PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & Events http://www.indonesiaport.co.id/ The latest news and events from PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II Feeds. Get top news stories and in-depth coverage with videos and photos. en-US Copyright (c) 2011 PT. INDONESIA PORT II! Inc. All rights reserved 2017-17-01T09:53:00+07:00 5 PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & News http://www.indonesiaport.co.id/feeds/ http://www.indonesiaport.co.id/images/logo.png Andalkan Kereta, Gedebage-Tanjung Priok Dipercepat <p><a title='INDUSTRY.co.id, Jakarta - Jalur kereta api akan menjadi pilihan utama untuk mempercepat arus barang dari terminal peti kemas Gede Bage, Bandung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal itu dipastikan setelah PT Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation menerima kunjungan dari tiga Kementerian, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ketiga menteri itu datang dalam rangka menyosialisasikan peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. "Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," Kata Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja. &ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan. Angkutan peti kemas jalur Gedebage - Tanjung Priok sebelumnya sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Namun, jalur tersebut hanya sampai stasiun Pasoso. Jalur Petikemas ini dibangun&nbsp; keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.(iaf) Ahmad Fadli&nbsp;Jumat, 13 Januari 2017 - 12:00 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2657/andalkan-kereta-gedebage-tanjung-priok-dipercepat' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/andalkan-kereta,-gedebage-tanjung-priok-dipercepat-350.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Andalkan Kereta, Gedebage-Tanjung Priok Dipercepat - INDUSTRY.co.id, Jakarta - Jalur kereta api akan menjadi pilihan utama untuk mempercepat arus barang dari terminal peti kemas Gede Bage, Bandung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal itu dipastikan setelah PT Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation menerima kunjungan dari tiga Kementerian, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ketiga menteri itu datang dalam rangka menyosialisasikan peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. "Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," Kata Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja. &ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan. Angkutan peti kemas jalur Gedebage - Tanjung Priok sebelumnya sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Namun, jalur tersebut hanya sampai stasiun Pasoso. Jalur Petikemas ini dibangun&nbsp; keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.(iaf) Ahmad Fadli&nbsp;Jumat, 13 Januari 2017 - 12:00 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2657/andalkan-kereta-gedebage-tanjung-priok-dipercepat' border='0' /></a> <p><span>INDUSTRY.co.id</span>, Jakarta - Jalur kereta api akan menjadi pilihan utama untuk mempercepat arus barang dari terminal peti kemas Gede Bage, Bandung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.</p> <p>Hal itu dipastikan setelah PT Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation menerima kunjungan dari tiga Kementerian, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ketiga menteri itu datang dalam rangka menyosialisasikan peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.</p> <p>"Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," Kata Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017).</p> <p>Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja.</p> <p>&ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan.</p> <p>Angkutan peti kemas jalur Gedebage - Tanjung Priok sebelumnya sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Namun, jalur tersebut hanya sampai stasiun Pasoso.</p> <p>Jalur Petikemas ini dibangun&nbsp; keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.(iaf)</p> <p><span>Ahmad Fadli</span><span>&nbsp;<br />Jumat, 13 Januari 2017 - 12:00 WIB<br />http://www.industry.co.id/read/2657/andalkan-kereta-gedebage-tanjung-priok-dipercepat</span></p> <p><a title='INDUSTRY.co.id, Jakarta - Jalur kereta api akan menjadi pilihan utama untuk mempercepat arus barang dari terminal peti kemas Gede Bage, Bandung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal itu dipastikan setelah PT Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation menerima kunjungan dari tiga Kementerian, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ketiga menteri itu datang dalam rangka menyosialisasikan peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. "Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," Kata Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja. &ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan. Angkutan peti kemas jalur Gedebage - Tanjung Priok sebelumnya sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Namun, jalur tersebut hanya sampai stasiun Pasoso. Jalur Petikemas ini dibangun&nbsp; keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.(iaf) Ahmad Fadli&nbsp;Jumat, 13 Januari 2017 - 12:00 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2657/andalkan-kereta-gedebage-tanjung-priok-dipercepat' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/andalkan-kereta,-gedebage-tanjung-priok-dipercepat-350.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/andalkan-kereta,-gedebage-tanjung-priok-dipercepat-350.html --13TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/andalkan-kereta,-gedebage-tanjung-priok-dipercepat-350.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok Mulai Beroperasi <p><a title='VIVA.co.id&nbsp;&ndash;&nbsp;Beroperasinya kereta api peti kemas dari Gedebage, Bandung ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke terminal peti kemas diharapkan dapat mengefisienkan transportasi logistik antar daerah dalam negeri dan ke luar negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dengan moda transportasi kereta api peti kemas Gedebage, Bandung-Tanjung Priok ini, bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman. Menurutnya, pemanfaatan kereta api peti kemas ini menjadi salah satu pilihan solusi yang tepat, karena tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman dari dampak kemacetan arus lalu lintas di jalan raya.&nbsp; "Penggunaan kereta peti kemas ini harus dioptimalkan untuk dapat membawa berbagai komoditas ekspor, agar terjadi peningkatan efisiensi logistik, mengurangi&nbsp;dwelling time&nbsp;(waktu bongkar muat), serta meningkatkan kelancaran arus barang dan daya saing ekspor," ujar Enggar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Jumat, 13 Januari 2017. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia &nbsp;(KAI), Edi Sukmoro, mengatakan pada Sabtu besok kereta api peti kemas ini akan dioperasikan dengan angkutan tambahan empat kali perjalanan.&nbsp; "Dua berangkat dari Tanjung Priok, dua dari Gedebage, Bandung. Karena ada jam-jam sibuk buat masuk dalam Jakarta, jika masuk di jam sibuk akan ganggu kereta rangkaian listrik. Jadi, perjalanan kereta api peti kemas malam, agar tidak ganggu KRL. Perjalanan pertama jam 19.25 WIB &nbsp;dan kedua jam 21.30 WIB," tutur dia.Sebelumnya, Juni 2016 kereta api peti kemas Gedebage-Tanjung Priok sudah pernah beroperasi, tapi hanya dua hari sekali dan jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai stasiun Pasoso dengan kapasotas maksimal 30 TEUs, saat ini kapasitas 120 TEUs atau setara 2400 ton per hari.&nbsp; Jalur peti kemas ini dibangun atas kerja sama PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Mitra Adira Utama, PT. KA Logistik, dan PT. Multi Terminal Indonesia. (ren) Rochimawati, Shintaloka Pradita SiccaJumat, 13 Januari 2017, 12:41 WIBhttp://m.news.viva.co.id/news/read/870202-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi-349.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok Mulai Beroperasi - VIVA.co.id&nbsp;&ndash;&nbsp;Beroperasinya kereta api peti kemas dari Gedebage, Bandung ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke terminal peti kemas diharapkan dapat mengefisienkan transportasi logistik antar daerah dalam negeri dan ke luar negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dengan moda transportasi kereta api peti kemas Gedebage, Bandung-Tanjung Priok ini, bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman. Menurutnya, pemanfaatan kereta api peti kemas ini menjadi salah satu pilihan solusi yang tepat, karena tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman dari dampak kemacetan arus lalu lintas di jalan raya.&nbsp; "Penggunaan kereta peti kemas ini harus dioptimalkan untuk dapat membawa berbagai komoditas ekspor, agar terjadi peningkatan efisiensi logistik, mengurangi&nbsp;dwelling time&nbsp;(waktu bongkar muat), serta meningkatkan kelancaran arus barang dan daya saing ekspor," ujar Enggar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Jumat, 13 Januari 2017. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia &nbsp;(KAI), Edi Sukmoro, mengatakan pada Sabtu besok kereta api peti kemas ini akan dioperasikan dengan angkutan tambahan empat kali perjalanan.&nbsp; "Dua berangkat dari Tanjung Priok, dua dari Gedebage, Bandung. Karena ada jam-jam sibuk buat masuk dalam Jakarta, jika masuk di jam sibuk akan ganggu kereta rangkaian listrik. Jadi, perjalanan kereta api peti kemas malam, agar tidak ganggu KRL. Perjalanan pertama jam 19.25 WIB &nbsp;dan kedua jam 21.30 WIB," tutur dia.Sebelumnya, Juni 2016 kereta api peti kemas Gedebage-Tanjung Priok sudah pernah beroperasi, tapi hanya dua hari sekali dan jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai stasiun Pasoso dengan kapasotas maksimal 30 TEUs, saat ini kapasitas 120 TEUs atau setara 2400 ton per hari.&nbsp; Jalur peti kemas ini dibangun atas kerja sama PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Mitra Adira Utama, PT. KA Logistik, dan PT. Multi Terminal Indonesia. (ren) Rochimawati, Shintaloka Pradita SiccaJumat, 13 Januari 2017, 12:41 WIBhttp://m.news.viva.co.id/news/read/870202-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi' border='0' /></a> <p><strong>VIVA.co.id</strong>&nbsp;&ndash;&nbsp;Beroperasinya kereta api peti kemas dari Gedebage, Bandung ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke terminal peti kemas diharapkan dapat mengefisienkan transportasi logistik antar daerah dalam negeri dan ke luar negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dengan moda transportasi kereta api peti kemas Gedebage, Bandung-Tanjung Priok ini, bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman.</p> <p>Menurutnya, pemanfaatan kereta api peti kemas ini menjadi salah satu pilihan solusi yang tepat, karena tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman dari dampak kemacetan arus lalu lintas di jalan raya.&nbsp;</p> <p>"Penggunaan kereta peti kemas ini harus dioptimalkan untuk dapat membawa berbagai komoditas ekspor, agar terjadi peningkatan efisiensi logistik, mengurangi&nbsp;<em>dwelling time</em>&nbsp;(waktu bongkar muat), serta meningkatkan kelancaran arus barang dan daya saing ekspor," ujar Enggar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Jumat, 13 Januari 2017.</p> <p>Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia &nbsp;(KAI), Edi Sukmoro, mengatakan pada Sabtu besok kereta api peti kemas ini akan dioperasikan dengan angkutan tambahan empat kali perjalanan.&nbsp;</p> <p>"Dua berangkat dari Tanjung Priok, dua dari Gedebage, Bandung. Karena ada jam-jam sibuk buat masuk dalam Jakarta, jika masuk di jam sibuk akan ganggu kereta rangkaian listrik. Jadi, perjalanan kereta api peti kemas malam, agar tidak ganggu KRL. Perjalanan pertama jam 19.25 WIB &nbsp;dan kedua jam 21.30 WIB," tutur dia.<br /><span><br />Sebelumnya, Juni 2016 kereta api peti kemas Gedebage-Tanjung Priok sudah pernah beroperasi, tapi hanya dua hari sekali dan jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai stasiun Pasoso dengan kapasotas maksimal 30 TEUs, saat ini kapasitas 120 TEUs atau setara 2400 ton per hari.&nbsp;</span></p> <p>Jalur peti kemas ini dibangun atas kerja sama PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Mitra Adira Utama, PT. KA Logistik, dan PT. Multi Terminal Indonesia.</p> <p>(ren)</p> <p><span>Rochimawati, Shintaloka Pradita Sicca<strong><br /></strong></span><span>Jumat, 13 Januari 2017, 12:41 WIB<br />http://m.news.viva.co.id/news/read/870202-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi</span></p> <p><a title='VIVA.co.id&nbsp;&ndash;&nbsp;Beroperasinya kereta api peti kemas dari Gedebage, Bandung ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke terminal peti kemas diharapkan dapat mengefisienkan transportasi logistik antar daerah dalam negeri dan ke luar negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dengan moda transportasi kereta api peti kemas Gedebage, Bandung-Tanjung Priok ini, bisa menjadi alternatif baru agar kegiatan ekspor impor lebih efisien, tepat waktu, dan aman. Menurutnya, pemanfaatan kereta api peti kemas ini menjadi salah satu pilihan solusi yang tepat, karena tarif kereta api lebih murah, lebih tepat waktu, keamanan barang lebih terjaga, serta relatif aman dari dampak kemacetan arus lalu lintas di jalan raya.&nbsp; "Penggunaan kereta peti kemas ini harus dioptimalkan untuk dapat membawa berbagai komoditas ekspor, agar terjadi peningkatan efisiensi logistik, mengurangi&nbsp;dwelling time&nbsp;(waktu bongkar muat), serta meningkatkan kelancaran arus barang dan daya saing ekspor," ujar Enggar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Jumat, 13 Januari 2017. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia &nbsp;(KAI), Edi Sukmoro, mengatakan pada Sabtu besok kereta api peti kemas ini akan dioperasikan dengan angkutan tambahan empat kali perjalanan.&nbsp; "Dua berangkat dari Tanjung Priok, dua dari Gedebage, Bandung. Karena ada jam-jam sibuk buat masuk dalam Jakarta, jika masuk di jam sibuk akan ganggu kereta rangkaian listrik. Jadi, perjalanan kereta api peti kemas malam, agar tidak ganggu KRL. Perjalanan pertama jam 19.25 WIB &nbsp;dan kedua jam 21.30 WIB," tutur dia.Sebelumnya, Juni 2016 kereta api peti kemas Gedebage-Tanjung Priok sudah pernah beroperasi, tapi hanya dua hari sekali dan jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai stasiun Pasoso dengan kapasotas maksimal 30 TEUs, saat ini kapasitas 120 TEUs atau setara 2400 ton per hari.&nbsp; Jalur peti kemas ini dibangun atas kerja sama PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Mitra Adira Utama, PT. KA Logistik, dan PT. Multi Terminal Indonesia. (ren) Rochimawati, Shintaloka Pradita SiccaJumat, 13 Januari 2017, 12:41 WIBhttp://m.news.viva.co.id/news/read/870202-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi-349.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi-349.html --13TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-mulai-beroperasi-349.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Arus Petikemas Terminal III PTP Lampaui 1 Juta Teus <p><a title='ISLNEWS/JAKARTA (www.indonesiashippingline.com)-&nbsp;arus petikemas ekspor dan impor yang melalui Terminal Operator (TO) III yang dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) sepanjang tahun 2016 lalu melampaui 1 Juta TEUs Pencapaian itu, menurut manajemen PTP, &nbsp;menjadi begitu penting untuk disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3 yang merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan capaian petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi di antaranya karena terdapat peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni iru sendiri diadakan di dermaga 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV. Pago Monrovia . Di antara yang hadir yaitu Direktur Utama PTP, Arif Suhartono, Direktur Teknik, Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal beserta tim. Setelah sesi foto, acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan bersama di lobby Gedung Terminal Operasi 3. Pada acara tersebut, Direksi PTP turut mengundang jajaran manajerial perusahaan dan seluruh staf Terminal Operasi 3. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &nbsp;&ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; demikian disampaikan oleh Bapak Arif Suhartono, Direktur Utama PTP. Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani, menambahkan bahwa pihaknya bertekad &nbsp;untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.&nbsp;(ISL NEWS 001 Jakarta)Thursday, 12 January 2017 09:13http://www.indonesiashippingline.com/index.php/maritim-indonesia/1709-arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-terminal-operasi-3&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-348.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Arus Petikemas Terminal III PTP Lampaui 1 Juta Teus - ISLNEWS/JAKARTA (www.indonesiashippingline.com)-&nbsp;arus petikemas ekspor dan impor yang melalui Terminal Operator (TO) III yang dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) sepanjang tahun 2016 lalu melampaui 1 Juta TEUs Pencapaian itu, menurut manajemen PTP, &nbsp;menjadi begitu penting untuk disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3 yang merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan capaian petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi di antaranya karena terdapat peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni iru sendiri diadakan di dermaga 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV. Pago Monrovia . Di antara yang hadir yaitu Direktur Utama PTP, Arif Suhartono, Direktur Teknik, Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal beserta tim. Setelah sesi foto, acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan bersama di lobby Gedung Terminal Operasi 3. Pada acara tersebut, Direksi PTP turut mengundang jajaran manajerial perusahaan dan seluruh staf Terminal Operasi 3. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &nbsp;&ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; demikian disampaikan oleh Bapak Arif Suhartono, Direktur Utama PTP. Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani, menambahkan bahwa pihaknya bertekad &nbsp;untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.&nbsp;(ISL NEWS 001 Jakarta)Thursday, 12 January 2017 09:13http://www.indonesiashippingline.com/index.php/maritim-indonesia/1709-arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-terminal-operasi-3&nbsp;' border='0' /></a> <p><strong>ISLNEWS/JAKARTA (www.indonesiashippingline.com)-</strong>&nbsp;arus petikemas ekspor dan impor yang melalui Terminal Operator (TO) III yang dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) sepanjang tahun 2016 lalu melampaui 1 Juta TEUs</p> <p>Pencapaian itu, menurut manajemen PTP, &nbsp;menjadi begitu penting untuk disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun.</p> <p>Terminal Operasi 3 yang merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan capaian petikemas tahun 2015.</p> <p>Hal ini terjadi di antaranya karena terdapat peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia.</p> <p>Seremoni iru sendiri diadakan di dermaga 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV. Pago Monrovia .</p> <p>Di antara yang hadir yaitu Direktur Utama PTP, Arif Suhartono, Direktur Teknik, Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal beserta tim.</p> <p>Setelah sesi foto, acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan bersama di lobby Gedung Terminal Operasi 3. Pada acara tersebut, Direksi PTP turut mengundang jajaran manajerial perusahaan dan seluruh staf Terminal Operasi 3.</p> <p>Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3.</p> <p>&nbsp;&ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; demikian disampaikan oleh Bapak Arif Suhartono, Direktur Utama PTP.</p> <p>Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani, menambahkan bahwa pihaknya bertekad &nbsp;untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.&nbsp;<strong><em><br /><br /></em></strong>(ISL NEWS 001 Jakarta)<strong><em><br /></em></strong>Thursday, 12 January 2017 09:13<br />http://www.indonesiashippingline.com/index.php/maritim-indonesia/1709-arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-terminal-operasi-3&nbsp;</p> <p><a title='ISLNEWS/JAKARTA (www.indonesiashippingline.com)-&nbsp;arus petikemas ekspor dan impor yang melalui Terminal Operator (TO) III yang dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) sepanjang tahun 2016 lalu melampaui 1 Juta TEUs Pencapaian itu, menurut manajemen PTP, &nbsp;menjadi begitu penting untuk disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3 yang merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan capaian petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi di antaranya karena terdapat peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni iru sendiri diadakan di dermaga 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV. Pago Monrovia . Di antara yang hadir yaitu Direktur Utama PTP, Arif Suhartono, Direktur Teknik, Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal beserta tim. Setelah sesi foto, acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan bersama di lobby Gedung Terminal Operasi 3. Pada acara tersebut, Direksi PTP turut mengundang jajaran manajerial perusahaan dan seluruh staf Terminal Operasi 3. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &nbsp;&ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; demikian disampaikan oleh Bapak Arif Suhartono, Direktur Utama PTP. Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani, menambahkan bahwa pihaknya bertekad &nbsp;untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.&nbsp;(ISL NEWS 001 Jakarta)Thursday, 12 January 2017 09:13http://www.indonesiashippingline.com/index.php/maritim-indonesia/1709-arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-terminal-operasi-3&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-348.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-348.html --12TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/arus-petikemas-terminal-iii-ptp-lampaui-1-juta-teus-348.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Terminal Operasi 3 PTP Capai 1 Juta Teus Tangani Petikemas <p><a title='Jakarta, Lentera IndonesiaPenanganan petikemas di Terminal Operasi 3 (TO 3) PT Pelabuhan Tanjung Priok telah berhasil mencapai 1 juta Teus di tahun 2016. Capaian tersebut jauh bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata TO 3 hanya menangani 600-700 ribu Teus/tahun. Untuk diketahui, TO 3 merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah penanganan petikemas tahun 2015. Peningkatan signifikan ini terjadi karena bertambahnya volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. &ldquo;Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi menunggu di masa mendatang,&rdquo; ungkap Arif Suhartono selaku Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (29/12/2016) saat Seremoni atas capaian 1 juta Teus oleh TO 3. Sarkani, Pelaksana Harian General Manager TO 3 menambahkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga performa tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovia. Yang hadir diantaranya Direktur Utama, Arif Suhartono; Direktur Teknik, Rita Aryani; Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat; General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo; Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PTP, Kiki M Hikmat beserta tim.&nbsp;(Kalaus)Selasa, Jan 10th, 2017http://www.lenteraindonesia.co.id/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas-347.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Terminal Operasi 3 PTP Capai 1 Juta Teus Tangani Petikemas - Jakarta, Lentera IndonesiaPenanganan petikemas di Terminal Operasi 3 (TO 3) PT Pelabuhan Tanjung Priok telah berhasil mencapai 1 juta Teus di tahun 2016. Capaian tersebut jauh bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata TO 3 hanya menangani 600-700 ribu Teus/tahun. Untuk diketahui, TO 3 merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah penanganan petikemas tahun 2015. Peningkatan signifikan ini terjadi karena bertambahnya volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. &ldquo;Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi menunggu di masa mendatang,&rdquo; ungkap Arif Suhartono selaku Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (29/12/2016) saat Seremoni atas capaian 1 juta Teus oleh TO 3. Sarkani, Pelaksana Harian General Manager TO 3 menambahkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga performa tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovia. Yang hadir diantaranya Direktur Utama, Arif Suhartono; Direktur Teknik, Rita Aryani; Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat; General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo; Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PTP, Kiki M Hikmat beserta tim.&nbsp;(Kalaus)Selasa, Jan 10th, 2017http://www.lenteraindonesia.co.id/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas/&nbsp;' border='0' /></a> <p>Jakarta, Lentera Indonesia<br />Penanganan petikemas di Terminal Operasi 3 (TO 3) PT Pelabuhan Tanjung Priok telah berhasil mencapai 1 juta Teus di tahun 2016. Capaian tersebut jauh bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata TO 3 hanya menangani 600-700 ribu Teus/tahun.</p> <p>Untuk diketahui, TO 3 merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional.</p> <p>Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah penanganan petikemas tahun 2015.</p> <p>Peningkatan signifikan ini terjadi karena bertambahnya volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia.</p> <p>&ldquo;Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3.</p> <p>Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi menunggu di masa mendatang,&rdquo; ungkap Arif Suhartono selaku Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (29/12/2016) saat Seremoni atas capaian 1 juta Teus oleh TO 3.</p> <p>Sarkani, Pelaksana Harian General Manager TO 3 menambahkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga performa tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.</p> <p>Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovia.</p> <p>Yang hadir diantaranya Direktur Utama, Arif Suhartono; Direktur Teknik, Rita Aryani; Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat; General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo; Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PTP, Kiki M Hikmat beserta tim.&nbsp;<br /><br />(Kalaus)<br /><span>Selasa, Jan 10th, 2017<br />http://www.lenteraindonesia.co.id/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas/</span>&nbsp;</p> <p><a title='Jakarta, Lentera IndonesiaPenanganan petikemas di Terminal Operasi 3 (TO 3) PT Pelabuhan Tanjung Priok telah berhasil mencapai 1 juta Teus di tahun 2016. Capaian tersebut jauh bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata TO 3 hanya menangani 600-700 ribu Teus/tahun. Untuk diketahui, TO 3 merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Pada tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah penanganan petikemas tahun 2015. Peningkatan signifikan ini terjadi karena bertambahnya volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. &ldquo;Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. Kami yakin bahwa pencapaian ini baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi menunggu di masa mendatang,&rdquo; ungkap Arif Suhartono selaku Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (29/12/2016) saat Seremoni atas capaian 1 juta Teus oleh TO 3. Sarkani, Pelaksana Harian General Manager TO 3 menambahkan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga performa tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovia. Yang hadir diantaranya Direktur Utama, Arif Suhartono; Direktur Teknik, Rita Aryani; Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta, Tara Hidayat; General manager Terminal Operasi 2, Wardoyo; Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani beserta tim, serta Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PTP, Kiki M Hikmat beserta tim.&nbsp;(Kalaus)Selasa, Jan 10th, 2017http://www.lenteraindonesia.co.id/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas-347.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas-347.html --10TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/terminal-operasi-3-ptp-capai-1-juta-teus-tangani-petikemas-347.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML TO 3 Raih 1 Juta Teus, Di Tengah Persaingan Ketat Bisnis Peti Kemas <p><a title='MNOL, Jakarta &ndash; Terminal Operasi (TO) 3 meraih pencapaian through put 1 juta Teus pada tahun 2016, ditengah ketatnya persaingan bisnis terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Keberadaan TO 3 pun bak &ldquo;momok&rdquo; bagi terminal-terminal peti kemas lainnya seperti Jakarta International Container Terminal (JICT), NPCT 1 dan TPK Koja. Bagaimana tidak, penyeragaman tarif Container Handling Charge (CHC) telah diterapkan Direksi IPC namun grafik kegiatan bongkar muat peti kemas di TO 3 cenderung meningkat. Atas pencapaian Terminal Operasi 3 dalam menangani petikemas sebesar 1 juta Teus di tahun 2016, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengadakan seremoni karena keberhasilan begitu penting disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Menurut Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi diantarannya karena terjadi peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovi yang dihadiri Direktur Utama Arif Suhartono, Direktur Teknik Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2 Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3 Sarkani beserta tim, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; kata Arif Suhartono. Sedangkan Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani menjelaskan, bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.(Bayu/MN)Mon, Jan 9th, 2017&nbsp;http://maritimnews.com/to-3-raih-1-juta-teus-ditengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/to-3-raih-1-juta-teus,-di-tengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas-346.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='TO 3 Raih 1 Juta Teus, Di Tengah Persaingan Ketat Bisnis Peti Kemas - MNOL, Jakarta &ndash; Terminal Operasi (TO) 3 meraih pencapaian through put 1 juta Teus pada tahun 2016, ditengah ketatnya persaingan bisnis terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Keberadaan TO 3 pun bak &ldquo;momok&rdquo; bagi terminal-terminal peti kemas lainnya seperti Jakarta International Container Terminal (JICT), NPCT 1 dan TPK Koja. Bagaimana tidak, penyeragaman tarif Container Handling Charge (CHC) telah diterapkan Direksi IPC namun grafik kegiatan bongkar muat peti kemas di TO 3 cenderung meningkat. Atas pencapaian Terminal Operasi 3 dalam menangani petikemas sebesar 1 juta Teus di tahun 2016, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengadakan seremoni karena keberhasilan begitu penting disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Menurut Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi diantarannya karena terjadi peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovi yang dihadiri Direktur Utama Arif Suhartono, Direktur Teknik Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2 Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3 Sarkani beserta tim, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; kata Arif Suhartono. Sedangkan Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani menjelaskan, bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.(Bayu/MN)Mon, Jan 9th, 2017&nbsp;http://maritimnews.com/to-3-raih-1-juta-teus-ditengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas/&nbsp;' border='0' /></a> <p><strong>MNOL</strong>, Jakarta &ndash; Terminal Operasi (TO) 3 meraih pencapaian through put 1 juta Teus pada tahun 2016, ditengah ketatnya persaingan bisnis terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Keberadaan TO 3 pun bak &ldquo;momok&rdquo; bagi terminal-terminal peti kemas lainnya seperti Jakarta International Container Terminal (JICT), NPCT 1 dan TPK Koja. Bagaimana tidak, penyeragaman tarif Container Handling Charge (CHC) telah diterapkan Direksi IPC namun grafik kegiatan bongkar muat peti kemas di TO 3 cenderung meningkat.</p> <p>Atas pencapaian Terminal Operasi 3 dalam menangani petikemas sebesar 1 juta Teus di tahun 2016, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengadakan seremoni karena keberhasilan begitu penting disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional.</p> <p>Menurut Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi diantarannya karena terjadi peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia.</p> <p>Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovi yang dihadiri Direktur Utama Arif Suhartono, Direktur Teknik Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2 Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3 Sarkani beserta tim, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal.</p> <p>Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; kata Arif Suhartono.</p> <p>Sedangkan Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani menjelaskan, bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.<br /><br /><span>(Bayu/MN)</span><br /><span>Mon, Jan 9th, 2017</span>&nbsp;<br />http://maritimnews.com/to-3-raih-1-juta-teus-ditengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas/&nbsp;</p> <p><a title='MNOL, Jakarta &ndash; Terminal Operasi (TO) 3 meraih pencapaian through put 1 juta Teus pada tahun 2016, ditengah ketatnya persaingan bisnis terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok. Keberadaan TO 3 pun bak &ldquo;momok&rdquo; bagi terminal-terminal peti kemas lainnya seperti Jakarta International Container Terminal (JICT), NPCT 1 dan TPK Koja. Bagaimana tidak, penyeragaman tarif Container Handling Charge (CHC) telah diterapkan Direksi IPC namun grafik kegiatan bongkar muat peti kemas di TO 3 cenderung meningkat. Atas pencapaian Terminal Operasi 3 dalam menangani petikemas sebesar 1 juta Teus di tahun 2016, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) mengadakan seremoni karena keberhasilan begitu penting disyukuri karena tahun-tahun sebelumnya Terminal Operasi 3 rata-rata menangani 600 hingga 700 ribu Teus petikemas per tahun. Terminal Operasi 3merupakan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki dua sub terminal yaitu Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Menurut Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2016 petikemas yang ditangani oleh Terminal Operasi 3 naik hingga &plusmn;158% dibandingkan dari jumlah petikemas tahun 2015. Hal ini terjadi diantarannya karena terjadi peningkatan volume petikemas di Terminal Internasional yaitu dari kapal Maersk Line dan NYK Line serta dari Terminal Domestik yang mendapat tambahan dari jumlah kedatangan kapal Tempuran Mas dan Samudera Indonesia. Seremoni diadakan di Lapangan 303 Terminal Operasi 3 Internasional dengan kegiatan foto bersama antara Direksi PT. Pelabuhan Tanjung Priok dengan Tim Operasional Terminal Operasi 3 dan background kapal MV Pago Monrovi yang dihadiri Direktur Utama Arif Suhartono, Direktur Teknik Rita Aryani, Direktur Pengembangan Organisasi dan Talenta Tara Hidayat, General manager Terminal Operasi 2 Wardoyo, Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3 Sarkani beserta tim, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal. Pencapaian Terminal Operasi 3 patut diapresiasi secara positif untuk memotivasi Divisi lain agar dapat menorehkan prestasi serupa dan merupakan indikasi kinerja positif seluruh tim Terminal Operasi 3. &ldquo;Kami yakin bahwa pencapaian baru merupakan awal dari prestasi dan pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,&rdquo; kata Arif Suhartono. Sedangkan Pelaksana Harian General Manager Terminal Operasi 3, Sarkani menjelaskan, bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjaga peforma tim agar dapat meningkatkan produktivitas terminalnya.(Bayu/MN)Mon, Jan 9th, 2017&nbsp;http://maritimnews.com/to-3-raih-1-juta-teus-ditengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas/&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/to-3-raih-1-juta-teus,-di-tengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas-346.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/to-3-raih-1-juta-teus,-di-tengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas-346.html --09TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/to-3-raih-1-juta-teus,-di-tengah-persaingan-ketat-bisnis-peti-kemas-346.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML 3 Menteri Sosialisasikan Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok <p><a title='Liputan6.com, Jakarta&nbsp;Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto&lrm; dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Kehadiran ketiga menteri tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya &lrm;mengatakan, angkutan kereta peti kemas jalur Gedebage JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya, jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.Jalur peti kemas ini dibangun atas keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.&nbsp;"Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," ujar dia di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017).Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping&nbsp;gate in-out&nbsp;bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja.&nbsp;&ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanlung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah; stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok, serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik marltim, logistik maupun perdagangan. (Dny/Nrm)&nbsp; Septian Deny13 Jan 2017, 10:14 WIBhttp://m.liputan6.com/bisnis/read/2825811/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-345.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='3 Menteri Sosialisasikan Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok - Liputan6.com, Jakarta&nbsp;Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto&lrm; dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Kehadiran ketiga menteri tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya &lrm;mengatakan, angkutan kereta peti kemas jalur Gedebage JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya, jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.Jalur peti kemas ini dibangun atas keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.&nbsp;"Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," ujar dia di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017).Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping&nbsp;gate in-out&nbsp;bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja.&nbsp;&ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanlung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah; stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok, serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik marltim, logistik maupun perdagangan. (Dny/Nrm)&nbsp; Septian Deny13 Jan 2017, 10:14 WIBhttp://m.liputan6.com/bisnis/read/2825811/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok' border='0' /></a> <p><span>Liputan6.com, Jakarta</span>&nbsp;Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto&lrm; dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.</p> <p>Kehadiran ketiga menteri tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.<br /><br />Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya &lrm;mengatakan, angkutan kereta peti kemas jalur Gedebage JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya, jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.<br /><br /><span>Jalur peti kemas ini dibangun atas keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.&nbsp;</span><br /><br /><span>"Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," ujar dia di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017).</span><br /><br /><span>Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping&nbsp;</span><em>gate in-out</em><span>&nbsp;bersama (</span><em>gate gallery</em><span>) terminal peti kemas JICT-TPK Koja.&nbsp;</span><br /><br /><span>&ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan.</span><br /><br /><span>Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanlung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah; stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok, serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik marltim, logistik maupun perdagangan. (Dny/Nrm)</span>&nbsp;</p> <p><span class="article-header__authors"><a class="article-header__author-link" href="http://m.liputan6.com/me/septian.deny">Septian Deny<br /></a></span><span class="article-header__datetime">13 Jan 2017, 10:14 WIB<br />http://m.liputan6.com/bisnis/read/2825811/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok</span></p> <p><a title='Liputan6.com, Jakarta&nbsp;Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto&lrm; dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Kehadiran ketiga menteri tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya &lrm;mengatakan, angkutan kereta peti kemas jalur Gedebage JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya, jalur kereta peti kemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.Jalur peti kemas ini dibangun atas keria sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.&nbsp;"Pelindo II mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo peti kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang lebih baik," ujar dia di Kantor Pelindo II, Jakarta, Jumat (13/1/2017).Kunjungan ketiga menteri tersebut sekaligus untuk melakukan tinjauan lapangan jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping&nbsp;gate in-out&nbsp;bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja.&nbsp;&ldquo;Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan Iayanan operasional clan penyediaan lnfrastruktur yang lebih baik," dia menjelaskan.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanlung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah; stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok, serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik marltim, logistik maupun perdagangan. (Dny/Nrm)&nbsp; Septian Deny13 Jan 2017, 10:14 WIBhttp://m.liputan6.com/bisnis/read/2825811/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-345.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-345.html --13TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-sosialisasikan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-345.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Kereta Api Petikemas Gedebage-Tanjung Priok Harapan Baru Pengusaha <p><a title='INDUSTRY.co.id&nbsp;- Dimulainya kembali angkutan petikemas menggunakan kereta api untuk trayek Gedebage-Tanjung Priok atau sebaliknya, akan memudahkan pelaku usaha dalam layanan pengiriman barang yang cepat dan aman. Terlebih pelaku usaha di Jawa Barat. "Pengusaha di Jawa Barat sudah memimpikan ini. Dengan beroperasinya kereta api petikemas tersebut antara Pelindo, KAI dan Kemenhub ini merupakan dream comes true," kata&nbsp; Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengapresiasi langkah IPC dengan mendorong layanan transportasi pengiriman barang yang cepat dan aman, di Kantor IPC, Jumat (13/1/2017) Beroperasinya jalur petikemas ini membuat barang-barang dari Gedebage sudah bisa masuk ke Tanjung Priok. Meskipun dari sisi volume belum maksimal, tapi ini sudah menjadi awal yang baik. "Kita tentu apresiasi ini, karena beberapa waktu lalu baru sampai Pasoso. Sekarang sudah bisa sampai ke JICT. Alhamdulillah ini sudah selesai,"tuturnya. Sekedar informasi, angkutan kereta petikemas jalur Gedebage -JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya jalur kereta petikemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok. Jalur petikemas ini dibangun atas kerjasama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia dan PT Mitra Adira Utama. Sebagai informasi PT KAI pada tahun 2016 telah mengadakan sebanyak 1.600 unit gerbong kereta api untuk angkutan barang sebagai salah satu kontribusi PT KAI dalam menyiapkan sarana angkutan dan mendorong pelaku usaha untuk menggunakan angkutan barang melalui kereta api. Masyarakat pengguna jasa yang selama ini memilih menggunakan moda transportasi seperti truck dalam pengiriman barang, lambat laun akan mengalihkan pilihannya dan beralih ke moda transportasi kereta api yang lebih efisien.(iaf)Ahmad FadliJumat, 13 Januari 2017 - 12:08 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2658/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha-344.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Kereta Api Petikemas Gedebage-Tanjung Priok Harapan Baru Pengusaha - INDUSTRY.co.id&nbsp;- Dimulainya kembali angkutan petikemas menggunakan kereta api untuk trayek Gedebage-Tanjung Priok atau sebaliknya, akan memudahkan pelaku usaha dalam layanan pengiriman barang yang cepat dan aman. Terlebih pelaku usaha di Jawa Barat. "Pengusaha di Jawa Barat sudah memimpikan ini. Dengan beroperasinya kereta api petikemas tersebut antara Pelindo, KAI dan Kemenhub ini merupakan dream comes true," kata&nbsp; Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengapresiasi langkah IPC dengan mendorong layanan transportasi pengiriman barang yang cepat dan aman, di Kantor IPC, Jumat (13/1/2017) Beroperasinya jalur petikemas ini membuat barang-barang dari Gedebage sudah bisa masuk ke Tanjung Priok. Meskipun dari sisi volume belum maksimal, tapi ini sudah menjadi awal yang baik. "Kita tentu apresiasi ini, karena beberapa waktu lalu baru sampai Pasoso. Sekarang sudah bisa sampai ke JICT. Alhamdulillah ini sudah selesai,"tuturnya. Sekedar informasi, angkutan kereta petikemas jalur Gedebage -JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya jalur kereta petikemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok. Jalur petikemas ini dibangun atas kerjasama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia dan PT Mitra Adira Utama. Sebagai informasi PT KAI pada tahun 2016 telah mengadakan sebanyak 1.600 unit gerbong kereta api untuk angkutan barang sebagai salah satu kontribusi PT KAI dalam menyiapkan sarana angkutan dan mendorong pelaku usaha untuk menggunakan angkutan barang melalui kereta api. Masyarakat pengguna jasa yang selama ini memilih menggunakan moda transportasi seperti truck dalam pengiriman barang, lambat laun akan mengalihkan pilihannya dan beralih ke moda transportasi kereta api yang lebih efisien.(iaf)Ahmad FadliJumat, 13 Januari 2017 - 12:08 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2658/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha&nbsp;' border='0' /></a> <p><span>INDUSTRY.co.id</span>&nbsp;- Dimulainya kembali angkutan petikemas menggunakan kereta api untuk trayek Gedebage-Tanjung Priok atau sebaliknya, akan memudahkan pelaku usaha dalam layanan pengiriman barang yang cepat dan aman. Terlebih pelaku usaha di Jawa Barat.</p> <p>"Pengusaha di Jawa Barat sudah memimpikan ini. Dengan beroperasinya kereta api petikemas tersebut antara Pelindo, KAI dan Kemenhub ini merupakan dream comes true," kata&nbsp; Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengapresiasi langkah IPC dengan mendorong layanan transportasi pengiriman barang yang cepat dan aman, di Kantor IPC, Jumat (13/1/2017)</p> <p>Beroperasinya jalur petikemas ini membuat barang-barang dari Gedebage sudah bisa masuk ke Tanjung Priok. Meskipun dari sisi volume belum maksimal, tapi ini sudah menjadi awal yang baik.</p> <p>"Kita tentu apresiasi ini, karena beberapa waktu lalu baru sampai Pasoso. Sekarang sudah bisa sampai ke JICT. Alhamdulillah ini sudah selesai,"tuturnya. Sekedar informasi, angkutan kereta petikemas jalur Gedebage -JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016.</p> <p>Sebelumnya jalur kereta petikemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok. Jalur petikemas ini dibangun atas kerjasama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia dan PT Mitra Adira Utama.</p> <p>Sebagai informasi PT KAI pada tahun 2016 telah mengadakan sebanyak 1.600 unit gerbong kereta api untuk angkutan barang sebagai salah satu kontribusi PT KAI dalam menyiapkan sarana angkutan dan mendorong pelaku usaha untuk menggunakan angkutan barang melalui kereta api.</p> <p>Masyarakat pengguna jasa yang selama ini memilih menggunakan moda transportasi seperti truck dalam pengiriman barang, lambat laun akan mengalihkan pilihannya dan beralih ke moda transportasi kereta api yang lebih efisien.(iaf)<br /><br /><span>Ahmad Fadli<br /></span><span>Jumat, 13 Januari 2017 - 12:08 WIB<br />http://www.industry.co.id/read/2658/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha&nbsp;</span></p> <p><a title='INDUSTRY.co.id&nbsp;- Dimulainya kembali angkutan petikemas menggunakan kereta api untuk trayek Gedebage-Tanjung Priok atau sebaliknya, akan memudahkan pelaku usaha dalam layanan pengiriman barang yang cepat dan aman. Terlebih pelaku usaha di Jawa Barat. "Pengusaha di Jawa Barat sudah memimpikan ini. Dengan beroperasinya kereta api petikemas tersebut antara Pelindo, KAI dan Kemenhub ini merupakan dream comes true," kata&nbsp; Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengapresiasi langkah IPC dengan mendorong layanan transportasi pengiriman barang yang cepat dan aman, di Kantor IPC, Jumat (13/1/2017) Beroperasinya jalur petikemas ini membuat barang-barang dari Gedebage sudah bisa masuk ke Tanjung Priok. Meskipun dari sisi volume belum maksimal, tapi ini sudah menjadi awal yang baik. "Kita tentu apresiasi ini, karena beberapa waktu lalu baru sampai Pasoso. Sekarang sudah bisa sampai ke JICT. Alhamdulillah ini sudah selesai,"tuturnya. Sekedar informasi, angkutan kereta petikemas jalur Gedebage -JICT Tanjung Priok sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016. Sebelumnya jalur kereta petikemas Gedebage hanya sampai Stasiun Pasoso, Tanjung Priok. Jalur petikemas ini dibangun atas kerjasama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia dan PT Mitra Adira Utama. Sebagai informasi PT KAI pada tahun 2016 telah mengadakan sebanyak 1.600 unit gerbong kereta api untuk angkutan barang sebagai salah satu kontribusi PT KAI dalam menyiapkan sarana angkutan dan mendorong pelaku usaha untuk menggunakan angkutan barang melalui kereta api. Masyarakat pengguna jasa yang selama ini memilih menggunakan moda transportasi seperti truck dalam pengiriman barang, lambat laun akan mengalihkan pilihannya dan beralih ke moda transportasi kereta api yang lebih efisien.(iaf)Ahmad FadliJumat, 13 Januari 2017 - 12:08 WIBhttp://www.industry.co.id/read/2658/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha-344.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha-344.html --13TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/kereta-api-petikemas-gedebage-tanjung-priok-harapan-baru-pengusaha-344.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML 3 Menteri Pantau Angkutan Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok <p><a title='Jakarta (Detik.com)&nbsp;- Hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya menyambangi kantor PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) atau IPC. Kehadiran ketiganya di kantor Pelindo II tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan Peti Kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.&nbsp;Menperin Airlangga menyebut sebenarnya akses kereta api Tanjung Priok-Gedebage telah ada sejak tahun 1990-an. Akan tetapi, sempat berhenti beroperasi dan akhirnya kembali beroperasi lagi pada Juni 2016.&nbsp;"Waktu itu pengusaha Jabar ingin adanya kereta api, dulu Pasoso itu ada kendala faktor teknis, alhamdullillah bisa terselesaikan alhamdulillah bisa masuk barang itu dari Gedebage ke Tanjung Priok, walau dari segi volume belum, kami harapkan seiringnya waktu bisa menjadi opsi lain selain jalur darat," ujar Airlangga , di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/1/2017).Jalur Peti Kemas ini dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC yakni PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan secara bertahap akan melakukan perbaikan pelayanan peti kemas. Salah satu caranya dengan memperbaiki layanan operasional dan penyediaan infrastruktur yang lebih baik.&nbsp;"IPC (Pelindo II) mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo Peti Kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan&nbsp;hinterland&nbsp;dalam rangka integrasi maritim logistik yang Iebih baik," kata Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya.Salah satu pelayanan yang dilakukan Pelindo II misalnya dengan mengembangkan akses kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. Hal itu untuk mendorong distribusi ke daerah tidak hanya menggunakan jalur darat saja tetapi juga menggunakan jalan kereta juga."Kami mendorong agar distribusi ke daerah tujuan bukan hanya satu opsi dengan jalan darat tapi ada juga opsi lain yang menggunakan kereta api ke destinasi tersebut," ujarnya.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah, stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok. Serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.Selain itu, kunjungan ketiga Menteri ini sekaligus untuk melakukan tinjauan Iapangan emplasemen kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal Peti Kemas JlCT-TPK Koja.&nbsp;(dna/dna)Yulida Medistiara - detikFinanceJumat 13 Jan 2017, 11:03 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3394990/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-petikemas-gedebage-tanjung-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-341.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='3 Menteri Pantau Angkutan Kereta Peti Kemas Gedebage-Tanjung Priok - Jakarta (Detik.com)&nbsp;- Hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya menyambangi kantor PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) atau IPC. Kehadiran ketiganya di kantor Pelindo II tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan Peti Kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.&nbsp;Menperin Airlangga menyebut sebenarnya akses kereta api Tanjung Priok-Gedebage telah ada sejak tahun 1990-an. Akan tetapi, sempat berhenti beroperasi dan akhirnya kembali beroperasi lagi pada Juni 2016.&nbsp;"Waktu itu pengusaha Jabar ingin adanya kereta api, dulu Pasoso itu ada kendala faktor teknis, alhamdullillah bisa terselesaikan alhamdulillah bisa masuk barang itu dari Gedebage ke Tanjung Priok, walau dari segi volume belum, kami harapkan seiringnya waktu bisa menjadi opsi lain selain jalur darat," ujar Airlangga , di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/1/2017).Jalur Peti Kemas ini dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC yakni PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan secara bertahap akan melakukan perbaikan pelayanan peti kemas. Salah satu caranya dengan memperbaiki layanan operasional dan penyediaan infrastruktur yang lebih baik.&nbsp;"IPC (Pelindo II) mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo Peti Kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan&nbsp;hinterland&nbsp;dalam rangka integrasi maritim logistik yang Iebih baik," kata Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya.Salah satu pelayanan yang dilakukan Pelindo II misalnya dengan mengembangkan akses kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. Hal itu untuk mendorong distribusi ke daerah tidak hanya menggunakan jalur darat saja tetapi juga menggunakan jalan kereta juga."Kami mendorong agar distribusi ke daerah tujuan bukan hanya satu opsi dengan jalan darat tapi ada juga opsi lain yang menggunakan kereta api ke destinasi tersebut," ujarnya.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah, stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok. Serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.Selain itu, kunjungan ketiga Menteri ini sekaligus untuk melakukan tinjauan Iapangan emplasemen kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal Peti Kemas JlCT-TPK Koja.&nbsp;(dna/dna)Yulida Medistiara - detikFinanceJumat 13 Jan 2017, 11:03 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3394990/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-petikemas-gedebage-tanjung-priok' border='0' /></a> <p><strong>Jakarta (Detik.com)</strong><span>&nbsp;- Hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya menyambangi kantor PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) atau IPC. Kehadiran ketiganya di kantor Pelindo II tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan Peti Kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.&nbsp;</span><br /><br /><span>Menperin Airlangga menyebut sebenarnya akses kereta api Tanjung Priok-Gedebage telah ada sejak tahun 1990-an. Akan tetapi, sempat berhenti beroperasi dan akhirnya kembali beroperasi lagi pada Juni 2016.&nbsp;</span><br /><br /><span>"Waktu itu pengusaha Jabar ingin adanya kereta api, dulu Pasoso itu ada kendala faktor teknis, alhamdullillah bisa terselesaikan alhamdulillah bisa masuk barang itu dari Gedebage ke Tanjung Priok, walau dari segi volume belum, kami harapkan seiringnya waktu bisa menjadi opsi lain selain jalur darat," ujar Airlangga , di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/1/2017).</span><br /><br /><span>Jalur Peti Kemas ini dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC yakni PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.</span><br /><br /><span>Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan secara bertahap akan melakukan perbaikan pelayanan peti kemas. Salah satu caranya dengan memperbaiki layanan operasional dan penyediaan infrastruktur yang lebih baik.&nbsp;</span><br /><br /><span>"IPC (Pelindo II) mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo Peti Kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan&nbsp;</span><em>hinterland</em><span>&nbsp;dalam rangka integrasi maritim logistik yang Iebih baik," kata Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya.</span><br /><br /><span>Salah satu pelayanan yang dilakukan Pelindo II misalnya dengan mengembangkan akses kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. Hal itu untuk mendorong distribusi ke daerah tidak hanya menggunakan jalur darat saja tetapi juga menggunakan jalan kereta juga.</span><br /><br /><span>"Kami mendorong agar distribusi ke daerah tujuan bukan hanya satu opsi dengan jalan darat tapi ada juga opsi lain yang menggunakan kereta api ke destinasi tersebut," ujarnya.</span><br /><br /><span>Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah, stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok. Serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.</span><br /><br /><span>Selain itu, kunjungan ketiga Menteri ini sekaligus untuk melakukan tinjauan Iapangan emplasemen kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (</span><em>gate gallery</em><span>) terminal Peti Kemas JlCT-TPK Koja.&nbsp;</span><strong>(dna/dna)<br /><br /></strong><span>Yulida Medistiara - detikFinance</span><br /><span>Jumat 13 Jan 2017, 11:03 WIB</span><br /><span>https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3394990/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-petikemas-gedebage-tanjung-priok</span></p> <p><a title='Jakarta (Detik.com)&nbsp;- Hari ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya menyambangi kantor PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) atau IPC. Kehadiran ketiganya di kantor Pelindo II tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan Peti Kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok.&nbsp;Menperin Airlangga menyebut sebenarnya akses kereta api Tanjung Priok-Gedebage telah ada sejak tahun 1990-an. Akan tetapi, sempat berhenti beroperasi dan akhirnya kembali beroperasi lagi pada Juni 2016.&nbsp;"Waktu itu pengusaha Jabar ingin adanya kereta api, dulu Pasoso itu ada kendala faktor teknis, alhamdullillah bisa terselesaikan alhamdulillah bisa masuk barang itu dari Gedebage ke Tanjung Priok, walau dari segi volume belum, kami harapkan seiringnya waktu bisa menjadi opsi lain selain jalur darat," ujar Airlangga , di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/1/2017).Jalur Peti Kemas ini dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, Anak Perusahaan IPC yakni PT Multi Terminal Indonesia, dan PT Mitra Adira Utama.Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan secara bertahap akan melakukan perbaikan pelayanan peti kemas. Salah satu caranya dengan memperbaiki layanan operasional dan penyediaan infrastruktur yang lebih baik.&nbsp;"IPC (Pelindo II) mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo Peti Kemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan&nbsp;hinterland&nbsp;dalam rangka integrasi maritim logistik yang Iebih baik," kata Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya.Salah satu pelayanan yang dilakukan Pelindo II misalnya dengan mengembangkan akses kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. Hal itu untuk mendorong distribusi ke daerah tidak hanya menggunakan jalur darat saja tetapi juga menggunakan jalan kereta juga."Kami mendorong agar distribusi ke daerah tujuan bukan hanya satu opsi dengan jalan darat tapi ada juga opsi lain yang menggunakan kereta api ke destinasi tersebut," ujarnya.Turut serta hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Edi Sukmoro, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra, Kepala Syahbandar Utama Tanjung Priok, Marwansyah, stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok. Serta perwakilan asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.Selain itu, kunjungan ketiga Menteri ini sekaligus untuk melakukan tinjauan Iapangan emplasemen kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal Peti Kemas JlCT-TPK Koja.&nbsp;(dna/dna)Yulida Medistiara - detikFinanceJumat 13 Jan 2017, 11:03 WIBhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3394990/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-petikemas-gedebage-tanjung-priok' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-341.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-341.html --13TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/3-menteri-pantau-angkutan-kereta-peti-kemas-gedebage-tanjung-priok-341.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Begini Tahapan Pembangunan Pelabuhan Patimban <p><a title='REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan tahapan pembangunan Pelabuhan Patimban. Kontruksi Pelabuhan yang terletak di kabupaten Subang, Jawa Barat, itu dimulai pada kuartal III 2017.Elvyn mengungkapkan nilai investasi proyek ini sebesar 3 milar dolar AS, atau kurang lebih setara Rp 40 triliun. Ia menerangkan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahap Pertama JICA mengucurkan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk proyek ini. Total tenor pinjaman berlangsung selama 40 tahun, dengan bunga 0,1 persen.&nbsp;Sebagai operator, Pelindo bersama konsorsium asal Jepang menyumbang 10 persen pendanaan dari total investasi, yakni sebesar Rp 4 triliun. Per bagiannya Pelindo 51 persen, dan Jepang 49 persen, sisanya pinjaman dari JICA. "Uangnya akan mengucur setelah DED (Detail Enginering Design)," kata Elvin saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Selasa (10/1).Setelah proses DED, akan dilanjutkan tahap konstruksi. Elvin menerangkan ada empat tahap yang akan dilalui. Pertama pembangunan&nbsp;car terminal, selanjutnya kedua, ketiga, dan keempat untuk kontainer terminal.Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan mempercepat proses DED pada awal tahun ini. Indonesia, kata Budi menunjuk Pelindo II sebagai operator pengoperasian pelabuhan ini. Sementara dari Jepang belum dijelaskan secara detail perusahaan mana yang dilibatkan."Kita harapkan beberapa hari ini ada keputusan untuk siapa Jepangnya (operator pendamping Pelindo II)," ujar Budi.Rep: Frederikus Bata/&nbsp;Red: Budi RaharjoRabu , 11 Januari 2017, 06:18 WIBhttp://www.ihram.co.id/berita/ekonomi/makro/17/01/10/ojkg5t415-begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban-340.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Begini Tahapan Pembangunan Pelabuhan Patimban - REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan tahapan pembangunan Pelabuhan Patimban. Kontruksi Pelabuhan yang terletak di kabupaten Subang, Jawa Barat, itu dimulai pada kuartal III 2017.Elvyn mengungkapkan nilai investasi proyek ini sebesar 3 milar dolar AS, atau kurang lebih setara Rp 40 triliun. Ia menerangkan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahap Pertama JICA mengucurkan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk proyek ini. Total tenor pinjaman berlangsung selama 40 tahun, dengan bunga 0,1 persen.&nbsp;Sebagai operator, Pelindo bersama konsorsium asal Jepang menyumbang 10 persen pendanaan dari total investasi, yakni sebesar Rp 4 triliun. Per bagiannya Pelindo 51 persen, dan Jepang 49 persen, sisanya pinjaman dari JICA. "Uangnya akan mengucur setelah DED (Detail Enginering Design)," kata Elvin saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Selasa (10/1).Setelah proses DED, akan dilanjutkan tahap konstruksi. Elvin menerangkan ada empat tahap yang akan dilalui. Pertama pembangunan&nbsp;car terminal, selanjutnya kedua, ketiga, dan keempat untuk kontainer terminal.Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan mempercepat proses DED pada awal tahun ini. Indonesia, kata Budi menunjuk Pelindo II sebagai operator pengoperasian pelabuhan ini. Sementara dari Jepang belum dijelaskan secara detail perusahaan mana yang dilibatkan."Kita harapkan beberapa hari ini ada keputusan untuk siapa Jepangnya (operator pendamping Pelindo II)," ujar Budi.Rep: Frederikus Bata/&nbsp;Red: Budi RaharjoRabu , 11 Januari 2017, 06:18 WIBhttp://www.ihram.co.id/berita/ekonomi/makro/17/01/10/ojkg5t415-begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban' border='0' /></a> <p><span>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan tahapan pembangunan Pelabuhan Patimban. Kontruksi Pelabuhan yang terletak di kabupaten Subang, Jawa Barat, itu dimulai pada kuartal III 2017.</span><br /><br /><span>Elvyn mengungkapkan nilai investasi proyek ini sebesar 3 milar dolar AS, atau kurang lebih setara Rp 40 triliun. Ia menerangkan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahap Pertama JICA mengucurkan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk proyek ini. Total tenor pinjaman berlangsung selama 40 tahun, dengan bunga 0,1 persen.&nbsp;</span><br /><br /><span>Sebagai operator, Pelindo bersama konsorsium asal Jepang menyumbang 10 persen pendanaan dari total investasi, yakni sebesar Rp 4 triliun. Per bagiannya Pelindo 51 persen, dan Jepang 49 persen, sisanya pinjaman dari JICA. "Uangnya akan mengucur setelah DED (</span><em>Detail Enginering Design</em><span>)," kata Elvin saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Selasa (10/1).</span><br /><br /><span>Setelah proses DED, akan dilanjutkan tahap konstruksi. Elvin menerangkan ada empat tahap yang akan dilalui. Pertama pembangunan&nbsp;</span><em>car terminal</em><span>, selanjutnya kedua, ketiga, dan keempat untuk kontainer terminal.</span><br /><br /><span>Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan mempercepat proses DED pada awal tahun ini. Indonesia, kata Budi menunjuk Pelindo II sebagai operator pengoperasian pelabuhan ini. Sementara dari Jepang belum dijelaskan secara detail perusahaan mana yang dilibatkan.</span><br /><br /><span>"Kita harapkan beberapa hari ini ada keputusan untuk siapa Jepangnya (operator pendamping Pelindo II)," ujar Budi.</span><br /><br /><span>Rep: Frederikus Bata/&nbsp;</span><span>Red: Budi Raharjo</span><br /><span>Rabu , 11 Januari 2017, 06:18 WIB</span><br /><span>http://www.ihram.co.id/berita/ekonomi/makro/17/01/10/ojkg5t415-begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban</span></p> <p><a title='REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan tahapan pembangunan Pelabuhan Patimban. Kontruksi Pelabuhan yang terletak di kabupaten Subang, Jawa Barat, itu dimulai pada kuartal III 2017.Elvyn mengungkapkan nilai investasi proyek ini sebesar 3 milar dolar AS, atau kurang lebih setara Rp 40 triliun. Ia menerangkan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahap Pertama JICA mengucurkan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk proyek ini. Total tenor pinjaman berlangsung selama 40 tahun, dengan bunga 0,1 persen.&nbsp;Sebagai operator, Pelindo bersama konsorsium asal Jepang menyumbang 10 persen pendanaan dari total investasi, yakni sebesar Rp 4 triliun. Per bagiannya Pelindo 51 persen, dan Jepang 49 persen, sisanya pinjaman dari JICA. "Uangnya akan mengucur setelah DED (Detail Enginering Design)," kata Elvin saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Selasa (10/1).Setelah proses DED, akan dilanjutkan tahap konstruksi. Elvin menerangkan ada empat tahap yang akan dilalui. Pertama pembangunan&nbsp;car terminal, selanjutnya kedua, ketiga, dan keempat untuk kontainer terminal.Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan mempercepat proses DED pada awal tahun ini. Indonesia, kata Budi menunjuk Pelindo II sebagai operator pengoperasian pelabuhan ini. Sementara dari Jepang belum dijelaskan secara detail perusahaan mana yang dilibatkan."Kita harapkan beberapa hari ini ada keputusan untuk siapa Jepangnya (operator pendamping Pelindo II)," ujar Budi.Rep: Frederikus Bata/&nbsp;Red: Budi RaharjoRabu , 11 Januari 2017, 06:18 WIBhttp://www.ihram.co.id/berita/ekonomi/makro/17/01/10/ojkg5t415-begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban-340.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban-340.html --11TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/begini-tahapan-pembangunan-pelabuhan-patimban-340.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pelindo II Siap Jadi Operator Pelabuhan Patimban <p><a title='Suara Pembaruan [JAKARTA] - Perusahaan kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II siap menjadi operator pengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.&nbsp; Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) Elvyn G Massasya mengaku akan mengadakan rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membicarakan detail teknis pengelolaan pinjaman serta model pengelolaan pelabuhan pengganti Cilamaya itu senilai US$ 3,1 miliar (setara Rp 42 triliun) tersebut.&nbsp; &ldquo;Dari plan (rencana) sekarang, total yang akan di- perhatikan itu diharuskan badan usaha memiliki 10% (dari total investasi) atau sekitar Rp 4 triliun. (Porsi saham) kami 51%, sedang mitra 49% karena ketentuannya untuk pengelolaan di Indonesia, kami harus lebih besar,&rdquo; kata Elvyn di Jakarta, Senin (9/1).&nbsp; Lebih jauh, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap detail engineering design (DED) Pelabuhan Patim- ban rampung pada kuartal III-2017 sehingga pembangunannya bisa dimulai pada kuartal selanjutnya. Target itu sesuai dengan perkiraan waktu penyelesaian proyek pelabuhan tahap pertama pada semester I-2019.&nbsp; &ldquo;Kalau saya perkirakan, kuartal III-2017 ini harus selesai (DED),&rdquo; kata Budi seusai pertemuan dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, awal pekan ini.&nbsp; Menurut Menhub, konstruksi Pelabuhan Patimban tidak terlalu rumit karena merupakan proyek pembangunan dermaga. Pembangunan jalan pendukung pun bisa berjalan cepat sehingga tenggat waktu DED pada kuartal III-2017 dinilai cukup.&nbsp; Entitas Swasta&nbsp; Budi menjelaskan, DED untuk Pelabuhan Patimban dikerjasamakan antara Kementerian Perhubungan dan Japan International CooperationAgency (JICA).&nbsp; &ldquo;Tinggal teknisnya seperti apa. Kami juga akan menindaklanjuti mengenai entitas swastanya, dari kita Pelindo II, tinggal siapa dari Jepang,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Budi berharap dalam beberapa hari ke depan sudah ada keputusan pihak swasta yang akan mengoperasikan pelabuhan tersebut bersama Pelindo II.&nbsp; Kepastian nama pihak swasta asal Jepang itu juga akan dibahas oleh Menko Luhut yang akan memanggil duta besar Jepang untuk Indonesia beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, lanjut Luhut, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe datang ke Indonesia pada 15 Januari, bisa diresmikan kesepakatan mengenai pihak penyusun DED dan para operator pelabuhan.&nbsp; Kendati mengungkapkan terkait operator pelabuhan, Budi mengaku masih terus membahas pihak yang akan melakukan pembangunan pelabuhan.&nbsp; &ldquo;(Untuk) konstruksi sedang kami bicarakan seperti apa,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Sebelumnya pemerintah juga menyatakan siap mempercepat penggarapan revisi dokumen rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) nasional untuk mengakomodasi rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. RTRW tersebut diharapkan rampung pada Januari 2017.&nbsp; Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono mengatakan, pengerjaan revisi RTRW yang dipercepat itu guna mengejar target soft opening (pembukaan terbatas) pelabuhan senilai Rp 43,22 triliun tersebut pada 2019.&nbsp; Menurut dia, revisi RTRW baik itu secara nasional, provinsi, maupun kabupaten atau kota menjadi hal fundamental yang perlu dituntaskan sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya dari rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, seperti pengerjaan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). [ID/E-8]E-8Selasa , 10 Januari 2017Suara Pembaruan Halaman 10&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-jadi-operator-pelabuhan-patimban-339.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelindo II Siap Jadi Operator Pelabuhan Patimban - Suara Pembaruan [JAKARTA] - Perusahaan kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II siap menjadi operator pengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.&nbsp; Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) Elvyn G Massasya mengaku akan mengadakan rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membicarakan detail teknis pengelolaan pinjaman serta model pengelolaan pelabuhan pengganti Cilamaya itu senilai US$ 3,1 miliar (setara Rp 42 triliun) tersebut.&nbsp; &ldquo;Dari plan (rencana) sekarang, total yang akan di- perhatikan itu diharuskan badan usaha memiliki 10% (dari total investasi) atau sekitar Rp 4 triliun. (Porsi saham) kami 51%, sedang mitra 49% karena ketentuannya untuk pengelolaan di Indonesia, kami harus lebih besar,&rdquo; kata Elvyn di Jakarta, Senin (9/1).&nbsp; Lebih jauh, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap detail engineering design (DED) Pelabuhan Patim- ban rampung pada kuartal III-2017 sehingga pembangunannya bisa dimulai pada kuartal selanjutnya. Target itu sesuai dengan perkiraan waktu penyelesaian proyek pelabuhan tahap pertama pada semester I-2019.&nbsp; &ldquo;Kalau saya perkirakan, kuartal III-2017 ini harus selesai (DED),&rdquo; kata Budi seusai pertemuan dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, awal pekan ini.&nbsp; Menurut Menhub, konstruksi Pelabuhan Patimban tidak terlalu rumit karena merupakan proyek pembangunan dermaga. Pembangunan jalan pendukung pun bisa berjalan cepat sehingga tenggat waktu DED pada kuartal III-2017 dinilai cukup.&nbsp; Entitas Swasta&nbsp; Budi menjelaskan, DED untuk Pelabuhan Patimban dikerjasamakan antara Kementerian Perhubungan dan Japan International CooperationAgency (JICA).&nbsp; &ldquo;Tinggal teknisnya seperti apa. Kami juga akan menindaklanjuti mengenai entitas swastanya, dari kita Pelindo II, tinggal siapa dari Jepang,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Budi berharap dalam beberapa hari ke depan sudah ada keputusan pihak swasta yang akan mengoperasikan pelabuhan tersebut bersama Pelindo II.&nbsp; Kepastian nama pihak swasta asal Jepang itu juga akan dibahas oleh Menko Luhut yang akan memanggil duta besar Jepang untuk Indonesia beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, lanjut Luhut, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe datang ke Indonesia pada 15 Januari, bisa diresmikan kesepakatan mengenai pihak penyusun DED dan para operator pelabuhan.&nbsp; Kendati mengungkapkan terkait operator pelabuhan, Budi mengaku masih terus membahas pihak yang akan melakukan pembangunan pelabuhan.&nbsp; &ldquo;(Untuk) konstruksi sedang kami bicarakan seperti apa,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Sebelumnya pemerintah juga menyatakan siap mempercepat penggarapan revisi dokumen rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) nasional untuk mengakomodasi rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. RTRW tersebut diharapkan rampung pada Januari 2017.&nbsp; Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono mengatakan, pengerjaan revisi RTRW yang dipercepat itu guna mengejar target soft opening (pembukaan terbatas) pelabuhan senilai Rp 43,22 triliun tersebut pada 2019.&nbsp; Menurut dia, revisi RTRW baik itu secara nasional, provinsi, maupun kabupaten atau kota menjadi hal fundamental yang perlu dituntaskan sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya dari rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, seperti pengerjaan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). [ID/E-8]E-8Selasa , 10 Januari 2017Suara Pembaruan Halaman 10&nbsp;' border='0' /></a> <p>Suara Pembaruan [JAKARTA] - Perusahaan kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II siap menjadi operator pengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.&nbsp;</p> <p>Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) Elvyn G Massasya mengaku akan mengadakan rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membicarakan detail teknis pengelolaan pinjaman serta model pengelolaan pelabuhan pengganti Cilamaya itu senilai US$ 3,1 miliar (setara Rp 42 triliun) tersebut.&nbsp;</p> <p>&ldquo;Dari plan (rencana) sekarang, total yang akan di- perhatikan itu diharuskan badan usaha memiliki 10% (dari total investasi) atau sekitar Rp 4 triliun. (Porsi saham) kami 51%, sedang mitra 49% karena ketentuannya untuk pengelolaan di Indonesia, kami harus lebih besar,&rdquo; kata Elvyn di Jakarta, Senin (9/1).&nbsp;</p> <p>Lebih jauh, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap detail engineering design (DED) Pelabuhan Patim- ban rampung pada kuartal III-2017 sehingga pembangunannya bisa dimulai pada kuartal selanjutnya. Target itu sesuai dengan perkiraan waktu penyelesaian proyek pelabuhan tahap pertama pada semester I-2019.&nbsp;</p> <p>&ldquo;Kalau saya perkirakan, kuartal III-2017 ini harus selesai (DED),&rdquo; kata Budi seusai pertemuan dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, awal pekan ini.&nbsp;</p> <p>Menurut Menhub, konstruksi Pelabuhan Patimban tidak terlalu rumit karena merupakan proyek pembangunan dermaga. Pembangunan jalan pendukung pun bisa berjalan cepat sehingga tenggat waktu DED pada kuartal III-2017 dinilai cukup.&nbsp;</p> <p><strong>Entitas Swasta&nbsp;</strong></p> <p>Budi menjelaskan, DED untuk Pelabuhan Patimban dikerjasamakan antara Kementerian Perhubungan dan Japan International CooperationAgency (JICA).&nbsp;</p> <p>&ldquo;Tinggal teknisnya seperti apa. Kami juga akan menindaklanjuti mengenai entitas swastanya, dari kita Pelindo II, tinggal siapa dari Jepang,&rdquo; ujar dia.&nbsp;</p> <p>Budi berharap dalam beberapa hari ke depan sudah ada keputusan pihak swasta yang akan mengoperasikan pelabuhan tersebut bersama Pelindo II.&nbsp;</p> <p>Kepastian nama pihak swasta asal Jepang itu juga akan dibahas oleh Menko Luhut yang akan memanggil duta besar Jepang untuk Indonesia beberapa waktu ke depan.</p> <p>Dengan demikian, lanjut Luhut, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe datang ke Indonesia pada 15 Januari, bisa diresmikan kesepakatan mengenai pihak penyusun DED dan para operator pelabuhan.&nbsp;</p> <p>Kendati mengungkapkan terkait operator pelabuhan, Budi mengaku masih terus membahas pihak yang akan melakukan pembangunan pelabuhan.&nbsp;</p> <p>&ldquo;(Untuk) konstruksi sedang kami bicarakan seperti apa,&rdquo; ujar dia.&nbsp;</p> <p>Sebelumnya pemerintah juga menyatakan siap mempercepat penggarapan revisi dokumen rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) nasional untuk mengakomodasi rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. RTRW tersebut diharapkan rampung pada Januari 2017.&nbsp;</p> <p>Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono mengatakan, pengerjaan revisi RTRW yang dipercepat itu guna mengejar target soft opening (pembukaan terbatas) pelabuhan senilai Rp 43,22 triliun tersebut pada 2019.&nbsp;</p> <p>Menurut dia, revisi RTRW baik itu secara nasional, provinsi, maupun kabupaten atau kota menjadi hal fundamental yang perlu dituntaskan sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya dari rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, seperti pengerjaan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). [ID/E-8]<br /><br /><span>E-8<br />Selasa , 10 Januari 2017<br /><span>Suara Pembaruan Halaman 10</span></span>&nbsp;</p> <p><a title='Suara Pembaruan [JAKARTA] - Perusahaan kepelabuhanan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II siap menjadi operator pengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.&nbsp; Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) Elvyn G Massasya mengaku akan mengadakan rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membicarakan detail teknis pengelolaan pinjaman serta model pengelolaan pelabuhan pengganti Cilamaya itu senilai US$ 3,1 miliar (setara Rp 42 triliun) tersebut.&nbsp; &ldquo;Dari plan (rencana) sekarang, total yang akan di- perhatikan itu diharuskan badan usaha memiliki 10% (dari total investasi) atau sekitar Rp 4 triliun. (Porsi saham) kami 51%, sedang mitra 49% karena ketentuannya untuk pengelolaan di Indonesia, kami harus lebih besar,&rdquo; kata Elvyn di Jakarta, Senin (9/1).&nbsp; Lebih jauh, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap detail engineering design (DED) Pelabuhan Patim- ban rampung pada kuartal III-2017 sehingga pembangunannya bisa dimulai pada kuartal selanjutnya. Target itu sesuai dengan perkiraan waktu penyelesaian proyek pelabuhan tahap pertama pada semester I-2019.&nbsp; &ldquo;Kalau saya perkirakan, kuartal III-2017 ini harus selesai (DED),&rdquo; kata Budi seusai pertemuan dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, awal pekan ini.&nbsp; Menurut Menhub, konstruksi Pelabuhan Patimban tidak terlalu rumit karena merupakan proyek pembangunan dermaga. Pembangunan jalan pendukung pun bisa berjalan cepat sehingga tenggat waktu DED pada kuartal III-2017 dinilai cukup.&nbsp; Entitas Swasta&nbsp; Budi menjelaskan, DED untuk Pelabuhan Patimban dikerjasamakan antara Kementerian Perhubungan dan Japan International CooperationAgency (JICA).&nbsp; &ldquo;Tinggal teknisnya seperti apa. Kami juga akan menindaklanjuti mengenai entitas swastanya, dari kita Pelindo II, tinggal siapa dari Jepang,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Budi berharap dalam beberapa hari ke depan sudah ada keputusan pihak swasta yang akan mengoperasikan pelabuhan tersebut bersama Pelindo II.&nbsp; Kepastian nama pihak swasta asal Jepang itu juga akan dibahas oleh Menko Luhut yang akan memanggil duta besar Jepang untuk Indonesia beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, lanjut Luhut, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe datang ke Indonesia pada 15 Januari, bisa diresmikan kesepakatan mengenai pihak penyusun DED dan para operator pelabuhan.&nbsp; Kendati mengungkapkan terkait operator pelabuhan, Budi mengaku masih terus membahas pihak yang akan melakukan pembangunan pelabuhan.&nbsp; &ldquo;(Untuk) konstruksi sedang kami bicarakan seperti apa,&rdquo; ujar dia.&nbsp; Sebelumnya pemerintah juga menyatakan siap mempercepat penggarapan revisi dokumen rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) nasional untuk mengakomodasi rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. RTRW tersebut diharapkan rampung pada Januari 2017.&nbsp; Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono mengatakan, pengerjaan revisi RTRW yang dipercepat itu guna mengejar target soft opening (pembukaan terbatas) pelabuhan senilai Rp 43,22 triliun tersebut pada 2019.&nbsp; Menurut dia, revisi RTRW baik itu secara nasional, provinsi, maupun kabupaten atau kota menjadi hal fundamental yang perlu dituntaskan sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya dari rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, seperti pengerjaan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). [ID/E-8]E-8Selasa , 10 Januari 2017Suara Pembaruan Halaman 10&nbsp;' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-jadi-operator-pelabuhan-patimban-339.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-jadi-operator-pelabuhan-patimban-339.html --10TJanuary::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-jadi-operator-pelabuhan-patimban-339.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML