> <p style="text-align: justify;">Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan saat ini proses prakonstruksi masih dalam tahap penyelesaian izin administrasi. Proyek gedung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara itu bakal menelan investasi hingga Rp1 triliun.</p> <p style="text-align: justify;">"Groundbreaking-nya tahun ini juga. Sekarang masih tunggu aspek-aspeK administrasi " ujar Elvyn kepada Bisnis selepas meninjau Pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, akhir pekan lalu (18/9).</p> <p style="text-align: justify;">Elvyn menuturkan, Maritim Tower bakal menampung operasional IPC dan seluruh anak usahanya. Saat ini, kantor pusat IPC anak usaha terpisah kendati masih berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Operasional IPC dan anak usaha dalam satu gedung dinilai bakal mempermudah proses administrasi. Adapun saat ini IPC memiliki 16 anak usaha yang bergerak di beragam lini usaha.</p> <p style="text-align: justify;">Selain dari kalangan ana usaha, IPC juga bakal menawarkan ruang perkantoran ke para pengguna jasa kepelabuhan seperti perusahaan pelayaran, agen kapal, maritime supply chain, operator terminal, dan bea cukai. Elvyn yakin, dari captive market anak usaha dan pengguna jasa, Maritim Tower bakal mencatatkan tingkat keterisian atau okupansi yang optimal.</p> <p style="text-align: justify;">Di lain pihak, perusahaan riset dan konsultan Collier Internation memproyeksi pasar perkantoran di Jakarta bakal mendapat tambahan pasokan ruang kantor baru seluas 700.000 m2 hingg 2019 mendatang. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers mengatakan tingkat okupansi perkantoran tahun ini cukup stagnan dengan kemungkinan mengalami penurunan dalam periode 2018-2019.</p> <p style="text-align: justify;">Secara khusus, di luar kawasan pusat bisnis (CBD), tingkat okupansi perkantoran diestimasi mengalami penurunan sejalan dengan pasokan ruang kantor baru yang kian bertambah. Di luar kawasan TB. Simatupang, tren okupansi perkantorn mengalami penurunan kendati masih di atas 85%. Ini terjadi terutama di Jakarta Barat.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, proyek Maritim Tower yang digarap IPC bakal bersaing dengan sejumlah proyek perkantoran di Kemayoran, Meruya, Cempaka Putih, dan Pantai Indah Kapuk. Berdasarkan data Colliers, hingga kuartal II/2017 ada sembilan proyek perkantoran yang sudah memulai tahap konstruksi dengan total luas gabungan mencapai 313.325 m2.</p> <p style="text-align: justify;">PROYEK APARTEMEN</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, PT Permata Sakti Mandiri melalui proyek Apartemen Cimanggis City seluas 1 hektare di Cimanggis, Jawa Barat menargetkan pemancangan tiang perdana pada November mendatang.</p> <p style="text-align: justify;">Project Director Cimanggis City Sanggam Sitorus mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan izin lokasi dan pemanfataan ruang. Sehingga dalam dua bulan ini ditargetkan rampung untuk mulai dapat dilakukan pembangunan.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami targetkan dua bulan ini selesai dan awal November bisa mulai bangun. Kami juga masih mencari kontraktor yang tepat untuk proyek dengan investasi Rp400 miliar tersebut," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Adapun target pembangunan tersebut diharapkan dapat mengejar target serah terima kunci pada akhir 2019 mendatang.</p> <p style="text-align: justify;">Sanggam menuturkan saat ini penjualan telah mencatatkan sekitar 280 unit sejak dilepas Mei lalu. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun masih akan menjual 50% dari total 1.600 unit dalam dua menara.</p> <p style="text-align: justify;">Rencananya, Cimanggis City didesain dengan tinggi 24 lantai. Perusahaan hanya menawarkan dua tipe unit yakni studio ukuran 21 m2 dan tipe dua kamar ukuran 36 m2. Harga jual saat ini berkisar Rp11,5 juta per m2.</p> <p style="text-align: justify;">Direktur Utama PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan permintaan hunian kelas menengah di Jabodetabek yang semakin tinggi dan lahan yang semakin terbatas membuat banyak para investor kini mulai membidik kawasan destinasi baru.</p> <p style="text-align: justify;">Salah satunya adalah kawasan penyangga Cimanggis yang terus berkembang dengan sarana serta infrastruktur yang sudah matang.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Proyek kami nantinya akan berada di lokasi strategis dengan akses transportasi melintasi jalan utama dan dekat dengan pintu Tol Cijago serta stasiun LRT Cibubur &ndash; Ciracas,&rdquo; ujar Agus.</p> <p style="text-align: justify;">Dirinya menambahkan Cimanggis terkenal dengan pusat bisnis, industri dan perdagangan. Sangat cocok untuk lokasi hunian dengan kontur daerahnya yang masih tampak hijau dan asri.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, Cimanggis juga dikelilingi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Cibubur, Depok, dan Bekasi. Artinya potensi wilayah tersebut menjadikan kawasan ini menjadi lokasi hunian ideal serta prospektif bernilai investasi tinggi.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Agus, keuntungan dari pembelian awal sebelum menara berdiri selain harga masih sangat murah juga membuat modal investasi kembali dengan masa yang tidak lama. Dirinya memperkirakan imbal hasil akan diterima kurang dari tiga tahun jika konsumen mendapat harga perdana.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Hunian ini sangat cocok bagi millenial ataupun keluarga muda yang ingin memiliki hunian sekaligus investasi menguntungkan saat ini, karena harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau tetapi tidak mengurangi prestige sebagai kaum urban Jakarta."</p> <p style="text-align: justify;"><span>Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / Ipak Ayu H.n, Rivki Maulana</span><br />http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/449/682742/ruang-kantor-ipc-investasi-rp1-triliun</p> <p><a title='JAKARTA-&nbsp;PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation bakal memulai konstruksi gedung perkantoran Maritim Tower dalam empat bulan mendatang. IPC yakin proyek gedung setinggi 32 lantai itu bakal terhuni kendati pasar perkantoran di Jakarta masih kelebihan pasokan. Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan saat ini proses prakonstruksi masih dalam tahap penyelesaian izin administrasi. Proyek gedung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara itu bakal menelan investasi hingga Rp1 triliun. "Groundbreaking-nya tahun ini juga. Sekarang masih tunggu aspek-aspeK administrasi " ujar Elvyn kepada Bisnis selepas meninjau Pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, akhir pekan lalu (18/9). Elvyn menuturkan, Maritim Tower bakal menampung operasional IPC dan seluruh anak usahanya. Saat ini, kantor pusat IPC anak usaha terpisah kendati masih berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Operasional IPC dan anak usaha dalam satu gedung dinilai bakal mempermudah proses administrasi. Adapun saat ini IPC memiliki 16 anak usaha yang bergerak di beragam lini usaha. Selain dari kalangan ana usaha, IPC juga bakal menawarkan ruang perkantoran ke para pengguna jasa kepelabuhan seperti perusahaan pelayaran, agen kapal, maritime supply chain, operator terminal, dan bea cukai. Elvyn yakin, dari captive market anak usaha dan pengguna jasa, Maritim Tower bakal mencatatkan tingkat keterisian atau okupansi yang optimal. Di lain pihak, perusahaan riset dan konsultan Collier Internation memproyeksi pasar perkantoran di Jakarta bakal mendapat tambahan pasokan ruang kantor baru seluas 700.000 m2 hingg 2019 mendatang. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers mengatakan tingkat okupansi perkantoran tahun ini cukup stagnan dengan kemungkinan mengalami penurunan dalam periode 2018-2019. Secara khusus, di luar kawasan pusat bisnis (CBD), tingkat okupansi perkantoran diestimasi mengalami penurunan sejalan dengan pasokan ruang kantor baru yang kian bertambah. Di luar kawasan TB. Simatupang, tren okupansi perkantorn mengalami penurunan kendati masih di atas 85%. Ini terjadi terutama di Jakarta Barat. Sementara itu, proyek Maritim Tower yang digarap IPC bakal bersaing dengan sejumlah proyek perkantoran di Kemayoran, Meruya, Cempaka Putih, dan Pantai Indah Kapuk. Berdasarkan data Colliers, hingga kuartal II/2017 ada sembilan proyek perkantoran yang sudah memulai tahap konstruksi dengan total luas gabungan mencapai 313.325 m2. PROYEK APARTEMEN Sementara itu, PT Permata Sakti Mandiri melalui proyek Apartemen Cimanggis City seluas 1 hektare di Cimanggis, Jawa Barat menargetkan pemancangan tiang perdana pada November mendatang. Project Director Cimanggis City Sanggam Sitorus mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan izin lokasi dan pemanfataan ruang. Sehingga dalam dua bulan ini ditargetkan rampung untuk mulai dapat dilakukan pembangunan. "Kami targetkan dua bulan ini selesai dan awal November bisa mulai bangun. Kami juga masih mencari kontraktor yang tepat untuk proyek dengan investasi Rp400 miliar tersebut," katanya. Adapun target pembangunan tersebut diharapkan dapat mengejar target serah terima kunci pada akhir 2019 mendatang. Sanggam menuturkan saat ini penjualan telah mencatatkan sekitar 280 unit sejak dilepas Mei lalu. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun masih akan menjual 50% dari total 1.600 unit dalam dua menara. Rencananya, Cimanggis City didesain dengan tinggi 24 lantai. Perusahaan hanya menawarkan dua tipe unit yakni studio ukuran 21 m2 dan tipe dua kamar ukuran 36 m2. Harga jual saat ini berkisar Rp11,5 juta per m2. Direktur Utama PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan permintaan hunian kelas menengah di Jabodetabek yang semakin tinggi dan lahan yang semakin terbatas membuat banyak para investor kini mulai membidik kawasan destinasi baru. Salah satunya adalah kawasan penyangga Cimanggis yang terus berkembang dengan sarana serta infrastruktur yang sudah matang. &ldquo;Proyek kami nantinya akan berada di lokasi strategis dengan akses transportasi melintasi jalan utama dan dekat dengan pintu Tol Cijago serta stasiun LRT Cibubur &ndash; Ciracas,&rdquo; ujar Agus. Dirinya menambahkan Cimanggis terkenal dengan pusat bisnis, industri dan perdagangan. Sangat cocok untuk lokasi hunian dengan kontur daerahnya yang masih tampak hijau dan asri. Selain itu, Cimanggis juga dikelilingi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Cibubur, Depok, dan Bekasi. Artinya potensi wilayah tersebut menjadikan kawasan ini menjadi lokasi hunian ideal serta prospektif bernilai investasi tinggi. Menurut Agus, keuntungan dari pembelian awal sebelum menara berdiri selain harga masih sangat murah juga membuat modal investasi kembali dengan masa yang tidak lama. Dirinya memperkirakan imbal hasil akan diterima kurang dari tiga tahun jika konsumen mendapat harga perdana. &ldquo;Hunian ini sangat cocok bagi millenial ataupun keluarga muda yang ingin memiliki hunian sekaligus investasi menguntungkan saat ini, karena harga yang ditawarkan masih sangat terjangkau tetapi tidak mengurangi prestige sebagai kaum urban Jakarta." Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / Ipak Ayu H.n, Rivki Maulanahttp://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/449/682742/ruang-kantor-ipc-investasi-rp1-triliun' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ruang-kantor;-ipc-investasi-rp1-triliun-973.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ruang-kantor;-ipc-investasi-rp1-triliun-973.html --22TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ruang-kantor;-ipc-investasi-rp1-triliun-973.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Tol Laut Ringankan Beban: Kerajaan Belgia Lirik Pelabuhan Cirebon untuk Berinvestasi <p><a title='Kompas&nbsp;- Pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo sebagai bagian dari tol laut meringankan beban Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan jalur pantura di Jawa Timur. Hal ini diharapkan bisa menekan biaya dan waktu tempuh pengiriman logistik. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara Ahmad Umar saat dihubungi dari Banyuwangi. Senin (21/8).PT Delta Artha Bahari Nusantara adalah badan usaha milik daerah Pemerintah Jawa Timur, pemegang izin pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan milik negara. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Toni Budiono, Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu pelabuhan milik negara yang dikerjasamakan pemanfaatannya dengan swasta, BUMN, atau BUMD. Selain Probolinggo, Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat dikerjasamakan dengan PT Pelindo II.&nbsp;Sejumlah pelabuhan lain akan dikerjasamakan dengan PT Pelindo III dan PT Pelindo IV. Kerajaan Belgia pun melirik peluang investasi di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. "Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Pelabuhan Cirebon. Kami memiliki industri pelabuhan yang kuat dan terkenal di Eropa, bahkan dunia internasional,&rdquo; ujar Duta Besar Kerajaan Belgia Patrick Herman di Kota Cirebon.Kompas / 22 Agustus 2017 / Ger, Iki, Nikhttps://kompas.id/baca/nusantara/2017/08/22/tol-laut-ringankan-beban/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tol-laut-ringankan-beban;-kerajaan-belgia-lirik-pelabuhan-cirebon-untuk-berinvestasi-972.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Tol Laut Ringankan Beban: Kerajaan Belgia Lirik Pelabuhan Cirebon untuk Berinvestasi - Kompas&nbsp;- Pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo sebagai bagian dari tol laut meringankan beban Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan jalur pantura di Jawa Timur. Hal ini diharapkan bisa menekan biaya dan waktu tempuh pengiriman logistik. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara Ahmad Umar saat dihubungi dari Banyuwangi. Senin (21/8).PT Delta Artha Bahari Nusantara adalah badan usaha milik daerah Pemerintah Jawa Timur, pemegang izin pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan milik negara. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Toni Budiono, Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu pelabuhan milik negara yang dikerjasamakan pemanfaatannya dengan swasta, BUMN, atau BUMD. Selain Probolinggo, Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat dikerjasamakan dengan PT Pelindo II.&nbsp;Sejumlah pelabuhan lain akan dikerjasamakan dengan PT Pelindo III dan PT Pelindo IV. Kerajaan Belgia pun melirik peluang investasi di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. "Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Pelabuhan Cirebon. Kami memiliki industri pelabuhan yang kuat dan terkenal di Eropa, bahkan dunia internasional,&rdquo; ujar Duta Besar Kerajaan Belgia Patrick Herman di Kota Cirebon.Kompas / 22 Agustus 2017 / Ger, Iki, Nikhttps://kompas.id/baca/nusantara/2017/08/22/tol-laut-ringankan-beban/' border='0' /></a> <p><strong>Kompas</strong><span>&nbsp;- Pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo sebagai bagian dari tol laut meringankan beban Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan jalur pantura di Jawa Timur. Hal ini diharapkan bisa menekan biaya dan waktu tempuh pengiriman logistik. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara Ahmad Umar saat dihubungi dari Banyuwangi. Senin (21/8).</span><br /><br /><span>PT Delta Artha Bahari Nusantara adalah badan usaha milik daerah Pemerintah Jawa Timur, pemegang izin pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan milik negara. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Toni Budiono, Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu pelabuhan milik negara yang dikerjasamakan pemanfaatannya dengan swasta, BUMN, atau BUMD. Selain Probolinggo, Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat dikerjasamakan dengan PT Pelindo II.&nbsp;</span><br /><br /><span>Sejumlah pelabuhan lain akan dikerjasamakan dengan PT Pelindo III dan PT Pelindo IV. Kerajaan Belgia pun melirik peluang investasi di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. "Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Pelabuhan Cirebon. Kami memiliki industri pelabuhan yang kuat dan terkenal di Eropa, bahkan dunia internasional,&rdquo; ujar Duta Besar Kerajaan Belgia Patrick Herman di Kota Cirebon.</span><br /><br /><span>Kompas / 22 Agustus 2017 / Ger, Iki, Nik</span><br /><span>https://kompas.id/baca/nusantara/2017/08/22/tol-laut-ringankan-beban/</span></p> <p><a title='Kompas&nbsp;- Pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo sebagai bagian dari tol laut meringankan beban Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan jalur pantura di Jawa Timur. Hal ini diharapkan bisa menekan biaya dan waktu tempuh pengiriman logistik. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Delta Artha Bahari Nusantara Ahmad Umar saat dihubungi dari Banyuwangi. Senin (21/8).PT Delta Artha Bahari Nusantara adalah badan usaha milik daerah Pemerintah Jawa Timur, pemegang izin pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo, yang merupakan milik negara. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Toni Budiono, Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu pelabuhan milik negara yang dikerjasamakan pemanfaatannya dengan swasta, BUMN, atau BUMD. Selain Probolinggo, Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat dikerjasamakan dengan PT Pelindo II.&nbsp;Sejumlah pelabuhan lain akan dikerjasamakan dengan PT Pelindo III dan PT Pelindo IV. Kerajaan Belgia pun melirik peluang investasi di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. "Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Pelabuhan Cirebon. Kami memiliki industri pelabuhan yang kuat dan terkenal di Eropa, bahkan dunia internasional,&rdquo; ujar Duta Besar Kerajaan Belgia Patrick Herman di Kota Cirebon.Kompas / 22 Agustus 2017 / Ger, Iki, Nikhttps://kompas.id/baca/nusantara/2017/08/22/tol-laut-ringankan-beban/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tol-laut-ringankan-beban;-kerajaan-belgia-lirik-pelabuhan-cirebon-untuk-berinvestasi-972.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/tol-laut-ringankan-beban;-kerajaan-belgia-lirik-pelabuhan-cirebon-untuk-berinvestasi-972.html --22TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/tol-laut-ringankan-beban;-kerajaan-belgia-lirik-pelabuhan-cirebon-untuk-berinvestasi-972.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Jawa Timur dan IPC Siap Manfaatkan Asset Kemenhub <p><a title='PROBOLINGGO/ISL.COM&nbsp;- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G. Masassya siap untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan biaya logistik melalui pengoperasian pelabuhan yang efisien. Ungkapan Sukarwo dan Elvyn G. Masassya disampaikan seusai penandatanganan serah terima pemanfaatan asset pemerintah kepada BUMD dan BUMN, di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8). PT Pelabuhan Indonesia II bekerja sama memanfaatkan asset&nbsp; Pelabuhan Sintete, dan Propinsi Jawa Timur memanfaatkan Pelabuhan Probolinggo. Sukarwo mengatakan ketiga poin yang diungkan memhub pelanan logistik lebih baik, murah dan cepat merupakan simpulan daya saing. "Kami diminta oleh beliau (Menhub) untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Kami siap karena prinsip dasarnya bahwa kepercayaan yang kami lakukan agar barang ini lebih cepat proses pengirimannya, biayanya lebih murah dan pelayanannya lebih baik," jelas Soekarwo. Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang telah merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada PT.Pelindo II di Kalimantan Barat. "PT. Pelindo II berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama, karens ini suatu wujud konkret kita bersama-sama bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat," terang Elvyn. Elvyn juga menambahkan kerja sama ini juga suatu bukti nyata bahwa antara regulator dan operator dapat bekerja sama secara erat untuk mendukung program Pemerintah khususnya dalam menurunkan biaya logistik. Turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut Dirjen Perhubungan Laut&nbsp; A. Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. (JAKARTA/ISL.COM) indonesiashippingline.com / 21 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/port/2320-jawa-timur.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/jawa-timur-dan-ipc-siap-manfaatkan-asset-kemenhub-971.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Jawa Timur dan IPC Siap Manfaatkan Asset Kemenhub - PROBOLINGGO/ISL.COM&nbsp;- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G. Masassya siap untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan biaya logistik melalui pengoperasian pelabuhan yang efisien. Ungkapan Sukarwo dan Elvyn G. Masassya disampaikan seusai penandatanganan serah terima pemanfaatan asset pemerintah kepada BUMD dan BUMN, di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8). PT Pelabuhan Indonesia II bekerja sama memanfaatkan asset&nbsp; Pelabuhan Sintete, dan Propinsi Jawa Timur memanfaatkan Pelabuhan Probolinggo. Sukarwo mengatakan ketiga poin yang diungkan memhub pelanan logistik lebih baik, murah dan cepat merupakan simpulan daya saing. "Kami diminta oleh beliau (Menhub) untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Kami siap karena prinsip dasarnya bahwa kepercayaan yang kami lakukan agar barang ini lebih cepat proses pengirimannya, biayanya lebih murah dan pelayanannya lebih baik," jelas Soekarwo. Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang telah merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada PT.Pelindo II di Kalimantan Barat. "PT. Pelindo II berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama, karens ini suatu wujud konkret kita bersama-sama bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat," terang Elvyn. Elvyn juga menambahkan kerja sama ini juga suatu bukti nyata bahwa antara regulator dan operator dapat bekerja sama secara erat untuk mendukung program Pemerintah khususnya dalam menurunkan biaya logistik. Turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut Dirjen Perhubungan Laut&nbsp; A. Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. (JAKARTA/ISL.COM) indonesiashippingline.com / 21 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/port/2320-jawa-timur.html' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>PROBOLINGGO/<a href="http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2FISL.COM&amp;sa=D&amp;sntz=1&amp;usg=AFQjCNH_0m0Vw7B33mgsYYw28LYSykcJBg" target="_blank">ISL.COM</a></strong>&nbsp;- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G. Masassya siap untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan biaya logistik melalui pengoperasian pelabuhan yang efisien.</p> <p style="text-align: justify;">Ungkapan Sukarwo dan Elvyn G. Masassya disampaikan seusai penandatanganan serah terima pemanfaatan asset pemerintah kepada BUMD dan BUMN, di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8).</p> <p style="text-align: justify;">PT Pelabuhan Indonesia II bekerja sama memanfaatkan asset&nbsp; Pelabuhan Sintete, dan Propinsi Jawa Timur memanfaatkan Pelabuhan Probolinggo.</p> <p style="text-align: justify;">Sukarwo mengatakan ketiga poin yang diungkan memhub pelanan logistik lebih baik, murah dan cepat merupakan simpulan daya saing.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami diminta oleh beliau (Menhub) untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Kami siap karena prinsip dasarnya bahwa kepercayaan yang kami lakukan agar barang ini lebih cepat proses pengirimannya, biayanya lebih murah dan pelayanannya lebih baik," jelas Soekarwo.</p> <p style="text-align: justify;">Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang telah merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada PT.Pelindo II di Kalimantan Barat.</p> <p style="text-align: justify;">"PT. Pelindo II berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama, karens ini suatu wujud konkret kita bersama-sama bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat," terang Elvyn.</p> <p style="text-align: justify;">Elvyn juga menambahkan kerja sama ini juga suatu bukti nyata bahwa antara regulator dan operator dapat bekerja sama secara erat untuk mendukung program Pemerintah khususnya dalam menurunkan biaya logistik.</p> <p style="text-align: justify;">Turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut Dirjen Perhubungan Laut&nbsp; A. Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. (JAKARTA/<a href="http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2FISL.COM&amp;sa=D&amp;sntz=1&amp;usg=AFQjCNH_0m0Vw7B33mgsYYw28LYSykcJBg" target="_blank">ISL.COM</a>)</p> <p style="text-align: justify;"><span>indonesiashippingline.com / 21 Agustus 2017 /</span><br />http://www.indonesiashippingline.com/port/2320-jawa-timur.html</p> <p><a title='PROBOLINGGO/ISL.COM&nbsp;- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II, Elvyn G. Masassya siap untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan biaya logistik melalui pengoperasian pelabuhan yang efisien. Ungkapan Sukarwo dan Elvyn G. Masassya disampaikan seusai penandatanganan serah terima pemanfaatan asset pemerintah kepada BUMD dan BUMN, di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8). PT Pelabuhan Indonesia II bekerja sama memanfaatkan asset&nbsp; Pelabuhan Sintete, dan Propinsi Jawa Timur memanfaatkan Pelabuhan Probolinggo. Sukarwo mengatakan ketiga poin yang diungkan memhub pelanan logistik lebih baik, murah dan cepat merupakan simpulan daya saing. "Kami diminta oleh beliau (Menhub) untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Kami siap karena prinsip dasarnya bahwa kepercayaan yang kami lakukan agar barang ini lebih cepat proses pengirimannya, biayanya lebih murah dan pelayanannya lebih baik," jelas Soekarwo. Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang telah merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada PT.Pelindo II di Kalimantan Barat. "PT. Pelindo II berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama, karens ini suatu wujud konkret kita bersama-sama bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat," terang Elvyn. Elvyn juga menambahkan kerja sama ini juga suatu bukti nyata bahwa antara regulator dan operator dapat bekerja sama secara erat untuk mendukung program Pemerintah khususnya dalam menurunkan biaya logistik. Turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut Dirjen Perhubungan Laut&nbsp; A. Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. (JAKARTA/ISL.COM) indonesiashippingline.com / 21 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/port/2320-jawa-timur.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/jawa-timur-dan-ipc-siap-manfaatkan-asset-kemenhub-971.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/jawa-timur-dan-ipc-siap-manfaatkan-asset-kemenhub-971.html --21TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/jawa-timur-dan-ipc-siap-manfaatkan-asset-kemenhub-971.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML IPC Banten Upacara Peringatan HUT RI ke 72 <p><a title='CIWANDAN BANTEN&nbsp;(ISL.COM/ISL News)&nbsp;&ndash; IPC/PT Pelabuhan IndonesiaPelindo II (persero) Cabang Ciwandan Banten, melaksanakan upacara HUT R.I ke-72 bertempat dilapangan Penumpukan Dermaga 01 perseroan tersebut. Upacara HUT RI itu diikuti kurang lebih 300 karyawan IPC Banten beserta undangan dari berbagai Mitra Usaha dan Mitra Kerja Cabang Pelabuhan Banten termasuk anak perusahaan Pelindo II di antaranya PT. Jasa Armada Indonesia, PT. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT. Multi Terminal Indonesia serta Koperasi Karyawan Bandar Banten.&nbsp; GM IPC Banten Armen Amir kepada ISL.COM menjelaskan bahwa tahun sebelumnya IPC Banten menggelar upacara HUT RI di area kantor. Sedangkan untuk tahun ini, Manajemen Ipc Banten menggelar upacara HUT RI ke 72 ini langsung di tengah lokasi lapangan penumpukan. "Pelaksanaan upacara berjalan dengan hidmat karena langsung dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap Dermaga," Katanya. Dalam upacara peringatan HUT RI ke 72 &nbsp;ini, dipimpin langsung GM Banten Armen Amir sebagai Inspektur Upacara.&nbsp;Semua aktivitas Bongkar Muat (B/M) dihentikan sementara untuk melaksanakan upacara HUT RI. Tak ada satu pun alat yang bergerak saat pelaksaan upacara, semua terhenti. "Kita adalah pekerja pelabuhan ini sebagai bentuk perayaan HUT RI ke 72, karena identik dengan pelabuhan. Maka kami laksanakan upacara dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap langsung ke laut lepas sejauh harapan dan pengabdian kami kepada perusahaan dan Negara RI tercinta, Merdeka...., Salam Banten Hebat......, " pungkas Armen Amir.&nbsp;(Saiful/ISL News 001). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/multitrans/2317-ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72-970.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='IPC Banten Upacara Peringatan HUT RI ke 72 - CIWANDAN BANTEN&nbsp;(ISL.COM/ISL News)&nbsp;&ndash; IPC/PT Pelabuhan IndonesiaPelindo II (persero) Cabang Ciwandan Banten, melaksanakan upacara HUT R.I ke-72 bertempat dilapangan Penumpukan Dermaga 01 perseroan tersebut. Upacara HUT RI itu diikuti kurang lebih 300 karyawan IPC Banten beserta undangan dari berbagai Mitra Usaha dan Mitra Kerja Cabang Pelabuhan Banten termasuk anak perusahaan Pelindo II di antaranya PT. Jasa Armada Indonesia, PT. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT. Multi Terminal Indonesia serta Koperasi Karyawan Bandar Banten.&nbsp; GM IPC Banten Armen Amir kepada ISL.COM menjelaskan bahwa tahun sebelumnya IPC Banten menggelar upacara HUT RI di area kantor. Sedangkan untuk tahun ini, Manajemen Ipc Banten menggelar upacara HUT RI ke 72 ini langsung di tengah lokasi lapangan penumpukan. "Pelaksanaan upacara berjalan dengan hidmat karena langsung dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap Dermaga," Katanya. Dalam upacara peringatan HUT RI ke 72 &nbsp;ini, dipimpin langsung GM Banten Armen Amir sebagai Inspektur Upacara.&nbsp;Semua aktivitas Bongkar Muat (B/M) dihentikan sementara untuk melaksanakan upacara HUT RI. Tak ada satu pun alat yang bergerak saat pelaksaan upacara, semua terhenti. "Kita adalah pekerja pelabuhan ini sebagai bentuk perayaan HUT RI ke 72, karena identik dengan pelabuhan. Maka kami laksanakan upacara dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap langsung ke laut lepas sejauh harapan dan pengabdian kami kepada perusahaan dan Negara RI tercinta, Merdeka...., Salam Banten Hebat......, " pungkas Armen Amir.&nbsp;(Saiful/ISL News 001). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/multitrans/2317-ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72.html' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>CIWANDAN BANTEN&nbsp;(ISL.COM/ISL News)</strong>&nbsp;&ndash; IPC/PT Pelabuhan IndonesiaPelindo II (persero) Cabang Ciwandan Banten, melaksanakan upacara HUT R.I ke-72 bertempat dilapangan Penumpukan Dermaga 01 perseroan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Upacara HUT RI itu diikuti kurang lebih 300 karyawan IPC Banten beserta undangan dari berbagai Mitra Usaha dan Mitra Kerja Cabang Pelabuhan Banten termasuk anak perusahaan Pelindo II di antaranya PT. Jasa Armada Indonesia, PT. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT. Multi Terminal Indonesia serta Koperasi Karyawan Bandar Banten.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">GM IPC Banten Armen Amir kepada ISL.COM menjelaskan bahwa tahun sebelumnya IPC Banten menggelar upacara HUT RI di area kantor. Sedangkan untuk tahun ini, Manajemen Ipc Banten menggelar upacara HUT RI ke 72 ini langsung di tengah lokasi lapangan penumpukan.</p> <p style="text-align: justify;">"Pelaksanaan upacara berjalan dengan hidmat karena langsung dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap Dermaga," Katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam upacara peringatan HUT RI ke 72 &nbsp;ini, dipimpin langsung GM Banten Armen Amir sebagai Inspektur Upacara.&nbsp;Semua aktivitas Bongkar Muat (B/M) dihentikan sementara untuk melaksanakan upacara HUT RI. Tak ada satu pun alat yang bergerak saat pelaksaan upacara, semua terhenti.</p> <p style="text-align: justify;">"Kita adalah pekerja pelabuhan ini sebagai bentuk perayaan HUT RI ke 72, karena identik dengan pelabuhan. Maka kami laksanakan upacara dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap langsung ke laut lepas sejauh harapan dan pengabdian kami kepada perusahaan dan Negara RI tercinta, Merdeka...., Salam Banten Hebat......, " pungkas Armen Amir.<strong><em>&nbsp;(Saiful/ISL News 001)</em></strong>.</p> <p style="text-align: justify;"><span>indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 /<br />http://www.indonesiashippingline.com/multitrans/2317-ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72.html</span></p> <p><a title='CIWANDAN BANTEN&nbsp;(ISL.COM/ISL News)&nbsp;&ndash; IPC/PT Pelabuhan IndonesiaPelindo II (persero) Cabang Ciwandan Banten, melaksanakan upacara HUT R.I ke-72 bertempat dilapangan Penumpukan Dermaga 01 perseroan tersebut. Upacara HUT RI itu diikuti kurang lebih 300 karyawan IPC Banten beserta undangan dari berbagai Mitra Usaha dan Mitra Kerja Cabang Pelabuhan Banten termasuk anak perusahaan Pelindo II di antaranya PT. Jasa Armada Indonesia, PT. Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT. Multi Terminal Indonesia serta Koperasi Karyawan Bandar Banten.&nbsp; GM IPC Banten Armen Amir kepada ISL.COM menjelaskan bahwa tahun sebelumnya IPC Banten menggelar upacara HUT RI di area kantor. Sedangkan untuk tahun ini, Manajemen Ipc Banten menggelar upacara HUT RI ke 72 ini langsung di tengah lokasi lapangan penumpukan. "Pelaksanaan upacara berjalan dengan hidmat karena langsung dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap Dermaga," Katanya. Dalam upacara peringatan HUT RI ke 72 &nbsp;ini, dipimpin langsung GM Banten Armen Amir sebagai Inspektur Upacara.&nbsp;Semua aktivitas Bongkar Muat (B/M) dihentikan sementara untuk melaksanakan upacara HUT RI. Tak ada satu pun alat yang bergerak saat pelaksaan upacara, semua terhenti. "Kita adalah pekerja pelabuhan ini sebagai bentuk perayaan HUT RI ke 72, karena identik dengan pelabuhan. Maka kami laksanakan upacara dilokasi lapangan penumpukan yang menghadap langsung ke laut lepas sejauh harapan dan pengabdian kami kepada perusahaan dan Negara RI tercinta, Merdeka...., Salam Banten Hebat......, " pungkas Armen Amir.&nbsp;(Saiful/ISL News 001). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 /http://www.indonesiashippingline.com/multitrans/2317-ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72-970.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72-970.html --20TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-banten-upacara-peringatan-hut-ri-ke-72-970.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Kemhub dan Pelindo II Kerja Sama Pemanfaatan Pelabuhan Sintete <p><a title='Probolinggo&nbsp;- Pengimplementasian Undang-Undang no 17/2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan adanya pemisahan antara regulator dan operator, membuat Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengadakan penandatangan perjanjian kerja sama dengan PT Pelindo II. Perjanjian kerja sama ini terkait pemanfaatan barang milik negara berupa bangunan dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sintete. "Langkah ini sebagai kebijakan untuk mengurangi beban APBN dalam pemeliharaan fasilitas pelabuhan, meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan, meningkatkan PNBP (pendapatan negara bukan pajak), serta mendorong persaingan pengusahaan pelabuhan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai penandatangan perjanjian kerja sama pemanfaatan barang milik negara itu yang bertempat di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (20/8). Adapun aset pada Pelabuhan Sintete berupa dermaga konstruksi beton dengan jangka waktu perjanjian kerja sama selama 15 tahun. Untuk skema bagi hasil dijelaskan dalam perjanjian bahwa KSOP Pelabuhan Kelas V Sintete akan memperoleh kontribusi tetap setiap tahun sebesar 0,7% dari nilai aset barang milik negara dan setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 4,81%. Sedangkan, dalam pembagian keuntungan, Pelabuhan Kelas V Sintete memperoleh sebesar 43,94% dan PT Pelindo II memperoleh 56,06%. Budi menambahkan, tujuan kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini untuk penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik yang merata di seluruh Indonesia "Pengoperasian pelabuhan yang dilakukan oleh badan usaha pelabuhan (BUP) harus dapat membuka akses yang lebih luas dalam pengembangan potensi ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja," terang dia melalu keterangan resminya. Menhub mengharapkan, agar bentuk kerja sama pemanfaatan fasilitas pelabuhan akan terus di tingkatkan baik kerja sama dengan BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta. Budi Karya juga menyebutkan beberapa lokasi pelabuhan yang saat ini dalam proses usulan kerja sama dengan PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Beberapa pelabuhan itu antara lain Pelabuhan Bima, Waingapu, Tanjung Wangi, Badas, Kalabahi, Tenau Kupang, Ende, dan Lembar yang akan dilakukan kerja sama dengan PT Pelindo III. Kemudian, Pelabuhan Manokwari, Bitung, Ternate, Pare Pare, Pantoloan, Kendari, Biak, Fak-Fak, Sorong, dan Merauke yang akan dilaksanakan kerja sama dengan PT Pelindo IV. Beritasatu.com / 20 Agustus 2017 / Thresa Sandra Desfikahttp://www.beritasatu.com/nasional/448210-kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete-969.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Kemhub dan Pelindo II Kerja Sama Pemanfaatan Pelabuhan Sintete - Probolinggo&nbsp;- Pengimplementasian Undang-Undang no 17/2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan adanya pemisahan antara regulator dan operator, membuat Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengadakan penandatangan perjanjian kerja sama dengan PT Pelindo II. Perjanjian kerja sama ini terkait pemanfaatan barang milik negara berupa bangunan dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sintete. "Langkah ini sebagai kebijakan untuk mengurangi beban APBN dalam pemeliharaan fasilitas pelabuhan, meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan, meningkatkan PNBP (pendapatan negara bukan pajak), serta mendorong persaingan pengusahaan pelabuhan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai penandatangan perjanjian kerja sama pemanfaatan barang milik negara itu yang bertempat di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (20/8). Adapun aset pada Pelabuhan Sintete berupa dermaga konstruksi beton dengan jangka waktu perjanjian kerja sama selama 15 tahun. Untuk skema bagi hasil dijelaskan dalam perjanjian bahwa KSOP Pelabuhan Kelas V Sintete akan memperoleh kontribusi tetap setiap tahun sebesar 0,7% dari nilai aset barang milik negara dan setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 4,81%. Sedangkan, dalam pembagian keuntungan, Pelabuhan Kelas V Sintete memperoleh sebesar 43,94% dan PT Pelindo II memperoleh 56,06%. Budi menambahkan, tujuan kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini untuk penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik yang merata di seluruh Indonesia "Pengoperasian pelabuhan yang dilakukan oleh badan usaha pelabuhan (BUP) harus dapat membuka akses yang lebih luas dalam pengembangan potensi ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja," terang dia melalu keterangan resminya. Menhub mengharapkan, agar bentuk kerja sama pemanfaatan fasilitas pelabuhan akan terus di tingkatkan baik kerja sama dengan BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta. Budi Karya juga menyebutkan beberapa lokasi pelabuhan yang saat ini dalam proses usulan kerja sama dengan PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Beberapa pelabuhan itu antara lain Pelabuhan Bima, Waingapu, Tanjung Wangi, Badas, Kalabahi, Tenau Kupang, Ende, dan Lembar yang akan dilakukan kerja sama dengan PT Pelindo III. Kemudian, Pelabuhan Manokwari, Bitung, Ternate, Pare Pare, Pantoloan, Kendari, Biak, Fak-Fak, Sorong, dan Merauke yang akan dilaksanakan kerja sama dengan PT Pelindo IV. Beritasatu.com / 20 Agustus 2017 / Thresa Sandra Desfikahttp://www.beritasatu.com/nasional/448210-kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete.html' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><span>Probolinggo&nbsp;</span>- Pengimplementasian Undang-Undang no 17/2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan adanya pemisahan antara regulator dan operator, membuat Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengadakan penandatangan perjanjian kerja sama dengan PT Pelindo II. Perjanjian kerja sama ini terkait pemanfaatan barang milik negara berupa bangunan dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sintete.</p> <p style="text-align: justify;">"Langkah ini sebagai kebijakan untuk mengurangi beban APBN dalam pemeliharaan fasilitas pelabuhan, meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan, meningkatkan PNBP (pendapatan negara bukan pajak), serta mendorong persaingan pengusahaan pelabuhan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai penandatangan perjanjian kerja sama pemanfaatan barang milik negara itu yang bertempat di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (20/8).</p> <p style="text-align: justify;">Adapun aset pada Pelabuhan Sintete berupa dermaga konstruksi beton dengan jangka waktu perjanjian kerja sama selama 15 tahun. Untuk skema bagi hasil dijelaskan dalam perjanjian bahwa KSOP Pelabuhan Kelas V Sintete akan memperoleh kontribusi tetap setiap tahun sebesar 0,7% dari nilai aset barang milik negara dan setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 4,81%.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan, dalam pembagian keuntungan, Pelabuhan Kelas V Sintete memperoleh sebesar 43,94% dan PT Pelindo II memperoleh 56,06%.</p> <p style="text-align: justify;">Budi menambahkan, tujuan kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini untuk penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik yang merata di seluruh Indonesia</p> <p style="text-align: justify;">"Pengoperasian pelabuhan yang dilakukan oleh badan usaha pelabuhan (BUP) harus dapat membuka akses yang lebih luas dalam pengembangan potensi ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja," terang dia melalu keterangan resminya.</p> <p style="text-align: justify;">Menhub mengharapkan, agar bentuk kerja sama pemanfaatan fasilitas pelabuhan akan terus di tingkatkan baik kerja sama dengan BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta.</p> <p style="text-align: justify;">Budi Karya juga menyebutkan beberapa lokasi pelabuhan yang saat ini dalam proses usulan kerja sama dengan PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Beberapa pelabuhan itu antara lain Pelabuhan Bima, Waingapu, Tanjung Wangi, Badas, Kalabahi, Tenau Kupang, Ende, dan Lembar yang akan dilakukan kerja sama dengan PT Pelindo III. Kemudian, Pelabuhan Manokwari, Bitung, Ternate, Pare Pare, Pantoloan, Kendari, Biak, Fak-Fak, Sorong, dan Merauke yang akan dilaksanakan kerja sama dengan PT Pelindo IV.</p> <p style="text-align: justify;"><span>Beritasatu.com / 20 Agustus 2017 / Thresa Sandra Desfika</span><br />http://www.beritasatu.com/nasional/448210-kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete.html</p> <p><a title='Probolinggo&nbsp;- Pengimplementasian Undang-Undang no 17/2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan adanya pemisahan antara regulator dan operator, membuat Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengadakan penandatangan perjanjian kerja sama dengan PT Pelindo II. Perjanjian kerja sama ini terkait pemanfaatan barang milik negara berupa bangunan dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Sintete. "Langkah ini sebagai kebijakan untuk mengurangi beban APBN dalam pemeliharaan fasilitas pelabuhan, meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan, meningkatkan PNBP (pendapatan negara bukan pajak), serta mendorong persaingan pengusahaan pelabuhan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai penandatangan perjanjian kerja sama pemanfaatan barang milik negara itu yang bertempat di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (20/8). Adapun aset pada Pelabuhan Sintete berupa dermaga konstruksi beton dengan jangka waktu perjanjian kerja sama selama 15 tahun. Untuk skema bagi hasil dijelaskan dalam perjanjian bahwa KSOP Pelabuhan Kelas V Sintete akan memperoleh kontribusi tetap setiap tahun sebesar 0,7% dari nilai aset barang milik negara dan setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 4,81%. Sedangkan, dalam pembagian keuntungan, Pelabuhan Kelas V Sintete memperoleh sebesar 43,94% dan PT Pelindo II memperoleh 56,06%. Budi menambahkan, tujuan kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini untuk penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik yang merata di seluruh Indonesia "Pengoperasian pelabuhan yang dilakukan oleh badan usaha pelabuhan (BUP) harus dapat membuka akses yang lebih luas dalam pengembangan potensi ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja," terang dia melalu keterangan resminya. Menhub mengharapkan, agar bentuk kerja sama pemanfaatan fasilitas pelabuhan akan terus di tingkatkan baik kerja sama dengan BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta. Budi Karya juga menyebutkan beberapa lokasi pelabuhan yang saat ini dalam proses usulan kerja sama dengan PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV. Beberapa pelabuhan itu antara lain Pelabuhan Bima, Waingapu, Tanjung Wangi, Badas, Kalabahi, Tenau Kupang, Ende, dan Lembar yang akan dilakukan kerja sama dengan PT Pelindo III. Kemudian, Pelabuhan Manokwari, Bitung, Ternate, Pare Pare, Pantoloan, Kendari, Biak, Fak-Fak, Sorong, dan Merauke yang akan dilaksanakan kerja sama dengan PT Pelindo IV. Beritasatu.com / 20 Agustus 2017 / Thresa Sandra Desfikahttp://www.beritasatu.com/nasional/448210-kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete-969.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete-969.html --20TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/kemhub-dan-pelindo-ii-kerja-sama-pemanfaatan-pelabuhan-sintete-969.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML IPC Dukung Ubur-Ubur Rehab Terumbu Karang Kepulauan Seribu <p><a title='KEPULAUAN SERIBU/ISL.COM&nbsp;- Komunitas peduli lingkungan dan sosial yang bernama Ubur-Ubur, pada momen memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 72 melakukan kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan Pulau Panggang, kawasan perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (17/8). Rehabilitasi yang dilakukan komunitas yang beranggotakan pegawai PT. Pelabuhan Indonesia II itu bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan Kepulauan Seribu yakni Jaringan Monitoring (Jarmon). Pihak Jarmon selanjutnya yang melakukan monitoring atas keberadaan terumbu karang. Untuk pengadaan terumbu karang diperoleh melalui Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu yang selama ini melakukan proses pengembangbiakan terumbu karang dengan sistem tranplantasi. "Jadi kami, istilahnya mengadopsi terumbu karang dari Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu, untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak," kata Ketua Ubur-Ubur, Ismail SE seusai memberikan sambutan pada acara penandatanganan Berita Acara Adopsi dan Penyerahan Terumbu Karang Untuk Ditempatkan Di Perairan Kepulauan Seribu kepada pihak Jarmon. Hadir pada acara itu Kepala Kelurahan Pulau Panggang, Yulihardi, Kepala Satuan Pengawas Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kepulauan Seribu, Kusmiyardi, Ketua Jarmon, Ismail, Pihak Ubur-Ubur menempatkan sebanyak 250 terumbu karang. Ratusan terumbu karang itu diikaitkan pada rumah ikan yang dibuat dari rangka besi beton, lalu&nbsp; diceburkan ke perairan untuk ditempatkan di dasar laut, yang merupakan kawasan terumbu karang. "Setelah di letakan di bawah perairan sekitar Pulau Panggang, tahap selanjutnya melakukan pengawasan pada terumbu karang itu selama satu tahun agar diketahui perkembangannya," ujar&nbsp; Ismail, yang ikut langsung proses penempatan terumbu karang ke dasar perairan. Lebih jauh Ismail mengatakan, kegiatan menempatkan ubur-ubur anakan itu ke bawah perairan itu, atas dukungan dari pihak PT. Pelabuhan Indonesia II yang biasa disebut IPC (Indonesia Port Corporation). "Atas dukungan IPC, kita juga akan menjaga kegiatan rehabilitasi ini bisa benar-benar berhasil. Untuk itu kegiatannya tidak hanya sekadar menaruh di bawah perairan, tapi juga mamantau perkembangannya sampai berhasil," papar Ismail. Atas kegiatan Ubur-Ubur, Kusmiyardi menyatakan, kegiatan yang dilakukan Ubur-Ubur di kawasan perairan Kepulauan Seribu sangat bermanfaat untuk tetap lestarinya terumbu karang, yang menjadi habitat ikan. "Apa yang dilakukan ini, cakupannya sangat luas, yakni menjaga lingkungan Kepulauan Seribu tetap terjaga," kata Kusmiyardi. (ABU BAKAR/ISL.COM). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 / Abu Bakarhttp://www.indonesiashippingline.com/event-product/2315-ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu-968.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='IPC Dukung Ubur-Ubur Rehab Terumbu Karang Kepulauan Seribu - KEPULAUAN SERIBU/ISL.COM&nbsp;- Komunitas peduli lingkungan dan sosial yang bernama Ubur-Ubur, pada momen memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 72 melakukan kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan Pulau Panggang, kawasan perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (17/8). Rehabilitasi yang dilakukan komunitas yang beranggotakan pegawai PT. Pelabuhan Indonesia II itu bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan Kepulauan Seribu yakni Jaringan Monitoring (Jarmon). Pihak Jarmon selanjutnya yang melakukan monitoring atas keberadaan terumbu karang. Untuk pengadaan terumbu karang diperoleh melalui Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu yang selama ini melakukan proses pengembangbiakan terumbu karang dengan sistem tranplantasi. "Jadi kami, istilahnya mengadopsi terumbu karang dari Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu, untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak," kata Ketua Ubur-Ubur, Ismail SE seusai memberikan sambutan pada acara penandatanganan Berita Acara Adopsi dan Penyerahan Terumbu Karang Untuk Ditempatkan Di Perairan Kepulauan Seribu kepada pihak Jarmon. Hadir pada acara itu Kepala Kelurahan Pulau Panggang, Yulihardi, Kepala Satuan Pengawas Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kepulauan Seribu, Kusmiyardi, Ketua Jarmon, Ismail, Pihak Ubur-Ubur menempatkan sebanyak 250 terumbu karang. Ratusan terumbu karang itu diikaitkan pada rumah ikan yang dibuat dari rangka besi beton, lalu&nbsp; diceburkan ke perairan untuk ditempatkan di dasar laut, yang merupakan kawasan terumbu karang. "Setelah di letakan di bawah perairan sekitar Pulau Panggang, tahap selanjutnya melakukan pengawasan pada terumbu karang itu selama satu tahun agar diketahui perkembangannya," ujar&nbsp; Ismail, yang ikut langsung proses penempatan terumbu karang ke dasar perairan. Lebih jauh Ismail mengatakan, kegiatan menempatkan ubur-ubur anakan itu ke bawah perairan itu, atas dukungan dari pihak PT. Pelabuhan Indonesia II yang biasa disebut IPC (Indonesia Port Corporation). "Atas dukungan IPC, kita juga akan menjaga kegiatan rehabilitasi ini bisa benar-benar berhasil. Untuk itu kegiatannya tidak hanya sekadar menaruh di bawah perairan, tapi juga mamantau perkembangannya sampai berhasil," papar Ismail. Atas kegiatan Ubur-Ubur, Kusmiyardi menyatakan, kegiatan yang dilakukan Ubur-Ubur di kawasan perairan Kepulauan Seribu sangat bermanfaat untuk tetap lestarinya terumbu karang, yang menjadi habitat ikan. "Apa yang dilakukan ini, cakupannya sangat luas, yakni menjaga lingkungan Kepulauan Seribu tetap terjaga," kata Kusmiyardi. (ABU BAKAR/ISL.COM). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 / Abu Bakarhttp://www.indonesiashippingline.com/event-product/2315-ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu.html' border='0' /></a> <p><strong>KEPULAUAN SERIBU/<a href="http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2FISL.COM&amp;sa=D&amp;sntz=1&amp;usg=AFQjCNH_0m0Vw7B33mgsYYw28LYSykcJBg" target="_blank">ISL.COM</a></strong>&nbsp;- Komunitas peduli lingkungan dan sosial yang bernama Ubur-Ubur, pada momen memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 72 melakukan kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan Pulau Panggang, kawasan perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (17/8).</p> <p>Rehabilitasi yang dilakukan komunitas yang beranggotakan pegawai PT. Pelabuhan Indonesia II itu bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan Kepulauan Seribu yakni Jaringan Monitoring (Jarmon). Pihak Jarmon selanjutnya yang melakukan monitoring atas keberadaan terumbu karang.</p> <p>Untuk pengadaan terumbu karang diperoleh melalui Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu yang selama ini melakukan proses pengembangbiakan terumbu karang dengan sistem tranplantasi.</p> <p>"Jadi kami, istilahnya mengadopsi terumbu karang dari Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu, untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak," kata Ketua Ubur-Ubur, Ismail SE seusai memberikan sambutan pada acara penandatanganan Berita Acara Adopsi dan Penyerahan Terumbu Karang Untuk Ditempatkan Di Perairan Kepulauan Seribu kepada pihak Jarmon.</p> <p>Hadir pada acara itu Kepala Kelurahan Pulau Panggang, Yulihardi, Kepala Satuan Pengawas Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kepulauan Seribu, Kusmiyardi, Ketua Jarmon, Ismail,</p> <p>Pihak Ubur-Ubur menempatkan sebanyak 250 terumbu karang. Ratusan terumbu karang itu diikaitkan pada rumah ikan yang dibuat dari rangka besi beton, lalu&nbsp; diceburkan ke perairan untuk ditempatkan di dasar laut, yang merupakan kawasan terumbu karang.</p> <p>"Setelah di letakan di bawah perairan sekitar Pulau Panggang, tahap selanjutnya melakukan pengawasan pada terumbu karang itu selama satu tahun agar diketahui perkembangannya," ujar&nbsp; Ismail, yang ikut langsung proses penempatan terumbu karang ke dasar perairan.</p> <p>Lebih jauh Ismail mengatakan, kegiatan menempatkan ubur-ubur anakan itu ke bawah perairan itu, atas dukungan dari pihak PT. Pelabuhan Indonesia II yang biasa disebut IPC (Indonesia Port Corporation).</p> <p>"Atas dukungan IPC, kita juga akan menjaga kegiatan rehabilitasi ini bisa benar-benar berhasil. Untuk itu kegiatannya tidak hanya sekadar menaruh di bawah perairan, tapi juga mamantau perkembangannya sampai berhasil," papar Ismail.</p> <p>Atas kegiatan Ubur-Ubur, Kusmiyardi menyatakan, kegiatan yang dilakukan Ubur-Ubur di kawasan perairan Kepulauan Seribu sangat bermanfaat untuk tetap lestarinya terumbu karang, yang menjadi habitat ikan.</p> <p>"Apa yang dilakukan ini, cakupannya sangat luas, yakni menjaga lingkungan Kepulauan Seribu tetap terjaga," kata Kusmiyardi. (ABU BAKAR/<a href="http://www.google.com/url?q=http%3A%2F%2FISL.COM&amp;sa=D&amp;sntz=1&amp;usg=AFQjCNH_0m0Vw7B33mgsYYw28LYSykcJBg" target="_blank">ISL.COM</a>).</p> <p><span>indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 / Abu Bakar<br />http://www.indonesiashippingline.com/event-product/2315-ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu.html</span></p> <p><a title='KEPULAUAN SERIBU/ISL.COM&nbsp;- Komunitas peduli lingkungan dan sosial yang bernama Ubur-Ubur, pada momen memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 72 melakukan kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan Pulau Panggang, kawasan perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (17/8). Rehabilitasi yang dilakukan komunitas yang beranggotakan pegawai PT. Pelabuhan Indonesia II itu bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan Kepulauan Seribu yakni Jaringan Monitoring (Jarmon). Pihak Jarmon selanjutnya yang melakukan monitoring atas keberadaan terumbu karang. Untuk pengadaan terumbu karang diperoleh melalui Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu yang selama ini melakukan proses pengembangbiakan terumbu karang dengan sistem tranplantasi. "Jadi kami, istilahnya mengadopsi terumbu karang dari Perhimpunan Pedagang Ikan Hias Kepulauan Seribu, untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak," kata Ketua Ubur-Ubur, Ismail SE seusai memberikan sambutan pada acara penandatanganan Berita Acara Adopsi dan Penyerahan Terumbu Karang Untuk Ditempatkan Di Perairan Kepulauan Seribu kepada pihak Jarmon. Hadir pada acara itu Kepala Kelurahan Pulau Panggang, Yulihardi, Kepala Satuan Pengawas Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kepulauan Seribu, Kusmiyardi, Ketua Jarmon, Ismail, Pihak Ubur-Ubur menempatkan sebanyak 250 terumbu karang. Ratusan terumbu karang itu diikaitkan pada rumah ikan yang dibuat dari rangka besi beton, lalu&nbsp; diceburkan ke perairan untuk ditempatkan di dasar laut, yang merupakan kawasan terumbu karang. "Setelah di letakan di bawah perairan sekitar Pulau Panggang, tahap selanjutnya melakukan pengawasan pada terumbu karang itu selama satu tahun agar diketahui perkembangannya," ujar&nbsp; Ismail, yang ikut langsung proses penempatan terumbu karang ke dasar perairan. Lebih jauh Ismail mengatakan, kegiatan menempatkan ubur-ubur anakan itu ke bawah perairan itu, atas dukungan dari pihak PT. Pelabuhan Indonesia II yang biasa disebut IPC (Indonesia Port Corporation). "Atas dukungan IPC, kita juga akan menjaga kegiatan rehabilitasi ini bisa benar-benar berhasil. Untuk itu kegiatannya tidak hanya sekadar menaruh di bawah perairan, tapi juga mamantau perkembangannya sampai berhasil," papar Ismail. Atas kegiatan Ubur-Ubur, Kusmiyardi menyatakan, kegiatan yang dilakukan Ubur-Ubur di kawasan perairan Kepulauan Seribu sangat bermanfaat untuk tetap lestarinya terumbu karang, yang menjadi habitat ikan. "Apa yang dilakukan ini, cakupannya sangat luas, yakni menjaga lingkungan Kepulauan Seribu tetap terjaga," kata Kusmiyardi. (ABU BAKAR/ISL.COM). indonesiashippingline.com / 20 Agustus 2017 / Abu Bakarhttp://www.indonesiashippingline.com/event-product/2315-ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu-968.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu-968.html --20TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-dukung-ubur-ubur-rehab-terumbu-karang-kepulauan-seribu-968.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelindo II Siapkan Rp2,5 Triliun Bangun Pelabuhan Kijing <p><a title='PONTIANAK&nbsp;- PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengalokasikan investasi sebesar Rp2,5 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat.&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pembangunan pelabuhan yang mengincar potensi pelayaran dari Asia Timur tersebut rencananya mulai dilakukan pada September tahun depan. Untuk tahap awal, akan dibangun area pelabuhan seluas 200 ha dan direncanakan beroperasi pada 2019.&nbsp;&rdquo;Total investasinya sekitar Rp2,5 triliun, seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan,&rdquo; kata Elvyn di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Pembangunan Pelabuhan Kijing direncanakan dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Peti Kemas, Terminal Multipurpose, Terminal Curah Cair, dan Terminal Curah Kering.&nbsp;Pelabuhan ini diharapkan bisa menampung hingga total kapasitas 2,5 juta TEUs peti kemas, 8jutatonCPO, dan15juta ton curah kering. &rdquo;Ini akan menjadi proyek percontohan integrated port karena jika dikembangkan dengan kawasan ekonomi khusus total areanya bisa mencapai 5.000 ha,&rdquo; ujarnya.&nbsp;Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43/2017 pada 7 April 2017 sebagai landasan Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Kijing. Menurut Elvyn, dengan Perpres tersebut akan mempermudah proses pembebasan lahan.&nbsp;&rdquo;Melalui Pelabuhan Kijang akan ada potensi direct call dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea karena Kalimantan potensi sumber dayanya besar dan diharapkan bisa mendorong peningkatan ekspor,&rdquo; ucapnya. Sementara itu, dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Pelindo II menggelar sejumlah kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang bertemakan &rdquo;Indonesia Kerja Bersama&rdquo;.&nbsp;Penyelenggaraan tersebut di antaranya upacara bendara HUT RI di Cabang Pelabuhan Pontianak. Dalam rangkaian upacara bendara ini juga disertakan penyerahan secara simbolis bantuan kesehatan pada perwakilan 17 legiun veteran, bedah rumah veteran, delapan laptop pada guru teladan, 45 perbaikan rumah ibadah, dan bantuan biaya pendidikan pada 1.000 siswa dan 72 sekolah SD, SMP, dan SMA.&nbsp;Koran Sindo / 19 Agustus 2017 / Heru Febriantohttp://koran-sindo.com/page/news/2017-08-19/2/2/Pelindo_II_Siapkan_Rp2_5_Triliun_Bangun_Pelabuhan_Kijing' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siapkan-rp2,5-triliun-bangun-pelabuhan-kijing-967.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelindo II Siapkan Rp2,5 Triliun Bangun Pelabuhan Kijing - PONTIANAK&nbsp;- PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengalokasikan investasi sebesar Rp2,5 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat.&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pembangunan pelabuhan yang mengincar potensi pelayaran dari Asia Timur tersebut rencananya mulai dilakukan pada September tahun depan. Untuk tahap awal, akan dibangun area pelabuhan seluas 200 ha dan direncanakan beroperasi pada 2019.&nbsp;&rdquo;Total investasinya sekitar Rp2,5 triliun, seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan,&rdquo; kata Elvyn di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Pembangunan Pelabuhan Kijing direncanakan dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Peti Kemas, Terminal Multipurpose, Terminal Curah Cair, dan Terminal Curah Kering.&nbsp;Pelabuhan ini diharapkan bisa menampung hingga total kapasitas 2,5 juta TEUs peti kemas, 8jutatonCPO, dan15juta ton curah kering. &rdquo;Ini akan menjadi proyek percontohan integrated port karena jika dikembangkan dengan kawasan ekonomi khusus total areanya bisa mencapai 5.000 ha,&rdquo; ujarnya.&nbsp;Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43/2017 pada 7 April 2017 sebagai landasan Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Kijing. Menurut Elvyn, dengan Perpres tersebut akan mempermudah proses pembebasan lahan.&nbsp;&rdquo;Melalui Pelabuhan Kijang akan ada potensi direct call dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea karena Kalimantan potensi sumber dayanya besar dan diharapkan bisa mendorong peningkatan ekspor,&rdquo; ucapnya. Sementara itu, dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Pelindo II menggelar sejumlah kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang bertemakan &rdquo;Indonesia Kerja Bersama&rdquo;.&nbsp;Penyelenggaraan tersebut di antaranya upacara bendara HUT RI di Cabang Pelabuhan Pontianak. Dalam rangkaian upacara bendara ini juga disertakan penyerahan secara simbolis bantuan kesehatan pada perwakilan 17 legiun veteran, bedah rumah veteran, delapan laptop pada guru teladan, 45 perbaikan rumah ibadah, dan bantuan biaya pendidikan pada 1.000 siswa dan 72 sekolah SD, SMP, dan SMA.&nbsp;Koran Sindo / 19 Agustus 2017 / Heru Febriantohttp://koran-sindo.com/page/news/2017-08-19/2/2/Pelindo_II_Siapkan_Rp2_5_Triliun_Bangun_Pelabuhan_Kijing' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><span><strong>PONTIANAK</strong>&nbsp;- PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengalokasikan investasi sebesar Rp2,5 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat.&nbsp;</span><br /><br /><span>Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pembangunan pelabuhan yang mengincar potensi pelayaran dari Asia Timur tersebut rencananya mulai dilakukan pada September tahun depan. Untuk tahap awal, akan dibangun area pelabuhan seluas 200 ha dan direncanakan beroperasi pada 2019.&nbsp;</span><br /><br /><span>&rdquo;Total investasinya sekitar Rp2,5 triliun, seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan,&rdquo; kata Elvyn di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Pembangunan Pelabuhan Kijing direncanakan dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Peti Kemas, Terminal Multipurpose, Terminal Curah Cair, dan Terminal Curah Kering.&nbsp;</span><br /><br /><span>Pelabuhan ini diharapkan bisa menampung hingga total kapasitas 2,5 juta TEUs peti kemas, 8jutatonCPO, dan15juta ton curah kering. &rdquo;Ini akan menjadi proyek percontohan integrated port karena jika dikembangkan dengan kawasan ekonomi khusus total areanya bisa mencapai 5.000 ha,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span><br /><br /><span>Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43/2017 pada 7 April 2017 sebagai landasan Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Kijing. Menurut Elvyn, dengan Perpres tersebut akan mempermudah proses pembebasan lahan.&nbsp;</span><br /><br /><span>&rdquo;Melalui Pelabuhan Kijang akan ada potensi direct call dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea karena Kalimantan potensi sumber dayanya besar dan diharapkan bisa mendorong peningkatan ekspor,&rdquo; ucapnya. Sementara itu, dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Pelindo II menggelar sejumlah kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang bertemakan &rdquo;Indonesia Kerja Bersama&rdquo;.&nbsp;</span><br /><br /><span>Penyelenggaraan tersebut di antaranya upacara bendara HUT RI di Cabang Pelabuhan Pontianak. Dalam rangkaian upacara bendara ini juga disertakan penyerahan secara simbolis bantuan kesehatan pada perwakilan 17 legiun veteran, bedah rumah veteran, delapan laptop pada guru teladan, 45 perbaikan rumah ibadah, dan bantuan biaya pendidikan pada 1.000 siswa dan 72 sekolah SD, SMP, dan SMA.&nbsp;</span><br /><br /><span><span>Koran Sindo / 19 Agustus 2017 / Heru Febrianto<br />http://koran-sindo.com/page/news/2017-08-19/2/2/Pelindo_II_Siapkan_Rp2_5_Triliun_Bangun_Pelabuhan_Kijing</span></span></p> <p><a title='PONTIANAK&nbsp;- PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengalokasikan investasi sebesar Rp2,5 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat.&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, pembangunan pelabuhan yang mengincar potensi pelayaran dari Asia Timur tersebut rencananya mulai dilakukan pada September tahun depan. Untuk tahap awal, akan dibangun area pelabuhan seluas 200 ha dan direncanakan beroperasi pada 2019.&nbsp;&rdquo;Total investasinya sekitar Rp2,5 triliun, seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan,&rdquo; kata Elvyn di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Pembangunan Pelabuhan Kijing direncanakan dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Peti Kemas, Terminal Multipurpose, Terminal Curah Cair, dan Terminal Curah Kering.&nbsp;Pelabuhan ini diharapkan bisa menampung hingga total kapasitas 2,5 juta TEUs peti kemas, 8jutatonCPO, dan15juta ton curah kering. &rdquo;Ini akan menjadi proyek percontohan integrated port karena jika dikembangkan dengan kawasan ekonomi khusus total areanya bisa mencapai 5.000 ha,&rdquo; ujarnya.&nbsp;Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43/2017 pada 7 April 2017 sebagai landasan Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Kijing. Menurut Elvyn, dengan Perpres tersebut akan mempermudah proses pembebasan lahan.&nbsp;&rdquo;Melalui Pelabuhan Kijang akan ada potensi direct call dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea karena Kalimantan potensi sumber dayanya besar dan diharapkan bisa mendorong peningkatan ekspor,&rdquo; ucapnya. Sementara itu, dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Pelindo II menggelar sejumlah kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang bertemakan &rdquo;Indonesia Kerja Bersama&rdquo;.&nbsp;Penyelenggaraan tersebut di antaranya upacara bendara HUT RI di Cabang Pelabuhan Pontianak. Dalam rangkaian upacara bendara ini juga disertakan penyerahan secara simbolis bantuan kesehatan pada perwakilan 17 legiun veteran, bedah rumah veteran, delapan laptop pada guru teladan, 45 perbaikan rumah ibadah, dan bantuan biaya pendidikan pada 1.000 siswa dan 72 sekolah SD, SMP, dan SMA.&nbsp;Koran Sindo / 19 Agustus 2017 / Heru Febriantohttp://koran-sindo.com/page/news/2017-08-19/2/2/Pelindo_II_Siapkan_Rp2_5_Triliun_Bangun_Pelabuhan_Kijing' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siapkan-rp2,5-triliun-bangun-pelabuhan-kijing-967.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siapkan-rp2,5-triliun-bangun-pelabuhan-kijing-967.html --19TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siapkan-rp2,5-triliun-bangun-pelabuhan-kijing-967.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML IPC Kelola Pelabuhan Sintete <p><a title='Bisnis.com, SINTETE - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tengah menjajaki peluang usaha dan optimalisasi lahan di wilayah operasional Kalimantan Barat. IPC akan menggarap pelabuhan baru dan mengelola pelabuhan milik Kementerian Perhubungan di provinsi tersebut. Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC mengatakan perseroan bakal meneken perjanjian kerja sama dengan Kemenhub terkait pengelolaan Pelabuhan Sintete pada 20 Agustus 2017. Saat ini, Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan perintis kelas V yang dikelola Kemenhub. Elvyn menerangkan ke depan Pelabuhan Sintete akan dilengkapi dengan Jembatan Timbang guna memitigasi risiko kelebihan muatan kapal. Pelabuhan Sintete juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pompa CPO sebagai antisipasi berkembangnya sektor perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat. &ldquo;Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, revitalisasi serta optimalisasi lahan pelabuhan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah hinterland," ujar Elvyn, Jumat (18/8/2017). Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah. Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat. "Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3). Menurutnya Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Pasalnya, yang menjadi kendala adalah masih lamanya proses bongkar muat lantaran tidak didukung peralatan yang memadai. bisnis.com / 18 Agustus 2017 / Rivki Maulanahttp://industri.bisnis.com/read/20170818/98/682000/ipc-kelola-pelabuhan-sintete' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-kelola-pelabuhan-sintete-966.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='IPC Kelola Pelabuhan Sintete - Bisnis.com, SINTETE - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tengah menjajaki peluang usaha dan optimalisasi lahan di wilayah operasional Kalimantan Barat. IPC akan menggarap pelabuhan baru dan mengelola pelabuhan milik Kementerian Perhubungan di provinsi tersebut. Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC mengatakan perseroan bakal meneken perjanjian kerja sama dengan Kemenhub terkait pengelolaan Pelabuhan Sintete pada 20 Agustus 2017. Saat ini, Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan perintis kelas V yang dikelola Kemenhub. Elvyn menerangkan ke depan Pelabuhan Sintete akan dilengkapi dengan Jembatan Timbang guna memitigasi risiko kelebihan muatan kapal. Pelabuhan Sintete juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pompa CPO sebagai antisipasi berkembangnya sektor perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat. &ldquo;Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, revitalisasi serta optimalisasi lahan pelabuhan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah hinterland," ujar Elvyn, Jumat (18/8/2017). Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah. Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat. "Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3). Menurutnya Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Pasalnya, yang menjadi kendala adalah masih lamanya proses bongkar muat lantaran tidak didukung peralatan yang memadai. bisnis.com / 18 Agustus 2017 / Rivki Maulanahttp://industri.bisnis.com/read/20170818/98/682000/ipc-kelola-pelabuhan-sintete' border='0' /></a> <p style="text-align: justify;"><strong>Bisnis.com</strong>, SINTETE - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tengah menjajaki peluang usaha dan optimalisasi lahan di wilayah operasional Kalimantan Barat. IPC akan menggarap pelabuhan baru dan mengelola pelabuhan milik Kementerian Perhubungan di provinsi tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC mengatakan perseroan bakal meneken perjanjian kerja sama dengan Kemenhub terkait pengelolaan Pelabuhan Sintete pada 20 Agustus 2017. Saat ini, Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan perintis kelas V yang dikelola Kemenhub.</p> <p style="text-align: justify;">Elvyn menerangkan ke depan Pelabuhan Sintete akan dilengkapi dengan Jembatan Timbang guna memitigasi risiko kelebihan muatan kapal. Pelabuhan Sintete juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pompa CPO sebagai antisipasi berkembangnya sektor perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat.</p> <p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, revitalisasi serta optimalisasi lahan pelabuhan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah hinterland," ujar Elvyn, Jumat (18/8/2017).</p> <p style="text-align: justify;">Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah.</p> <p style="text-align: justify;">Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3).</p> <p style="text-align: justify;">Menurutnya Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Pasalnya, yang menjadi kendala adalah masih lamanya proses bongkar muat lantaran tidak didukung peralatan yang memadai.</p> <p style="text-align: justify;"><span>bisnis.com / 18 Agustus 2017 / Rivki Maulana</span><br />http://industri.bisnis.com/read/20170818/98/682000/ipc-kelola-pelabuhan-sintete</p> <p><a title='Bisnis.com, SINTETE - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tengah menjajaki peluang usaha dan optimalisasi lahan di wilayah operasional Kalimantan Barat. IPC akan menggarap pelabuhan baru dan mengelola pelabuhan milik Kementerian Perhubungan di provinsi tersebut. Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC mengatakan perseroan bakal meneken perjanjian kerja sama dengan Kemenhub terkait pengelolaan Pelabuhan Sintete pada 20 Agustus 2017. Saat ini, Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan perintis kelas V yang dikelola Kemenhub. Elvyn menerangkan ke depan Pelabuhan Sintete akan dilengkapi dengan Jembatan Timbang guna memitigasi risiko kelebihan muatan kapal. Pelabuhan Sintete juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pompa CPO sebagai antisipasi berkembangnya sektor perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat. &ldquo;Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, revitalisasi serta optimalisasi lahan pelabuhan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah hinterland," ujar Elvyn, Jumat (18/8/2017). Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah. Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat. "Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3). Menurutnya Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Pasalnya, yang menjadi kendala adalah masih lamanya proses bongkar muat lantaran tidak didukung peralatan yang memadai. bisnis.com / 18 Agustus 2017 / Rivki Maulanahttp://industri.bisnis.com/read/20170818/98/682000/ipc-kelola-pelabuhan-sintete' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-kelola-pelabuhan-sintete-966.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-kelola-pelabuhan-sintete-966.html --18TAugust::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ipc-kelola-pelabuhan-sintete-966.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML