PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & Events http://www.indonesiaport.co.id/ The latest news and events from PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II Feeds. Get top news stories and in-depth coverage with videos and photos. en-US Copyright (c) 2011 PT. INDONESIA PORT II! Inc. All rights reserved 2017-20-02T05:06:00+07:00 5 PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & News http://www.indonesiaport.co.id/feeds/ http://www.indonesiaport.co.id/images/logo.png Tanjung Priok Jadi Hub Internasional, Nasibnya Ditentukan Pasar <p><a title='Jakarta&nbsp;- Kementerian Perhubungan memutuskan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional sementara, hingga Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara selesai dibangun. Bila Kuala Tanjung menjadi hub internasional, bagaimana nasib Priok?Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Mauritz H.M. Sibarani, menyebut Kuala Tanjung akan tetap menjadi hub internasional. Sementara itu, nasib Priok ditentukan pasar apakah nanti ramai atau tidak."Soal peralihannya apakah nanti di Priok atau Kuala Tanjung, tergantung pasarnya masing-masing karena pasarnya beda," kata Mauritz, kepada&nbsp;detikFinance, Rabu (8/2/2017).Ia menyebut, Kuala Tanjung dan Priok memiliki pasar yang berbeda. Kuala Tanjung berada di jalur perdagangan luar negeri di selat Malaka sehingga pasarnya luas.Sementara Priok bertugas mengonsolidasikan kargo dalam negeri untuk dikirim langsung ke negara tujuan."Kita lihat karena pasarnya masing-masing beda. Kuala Tanjung kita harapkan kargo-kargo yang ada di Selat Malaka bisa ditampung di Kuala Tanjung. Kalau Priok lebih banyak mengonsolidasi kargo-kargo yang ada di pelabuhan sekitar situ dan Jakarta. Jadi agak beda perannya," kata Mauritz.Saat ini Kuala Tanjung masih dalam proses pembangunan, nantinya jika sudah beroperasi akan dapat banyak pelanggan karena terletak di dekat jalur perdagangan internasional. Sementara Priok, dengan lokasinya yang berada di selatan, bisa menarik minat&nbsp;shipping line&nbsp;karena dekat dengan pasar Jawa dan sekitarnya."Kalau Kuala Tanjung karena pasarnya internasional diharapkan dia mendapatkan pelanggan. Tapi kita harapkan itu barang-barang internasional bisa masuk ke Priok. Sekarang sih belum, tapi diharapkan nanti ada dalam waktu dekat," ujarnya.Mauritz mengatakan, Kementerian Perhubungan akan bekerjasama dengan PT Pelindo II selaku operator Tanjung Priok, untuk memperluas pasar pelabuhan ini. Caranya dengan menggandeng sejumlah perusahaan&nbsp;shipping line."Kemenhub dorong kerja sama Pelindo dengan&nbsp;shipping line. Kami coba dukung mereka sinergi antara operator dengan shipping line," ujar Mauritz.Saat ini baru ada 3 perusahaan&nbsp;shipping line&nbsp;yang bekerjasama dengan Pelindo II untuk mendukung proyek hub internasional. Mauritz menyebut hal ini tidak masalah karena nanti secara bertahap akan bertambah."Ya tidak apa-apa memang harus pelan-pelan namanya juga orang bisnis pelan-pelan. Nanti pasar yang terbentuk diharapkan pasar di sekitar Indonesia," ujar Mauritz.Saat ini kedalaman Priok telah mencapai 14 meter LWS (Lowest Water Spring), sehingga bisa dilewati kapal berkapasitas besar.&nbsp;(dnl/mkj)Yulida Medistiara - detikFinanceKamis 09 Feb 2017, 10:45 WIBhttps://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3417670/tanjung-priok-jadi-hub-internasional-nasibnya-ditentukan-pasar' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-priok-jadi-hub-internasional,-nasibnya-ditentukan-pasar-394.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Tanjung Priok Jadi Hub Internasional, Nasibnya Ditentukan Pasar - Jakarta&nbsp;- Kementerian Perhubungan memutuskan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional sementara, hingga Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara selesai dibangun. Bila Kuala Tanjung menjadi hub internasional, bagaimana nasib Priok?Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Mauritz H.M. Sibarani, menyebut Kuala Tanjung akan tetap menjadi hub internasional. Sementara itu, nasib Priok ditentukan pasar apakah nanti ramai atau tidak."Soal peralihannya apakah nanti di Priok atau Kuala Tanjung, tergantung pasarnya masing-masing karena pasarnya beda," kata Mauritz, kepada&nbsp;detikFinance, Rabu (8/2/2017).Ia menyebut, Kuala Tanjung dan Priok memiliki pasar yang berbeda. Kuala Tanjung berada di jalur perdagangan luar negeri di selat Malaka sehingga pasarnya luas.Sementara Priok bertugas mengonsolidasikan kargo dalam negeri untuk dikirim langsung ke negara tujuan."Kita lihat karena pasarnya masing-masing beda. Kuala Tanjung kita harapkan kargo-kargo yang ada di Selat Malaka bisa ditampung di Kuala Tanjung. Kalau Priok lebih banyak mengonsolidasi kargo-kargo yang ada di pelabuhan sekitar situ dan Jakarta. Jadi agak beda perannya," kata Mauritz.Saat ini Kuala Tanjung masih dalam proses pembangunan, nantinya jika sudah beroperasi akan dapat banyak pelanggan karena terletak di dekat jalur perdagangan internasional. Sementara Priok, dengan lokasinya yang berada di selatan, bisa menarik minat&nbsp;shipping line&nbsp;karena dekat dengan pasar Jawa dan sekitarnya."Kalau Kuala Tanjung karena pasarnya internasional diharapkan dia mendapatkan pelanggan. Tapi kita harapkan itu barang-barang internasional bisa masuk ke Priok. Sekarang sih belum, tapi diharapkan nanti ada dalam waktu dekat," ujarnya.Mauritz mengatakan, Kementerian Perhubungan akan bekerjasama dengan PT Pelindo II selaku operator Tanjung Priok, untuk memperluas pasar pelabuhan ini. Caranya dengan menggandeng sejumlah perusahaan&nbsp;shipping line."Kemenhub dorong kerja sama Pelindo dengan&nbsp;shipping line. Kami coba dukung mereka sinergi antara operator dengan shipping line," ujar Mauritz.Saat ini baru ada 3 perusahaan&nbsp;shipping line&nbsp;yang bekerjasama dengan Pelindo II untuk mendukung proyek hub internasional. Mauritz menyebut hal ini tidak masalah karena nanti secara bertahap akan bertambah."Ya tidak apa-apa memang harus pelan-pelan namanya juga orang bisnis pelan-pelan. Nanti pasar yang terbentuk diharapkan pasar di sekitar Indonesia," ujar Mauritz.Saat ini kedalaman Priok telah mencapai 14 meter LWS (Lowest Water Spring), sehingga bisa dilewati kapal berkapasitas besar.&nbsp;(dnl/mkj)Yulida Medistiara - detikFinanceKamis 09 Feb 2017, 10:45 WIBhttps://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3417670/tanjung-priok-jadi-hub-internasional-nasibnya-ditentukan-pasar' border='0' /></a> <p><strong>Jakarta</strong><span>&nbsp;- Kementerian Perhubungan memutuskan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional sementara, hingga Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara selesai dibangun. Bila Kuala Tanjung menjadi hub internasional, bagaimana nasib Priok?</span><br /><br /><span>Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Mauritz H.M. Sibarani, menyebut Kuala Tanjung akan tetap menjadi hub internasional. Sementara itu, nasib Priok ditentukan pasar apakah nanti ramai atau tidak.</span><br /><br /><span>"Soal peralihannya apakah nanti di Priok atau Kuala Tanjung, tergantung pasarnya masing-masing karena pasarnya beda," kata Mauritz, kepada&nbsp;</span><span>detikFinance</span><span>, Rabu (8/2/2017).</span><br /><br /><span>Ia menyebut, Kuala Tanjung dan Priok memiliki pasar yang berbeda. Kuala Tanjung berada di jalur perdagangan luar negeri di selat Malaka sehingga pasarnya luas.</span><br /><br /><span>Sementara Priok bertugas mengonsolidasikan kargo dalam negeri untuk dikirim langsung ke negara tujuan.</span><br /><br /><span>"Kita lihat karena pasarnya masing-masing beda. Kuala Tanjung kita harapkan kargo-kargo yang ada di Selat Malaka bisa ditampung di Kuala Tanjung. Kalau Priok lebih banyak mengonsolidasi kargo-kargo yang ada di pelabuhan sekitar situ dan Jakarta. Jadi agak beda perannya," kata Mauritz.</span><br /><br /><span>Saat ini Kuala Tanjung masih dalam proses pembangunan, nantinya jika sudah beroperasi akan dapat banyak pelanggan karena terletak di dekat jalur perdagangan internasional. Sementara Priok, dengan lokasinya yang berada di selatan, bisa menarik minat&nbsp;</span><em>shipping line&nbsp;</em><span>karena dekat dengan pasar Jawa dan sekitarnya.</span><br /><br /><span>"Kalau Kuala Tanjung karena pasarnya internasional diharapkan dia mendapatkan pelanggan. Tapi kita harapkan itu barang-barang internasional bisa masuk ke Priok. Sekarang sih belum, tapi diharapkan nanti ada dalam waktu dekat," ujarnya.</span><br /><br /><span>Mauritz mengatakan, Kementerian Perhubungan akan bekerjasama dengan PT Pelindo II selaku operator Tanjung Priok, untuk memperluas pasar pelabuhan ini. Caranya dengan menggandeng sejumlah perusahaan&nbsp;</span><em>shipping line.</em><br /><br /><span>"Kemenhub dorong kerja sama Pelindo dengan&nbsp;</span><em>shipping line</em><span>. Kami coba dukung mereka sinergi antara operator dengan shipping line," ujar Mauritz.</span><br /><br /><span>Saat ini baru ada 3 perusahaan&nbsp;</span><em>shipping line&nbsp;</em><span>yang bekerjasama dengan Pelindo II untuk mendukung proyek hub internasional. Mauritz menyebut hal ini tidak masalah karena nanti secara bertahap akan bertambah.</span><br /><br /><span>"Ya tidak apa-apa memang harus pelan-pelan namanya juga orang bisnis pelan-pelan. Nanti pasar yang terbentuk diharapkan pasar di sekitar Indonesia," ujar Mauritz.</span><br /><br /><span>Saat ini kedalaman Priok telah mencapai 14 meter LWS (Lowest Water Spring), sehingga bisa dilewati kapal berkapasitas besar.&nbsp;</span><span>(dnl/mkj)<br /><br /><span>Yulida Medistiara - detikFinance</span><br /><span>Kamis 09 Feb 2017, 10:45 WIB</span><br />https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3417670/tanjung-priok-jadi-hub-internasional-nasibnya-ditentukan-pasar</span></p> <p><a title='Jakarta&nbsp;- Kementerian Perhubungan memutuskan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional sementara, hingga Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara selesai dibangun. Bila Kuala Tanjung menjadi hub internasional, bagaimana nasib Priok?Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Mauritz H.M. Sibarani, menyebut Kuala Tanjung akan tetap menjadi hub internasional. Sementara itu, nasib Priok ditentukan pasar apakah nanti ramai atau tidak."Soal peralihannya apakah nanti di Priok atau Kuala Tanjung, tergantung pasarnya masing-masing karena pasarnya beda," kata Mauritz, kepada&nbsp;detikFinance, Rabu (8/2/2017).Ia menyebut, Kuala Tanjung dan Priok memiliki pasar yang berbeda. Kuala Tanjung berada di jalur perdagangan luar negeri di selat Malaka sehingga pasarnya luas.Sementara Priok bertugas mengonsolidasikan kargo dalam negeri untuk dikirim langsung ke negara tujuan."Kita lihat karena pasarnya masing-masing beda. Kuala Tanjung kita harapkan kargo-kargo yang ada di Selat Malaka bisa ditampung di Kuala Tanjung. Kalau Priok lebih banyak mengonsolidasi kargo-kargo yang ada di pelabuhan sekitar situ dan Jakarta. Jadi agak beda perannya," kata Mauritz.Saat ini Kuala Tanjung masih dalam proses pembangunan, nantinya jika sudah beroperasi akan dapat banyak pelanggan karena terletak di dekat jalur perdagangan internasional. Sementara Priok, dengan lokasinya yang berada di selatan, bisa menarik minat&nbsp;shipping line&nbsp;karena dekat dengan pasar Jawa dan sekitarnya."Kalau Kuala Tanjung karena pasarnya internasional diharapkan dia mendapatkan pelanggan. Tapi kita harapkan itu barang-barang internasional bisa masuk ke Priok. Sekarang sih belum, tapi diharapkan nanti ada dalam waktu dekat," ujarnya.Mauritz mengatakan, Kementerian Perhubungan akan bekerjasama dengan PT Pelindo II selaku operator Tanjung Priok, untuk memperluas pasar pelabuhan ini. Caranya dengan menggandeng sejumlah perusahaan&nbsp;shipping line."Kemenhub dorong kerja sama Pelindo dengan&nbsp;shipping line. Kami coba dukung mereka sinergi antara operator dengan shipping line," ujar Mauritz.Saat ini baru ada 3 perusahaan&nbsp;shipping line&nbsp;yang bekerjasama dengan Pelindo II untuk mendukung proyek hub internasional. Mauritz menyebut hal ini tidak masalah karena nanti secara bertahap akan bertambah."Ya tidak apa-apa memang harus pelan-pelan namanya juga orang bisnis pelan-pelan. Nanti pasar yang terbentuk diharapkan pasar di sekitar Indonesia," ujar Mauritz.Saat ini kedalaman Priok telah mencapai 14 meter LWS (Lowest Water Spring), sehingga bisa dilewati kapal berkapasitas besar.&nbsp;(dnl/mkj)Yulida Medistiara - detikFinanceKamis 09 Feb 2017, 10:45 WIBhttps://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3417670/tanjung-priok-jadi-hub-internasional-nasibnya-ditentukan-pasar' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-priok-jadi-hub-internasional,-nasibnya-ditentukan-pasar-394.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-priok-jadi-hub-internasional,-nasibnya-ditentukan-pasar-394.html --09TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/tanjung-priok-jadi-hub-internasional,-nasibnya-ditentukan-pasar-394.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Ini keuntungan pelabuhan Tanjung Priok jadi Hub Internasional <p><a title='Merdeka.com -&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menyatakan ditunjuknya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Penghubung (Hub Internasional) dapat menghemat biaya pengiriman barang keluar negeri mencapai Rp 1,5 juta per kontainer. "Tentu bervariasi di tiap daerah. Palembang kalau mau ke Jepang via Singapura itu bisa lebih mahal ketimbang via Tanjung Priok. Penghematannya sekitar Rp1,5 juta. Daerah lain juga bervariasi. Berkisar antara Rp1-1,5 juta per kontainer," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman&nbsp;Jakarta, Senin (30/1). Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hub Internasional ini nantinya akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan Singapura. Di mana barang yang dikirim ke luar negeri tidak perlu melalui Singapura. "Poinnya kan adalah yang penting cost logistic turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk, dan di sisi lain national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura. Sehingga barang-barang dari daerah tidak perlu ke Singapura kalau mau pergi ke Osaka, Taiwan. Tapi dikonsolidasikan dulu di Tanjung Priok," jelasnya. Menurutnya, ditunjuknya Tanjung Priok sebagai pelabuhan Hub Internasional karena pelabuhan ini dapat menampung kapal besar untuk bersandar. "Dengan cara ini mengakibatkan rute pelayaran itu menjadi lebih efisien, lebih efektif. Khususnya untuk daerah di Pulau Jawa dan Sumatera," tutupnya. Sebelumnya, Pemerintah berencana menunjuk Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Pelabuhan Hub Internasional. Hal ini dikarenakan karena pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung masih dalam proses pembangunan, sehingga Pelabuhan Tanjung Priok diperankan sebagai Pelabuhan Hub Internasional. Reporter :&nbsp;Syifa HanifahSenin, 30 Januari 2017 14:18https://www.merdeka.com/uang/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional-393.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Ini keuntungan pelabuhan Tanjung Priok jadi Hub Internasional - Merdeka.com -&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menyatakan ditunjuknya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Penghubung (Hub Internasional) dapat menghemat biaya pengiriman barang keluar negeri mencapai Rp 1,5 juta per kontainer. "Tentu bervariasi di tiap daerah. Palembang kalau mau ke Jepang via Singapura itu bisa lebih mahal ketimbang via Tanjung Priok. Penghematannya sekitar Rp1,5 juta. Daerah lain juga bervariasi. Berkisar antara Rp1-1,5 juta per kontainer," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman&nbsp;Jakarta, Senin (30/1). Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hub Internasional ini nantinya akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan Singapura. Di mana barang yang dikirim ke luar negeri tidak perlu melalui Singapura. "Poinnya kan adalah yang penting cost logistic turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk, dan di sisi lain national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura. Sehingga barang-barang dari daerah tidak perlu ke Singapura kalau mau pergi ke Osaka, Taiwan. Tapi dikonsolidasikan dulu di Tanjung Priok," jelasnya. Menurutnya, ditunjuknya Tanjung Priok sebagai pelabuhan Hub Internasional karena pelabuhan ini dapat menampung kapal besar untuk bersandar. "Dengan cara ini mengakibatkan rute pelayaran itu menjadi lebih efisien, lebih efektif. Khususnya untuk daerah di Pulau Jawa dan Sumatera," tutupnya. Sebelumnya, Pemerintah berencana menunjuk Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Pelabuhan Hub Internasional. Hal ini dikarenakan karena pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung masih dalam proses pembangunan, sehingga Pelabuhan Tanjung Priok diperankan sebagai Pelabuhan Hub Internasional. Reporter :&nbsp;Syifa HanifahSenin, 30 Januari 2017 14:18https://www.merdeka.com/uang/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional.html' border='0' /></a> <p><strong>Merdeka.com -&nbsp;</strong>Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menyatakan ditunjuknya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Penghubung (Hub Internasional) dapat menghemat biaya pengiriman barang keluar negeri mencapai Rp 1,5 juta per kontainer.</p> <p>"Tentu bervariasi di tiap daerah. Palembang kalau mau ke Jepang via Singapura itu bisa lebih mahal ketimbang via Tanjung Priok. Penghematannya sekitar Rp1,5 juta. Daerah lain juga bervariasi. Berkisar antara Rp1-1,5 juta per kontainer," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman&nbsp;<strong><a href="http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/">Jakarta</a></strong>, Senin (30/1).</p> <p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hub Internasional ini nantinya akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan Singapura. Di mana barang yang dikirim ke luar negeri tidak perlu melalui Singapura.</p> <p>"Poinnya kan adalah yang penting cost logistic turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk, dan di sisi lain national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura. Sehingga barang-barang dari daerah tidak perlu ke Singapura kalau mau pergi ke Osaka, Taiwan. Tapi dikonsolidasikan dulu di Tanjung Priok," jelasnya.</p> <p>Menurutnya, ditunjuknya Tanjung Priok sebagai pelabuhan Hub Internasional karena pelabuhan ini dapat menampung kapal besar untuk bersandar.</p> <p>"Dengan cara ini mengakibatkan rute pelayaran itu menjadi lebih efisien, lebih efektif. Khususnya untuk daerah di Pulau Jawa dan Sumatera," tutupnya.</p> <p>Sebelumnya, Pemerintah berencana menunjuk Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Pelabuhan Hub Internasional. Hal ini dikarenakan karena pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung masih dalam proses pembangunan, sehingga Pelabuhan Tanjung Priok diperankan sebagai Pelabuhan Hub Internasional.</p> <p><span class="date-post"><br /></span><span class="reporter">Reporter :&nbsp;<a rel="nofollow" href="https://www.merdeka.com/reporter/syifa-hanifah/" target="_blank">Syifa Hanifah<br />Senin, 30 Januari 2017 14:18<br />https://www.merdeka.com/uang/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional.html</a></span></p> <p><a title='Merdeka.com -&nbsp;Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menyatakan ditunjuknya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Pelabuhan Penghubung (Hub Internasional) dapat menghemat biaya pengiriman barang keluar negeri mencapai Rp 1,5 juta per kontainer. "Tentu bervariasi di tiap daerah. Palembang kalau mau ke Jepang via Singapura itu bisa lebih mahal ketimbang via Tanjung Priok. Penghematannya sekitar Rp1,5 juta. Daerah lain juga bervariasi. Berkisar antara Rp1-1,5 juta per kontainer," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman&nbsp;Jakarta, Senin (30/1). Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hub Internasional ini nantinya akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan Singapura. Di mana barang yang dikirim ke luar negeri tidak perlu melalui Singapura. "Poinnya kan adalah yang penting cost logistic turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk, dan di sisi lain national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura. Sehingga barang-barang dari daerah tidak perlu ke Singapura kalau mau pergi ke Osaka, Taiwan. Tapi dikonsolidasikan dulu di Tanjung Priok," jelasnya. Menurutnya, ditunjuknya Tanjung Priok sebagai pelabuhan Hub Internasional karena pelabuhan ini dapat menampung kapal besar untuk bersandar. "Dengan cara ini mengakibatkan rute pelayaran itu menjadi lebih efisien, lebih efektif. Khususnya untuk daerah di Pulau Jawa dan Sumatera," tutupnya. Sebelumnya, Pemerintah berencana menunjuk Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Pelabuhan Hub Internasional. Hal ini dikarenakan karena pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung masih dalam proses pembangunan, sehingga Pelabuhan Tanjung Priok diperankan sebagai Pelabuhan Hub Internasional. Reporter :&nbsp;Syifa HanifahSenin, 30 Januari 2017 14:18https://www.merdeka.com/uang/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional-393.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional-393.html --30TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-keuntungan-pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-internasional-393.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelabuhan Tanjung Priok Terus Berbenah <p><a title='INDOPOS.CO.ID&nbsp;-&nbsp;Sebagai&nbsp;pelabuhan terbesar di Indonesia dan berstandar internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara terus berbenah. Tidak hanya untuk urusan fasiltas saja. Namun standarisasi pelayanan secara internasional juga dilakukan. "Pelabuhan Tanjung Priok, setiap tahun kita tata terus. Supaya berstandar Internasional. Mau tidak mau, kita harus sama dengan pelabuhan internasional. Kemajuan suatu negara, juga sangat tergantung dari fasilitas maritim, pelayanan dan logistik yang kompetitif," ujar Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II, Saptono, Kamis (26/1).&nbsp; Saptono menuturkan, ingin menjadikan pelabuhan yang menjadi unggulan. Sebab produktifitas tercapai kalau fasilitas menunjang. "Untuk kapal berukuran besar bisa masuk, kita juga melakukan perdalaman &nbsp;kolam dan alur. Selain itu, lapangan untuk penumpukan juga harus siap," tandas dia. Ia menambahkan, pembenahan yang saat ini telah dilakukan diantaranya penataan lapangan peti kemas. Yakni lapangan dibeton, supaya kapasitas kontainer lebih banyak. Kemudian utilisasi lahan, yang tadi sempit dimanfaatkan. "Manajemen lalu lintas juga diatur supaya rapih, teratur. Kemacetan ada, tapi teratur. Contoh saat kedatangan kapal, tentu juga datang kendaraan kontainer. Itu kita atur kelancaran arus," beber dia. Pihaknya juga telah memakai sistem &nbsp;IT. Melakukan penataan terminal, penerapan sistem autogate dan sebagainya. "Selain itu, Pembangunan di Tanjung Priok, kita buat New Priok.&nbsp; Kita siapkan terminal-terminal seluas 500 hektar. Pembangunan tersebut dilakukan dua fase. Yang pertama ada &nbsp;terminal internasional. Alat-alat di sana, juga sudah disiapkan untuk mendukung kapal-kapal besar yang akan datang," kata Saptono. Saptono mengatakan saat ini, semua sudah bisa berjalan dengan sistem. Sehingga lebih efisien dan kompetitif. "Regulator juga membantu dalam semangat membenahi pelabuhan Tanjung Priok. Ini berkat kemauan kita bersama. Pembenahan Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai simpul utama dalam merealisasikan program tol laut terus kami lakukan. Yang sudah ada, ditingkatkan supaya lebih baik. Intinya kita ingin menjadi pengelola pelabuhan yang mempunyai pelayanan kelas dunia," imbuh dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Arif Suhartono mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan peningkatan pelayanan. "Kami juga melakukan bagaimana memperbaiki pelayanan kontainer," ujarnya. Menurutnya, setiap hari lebih dari 10 ribu kontainer yang hilir mudik di Pelabuhan Tanjung Priok.&nbsp;(dai)Jumat, 27 Januari 2017 | 14:29http://jakartaraya.indopos.co.id/read/2017/01/27/84838/Pelabuhan-Tanjung-Priok-Terus-Berbenah&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-terus-berbenah-392.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelabuhan Tanjung Priok Terus Berbenah - INDOPOS.CO.ID&nbsp;-&nbsp;Sebagai&nbsp;pelabuhan terbesar di Indonesia dan berstandar internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara terus berbenah. Tidak hanya untuk urusan fasiltas saja. Namun standarisasi pelayanan secara internasional juga dilakukan. "Pelabuhan Tanjung Priok, setiap tahun kita tata terus. Supaya berstandar Internasional. Mau tidak mau, kita harus sama dengan pelabuhan internasional. Kemajuan suatu negara, juga sangat tergantung dari fasilitas maritim, pelayanan dan logistik yang kompetitif," ujar Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II, Saptono, Kamis (26/1).&nbsp; Saptono menuturkan, ingin menjadikan pelabuhan yang menjadi unggulan. Sebab produktifitas tercapai kalau fasilitas menunjang. "Untuk kapal berukuran besar bisa masuk, kita juga melakukan perdalaman &nbsp;kolam dan alur. Selain itu, lapangan untuk penumpukan juga harus siap," tandas dia. Ia menambahkan, pembenahan yang saat ini telah dilakukan diantaranya penataan lapangan peti kemas. Yakni lapangan dibeton, supaya kapasitas kontainer lebih banyak. Kemudian utilisasi lahan, yang tadi sempit dimanfaatkan. "Manajemen lalu lintas juga diatur supaya rapih, teratur. Kemacetan ada, tapi teratur. Contoh saat kedatangan kapal, tentu juga datang kendaraan kontainer. Itu kita atur kelancaran arus," beber dia. Pihaknya juga telah memakai sistem &nbsp;IT. Melakukan penataan terminal, penerapan sistem autogate dan sebagainya. "Selain itu, Pembangunan di Tanjung Priok, kita buat New Priok.&nbsp; Kita siapkan terminal-terminal seluas 500 hektar. Pembangunan tersebut dilakukan dua fase. Yang pertama ada &nbsp;terminal internasional. Alat-alat di sana, juga sudah disiapkan untuk mendukung kapal-kapal besar yang akan datang," kata Saptono. Saptono mengatakan saat ini, semua sudah bisa berjalan dengan sistem. Sehingga lebih efisien dan kompetitif. "Regulator juga membantu dalam semangat membenahi pelabuhan Tanjung Priok. Ini berkat kemauan kita bersama. Pembenahan Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai simpul utama dalam merealisasikan program tol laut terus kami lakukan. Yang sudah ada, ditingkatkan supaya lebih baik. Intinya kita ingin menjadi pengelola pelabuhan yang mempunyai pelayanan kelas dunia," imbuh dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Arif Suhartono mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan peningkatan pelayanan. "Kami juga melakukan bagaimana memperbaiki pelayanan kontainer," ujarnya. Menurutnya, setiap hari lebih dari 10 ribu kontainer yang hilir mudik di Pelabuhan Tanjung Priok.&nbsp;(dai)Jumat, 27 Januari 2017 | 14:29http://jakartaraya.indopos.co.id/read/2017/01/27/84838/Pelabuhan-Tanjung-Priok-Terus-Berbenah&nbsp;' border='0' /></a> <p><strong>INDOPOS.CO.ID</strong>&nbsp;-&nbsp;Sebagai&nbsp;<span>pelabuhan terbesar di Indonesia dan berstandar internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara terus berbenah. Tidak hanya untuk urusan fasiltas saja. Namun standarisasi pelayanan secara internasional juga dilakukan.</span></p> <p>"Pelabuhan Tanjung Priok, setiap tahun kita tata terus. Supaya berstandar Internasional. Mau tidak mau, kita harus sama dengan pelabuhan internasional. Kemajuan suatu negara, juga sangat tergantung dari fasilitas maritim, pelayanan dan logistik yang kompetitif," ujar Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II, Saptono, Kamis (26/1).&nbsp;</p> <p>Saptono menuturkan, ingin menjadikan pelabuhan yang menjadi unggulan. Sebab produktifitas tercapai kalau fasilitas menunjang. "Untuk kapal berukuran besar bisa masuk, kita juga melakukan perdalaman &nbsp;kolam dan alur. Selain itu, lapangan untuk penumpukan juga harus siap," tandas dia.</p> <p>Ia menambahkan, pembenahan yang saat ini telah dilakukan diantaranya penataan lapangan peti kemas. Yakni lapangan dibeton, supaya kapasitas kontainer lebih banyak. Kemudian utilisasi lahan, yang tadi sempit dimanfaatkan.</p> <p>"Manajemen lalu lintas juga diatur supaya rapih, teratur. Kemacetan ada, tapi teratur. Contoh saat kedatangan kapal, tentu juga datang kendaraan kontainer. Itu kita atur kelancaran arus," beber dia.</p> <p>Pihaknya juga telah memakai sistem &nbsp;IT. Melakukan penataan terminal, penerapan sistem autogate dan sebagainya. "Selain itu, Pembangunan di Tanjung Priok, kita buat New Priok.&nbsp; Kita siapkan terminal-terminal seluas 500 hektar. Pembangunan tersebut dilakukan dua fase. Yang pertama ada &nbsp;terminal internasional. Alat-alat di sana, juga sudah disiapkan untuk mendukung kapal-kapal besar yang akan datang," kata Saptono.</p> <p>Saptono mengatakan saat ini, semua sudah bisa berjalan dengan sistem. Sehingga lebih efisien dan kompetitif. "Regulator juga membantu dalam semangat membenahi pelabuhan Tanjung Priok. Ini berkat kemauan kita bersama. Pembenahan Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai simpul utama dalam merealisasikan program tol laut terus kami lakukan. Yang sudah ada, ditingkatkan supaya lebih baik. Intinya kita ingin menjadi pengelola pelabuhan yang mempunyai pelayanan kelas dunia," imbuh dia.</p> <p>Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Arif Suhartono mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan peningkatan pelayanan. "Kami juga melakukan bagaimana memperbaiki pelayanan kontainer," ujarnya. Menurutnya, setiap hari lebih dari 10 ribu kontainer yang hilir mudik di Pelabuhan Tanjung Priok.&nbsp;<br /><br />(dai)<br /><em>Jumat, 27 Januari 2017 | 14:29</em><br />http://jakartaraya.indopos.co.id/read/2017/01/27/84838/Pelabuhan-Tanjung-Priok-Terus-Berbenah&nbsp;</p> <p><a title='INDOPOS.CO.ID&nbsp;-&nbsp;Sebagai&nbsp;pelabuhan terbesar di Indonesia dan berstandar internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara terus berbenah. Tidak hanya untuk urusan fasiltas saja. Namun standarisasi pelayanan secara internasional juga dilakukan. "Pelabuhan Tanjung Priok, setiap tahun kita tata terus. Supaya berstandar Internasional. Mau tidak mau, kita harus sama dengan pelabuhan internasional. Kemajuan suatu negara, juga sangat tergantung dari fasilitas maritim, pelayanan dan logistik yang kompetitif," ujar Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II, Saptono, Kamis (26/1).&nbsp; Saptono menuturkan, ingin menjadikan pelabuhan yang menjadi unggulan. Sebab produktifitas tercapai kalau fasilitas menunjang. "Untuk kapal berukuran besar bisa masuk, kita juga melakukan perdalaman &nbsp;kolam dan alur. Selain itu, lapangan untuk penumpukan juga harus siap," tandas dia. Ia menambahkan, pembenahan yang saat ini telah dilakukan diantaranya penataan lapangan peti kemas. Yakni lapangan dibeton, supaya kapasitas kontainer lebih banyak. Kemudian utilisasi lahan, yang tadi sempit dimanfaatkan. "Manajemen lalu lintas juga diatur supaya rapih, teratur. Kemacetan ada, tapi teratur. Contoh saat kedatangan kapal, tentu juga datang kendaraan kontainer. Itu kita atur kelancaran arus," beber dia. Pihaknya juga telah memakai sistem &nbsp;IT. Melakukan penataan terminal, penerapan sistem autogate dan sebagainya. "Selain itu, Pembangunan di Tanjung Priok, kita buat New Priok.&nbsp; Kita siapkan terminal-terminal seluas 500 hektar. Pembangunan tersebut dilakukan dua fase. Yang pertama ada &nbsp;terminal internasional. Alat-alat di sana, juga sudah disiapkan untuk mendukung kapal-kapal besar yang akan datang," kata Saptono. Saptono mengatakan saat ini, semua sudah bisa berjalan dengan sistem. Sehingga lebih efisien dan kompetitif. "Regulator juga membantu dalam semangat membenahi pelabuhan Tanjung Priok. Ini berkat kemauan kita bersama. Pembenahan Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai simpul utama dalam merealisasikan program tol laut terus kami lakukan. Yang sudah ada, ditingkatkan supaya lebih baik. Intinya kita ingin menjadi pengelola pelabuhan yang mempunyai pelayanan kelas dunia," imbuh dia. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Arif Suhartono mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan peningkatan pelayanan. "Kami juga melakukan bagaimana memperbaiki pelayanan kontainer," ujarnya. Menurutnya, setiap hari lebih dari 10 ribu kontainer yang hilir mudik di Pelabuhan Tanjung Priok.&nbsp;(dai)Jumat, 27 Januari 2017 | 14:29http://jakartaraya.indopos.co.id/read/2017/01/27/84838/Pelabuhan-Tanjung-Priok-Terus-Berbenah&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-terus-berbenah-392.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-terus-berbenah-392.html --27TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-terus-berbenah-392.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Hub, Biaya Angkut Kontainer Lebih Efisien <p><a title='(Okezone.com) JAKARTA&nbsp;- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyudahi kunjungan dan pertemuannya dengan Direktur Utama IPC Elvyn G. Pertemuan sekira 6 jam itupun berakhir dengan keputusan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan Internasional. Menurut Luhut, pihaknya akan melakukan exercise terhadap Pelabuhan Tanjung. Dengan alasan supaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas. "Kenapa kapal-kapal kita harus ke Singapura (hub), kenapa enggak dari Jakarta aja ? Kita kan hemat bisa 1 juta TEUS," tuturnya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017). Menurut Luhut, di sini pemerintah melihat hub Pelabuhan Tanjung Priok sebagai national interest. Di mana bicara pelabuhan jika bisa terintegrasi antara Pelindo I,II,III, dan IV dapat menurunkan cost lebih turun. "Sehingga ada satu daerah kalau terintegrasi kita bisa turunkan cost 1 juta lebih per kontainer per tahun, ujungnnya kan pada harga dan produksi. Jadi itu tujuan menata Priok supaya efisien lagi," tuturnya. Selain itu, penataan Pelabuhan Tanjung Priok ke depan bagaimana mengintegrasikan dengan industri. Seperti contoh Belanda, port of Rotterdam dengan panjang port 40 kilometer (km) sudah terintegrasi dengan industri. "Nah, kita mau industri terintegrasi dengan pelabuhan supaya cost murah," harapnya.(rzy) Feby NovaliusSenin, 23 Januari 2017 - 15:33 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/01/23/320/1598704/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub,-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien-391.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Hub, Biaya Angkut Kontainer Lebih Efisien - (Okezone.com) JAKARTA&nbsp;- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyudahi kunjungan dan pertemuannya dengan Direktur Utama IPC Elvyn G. Pertemuan sekira 6 jam itupun berakhir dengan keputusan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan Internasional. Menurut Luhut, pihaknya akan melakukan exercise terhadap Pelabuhan Tanjung. Dengan alasan supaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas. "Kenapa kapal-kapal kita harus ke Singapura (hub), kenapa enggak dari Jakarta aja ? Kita kan hemat bisa 1 juta TEUS," tuturnya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017). Menurut Luhut, di sini pemerintah melihat hub Pelabuhan Tanjung Priok sebagai national interest. Di mana bicara pelabuhan jika bisa terintegrasi antara Pelindo I,II,III, dan IV dapat menurunkan cost lebih turun. "Sehingga ada satu daerah kalau terintegrasi kita bisa turunkan cost 1 juta lebih per kontainer per tahun, ujungnnya kan pada harga dan produksi. Jadi itu tujuan menata Priok supaya efisien lagi," tuturnya. Selain itu, penataan Pelabuhan Tanjung Priok ke depan bagaimana mengintegrasikan dengan industri. Seperti contoh Belanda, port of Rotterdam dengan panjang port 40 kilometer (km) sudah terintegrasi dengan industri. "Nah, kita mau industri terintegrasi dengan pelabuhan supaya cost murah," harapnya.(rzy) Feby NovaliusSenin, 23 Januari 2017 - 15:33 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/01/23/320/1598704/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien&nbsp;' border='0' /></a> <div id="contentx" class="dtlnews"> <p><strong>(Okezone.com) JAKARTA</strong>&nbsp;- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyudahi kunjungan dan pertemuannya dengan Direktur Utama IPC Elvyn G. Pertemuan sekira 6 jam itupun berakhir dengan keputusan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan Internasional.</p> <div class="wrap-rekomen"> <div class="title-rekomen"><span style="font-size: 13px;">Menurut Luhut, pihaknya akan melakukan exercise terhadap Pelabuhan Tanjung. Dengan alasan supaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas.</span></div> </div> <p>"Kenapa kapal-kapal kita harus ke Singapura (hub), kenapa enggak dari Jakarta aja ? Kita kan hemat bisa 1 juta TEUS," tuturnya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).</p> <p>Menurut Luhut, di sini pemerintah melihat hub Pelabuhan Tanjung Priok sebagai national interest. Di mana bicara pelabuhan jika bisa terintegrasi antara Pelindo I,II,III, dan IV dapat menurunkan cost lebih turun.</p> <p>"Sehingga ada satu daerah kalau terintegrasi kita bisa turunkan cost 1 juta lebih per kontainer per tahun, ujungnnya kan pada harga dan produksi. Jadi itu tujuan menata Priok supaya efisien lagi," tuturnya.</p> <p>Selain itu, penataan Pelabuhan Tanjung Priok ke depan bagaimana mengintegrasikan dengan industri. Seperti contoh Belanda, port of Rotterdam dengan panjang port 40 kilometer (km) sudah terintegrasi dengan industri.</p> <p>"Nah, kita mau industri terintegrasi dengan pelabuhan supaya cost murah," harapnya.<strong>(rzy)</strong></p> </div> <p><strong><br /></strong>Feby Novalius<br />Senin, 23 Januari 2017 - 15:33 wib<br />http://economy.okezone.com/read/2017/01/23/320/1598704/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien&nbsp;</p> <p><a title='(Okezone.com) JAKARTA&nbsp;- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyudahi kunjungan dan pertemuannya dengan Direktur Utama IPC Elvyn G. Pertemuan sekira 6 jam itupun berakhir dengan keputusan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan Internasional. Menurut Luhut, pihaknya akan melakukan exercise terhadap Pelabuhan Tanjung. Dengan alasan supaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas. "Kenapa kapal-kapal kita harus ke Singapura (hub), kenapa enggak dari Jakarta aja ? Kita kan hemat bisa 1 juta TEUS," tuturnya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017). Menurut Luhut, di sini pemerintah melihat hub Pelabuhan Tanjung Priok sebagai national interest. Di mana bicara pelabuhan jika bisa terintegrasi antara Pelindo I,II,III, dan IV dapat menurunkan cost lebih turun. "Sehingga ada satu daerah kalau terintegrasi kita bisa turunkan cost 1 juta lebih per kontainer per tahun, ujungnnya kan pada harga dan produksi. Jadi itu tujuan menata Priok supaya efisien lagi," tuturnya. Selain itu, penataan Pelabuhan Tanjung Priok ke depan bagaimana mengintegrasikan dengan industri. Seperti contoh Belanda, port of Rotterdam dengan panjang port 40 kilometer (km) sudah terintegrasi dengan industri. "Nah, kita mau industri terintegrasi dengan pelabuhan supaya cost murah," harapnya.(rzy) Feby NovaliusSenin, 23 Januari 2017 - 15:33 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/01/23/320/1598704/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub,-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien-391.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub,-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien-391.html --23TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelabuhan-tanjung-priok-jadi-hub,-biaya-angkut-kontainer-lebih-efisien-391.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Ini Pesan Menteri Rini Kepada IPC dalam Majukan Pelabuhan <p><a title='Merdeka.com -&nbsp;Menteri BUMN, Rini Soemarno secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan pada 9-10 Februari 2017 yang mengangkat tema `Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul` ini merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016. Rakernas IPC sekaligus menjadi cara perusahaan mempererat komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan. Selain itu, rapat juga sekaligus untuk mendengar arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri melalui sinergi dan kemitraan," pesan Rini Soemarno dalam Rakernas ini. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan target perusahaan hingga 2020. Selain itu, direksi juga telah menetapkan target kinerja IPC tahun 2017. Target ini seperti trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX R p 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). "Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya. Menurut Elvyn, tahun 2017 ini merupakan tahun enhancement, perusahaan secara komprehensif akan meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran. Selanjutnya pengembangan anak perusahaan, pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding, dan penguatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. "Dalam mencapai target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," tutup Elvyn&nbsp;[idr] Reporter : Anggun P. SitumorangJumat, 10 Februari 2017 17:02https://www.merdeka.com/uang/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan-389.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Ini Pesan Menteri Rini Kepada IPC dalam Majukan Pelabuhan - Merdeka.com -&nbsp;Menteri BUMN, Rini Soemarno secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan pada 9-10 Februari 2017 yang mengangkat tema `Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul` ini merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016. Rakernas IPC sekaligus menjadi cara perusahaan mempererat komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan. Selain itu, rapat juga sekaligus untuk mendengar arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri melalui sinergi dan kemitraan," pesan Rini Soemarno dalam Rakernas ini. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan target perusahaan hingga 2020. Selain itu, direksi juga telah menetapkan target kinerja IPC tahun 2017. Target ini seperti trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX R p 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). "Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya. Menurut Elvyn, tahun 2017 ini merupakan tahun enhancement, perusahaan secara komprehensif akan meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran. Selanjutnya pengembangan anak perusahaan, pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding, dan penguatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. "Dalam mencapai target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," tutup Elvyn&nbsp;[idr] Reporter : Anggun P. SitumorangJumat, 10 Februari 2017 17:02https://www.merdeka.com/uang/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan.html' border='0' /></a> <p><strong>Merdeka.com -&nbsp;</strong>Menteri BUMN, Rini Soemarno secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan pada 9-10 Februari 2017 yang mengangkat tema `Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul` ini merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016.</p> <p>Rakernas IPC sekaligus menjadi cara perusahaan mempererat komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan. Selain itu, rapat juga sekaligus untuk mendengar arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan.</p> <p>"BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri melalui sinergi dan kemitraan," pesan Rini Soemarno dalam Rakernas ini.</p> <p>Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan target perusahaan hingga 2020. Selain itu, direksi juga telah menetapkan target kinerja IPC tahun 2017. Target ini seperti trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX R p 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation).</p> <p>"Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.</p> <p>Menurut Elvyn, tahun 2017 ini merupakan tahun enhancement, perusahaan secara komprehensif akan meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran.</p> <p>Selanjutnya pengembangan anak perusahaan, pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding, dan penguatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017.</p> <p>"Dalam mencapai target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," tutup Elvyn&nbsp;<strong>[idr]<br /><br /></strong></p> <div class="mdk-dt-headline"> <div class="col-dt-hedline"> <div class="col-dt-left"><span class="reporter">Reporter : Anggun P. Situmorang<br /><span>Jumat, 10 Februari 2017 17:02<br /></span></span><strong>https://www.merdeka.com/uang/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan.html</strong></div> </div> </div> <p><a title='Merdeka.com -&nbsp;Menteri BUMN, Rini Soemarno secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan pada 9-10 Februari 2017 yang mengangkat tema `Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul` ini merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016. Rakernas IPC sekaligus menjadi cara perusahaan mempererat komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan. Selain itu, rapat juga sekaligus untuk mendengar arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri melalui sinergi dan kemitraan," pesan Rini Soemarno dalam Rakernas ini. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan target perusahaan hingga 2020. Selain itu, direksi juga telah menetapkan target kinerja IPC tahun 2017. Target ini seperti trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX R p 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). "Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya. Menurut Elvyn, tahun 2017 ini merupakan tahun enhancement, perusahaan secara komprehensif akan meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran. Selanjutnya pengembangan anak perusahaan, pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding, dan penguatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. "Dalam mencapai target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," tutup Elvyn&nbsp;[idr] Reporter : Anggun P. SitumorangJumat, 10 Februari 2017 17:02https://www.merdeka.com/uang/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan-389.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan-389.html --10TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ini-pesan-menteri-rini-kepada-ipc-dalam-majukan-pelabuhan-389.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Menteri BUMN Buka Rakernas Pelindo II <p><a title='Jakarta (Beritasatu.com)&nbsp;- Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri dan membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari pada 9-10 Februari 2017 dengan tema &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo; merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi pencapaian 2016. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara direksi IPC dan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan, dan divisi-divisi. Rakernas juga diisi dengan arahan dari direksi IPC dan focus group discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan, dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development agar lebih optimal dalam kehadirannya bagi negera melalui sinergi dan kemitraan,&rdquo; ungkap Rini Soemarno saat membuka kegiatan Rakernas dan meninjau fasilitas IPC Corporate University. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan peta jalan perusahaan (corporate roadmap) hingga 2020. Selain itu, direksi telah menetapkan target kinerja IPC 2017. Target ini meliputi trafik peti kemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan belanja modal Rp 4,6 triliun (murni tanpa partisipasi ekuitas). &ldquo;Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan," kata Elvyn G. Masassya, direktur utama IPC. Dia menegaskan, IPC juga berupaya menghadirkan pertumbuhan superior berkelanjutan, di mana perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek secara bertahap. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada 2016 sebagai fondasi yang solid untuk dilanjutkan dengan fase peningkatan (enhancement) pada 2017. 2017, kata dia, merupakan tahun enhancement, sehingga perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan tindakan di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan pada 2017. Harso Kurniawan/HKJumat, 10 Februari 2017 | 20:30http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/413775-menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii-388.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menteri BUMN Buka Rakernas Pelindo II - Jakarta (Beritasatu.com)&nbsp;- Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri dan membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari pada 9-10 Februari 2017 dengan tema &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo; merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi pencapaian 2016. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara direksi IPC dan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan, dan divisi-divisi. Rakernas juga diisi dengan arahan dari direksi IPC dan focus group discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan, dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development agar lebih optimal dalam kehadirannya bagi negera melalui sinergi dan kemitraan,&rdquo; ungkap Rini Soemarno saat membuka kegiatan Rakernas dan meninjau fasilitas IPC Corporate University. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan peta jalan perusahaan (corporate roadmap) hingga 2020. Selain itu, direksi telah menetapkan target kinerja IPC 2017. Target ini meliputi trafik peti kemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan belanja modal Rp 4,6 triliun (murni tanpa partisipasi ekuitas). &ldquo;Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan," kata Elvyn G. Masassya, direktur utama IPC. Dia menegaskan, IPC juga berupaya menghadirkan pertumbuhan superior berkelanjutan, di mana perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek secara bertahap. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada 2016 sebagai fondasi yang solid untuk dilanjutkan dengan fase peningkatan (enhancement) pada 2017. 2017, kata dia, merupakan tahun enhancement, sehingga perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan tindakan di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan pada 2017. Harso Kurniawan/HKJumat, 10 Februari 2017 | 20:30http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/413775-menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii.html' border='0' /></a> <p><strong>Jakarta (Beritasatu.com)</strong>&nbsp;- Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri dan membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari pada 9-10 Februari 2017 dengan tema &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo; merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi pencapaian 2016.</p> <p>Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara direksi IPC dan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan, dan divisi-divisi. Rakernas juga diisi dengan arahan dari direksi IPC dan focus group discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan, dan biaya perusahaan.</p> <p>"BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development agar lebih optimal dalam kehadirannya bagi negera melalui sinergi dan kemitraan,&rdquo; ungkap Rini Soemarno saat membuka kegiatan Rakernas dan meninjau fasilitas IPC Corporate University.</p> <p>Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan peta jalan perusahaan (corporate roadmap) hingga 2020. Selain itu, direksi telah menetapkan target kinerja IPC 2017. Target ini meliputi trafik peti kemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan belanja modal Rp 4,6 triliun (murni tanpa partisipasi ekuitas).</p> <p>&ldquo;Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan," kata Elvyn G. Masassya, direktur utama IPC.</p> <p>Dia menegaskan, IPC juga berupaya menghadirkan pertumbuhan superior berkelanjutan, di mana perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek secara bertahap. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada 2016 sebagai fondasi yang solid untuk dilanjutkan dengan fase peningkatan (enhancement) pada 2017.</p> <p>2017, kata dia, merupakan tahun enhancement, sehingga perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan tindakan di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan pada 2017.</p> <p><span>Harso Kurniawan/HK</span><br /><span>Jumat, 10 Februari 2017 | 20:30</span><br />http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/413775-menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii.html</p> <p><a title='Jakarta (Beritasatu.com)&nbsp;- Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri dan membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari pada 9-10 Februari 2017 dengan tema &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo; merupakan aktivitas rutin IPC untuk melakukan evaluasi pencapaian 2016. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara direksi IPC dan manajemen anak perusahaan, cabang pelabuhan, dan divisi-divisi. Rakernas juga diisi dengan arahan dari direksi IPC dan focus group discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan, dan biaya perusahaan. "BUMN harus berfungsi sebagai value creator dan agent of development agar lebih optimal dalam kehadirannya bagi negera melalui sinergi dan kemitraan,&rdquo; ungkap Rini Soemarno saat membuka kegiatan Rakernas dan meninjau fasilitas IPC Corporate University. Menyikapi permintaan menteri BUMN, IPC telah menetapkan peta jalan perusahaan (corporate roadmap) hingga 2020. Selain itu, direksi telah menetapkan target kinerja IPC 2017. Target ini meliputi trafik peti kemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan belanja modal Rp 4,6 triliun (murni tanpa partisipasi ekuitas). &ldquo;Perusahaan telah menetapkan corporate roadmap yang sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan," kata Elvyn G. Masassya, direktur utama IPC. Dia menegaskan, IPC juga berupaya menghadirkan pertumbuhan superior berkelanjutan, di mana perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek secara bertahap. Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada 2016 sebagai fondasi yang solid untuk dilanjutkan dengan fase peningkatan (enhancement) pada 2017. 2017, kata dia, merupakan tahun enhancement, sehingga perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan tindakan di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan pada 2017. Harso Kurniawan/HKJumat, 10 Februari 2017 | 20:30http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/413775-menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii-388.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii-388.html --10TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menteri-bumn-buka-rakernas-pelindo-ii-388.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML PT Pelindo II/IPCTetapkan Capex 2017 Sebesar Rp 4,6 Triliun <p><a title='Bisnisnews.id - PT Pelindo II/IPC tetapkan&nbsp;capital expenditure (Capex) 2017 sebesar Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation) dengan target petikemas 6,8 juta TEUs dan pendapatan usaha atau revenue dihatapkan mampu mencapai Rp 10,5 triliun. Target pendapatan itu diharapkan terwujud seiring ditetapkannya roadmap perusahaan hingga 2020 dengan target mewujudkan operator kelas dunia.Yaitu menghadirkan sustainable superior performance, perusahaan melalui pembenahan semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap.Direktur Utama Pelindo II/IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan, setelah fondasi diperkuat, selanjutnya di wujudkan semua rencana. Ini merupakan bagian komitmen manajemen di 2017.&nbsp;" Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017,`&nbsp; kata Elvyn&nbsp; dalam keterangan tertulisnya Jumat (10/2/2017&nbsp; pada Rakernas yang berlangsung di Ciawi Bogor.Dijelaskan, ini merupakan tahun enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya.&nbsp;Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan.Kata Elvyn, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; &nbsp;akan memperkuat &nbsp;usaha perseroan. Ini&nbsp;menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Seluruh rencana program kerja perusahaan itu dibahas dalam Rakernas IPC yang dihadiri Menneg BUMN Rini Soemarno dan seluruh jajaran komisaris." Dalam mencapai target, perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini &nbsp;menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun&nbsp; kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-nit . Fungsi terkait sekaligus menghilangkan sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," jelas tutup Elvyn.(Dewi/Ari) Jumat, 10 Februari 2017 10:09 WIBhttp://bisnisnews.id/m//id-1259-post-pt-pelindo-iiipc-nbsptetapkan-capex-2017-sebesar-rp-46-triliun.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pt-pelindo-ii/ipctetapkan-capex-2017-sebesar-rp-4,6-triliun-387.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='PT Pelindo II/IPCTetapkan Capex 2017 Sebesar Rp 4,6 Triliun - Bisnisnews.id - PT Pelindo II/IPC tetapkan&nbsp;capital expenditure (Capex) 2017 sebesar Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation) dengan target petikemas 6,8 juta TEUs dan pendapatan usaha atau revenue dihatapkan mampu mencapai Rp 10,5 triliun. Target pendapatan itu diharapkan terwujud seiring ditetapkannya roadmap perusahaan hingga 2020 dengan target mewujudkan operator kelas dunia.Yaitu menghadirkan sustainable superior performance, perusahaan melalui pembenahan semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap.Direktur Utama Pelindo II/IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan, setelah fondasi diperkuat, selanjutnya di wujudkan semua rencana. Ini merupakan bagian komitmen manajemen di 2017.&nbsp;" Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017,`&nbsp; kata Elvyn&nbsp; dalam keterangan tertulisnya Jumat (10/2/2017&nbsp; pada Rakernas yang berlangsung di Ciawi Bogor.Dijelaskan, ini merupakan tahun enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya.&nbsp;Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan.Kata Elvyn, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; &nbsp;akan memperkuat &nbsp;usaha perseroan. Ini&nbsp;menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Seluruh rencana program kerja perusahaan itu dibahas dalam Rakernas IPC yang dihadiri Menneg BUMN Rini Soemarno dan seluruh jajaran komisaris." Dalam mencapai target, perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini &nbsp;menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun&nbsp; kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-nit . Fungsi terkait sekaligus menghilangkan sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," jelas tutup Elvyn.(Dewi/Ari) Jumat, 10 Februari 2017 10:09 WIBhttp://bisnisnews.id/m//id-1259-post-pt-pelindo-iiipc-nbsptetapkan-capex-2017-sebesar-rp-46-triliun.html' border='0' /></a> <ul> <li><strong style="font-size: 13px;">Bisnisnews.id - PT Pelindo II/IPC tetapkan&nbsp;</strong><strong style="font-size: 13px;">capital expenditure (Capex) 2017 sebesar Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation) dengan target petikemas 6,8 juta TEUs dan pendapatan usaha atau revenue dihatapkan mampu mencapai Rp 10,5 triliun.</strong></li> </ul> <div class="artkel"> <p>Target pendapatan itu diharapkan terwujud seiring ditetapkannya roadmap perusahaan hingga 2020 dengan target mewujudkan operator kelas dunia.Yaitu menghadirkan sustainable superior performance, perusahaan melalui pembenahan semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap.<br /><br />Direktur Utama Pelindo II/IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan, setelah fondasi diperkuat, selanjutnya di wujudkan semua rencana. Ini merupakan bagian komitmen manajemen di 2017.<br /><br />&nbsp;" Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017,`&nbsp; kata Elvyn&nbsp; dalam keterangan tertulisnya Jumat (10/2/2017&nbsp; pada Rakernas yang berlangsung di Ciawi Bogor.<br /><br />Dijelaskan, ini merupakan tahun enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya.&nbsp;<br /><br />Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan.<br /><br />Kata Elvyn, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; &nbsp;akan memperkuat &nbsp;usaha perseroan. Ini<span>&nbsp;menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017.</span></p> <p>Seluruh rencana program kerja perusahaan itu dibahas dalam Rakernas IPC yang dihadiri Menneg BUMN Rini Soemarno dan seluruh jajaran komisaris.<br /><br />" Dalam mencapai target, perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini &nbsp;menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun&nbsp; kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-nit . Fungsi terkait sekaligus menghilangkan sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," jelas tutup Elvyn.<br /><br />(Dewi/Ari)</p> </div> <p><span>Jumat, 10 Februari 2017 10:09 WIB</span><br />http://bisnisnews.id/m//id-1259-post-pt-pelindo-iiipc-nbsptetapkan-capex-2017-sebesar-rp-46-triliun.html</p> <p><a title='Bisnisnews.id - PT Pelindo II/IPC tetapkan&nbsp;capital expenditure (Capex) 2017 sebesar Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation) dengan target petikemas 6,8 juta TEUs dan pendapatan usaha atau revenue dihatapkan mampu mencapai Rp 10,5 triliun. Target pendapatan itu diharapkan terwujud seiring ditetapkannya roadmap perusahaan hingga 2020 dengan target mewujudkan operator kelas dunia.Yaitu menghadirkan sustainable superior performance, perusahaan melalui pembenahan semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap.Direktur Utama Pelindo II/IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan, setelah fondasi diperkuat, selanjutnya di wujudkan semua rencana. Ini merupakan bagian komitmen manajemen di 2017.&nbsp;" Fase fit in infrastructure secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase enhancement pada tahun 2017,`&nbsp; kata Elvyn&nbsp; dalam keterangan tertulisnya Jumat (10/2/2017&nbsp; pada Rakernas yang berlangsung di Ciawi Bogor.Dijelaskan, ini merupakan tahun enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya.&nbsp;Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan.Kata Elvyn, dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; &nbsp;akan memperkuat &nbsp;usaha perseroan. Ini&nbsp;menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Seluruh rencana program kerja perusahaan itu dibahas dalam Rakernas IPC yang dihadiri Menneg BUMN Rini Soemarno dan seluruh jajaran komisaris." Dalam mencapai target, perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini &nbsp;menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun&nbsp; kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-nit . Fungsi terkait sekaligus menghilangkan sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan alignment dalam arti luas," jelas tutup Elvyn.(Dewi/Ari) Jumat, 10 Februari 2017 10:09 WIBhttp://bisnisnews.id/m//id-1259-post-pt-pelindo-iiipc-nbsptetapkan-capex-2017-sebesar-rp-46-triliun.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pt-pelindo-ii/ipctetapkan-capex-2017-sebesar-rp-4,6-triliun-387.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pt-pelindo-ii/ipctetapkan-capex-2017-sebesar-rp-4,6-triliun-387.html --10TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pt-pelindo-ii/ipctetapkan-capex-2017-sebesar-rp-4,6-triliun-387.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Rakernas IPC/PT Pelindo II (Persero) Dibuka Menteri BUMN <p><a title='ISLNEWS/Ciawi Bogor&nbsp;&ndash; Menteri BUMN, Rini Soemarno hadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Rakernas atau Rapat Kerja Nasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017 ini bertemakan &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo;. Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016 lalu sekaligus guna membangun kesepemahaman pemikiran tentang arah perusahaan ke depan dalam konteks corporate roadmap dalam mewujudkan visi perusahaan. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen Anak Perusahaan, Cabang Pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan, yang juga diisi dengan arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan.&nbsp; Hari pagi hari pertama Rakernas diisi dengan Senam Bersama jajaran Dewan Komisaris IPC, Direksi IPC Group serta seluruh peserta Rakernas yang berjumlah sekitar 250 orang. Selanjutnya Menteri BUMN, Rini Soemarno, memberikan arahan kepada para Insan IPC terkait fungsi BUMN sebagai&nbsp;value creator&nbsp;dan&nbsp;agent of development&nbsp;untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri. Rini Soemarno sekaligus berbagi informasi mengenai program-program Kementerian BUMN terkait IPC ke depan. Untuk penyegaran para peserta Rakernas, kegiatan siang hari diramaikan oleh kehadiran komedian,Tukul Arwana yang menghibur selama 45 menit. Jadwal hari pertama ditutup dengan Malam Keakraban berupa Gala Dinner dan hiburan positif yang mendukung transformasi budaya perusahaan, termasuk sosialisasi visi,&nbsp;corporate values&nbsp;dan&nbsp;corporate roadmap. &ldquo;Perusahaan telah menetapkan&nbsp;corporate roadmap&nbsp;hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Disertai dengan usaha-usaha untuk menghadirkan&nbsp;sustainable superior performance, perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap. Fase&nbsp;fit in infrastructure&nbsp;secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase&nbsp;enhancement&nbsp;pada tahun 2017,&rdquo; ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC.&nbsp; Tahun 2017 ini merupakan tahun&nbsp;enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Target-target kinerja IPC tahun 2017 pun tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan. Target ini meliputi tetapi tidak terbatas pada trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). &ldquo;Dalam mencapai target-target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan&nbsp;platform&nbsp;baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan&nbsp;alignment&nbsp;dalam arti luas.&rdquo; Pungkas&nbsp;Elvyn. (Ire Djafar/ISL: NEWS/Editor : 002)Friday, 10 February 2017 08:22http://www.indonesiashippingline.com/port/1774-rakernas-ipc-pt-pelindo-ii-persero-dibuka-menteri-bumn.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/rakernas-ipc/pt-pelindo-ii-(persero)-dibuka-menteri-bumn-385.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Rakernas IPC/PT Pelindo II (Persero) Dibuka Menteri BUMN - ISLNEWS/Ciawi Bogor&nbsp;&ndash; Menteri BUMN, Rini Soemarno hadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Rakernas atau Rapat Kerja Nasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017 ini bertemakan &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo;. Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016 lalu sekaligus guna membangun kesepemahaman pemikiran tentang arah perusahaan ke depan dalam konteks corporate roadmap dalam mewujudkan visi perusahaan. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen Anak Perusahaan, Cabang Pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan, yang juga diisi dengan arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan.&nbsp; Hari pagi hari pertama Rakernas diisi dengan Senam Bersama jajaran Dewan Komisaris IPC, Direksi IPC Group serta seluruh peserta Rakernas yang berjumlah sekitar 250 orang. Selanjutnya Menteri BUMN, Rini Soemarno, memberikan arahan kepada para Insan IPC terkait fungsi BUMN sebagai&nbsp;value creator&nbsp;dan&nbsp;agent of development&nbsp;untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri. Rini Soemarno sekaligus berbagi informasi mengenai program-program Kementerian BUMN terkait IPC ke depan. Untuk penyegaran para peserta Rakernas, kegiatan siang hari diramaikan oleh kehadiran komedian,Tukul Arwana yang menghibur selama 45 menit. Jadwal hari pertama ditutup dengan Malam Keakraban berupa Gala Dinner dan hiburan positif yang mendukung transformasi budaya perusahaan, termasuk sosialisasi visi,&nbsp;corporate values&nbsp;dan&nbsp;corporate roadmap. &ldquo;Perusahaan telah menetapkan&nbsp;corporate roadmap&nbsp;hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Disertai dengan usaha-usaha untuk menghadirkan&nbsp;sustainable superior performance, perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap. Fase&nbsp;fit in infrastructure&nbsp;secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase&nbsp;enhancement&nbsp;pada tahun 2017,&rdquo; ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC.&nbsp; Tahun 2017 ini merupakan tahun&nbsp;enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Target-target kinerja IPC tahun 2017 pun tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan. Target ini meliputi tetapi tidak terbatas pada trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). &ldquo;Dalam mencapai target-target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan&nbsp;platform&nbsp;baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan&nbsp;alignment&nbsp;dalam arti luas.&rdquo; Pungkas&nbsp;Elvyn. (Ire Djafar/ISL: NEWS/Editor : 002)Friday, 10 February 2017 08:22http://www.indonesiashippingline.com/port/1774-rakernas-ipc-pt-pelindo-ii-persero-dibuka-menteri-bumn.html' border='0' /></a> <p><strong>ISLNEWS/Ciawi Bogor&nbsp;</strong>&ndash; Menteri BUMN, Rini Soemarno hadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Rakernas atau Rapat Kerja Nasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor.</p> <p>Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017 ini bertemakan &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo;.</p> <p>Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016 lalu sekaligus guna membangun kesepemahaman pemikiran tentang arah perusahaan ke depan dalam konteks corporate roadmap dalam mewujudkan visi perusahaan.</p> <p>Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen Anak Perusahaan, Cabang Pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan, yang juga diisi dengan arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan.&nbsp;</p> <p>Hari pagi hari pertama Rakernas diisi dengan Senam Bersama jajaran Dewan Komisaris IPC, Direksi IPC Group serta seluruh peserta Rakernas yang berjumlah sekitar 250 orang.</p> <p>Selanjutnya Menteri BUMN, Rini Soemarno, memberikan arahan kepada para Insan IPC terkait fungsi BUMN sebagai&nbsp;<em>value creator</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>agent of development</em>&nbsp;untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri. Rini Soemarno sekaligus berbagi informasi mengenai program-program Kementerian BUMN terkait IPC ke depan.</p> <p>Untuk penyegaran para peserta Rakernas, kegiatan siang hari diramaikan oleh kehadiran komedian,Tukul Arwana yang menghibur selama 45 menit. Jadwal hari pertama ditutup dengan Malam Keakraban berupa Gala Dinner dan hiburan positif yang mendukung transformasi budaya perusahaan, termasuk sosialisasi visi,&nbsp;<em>corporate values</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>corporate roadmap</em>.</p> <p>&ldquo;Perusahaan telah menetapkan&nbsp;<em>corporate roadmap</em>&nbsp;hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Disertai dengan usaha-usaha untuk menghadirkan&nbsp;<em>sustainable superior performance</em>, perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap. Fase&nbsp;<em>fit in infrastructure</em>&nbsp;secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase&nbsp;<em>enhancement</em>&nbsp;pada tahun 2017,&rdquo; ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC.&nbsp;</p> <p>Tahun 2017 ini merupakan tahun&nbsp;<em>enhancement</em>, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017.</p> <p>Target-target kinerja IPC tahun 2017 pun tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan. Target ini meliputi tetapi tidak terbatas pada trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation).</p> <p>&ldquo;Dalam mencapai target-target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan&nbsp;<em>platform</em>&nbsp;baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan&nbsp;<em>alignment</em>&nbsp;dalam arti luas.&rdquo; Pungkas&nbsp;Elvyn.<em></em><strong><em> <br /><br /></em></strong>(Ire Djafar/ISL: NEWS/Editor : 002)<br /><dd class="published">Friday, 10 February 2017 08:22<br />http://www.indonesiashippingline.com/port/1774-rakernas-ipc-pt-pelindo-ii-persero-dibuka-menteri-bumn.html</dd></p> <p><a title='ISLNEWS/Ciawi Bogor&nbsp;&ndash; Menteri BUMN, Rini Soemarno hadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Rakernas atau Rapat Kerja Nasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC yang diselenggarakan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor. Rakernas yang dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017 ini bertemakan &ldquo;Enhancement IPC Menuju Kinerja Unggul&rdquo;. Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan IPC untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian tahun 2016 lalu sekaligus guna membangun kesepemahaman pemikiran tentang arah perusahaan ke depan dalam konteks corporate roadmap dalam mewujudkan visi perusahaan. Rakernas IPC merupakan suatu media untuk menjembatani kebutuhan komunikasi internal antara Direksi IPC dengan manajemen Anak Perusahaan, Cabang Pelabuhan dan divisi-divisi dalam menyampaikan informasi atas perkembangan perusahaan, yang juga diisi dengan arahan dari Direksi IPC dan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan program-program peningkatan tata kelola perusahaan (GCG), optimalisasi pendapatan dan biaya perusahaan.&nbsp; Hari pagi hari pertama Rakernas diisi dengan Senam Bersama jajaran Dewan Komisaris IPC, Direksi IPC Group serta seluruh peserta Rakernas yang berjumlah sekitar 250 orang. Selanjutnya Menteri BUMN, Rini Soemarno, memberikan arahan kepada para Insan IPC terkait fungsi BUMN sebagai&nbsp;value creator&nbsp;dan&nbsp;agent of development&nbsp;untuk dapat lebih optimal dalam kehadirannya untuk negeri. Rini Soemarno sekaligus berbagi informasi mengenai program-program Kementerian BUMN terkait IPC ke depan. Untuk penyegaran para peserta Rakernas, kegiatan siang hari diramaikan oleh kehadiran komedian,Tukul Arwana yang menghibur selama 45 menit. Jadwal hari pertama ditutup dengan Malam Keakraban berupa Gala Dinner dan hiburan positif yang mendukung transformasi budaya perusahaan, termasuk sosialisasi visi,&nbsp;corporate values&nbsp;dan&nbsp;corporate roadmap. &ldquo;Perusahaan telah menetapkan&nbsp;corporate roadmap&nbsp;hingga tahun 2020 sejalan dengan visi baru untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Disertai dengan usaha-usaha untuk menghadirkan&nbsp;sustainable superior performance, perusahaan mulai melakukan pembenahan di semua aspek (going concern, governance, pending matters dan business development) secara bertahap. Fase&nbsp;fit in infrastructure&nbsp;secara komprehensif diselesaikan pada tahun 2016 sebagai fondasi yang solid, untuk dilanjutkan dengan fase&nbsp;enhancement&nbsp;pada tahun 2017,&rdquo; ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC.&nbsp; Tahun 2017 ini merupakan tahun&nbsp;enhancement, perusahaan perlu secara komprehensif meneruskan transformasi untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis dan actions di atas fondasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Perbaikan dan peningkatan dalam aspek operasional dan pelayanan, termasuk pengadaan, modernisasi alat, dan program pemasaran; pengembangan anak perusahaan; pembangunan infrastruktur pada pelabuhan-pelabuhan baru; dukungan aktif terhadap program pemerintah untuk pembentukan holding; dan perkuatan dan pengembangan usaha akan menjadi benang merah perusahaan di tahun 2017. Target-target kinerja IPC tahun 2017 pun tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan. Target ini meliputi tetapi tidak terbatas pada trafik petikemas 6,8 juta TEUs, pendapatan Rp 10,5 triliun, EBITDA Rp 3,6 triliun, total aset Rp 52 triliun, dan CAPEX Rp 4,6 triliun (murni, tanpa equity participation). &ldquo;Dalam mencapai target-target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan&nbsp;platform&nbsp;baru tersebut pun, sangat penting bagi organisasi ini untuk menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi untuk harmonisasi dan&nbsp;alignment&nbsp;dalam arti luas.&rdquo; Pungkas&nbsp;Elvyn. (Ire Djafar/ISL: NEWS/Editor : 002)Friday, 10 February 2017 08:22http://www.indonesiashippingline.com/port/1774-rakernas-ipc-pt-pelindo-ii-persero-dibuka-menteri-bumn.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/rakernas-ipc/pt-pelindo-ii-(persero)-dibuka-menteri-bumn-385.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/rakernas-ipc/pt-pelindo-ii-(persero)-dibuka-menteri-bumn-385.html --10TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/rakernas-ipc/pt-pelindo-ii-(persero)-dibuka-menteri-bumn-385.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Anak Usaha Pelindo II Disiapkan IPO-Anak usaha Pelindo II, yakni PT Jasa Armada Indonesia diproyeksikan masuk bursa saham pada Oktober 2017 <p><a title='BANDUNG (Koran Jakarta) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) salah satu anak perusahaannya, yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI) pada Oktober 2017. &ldquo;Kami sebenarnya merencanakan tiga perusahaan untuk IPO, tetapi dari tiga anak perusahaan ini, kami fokuskan satu dulu yang betul-betul listing di tahun ini adalah JAI,&rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, pada media gathering di Bandung, Sabtu (4/2). Elvyn mengatakan Pelindo II merencanakan IPO ketiga anak perusahaanya, yakni JAI, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan saham untuk diperdagangkan di bursa efek Indonesia. Elvyn memaparkan JAI diproyeksikan untuk bergabung dalam bursa saham pada Oktober 2017 dengan perkiraan dana yang didapatkan sekitar 2 hingga 2,5 triliun rupiah dari 30 persen saham. Saat ini, perseroan sudah mengundang penasihat keuangan (financial advisor) untuk menghitung perkiraan dana, menyiapkan dana administrasi, dan mendaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, perusahaan juga akan menunjuk perusahaan penjamin emisi (underwriter). &ldquo;Tentu kami akan tunjuk, financial advisor sudah ada. Underwriter pasti akan gunakan perusahaan yang besar, gabungan BUMN dan swasta,&rdquo; ungkapnya. Sementara itu, dua perusahaan lainnya, yakni PTP dan IKT, diupayakan untuk bergabung di bursa saham pada 2017. Namun jika rencana tersebut tidak tercapai, akan dilaksanakan pada 2018. Adapun total dana dari penawaran saham perdana tiga anak usaha Pelindo II diperkirakan 4 hingga 5 triliun rupiah. Pelindo II sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan. Operasional Digital Pada bagian lain, Elvyn menyatakan IPC mulai 2017 tidak ada lagi aktivitas manual di pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu dan menjaga keselamatan kerja. &ldquo;Hal ini juga sebagai salah satu syarat atau usaha yang dilakukan untuk mencapai citacita IPC di tahun 2020, yaitu menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia,&rdquo; katanya. Elvyn memaparkan bentuk kerja berbasis digital itu dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari kapal belum bersandar, hingga peti kemas (barang) ke luar dari pelabuhan. Direktur Utama IPC yang juga hobi bernyanyi dan menulis puisi ini pun memberikan contoh aktivitas pelabuhan yang berbasis digital. Salah satu contohnya dari sisi operasi, membangun dan me-roll out Terminal Operating Systems (TOS), baik pada terminal petikemas, maupun pada terminal non-petikemas. &ldquo;Selanjutnya pengenalan integrated billing system (IBS) dan e-service di Pelabuhan Tanjung Priok, dukungan terhadap Inaportnet untuk kemudian di integrasikan dengan INSW, serta inisiasi Container Freight Station (CFS) terpadu dan buffer trucking,&rdquo; jelasnya. Kata Elvyn, pelayanan berbasis digital intinya dilakukan sebelum kapal datang atau bersandar di pelabuhan, terlebih dahulu kita sudah mengetahui jenis kapal, muatan, dan segala macamnya. fed/AR-2Senin 6/2/2017 | 01:05http://www.koran-jakarta.com/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo-anak-usaha-pelindo-ii,-yakni-pt-jasa-armada-indonesia-diproyeksikan-masuk-bursa-saham-pada-oktober-2017-384.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Anak Usaha Pelindo II Disiapkan IPO-Anak usaha Pelindo II, yakni PT Jasa Armada Indonesia diproyeksikan masuk bursa saham pada Oktober 2017 - BANDUNG (Koran Jakarta) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) salah satu anak perusahaannya, yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI) pada Oktober 2017. &ldquo;Kami sebenarnya merencanakan tiga perusahaan untuk IPO, tetapi dari tiga anak perusahaan ini, kami fokuskan satu dulu yang betul-betul listing di tahun ini adalah JAI,&rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, pada media gathering di Bandung, Sabtu (4/2). Elvyn mengatakan Pelindo II merencanakan IPO ketiga anak perusahaanya, yakni JAI, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan saham untuk diperdagangkan di bursa efek Indonesia. Elvyn memaparkan JAI diproyeksikan untuk bergabung dalam bursa saham pada Oktober 2017 dengan perkiraan dana yang didapatkan sekitar 2 hingga 2,5 triliun rupiah dari 30 persen saham. Saat ini, perseroan sudah mengundang penasihat keuangan (financial advisor) untuk menghitung perkiraan dana, menyiapkan dana administrasi, dan mendaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, perusahaan juga akan menunjuk perusahaan penjamin emisi (underwriter). &ldquo;Tentu kami akan tunjuk, financial advisor sudah ada. Underwriter pasti akan gunakan perusahaan yang besar, gabungan BUMN dan swasta,&rdquo; ungkapnya. Sementara itu, dua perusahaan lainnya, yakni PTP dan IKT, diupayakan untuk bergabung di bursa saham pada 2017. Namun jika rencana tersebut tidak tercapai, akan dilaksanakan pada 2018. Adapun total dana dari penawaran saham perdana tiga anak usaha Pelindo II diperkirakan 4 hingga 5 triliun rupiah. Pelindo II sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan. Operasional Digital Pada bagian lain, Elvyn menyatakan IPC mulai 2017 tidak ada lagi aktivitas manual di pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu dan menjaga keselamatan kerja. &ldquo;Hal ini juga sebagai salah satu syarat atau usaha yang dilakukan untuk mencapai citacita IPC di tahun 2020, yaitu menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia,&rdquo; katanya. Elvyn memaparkan bentuk kerja berbasis digital itu dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari kapal belum bersandar, hingga peti kemas (barang) ke luar dari pelabuhan. Direktur Utama IPC yang juga hobi bernyanyi dan menulis puisi ini pun memberikan contoh aktivitas pelabuhan yang berbasis digital. Salah satu contohnya dari sisi operasi, membangun dan me-roll out Terminal Operating Systems (TOS), baik pada terminal petikemas, maupun pada terminal non-petikemas. &ldquo;Selanjutnya pengenalan integrated billing system (IBS) dan e-service di Pelabuhan Tanjung Priok, dukungan terhadap Inaportnet untuk kemudian di integrasikan dengan INSW, serta inisiasi Container Freight Station (CFS) terpadu dan buffer trucking,&rdquo; jelasnya. Kata Elvyn, pelayanan berbasis digital intinya dilakukan sebelum kapal datang atau bersandar di pelabuhan, terlebih dahulu kita sudah mengetahui jenis kapal, muatan, dan segala macamnya. fed/AR-2Senin 6/2/2017 | 01:05http://www.koran-jakarta.com/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo/' border='0' /></a> <p><span>BANDUNG (Koran Jakarta) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) salah satu anak perusahaannya, yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI) pada Oktober 2017.</span></p> <p>&ldquo;Kami sebenarnya merencanakan tiga perusahaan untuk IPO, tetapi dari tiga anak perusahaan ini, kami fokuskan satu dulu yang betul-betul listing di tahun ini adalah JAI,&rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, pada media gathering di Bandung, Sabtu (4/2).</p> <p>Elvyn mengatakan Pelindo II merencanakan IPO ketiga anak perusahaanya, yakni JAI, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan saham untuk diperdagangkan di bursa efek Indonesia.</p> <p>Elvyn memaparkan JAI diproyeksikan untuk bergabung dalam bursa saham pada Oktober 2017 dengan perkiraan dana yang didapatkan sekitar 2 hingga 2,5 triliun rupiah dari 30 persen saham.</p> <p>Saat ini, perseroan sudah mengundang penasihat keuangan (financial advisor) untuk menghitung perkiraan dana, menyiapkan dana administrasi, dan mendaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, perusahaan juga akan menunjuk perusahaan penjamin emisi (underwriter).</p> <p>&ldquo;Tentu kami akan tunjuk, financial advisor sudah ada. Underwriter pasti akan gunakan perusahaan yang besar, gabungan BUMN dan swasta,&rdquo; ungkapnya.</p> <p>Sementara itu, dua perusahaan lainnya, yakni PTP dan IKT, diupayakan untuk bergabung di bursa saham pada 2017. Namun jika rencana tersebut tidak tercapai, akan dilaksanakan pada 2018. Adapun total dana dari penawaran saham perdana tiga anak usaha Pelindo II diperkirakan 4 hingga 5 triliun rupiah.</p> <p>Pelindo II sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan.</p> <p><strong>Operasional Digital</strong></p> <p><span>Pada bagian lain, Elvyn menyatakan IPC mulai 2017 tidak ada lagi aktivitas manual di pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu dan menjaga keselamatan kerja.</span></p> <p>&ldquo;Hal ini juga sebagai salah satu syarat atau usaha yang dilakukan untuk mencapai citacita IPC di tahun 2020, yaitu menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia,&rdquo; katanya.</p> <p>Elvyn memaparkan bentuk kerja berbasis digital itu dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari kapal belum bersandar, hingga peti kemas (barang) ke luar dari pelabuhan. Direktur Utama IPC yang juga hobi bernyanyi dan menulis puisi ini pun memberikan contoh aktivitas pelabuhan yang berbasis digital.</p> <p>Salah satu contohnya dari sisi operasi, membangun dan me-roll out Terminal Operating Systems (TOS), baik pada terminal petikemas, maupun pada terminal non-petikemas.</p> <p>&ldquo;Selanjutnya pengenalan integrated billing system (IBS) dan e-service di Pelabuhan Tanjung Priok, dukungan terhadap Inaportnet untuk kemudian di integrasikan dengan INSW, serta inisiasi Container Freight Station (CFS) terpadu dan buffer trucking,&rdquo; jelasnya.</p> <p>Kata Elvyn, pelayanan berbasis digital intinya dilakukan sebelum kapal datang atau bersandar di pelabuhan, terlebih dahulu kita sudah mengetahui jenis kapal, muatan, dan segala macamnya.</p> <p><span>fed/AR-2<br /><span>Senin 6/2/2017 | 01:05</span><br />http://www.koran-jakarta.com/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo/</span></p> <p><a title='BANDUNG (Koran Jakarta) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) salah satu anak perusahaannya, yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI) pada Oktober 2017. &ldquo;Kami sebenarnya merencanakan tiga perusahaan untuk IPO, tetapi dari tiga anak perusahaan ini, kami fokuskan satu dulu yang betul-betul listing di tahun ini adalah JAI,&rdquo; kata Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, pada media gathering di Bandung, Sabtu (4/2). Elvyn mengatakan Pelindo II merencanakan IPO ketiga anak perusahaanya, yakni JAI, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan saham untuk diperdagangkan di bursa efek Indonesia. Elvyn memaparkan JAI diproyeksikan untuk bergabung dalam bursa saham pada Oktober 2017 dengan perkiraan dana yang didapatkan sekitar 2 hingga 2,5 triliun rupiah dari 30 persen saham. Saat ini, perseroan sudah mengundang penasihat keuangan (financial advisor) untuk menghitung perkiraan dana, menyiapkan dana administrasi, dan mendaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, perusahaan juga akan menunjuk perusahaan penjamin emisi (underwriter). &ldquo;Tentu kami akan tunjuk, financial advisor sudah ada. Underwriter pasti akan gunakan perusahaan yang besar, gabungan BUMN dan swasta,&rdquo; ungkapnya. Sementara itu, dua perusahaan lainnya, yakni PTP dan IKT, diupayakan untuk bergabung di bursa saham pada 2017. Namun jika rencana tersebut tidak tercapai, akan dilaksanakan pada 2018. Adapun total dana dari penawaran saham perdana tiga anak usaha Pelindo II diperkirakan 4 hingga 5 triliun rupiah. Pelindo II sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan. Operasional Digital Pada bagian lain, Elvyn menyatakan IPC mulai 2017 tidak ada lagi aktivitas manual di pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan waktu dan menjaga keselamatan kerja. &ldquo;Hal ini juga sebagai salah satu syarat atau usaha yang dilakukan untuk mencapai citacita IPC di tahun 2020, yaitu menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia,&rdquo; katanya. Elvyn memaparkan bentuk kerja berbasis digital itu dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari kapal belum bersandar, hingga peti kemas (barang) ke luar dari pelabuhan. Direktur Utama IPC yang juga hobi bernyanyi dan menulis puisi ini pun memberikan contoh aktivitas pelabuhan yang berbasis digital. Salah satu contohnya dari sisi operasi, membangun dan me-roll out Terminal Operating Systems (TOS), baik pada terminal petikemas, maupun pada terminal non-petikemas. &ldquo;Selanjutnya pengenalan integrated billing system (IBS) dan e-service di Pelabuhan Tanjung Priok, dukungan terhadap Inaportnet untuk kemudian di integrasikan dengan INSW, serta inisiasi Container Freight Station (CFS) terpadu dan buffer trucking,&rdquo; jelasnya. Kata Elvyn, pelayanan berbasis digital intinya dilakukan sebelum kapal datang atau bersandar di pelabuhan, terlebih dahulu kita sudah mengetahui jenis kapal, muatan, dan segala macamnya. fed/AR-2Senin 6/2/2017 | 01:05http://www.koran-jakarta.com/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo/' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo-anak-usaha-pelindo-ii,-yakni-pt-jasa-armada-indonesia-diproyeksikan-masuk-bursa-saham-pada-oktober-2017-384.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo-anak-usaha-pelindo-ii,-yakni-pt-jasa-armada-indonesia-diproyeksikan-masuk-bursa-saham-pada-oktober-2017-384.html --06TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/anak-usaha-pelindo-ii-disiapkan-ipo-anak-usaha-pelindo-ii,-yakni-pt-jasa-armada-indonesia-diproyeksikan-masuk-bursa-saham-pada-oktober-2017-384.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelindo II Target Peningkatan Pendapatan Rp 10,5 Triliun <p><a title='REPUBLIKA.CO.ID,‪ BANDUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) menargetkan arus peti kemas pada 2017 ini bisa mencapai 6,8 juta teus (twenty equivalent units). Angka tersebut, setara dengan pendapatan Rp 10,5 triliun.‬‪"Target-target kinerja Pelindo II 2017 tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan," ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya pada Media Gathering Pelindo II di Bandung, akhir pekan lalu.‬‪Menurut Elvyn, Pelindo II mematok target tersebut berdasarkan realisasi arus peti kemas selama 2016 yang mencapai 6,08 juta teus.‬ Realisasi tersebut meningkat dari 2015, sekitar 5,9 juta teus.‬ Selain itu, kata dia, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok saja di 2016 tercatat mengalami kenaikan 38 persen menjadi 5,4 juta teus.‬ Sebelumnya, pada 2015 arus peti kemas di Priok tercatat 5,2 juta teus.‬ Kenaikan itu terjadi, karena adanya peningkatan permintaan dari arus perdagangan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.‬‪Untuk meraih target pendapatan perusahaan sebesar Rp10,5 triliun di 2017, kata dia, Pelindo II akan didapat dengan modal belanja sebesar Rp 4,6 triliun (tanpa partisipasi ekuitas). Elvyn pun berharap, perusahaan dapat memulai proyek-proyek strategis pada 2017. Hal itu di antaranya, kelanjutan proyek Terminal Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, dan Proyek Pelabuhan Patimban. Pembangunan terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal One (NPCT1) berkapasitas 1,5 juta teus,&nbsp; sudah diresmikan pada 13 September 2016. Saat ini, sedang dalam proses pengembangan untuk terminal-terminal selanjutnya.Untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, kata dia, proyeksinya akan menampung kapasitas hampir 1 juta teus. Selain itu, tengah dilakukan pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) yang merupakan upaya optimalisasi alur sungai sebagai cadangan transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dan area belakang pelabuhan (hinterland) sehingga dapat mengurangi penimbunan barang (kongesti) jalan di darat.&nbsp;Pelindo II pun, kata dia, akan membangun Pelabuhan Sorong di Papua Barat yang direncanakan menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Sehingga, arus tol laut yang ditargetkan hingga timur Indonesia dapat berjalan sesuai dengan rencana. Elvyn mengatakan, Pelindo II juga menyiapkan dana kelola sesuai dengan aturan sekitar Rp2 triliun dengan total kepemilikan saham 51 persen. Pelindo II pun, mempersiapkan rencana pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terhadap tiga anak perusahaan yakni, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Setidaknya 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor, akan dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.Rep: Arie Lukihardianti/&nbsp;Red: Nur AiniAhad , 05 Februari 2017, 10:40 WIBhttp://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/02/05/okvu7w382-pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-105-triliun' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-10,5-triliun-383.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelindo II Target Peningkatan Pendapatan Rp 10,5 Triliun - REPUBLIKA.CO.ID,‪ BANDUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) menargetkan arus peti kemas pada 2017 ini bisa mencapai 6,8 juta teus (twenty equivalent units). Angka tersebut, setara dengan pendapatan Rp 10,5 triliun.‬‪"Target-target kinerja Pelindo II 2017 tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan," ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya pada Media Gathering Pelindo II di Bandung, akhir pekan lalu.‬‪Menurut Elvyn, Pelindo II mematok target tersebut berdasarkan realisasi arus peti kemas selama 2016 yang mencapai 6,08 juta teus.‬ Realisasi tersebut meningkat dari 2015, sekitar 5,9 juta teus.‬ Selain itu, kata dia, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok saja di 2016 tercatat mengalami kenaikan 38 persen menjadi 5,4 juta teus.‬ Sebelumnya, pada 2015 arus peti kemas di Priok tercatat 5,2 juta teus.‬ Kenaikan itu terjadi, karena adanya peningkatan permintaan dari arus perdagangan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.‬‪Untuk meraih target pendapatan perusahaan sebesar Rp10,5 triliun di 2017, kata dia, Pelindo II akan didapat dengan modal belanja sebesar Rp 4,6 triliun (tanpa partisipasi ekuitas). Elvyn pun berharap, perusahaan dapat memulai proyek-proyek strategis pada 2017. Hal itu di antaranya, kelanjutan proyek Terminal Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, dan Proyek Pelabuhan Patimban. Pembangunan terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal One (NPCT1) berkapasitas 1,5 juta teus,&nbsp; sudah diresmikan pada 13 September 2016. Saat ini, sedang dalam proses pengembangan untuk terminal-terminal selanjutnya.Untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, kata dia, proyeksinya akan menampung kapasitas hampir 1 juta teus. Selain itu, tengah dilakukan pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) yang merupakan upaya optimalisasi alur sungai sebagai cadangan transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dan area belakang pelabuhan (hinterland) sehingga dapat mengurangi penimbunan barang (kongesti) jalan di darat.&nbsp;Pelindo II pun, kata dia, akan membangun Pelabuhan Sorong di Papua Barat yang direncanakan menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Sehingga, arus tol laut yang ditargetkan hingga timur Indonesia dapat berjalan sesuai dengan rencana. Elvyn mengatakan, Pelindo II juga menyiapkan dana kelola sesuai dengan aturan sekitar Rp2 triliun dengan total kepemilikan saham 51 persen. Pelindo II pun, mempersiapkan rencana pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terhadap tiga anak perusahaan yakni, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Setidaknya 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor, akan dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.Rep: Arie Lukihardianti/&nbsp;Red: Nur AiniAhad , 05 Februari 2017, 10:40 WIBhttp://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/02/05/okvu7w382-pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-105-triliun' border='0' /></a> <p><span>REPUBLIKA.CO.ID,‪ BANDUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) menargetkan arus peti kemas pada 2017 ini bisa mencapai 6,8 juta teus (</span><em>twenty equivalent units</em><span>). Angka tersebut, setara dengan pendapatan Rp 10,5 triliun.‬</span><br /><br /><span>‪"Target-target kinerja Pelindo II 2017 tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan," ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya pada Media Gathering Pelindo II di Bandung, akhir pekan lalu.‬</span><br /><br /><span>‪Menurut Elvyn, Pelindo II mematok target tersebut berdasarkan realisasi arus peti kemas selama 2016 yang mencapai 6,08 juta teus.‬ Realisasi tersebut meningkat dari 2015, sekitar 5,9 juta teus.‬ Selain itu, kata dia, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok saja di 2016 tercatat mengalami kenaikan 38 persen menjadi 5,4 juta teus.‬ Sebelumnya, pada 2015 arus peti kemas di Priok tercatat 5,2 juta teus.‬ Kenaikan itu terjadi, karena adanya peningkatan permintaan dari arus perdagangan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.‬</span><br /><br /><span>‪Untuk meraih target pendapatan perusahaan sebesar Rp10,5 triliun di 2017, kata dia, Pelindo II akan didapat dengan modal belanja sebesar Rp 4,6 triliun (tanpa partisipasi ekuitas). Elvyn pun berharap, perusahaan dapat memulai proyek-proyek strategis pada 2017. Hal itu di antaranya, kelanjutan proyek Terminal Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, dan Proyek Pelabuhan Patimban. Pembangunan terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal One (NPCT1) berkapasitas 1,5 juta teus,&nbsp; sudah diresmikan pada 13 September 2016. Saat ini, sedang dalam proses pengembangan untuk terminal-terminal selanjutnya.</span><br /><br /><span>Untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, kata dia, proyeksinya akan menampung kapasitas hampir 1 juta teus. Selain itu, tengah dilakukan pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) yang merupakan upaya optimalisasi alur sungai sebagai cadangan transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dan area belakang pelabuhan (hinterland) sehingga dapat mengurangi penimbunan barang (kongesti) jalan di darat.&nbsp;</span><br /><br /><span>Pelindo II pun, kata dia, akan membangun Pelabuhan Sorong di Papua Barat yang direncanakan menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Sehingga, arus tol laut yang ditargetkan hingga timur Indonesia dapat berjalan sesuai dengan rencana. Elvyn mengatakan, Pelindo II juga menyiapkan dana kelola sesuai dengan aturan sekitar Rp2 triliun dengan total kepemilikan saham 51 persen. Pelindo II pun, mempersiapkan rencana pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terhadap tiga anak perusahaan yakni, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Setidaknya 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor, akan dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.<br /><br /><span><span>Rep: Arie Lukihardianti/&nbsp;</span><span>Red: Nur Aini</span><br />Ahad , 05 Februari 2017, 10:40 WIB</span><br />http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/02/05/okvu7w382-pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-105-triliun</span></p> <p><a title='REPUBLIKA.CO.ID,‪ BANDUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) menargetkan arus peti kemas pada 2017 ini bisa mencapai 6,8 juta teus (twenty equivalent units). Angka tersebut, setara dengan pendapatan Rp 10,5 triliun.‬‪"Target-target kinerja Pelindo II 2017 tidak semakin ringan dan bahkan terus ditingkatkan," ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya pada Media Gathering Pelindo II di Bandung, akhir pekan lalu.‬‪Menurut Elvyn, Pelindo II mematok target tersebut berdasarkan realisasi arus peti kemas selama 2016 yang mencapai 6,08 juta teus.‬ Realisasi tersebut meningkat dari 2015, sekitar 5,9 juta teus.‬ Selain itu, kata dia, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok saja di 2016 tercatat mengalami kenaikan 38 persen menjadi 5,4 juta teus.‬ Sebelumnya, pada 2015 arus peti kemas di Priok tercatat 5,2 juta teus.‬ Kenaikan itu terjadi, karena adanya peningkatan permintaan dari arus perdagangan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.‬‪Untuk meraih target pendapatan perusahaan sebesar Rp10,5 triliun di 2017, kata dia, Pelindo II akan didapat dengan modal belanja sebesar Rp 4,6 triliun (tanpa partisipasi ekuitas). Elvyn pun berharap, perusahaan dapat memulai proyek-proyek strategis pada 2017. Hal itu di antaranya, kelanjutan proyek Terminal Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Pelabuhan Sorong, dan Proyek Pelabuhan Patimban. Pembangunan terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok Container Terminal One (NPCT1) berkapasitas 1,5 juta teus,&nbsp; sudah diresmikan pada 13 September 2016. Saat ini, sedang dalam proses pengembangan untuk terminal-terminal selanjutnya.Untuk pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, kata dia, proyeksinya akan menampung kapasitas hampir 1 juta teus. Selain itu, tengah dilakukan pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) yang merupakan upaya optimalisasi alur sungai sebagai cadangan transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dan area belakang pelabuhan (hinterland) sehingga dapat mengurangi penimbunan barang (kongesti) jalan di darat.&nbsp;Pelindo II pun, kata dia, akan membangun Pelabuhan Sorong di Papua Barat yang direncanakan menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Sehingga, arus tol laut yang ditargetkan hingga timur Indonesia dapat berjalan sesuai dengan rencana. Elvyn mengatakan, Pelindo II juga menyiapkan dana kelola sesuai dengan aturan sekitar Rp2 triliun dengan total kepemilikan saham 51 persen. Pelindo II pun, mempersiapkan rencana pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terhadap tiga anak perusahaan yakni, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Setidaknya 30 persen dari jumlah keseluruhan saham yang disetor, akan dicatat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.Rep: Arie Lukihardianti/&nbsp;Red: Nur AiniAhad , 05 Februari 2017, 10:40 WIBhttp://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/02/05/okvu7w382-pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-105-triliun' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-10,5-triliun-383.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-10,5-triliun-383.html --05TFebruary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-target-peningkatan-pendapatan-rp-10,5-triliun-383.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML