PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & Events http://www.indonesiaport.co.id/ The latest news and events from PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II Feeds. Get top news stories and in-depth coverage with videos and photos. en-US Copyright (c) 2011 PT. INDONESIA PORT II! Inc. All rights reserved 2017-23-05T09:33:00+07:00 5 PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II - Latest News & News http://www.indonesiaport.co.id/feeds/ http://www.indonesiaport.co.id/images/logo.png Pelindo II Siap Bangun dan Operasikan Terminal Kijing <p><a title='Kontan - Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 43 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Lewat beleid ini, pemerintah menugaskan PT Pelindo II untuk membangun dan mengoperasikan Terminal Kijing di Pontianak. Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama mengatakan bahwa pasca terbitnya beleid ini, kini Pelindo II tengah melakukan proses penetapan lokasi. Penetapan lokasi ini ditargetkan rampung pada Juni 2017. Setelah itu, pada Juli 2017 akan mulai dilakukan pembebasan lahan dan dibarengi dengan proses konstruksi. Kini Pelindo II juga tengah melakukan pra kualifikasi lelang konstruksi terminal Kijing. Menurut Rusli, ground breaking proyek terminal Kijing direncanakan digelar Agustus 2017. Kebutuhan pembiayaan proyek ini diperkirakan mencapai sebesar Rp5,02 triliun. Dana dialokasikan memakai internal Pelindo II yang akan dialokasikan dari tahun 2017-2019.Kontan Hal. 20 / 16 Mei 2017 / Ramadhani Prihatini' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-bangun-dan-operasikan-terminal-kijing-725.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pelindo II Siap Bangun dan Operasikan Terminal Kijing - Kontan - Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 43 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Lewat beleid ini, pemerintah menugaskan PT Pelindo II untuk membangun dan mengoperasikan Terminal Kijing di Pontianak. Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama mengatakan bahwa pasca terbitnya beleid ini, kini Pelindo II tengah melakukan proses penetapan lokasi. Penetapan lokasi ini ditargetkan rampung pada Juni 2017. Setelah itu, pada Juli 2017 akan mulai dilakukan pembebasan lahan dan dibarengi dengan proses konstruksi. Kini Pelindo II juga tengah melakukan pra kualifikasi lelang konstruksi terminal Kijing. Menurut Rusli, ground breaking proyek terminal Kijing direncanakan digelar Agustus 2017. Kebutuhan pembiayaan proyek ini diperkirakan mencapai sebesar Rp5,02 triliun. Dana dialokasikan memakai internal Pelindo II yang akan dialokasikan dari tahun 2017-2019.Kontan Hal. 20 / 16 Mei 2017 / Ramadhani Prihatini' border='0' /></a> <p><span>Kontan - Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 43 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Lewat beleid ini, pemerintah menugaskan PT Pelindo II untuk membangun dan mengoperasikan Terminal Kijing di Pontianak. Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama mengatakan bahwa pasca terbitnya beleid ini, kini Pelindo II tengah melakukan proses penetapan lokasi. Penetapan lokasi ini ditargetkan rampung pada Juni 2017. Setelah itu, pada Juli 2017 akan mulai dilakukan pembebasan lahan dan dibarengi dengan proses konstruksi. Kini Pelindo II juga tengah melakukan pra kualifikasi lelang konstruksi terminal Kijing. Menurut Rusli, ground breaking proyek terminal Kijing direncanakan digelar Agustus 2017. Kebutuhan pembiayaan proyek ini diperkirakan mencapai sebesar Rp5,02 triliun. Dana dialokasikan memakai internal Pelindo II yang akan dialokasikan dari tahun 2017-2019.<br /><br /><span>Kontan Hal. 20 / 16 Mei 2017 / Ramadhani Prihatini</span></span></p> <p><a title='Kontan - Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 43 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Lewat beleid ini, pemerintah menugaskan PT Pelindo II untuk membangun dan mengoperasikan Terminal Kijing di Pontianak. Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama mengatakan bahwa pasca terbitnya beleid ini, kini Pelindo II tengah melakukan proses penetapan lokasi. Penetapan lokasi ini ditargetkan rampung pada Juni 2017. Setelah itu, pada Juli 2017 akan mulai dilakukan pembebasan lahan dan dibarengi dengan proses konstruksi. Kini Pelindo II juga tengah melakukan pra kualifikasi lelang konstruksi terminal Kijing. Menurut Rusli, ground breaking proyek terminal Kijing direncanakan digelar Agustus 2017. Kebutuhan pembiayaan proyek ini diperkirakan mencapai sebesar Rp5,02 triliun. Dana dialokasikan memakai internal Pelindo II yang akan dialokasikan dari tahun 2017-2019.Kontan Hal. 20 / 16 Mei 2017 / Ramadhani Prihatini' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-bangun-dan-operasikan-terminal-kijing-725.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-bangun-dan-operasikan-terminal-kijing-725.html --16TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pelindo-ii-siap-bangun-dan-operasikan-terminal-kijing-725.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML SYARAT DAPAT PINJAMAN US$ 1,7 MILIAR: Pelabuhan Patimban akan Masuk ke Green Book <p><a title='Investor Daily - emerintah optimistis loan agreement dengan Jepang untuk pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, terealisasi pada Juni 2017. Pasalnya, regulator tinggal memasukkan rencana proyek itu ke dalam green book yang menjadi salah satu syarat disepakatinya pinjaman. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tonny Budiono menuturkan, hampir semua pengurusan izin rencana pembangunan Pelabuhan Patimban diselesaikan, mulai dari izin lingkungan, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), sampai dengan penetapan lokasi (penlok). Menurutnya, penlok menjadi bagian tersulit karena terkait lahan, namun hal itu sudah disetujui oleh gubernur Jawa Barat. Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam tiga tahap mulai akhir 2017 atau awal 2018. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya baru-baru ini menyebutkan, pihaknya tetap berminat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban. Pelindo II sudah mengajukan minatnya itu kepada pemerintah.Investor Daily Hal. 10 / 16 Mei 2017 / Thresa Sandra Desfika' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/syarat-dapat-pinjaman-us$-1,7-miliar;-pelabuhan-patimban-akan-masuk-ke-green-book-724.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='SYARAT DAPAT PINJAMAN US$ 1,7 MILIAR: Pelabuhan Patimban akan Masuk ke Green Book - Investor Daily - emerintah optimistis loan agreement dengan Jepang untuk pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, terealisasi pada Juni 2017. Pasalnya, regulator tinggal memasukkan rencana proyek itu ke dalam green book yang menjadi salah satu syarat disepakatinya pinjaman. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tonny Budiono menuturkan, hampir semua pengurusan izin rencana pembangunan Pelabuhan Patimban diselesaikan, mulai dari izin lingkungan, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), sampai dengan penetapan lokasi (penlok). Menurutnya, penlok menjadi bagian tersulit karena terkait lahan, namun hal itu sudah disetujui oleh gubernur Jawa Barat. Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam tiga tahap mulai akhir 2017 atau awal 2018. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya baru-baru ini menyebutkan, pihaknya tetap berminat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban. Pelindo II sudah mengajukan minatnya itu kepada pemerintah.Investor Daily Hal. 10 / 16 Mei 2017 / Thresa Sandra Desfika' border='0' /></a> <p><span>Investor Daily - emerintah optimistis loan agreement dengan Jepang untuk pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, terealisasi pada Juni 2017. Pasalnya, regulator tinggal memasukkan rencana proyek itu ke dalam green book yang menjadi salah satu syarat disepakatinya pinjaman. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tonny Budiono menuturkan, hampir semua pengurusan izin rencana pembangunan Pelabuhan Patimban diselesaikan, mulai dari izin lingkungan, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), sampai dengan penetapan lokasi (penlok). Menurutnya, penlok menjadi bagian tersulit karena terkait lahan, namun hal itu sudah disetujui oleh gubernur Jawa Barat. Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam tiga tahap mulai akhir 2017 atau awal 2018. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya baru-baru ini menyebutkan, pihaknya tetap berminat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban. Pelindo II sudah mengajukan minatnya itu kepada pemerintah.<br /><br /><span>Investor Daily Hal. 10 / 16 Mei 2017 / Thresa Sandra Desfika</span></span></p> <p><a title='Investor Daily - emerintah optimistis loan agreement dengan Jepang untuk pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, terealisasi pada Juni 2017. Pasalnya, regulator tinggal memasukkan rencana proyek itu ke dalam green book yang menjadi salah satu syarat disepakatinya pinjaman. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tonny Budiono menuturkan, hampir semua pengurusan izin rencana pembangunan Pelabuhan Patimban diselesaikan, mulai dari izin lingkungan, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), sampai dengan penetapan lokasi (penlok). Menurutnya, penlok menjadi bagian tersulit karena terkait lahan, namun hal itu sudah disetujui oleh gubernur Jawa Barat. Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam tiga tahap mulai akhir 2017 atau awal 2018. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya baru-baru ini menyebutkan, pihaknya tetap berminat untuk menjadi operator Pelabuhan Patimban. Pelindo II sudah mengajukan minatnya itu kepada pemerintah.Investor Daily Hal. 10 / 16 Mei 2017 / Thresa Sandra Desfika' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/syarat-dapat-pinjaman-us$-1,7-miliar;-pelabuhan-patimban-akan-masuk-ke-green-book-724.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/syarat-dapat-pinjaman-us$-1,7-miliar;-pelabuhan-patimban-akan-masuk-ke-green-book-724.html --16TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/syarat-dapat-pinjaman-us$-1,7-miliar;-pelabuhan-patimban-akan-masuk-ke-green-book-724.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Perusahaan Pelabuhan Internasional Antusias Kerja Sama dengan Pelindo <p><a title='okezone.com - Konferensi Pelabuhan Dunia yang digelar di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Bali, pada tanggal 7-12 Mei 2017, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Tidak hanya itu, perusahaan kepelabuhan internasional yang hadir dalam konferensi tersebut, antusias untuk bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Peiindo). Hal ini mereka sampaikan disela-sela paparan Dirut Pelindo I-IV, terkait program dan kinerjanya, pada Jumat lalu (12/5). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan apabila Indonesia ingin mengembangkan pelabuhan, tidak mungkin tidak bekerjasama dengan pelabuhan lainnnya di dunia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan di dunia akan memberikan nilai tambah kepada Indonesia. Konferensi tersebut menurutnya dapat meningkatkan aliansi dan networking.Indo Pos Hal. 4 / 16 Mei 2017 / Daihttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-pelabuhan-internasional-antusias-kerja-sama-dengan-pelindo-723.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Perusahaan Pelabuhan Internasional Antusias Kerja Sama dengan Pelindo - okezone.com - Konferensi Pelabuhan Dunia yang digelar di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Bali, pada tanggal 7-12 Mei 2017, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Tidak hanya itu, perusahaan kepelabuhan internasional yang hadir dalam konferensi tersebut, antusias untuk bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Peiindo). Hal ini mereka sampaikan disela-sela paparan Dirut Pelindo I-IV, terkait program dan kinerjanya, pada Jumat lalu (12/5). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan apabila Indonesia ingin mengembangkan pelabuhan, tidak mungkin tidak bekerjasama dengan pelabuhan lainnnya di dunia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan di dunia akan memberikan nilai tambah kepada Indonesia. Konferensi tersebut menurutnya dapat meningkatkan aliansi dan networking.Indo Pos Hal. 4 / 16 Mei 2017 / Daihttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' border='0' /></a> <p><span>okezone.com - Konferensi Pelabuhan Dunia yang digelar di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Bali, pada tanggal 7-12 Mei 2017, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Tidak hanya itu, perusahaan kepelabuhan internasional yang hadir dalam konferensi tersebut, antusias untuk bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Peiindo). Hal ini mereka sampaikan disela-sela paparan Dirut Pelindo I-IV, terkait program dan kinerjanya, pada Jumat lalu (12/5). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan apabila Indonesia ingin mengembangkan pelabuhan, tidak mungkin tidak bekerjasama dengan pelabuhan lainnnya di dunia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan di dunia akan memberikan nilai tambah kepada Indonesia. Konferensi tersebut menurutnya dapat meningkatkan aliansi dan networking.<br /><br /><span>Indo Pos Hal. 4 / 16 Mei 2017 / Dai</span><br />http://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif</span></p> <p><a title='okezone.com - Konferensi Pelabuhan Dunia yang digelar di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Bali, pada tanggal 7-12 Mei 2017, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Tidak hanya itu, perusahaan kepelabuhan internasional yang hadir dalam konferensi tersebut, antusias untuk bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Peiindo). Hal ini mereka sampaikan disela-sela paparan Dirut Pelindo I-IV, terkait program dan kinerjanya, pada Jumat lalu (12/5). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan apabila Indonesia ingin mengembangkan pelabuhan, tidak mungkin tidak bekerjasama dengan pelabuhan lainnnya di dunia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan di dunia akan memberikan nilai tambah kepada Indonesia. Konferensi tersebut menurutnya dapat meningkatkan aliansi dan networking.Indo Pos Hal. 4 / 16 Mei 2017 / Daihttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-pelabuhan-internasional-antusias-kerja-sama-dengan-pelindo-723.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-pelabuhan-internasional-antusias-kerja-sama-dengan-pelindo-723.html --16TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/perusahaan-pelabuhan-internasional-antusias-kerja-sama-dengan-pelindo-723.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Menhub Minta Pelabuhan Tingkatkan Volume dan Layanan Alternatif <p><a title='okezone.com - JAKARTA,&nbsp;Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa volume pelabuhan menjadi salah satu indikator utama kinerja. Cara tersebut paling mudah untuk melakukan komparasi kinerja antar satu pelabuhan dengan yang lainnya. &ldquo;Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu) omong kosong,&rdquo; ujar Budi di Jakarta, Selasa (16/5/2017). Upaya peningkatan volume tersebut harus didorong dengan meningkatkan berbagai pelayanan pelabuhan seperti peningkatan keamanan, pelayanan kepada stakeholder. Budi Karya juga menegaskan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume. &ldquo;Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Priok kepada masyarakat,&rdquo; lanjutnya. Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Priok. Lebih lanjut dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh menhub adalah water way yang dirancang oleh Pelindo II. &ldquo;Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini proyek yang bagus. Membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. Kemenhub dan Kementrian PU akan mensupport secara bersama agar proyek berjalan,&rdquo; lanjutnya. Lebih lanjut Menhub menjelaskan aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan sehingga investor dapat mendapatkan return. Aspek penting dari proyek tersebut adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada menggunakan jalur di darat. &ldquo;Saya ke sana kemarin cuma 30 menit, padahal kalau lewat darat bisa satu setengah hari. Bisa dibayangkan kalau biasanya satu setengah hari sekarang bisa lebih cepat. Jadi transportasi lain harus juga berkompetisi,&rdquo; imbuhnya. Terbukanya jalur transportasi lewat laut akan membuka jalur ekonomi. Prinsip trade follow the ship tersebut diyakini Menhub sebagai salah satu upaya untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Peningkatan volume di pelabuhan merupakan salah satu indikator berjalannya perekonomian di suatu daerah. &ldquo;Tol laut berfungsi untuk meningkatkan arus masuk dan keluar barang terutama dari Indonesia timur,&rdquo; jelas Budi. (dni) Dani Jumadil AkhirSelasa, 16 Mei 2017 - 13:49 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif-722.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Menhub Minta Pelabuhan Tingkatkan Volume dan Layanan Alternatif - okezone.com - JAKARTA,&nbsp;Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa volume pelabuhan menjadi salah satu indikator utama kinerja. Cara tersebut paling mudah untuk melakukan komparasi kinerja antar satu pelabuhan dengan yang lainnya. &ldquo;Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu) omong kosong,&rdquo; ujar Budi di Jakarta, Selasa (16/5/2017). Upaya peningkatan volume tersebut harus didorong dengan meningkatkan berbagai pelayanan pelabuhan seperti peningkatan keamanan, pelayanan kepada stakeholder. Budi Karya juga menegaskan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume. &ldquo;Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Priok kepada masyarakat,&rdquo; lanjutnya. Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Priok. Lebih lanjut dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh menhub adalah water way yang dirancang oleh Pelindo II. &ldquo;Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini proyek yang bagus. Membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. Kemenhub dan Kementrian PU akan mensupport secara bersama agar proyek berjalan,&rdquo; lanjutnya. Lebih lanjut Menhub menjelaskan aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan sehingga investor dapat mendapatkan return. Aspek penting dari proyek tersebut adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada menggunakan jalur di darat. &ldquo;Saya ke sana kemarin cuma 30 menit, padahal kalau lewat darat bisa satu setengah hari. Bisa dibayangkan kalau biasanya satu setengah hari sekarang bisa lebih cepat. Jadi transportasi lain harus juga berkompetisi,&rdquo; imbuhnya. Terbukanya jalur transportasi lewat laut akan membuka jalur ekonomi. Prinsip trade follow the ship tersebut diyakini Menhub sebagai salah satu upaya untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Peningkatan volume di pelabuhan merupakan salah satu indikator berjalannya perekonomian di suatu daerah. &ldquo;Tol laut berfungsi untuk meningkatkan arus masuk dan keluar barang terutama dari Indonesia timur,&rdquo; jelas Budi. (dni) Dani Jumadil AkhirSelasa, 16 Mei 2017 - 13:49 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' border='0' /></a> <div id="contentx" class="dtlnews"> <p><strong>okezone.com - JAKARTA,</strong>&nbsp;Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa volume pelabuhan menjadi salah satu indikator utama kinerja. Cara tersebut paling mudah untuk melakukan komparasi kinerja antar satu pelabuhan dengan yang lainnya.</p> <p>&ldquo;Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu) omong kosong,&rdquo; ujar Budi di Jakarta, Selasa (16/5/2017).</p> <div class="wrap-rekomen"> <div class="title-rekomen"><span style="font-size: 13px;">Upaya peningkatan volume tersebut harus didorong dengan meningkatkan berbagai pelayanan pelabuhan seperti peningkatan keamanan, pelayanan kepada stakeholder. Budi Karya juga menegaskan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume.</span></div> </div> <p>&ldquo;Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Priok kepada masyarakat,&rdquo; lanjutnya.</p> <p>Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Priok. Lebih lanjut dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh menhub adalah water way yang dirancang oleh Pelindo II.</p> <p>&ldquo;Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini proyek yang bagus. Membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. Kemenhub dan Kementrian PU akan mensupport secara bersama agar proyek berjalan,&rdquo; lanjutnya.</p> <p>Lebih lanjut Menhub menjelaskan aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan sehingga investor dapat mendapatkan return. Aspek penting dari proyek tersebut adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada menggunakan jalur di darat.</p> <p>&ldquo;Saya ke sana kemarin cuma 30 menit, padahal kalau lewat darat bisa satu setengah hari. Bisa dibayangkan kalau biasanya satu setengah hari sekarang bisa lebih cepat. Jadi transportasi lain harus juga berkompetisi,&rdquo; imbuhnya.</p> <p>Terbukanya jalur transportasi lewat laut akan membuka jalur ekonomi. Prinsip trade follow the ship tersebut diyakini Menhub sebagai salah satu upaya untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Peningkatan volume di pelabuhan merupakan salah satu indikator berjalannya perekonomian di suatu daerah.</p> <p>&ldquo;Tol laut berfungsi untuk meningkatkan arus masuk dan keluar barang terutama dari Indonesia timur,&rdquo; jelas Budi.</p> </div> <p><strong>(dni)</strong></p> <p><span>Dani Jumadil Akhir<br /><span>Selasa, 16 Mei 2017 - 13:49 wib<br />http://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif</span></span></p> <p><a title='okezone.com - JAKARTA,&nbsp;Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa volume pelabuhan menjadi salah satu indikator utama kinerja. Cara tersebut paling mudah untuk melakukan komparasi kinerja antar satu pelabuhan dengan yang lainnya. &ldquo;Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu) omong kosong,&rdquo; ujar Budi di Jakarta, Selasa (16/5/2017). Upaya peningkatan volume tersebut harus didorong dengan meningkatkan berbagai pelayanan pelabuhan seperti peningkatan keamanan, pelayanan kepada stakeholder. Budi Karya juga menegaskan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume. &ldquo;Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Priok kepada masyarakat,&rdquo; lanjutnya. Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Priok. Lebih lanjut dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh menhub adalah water way yang dirancang oleh Pelindo II. &ldquo;Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini proyek yang bagus. Membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. Kemenhub dan Kementrian PU akan mensupport secara bersama agar proyek berjalan,&rdquo; lanjutnya. Lebih lanjut Menhub menjelaskan aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan sehingga investor dapat mendapatkan return. Aspek penting dari proyek tersebut adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada menggunakan jalur di darat. &ldquo;Saya ke sana kemarin cuma 30 menit, padahal kalau lewat darat bisa satu setengah hari. Bisa dibayangkan kalau biasanya satu setengah hari sekarang bisa lebih cepat. Jadi transportasi lain harus juga berkompetisi,&rdquo; imbuhnya. Terbukanya jalur transportasi lewat laut akan membuka jalur ekonomi. Prinsip trade follow the ship tersebut diyakini Menhub sebagai salah satu upaya untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Peningkatan volume di pelabuhan merupakan salah satu indikator berjalannya perekonomian di suatu daerah. &ldquo;Tol laut berfungsi untuk meningkatkan arus masuk dan keluar barang terutama dari Indonesia timur,&rdquo; jelas Budi. (dni) Dani Jumadil AkhirSelasa, 16 Mei 2017 - 13:49 wibhttp://economy.okezone.com/read/2017/05/16/320/1692121/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif-722.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif-722.html --16TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/menhub-minta-pelabuhan-tingkatkan-volume-dan-layanan-alternatif-722.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Pemerintah Undang Investor Kepelabuhanan Mancanegara <p><a title='beritasatu.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah mengundang para pelaku usaha kepelabuhanan mancanegara untuk berinvestasi mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Itu merupakan salah satu upaya regulator dalam mempercepat pembangunan prasarana baru serta mengoptimalkan fungsi pelabuhan yang sudah ada. Dalam acara International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 ke-30, di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, Luhut mengatakan Indonesia membutuhkan banyak investor untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepelabuhanan. Sebab, APBN belum mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.id.beritasatu.com / 15 Mei 2017 / Devie Kania, Tri Murti' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pemerintah-undang-investor-kepelabuhanan-mancanegara-721.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Pemerintah Undang Investor Kepelabuhanan Mancanegara - beritasatu.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah mengundang para pelaku usaha kepelabuhanan mancanegara untuk berinvestasi mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Itu merupakan salah satu upaya regulator dalam mempercepat pembangunan prasarana baru serta mengoptimalkan fungsi pelabuhan yang sudah ada. Dalam acara International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 ke-30, di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, Luhut mengatakan Indonesia membutuhkan banyak investor untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepelabuhanan. Sebab, APBN belum mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.id.beritasatu.com / 15 Mei 2017 / Devie Kania, Tri Murti' border='0' /></a> <p><span>beritasatu.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah mengundang para pelaku usaha kepelabuhanan mancanegara untuk berinvestasi mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Itu merupakan salah satu upaya regulator dalam mempercepat pembangunan prasarana baru serta mengoptimalkan fungsi pelabuhan yang sudah ada. Dalam acara International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 ke-30, di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, Luhut mengatakan Indonesia membutuhkan banyak investor untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepelabuhanan. Sebab, APBN belum mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.</span><br /><br /><span>id.beritasatu.com / 15 Mei 2017 / Devie Kania, Tri Murti</span></p> <p><a title='beritasatu.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah mengundang para pelaku usaha kepelabuhanan mancanegara untuk berinvestasi mengembangkan dan membangun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Itu merupakan salah satu upaya regulator dalam mempercepat pembangunan prasarana baru serta mengoptimalkan fungsi pelabuhan yang sudah ada. Dalam acara International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 ke-30, di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, Luhut mengatakan Indonesia membutuhkan banyak investor untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepelabuhanan. Sebab, APBN belum mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.id.beritasatu.com / 15 Mei 2017 / Devie Kania, Tri Murti' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/pemerintah-undang-investor-kepelabuhanan-mancanegara-721.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/pemerintah-undang-investor-kepelabuhanan-mancanegara-721.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/pemerintah-undang-investor-kepelabuhanan-mancanegara-721.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML PTP Berpartisipasi Bulan Bhakti KKP <p><a title='JAKARTA/ISLNEWS- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Bulan Bhakti KKP yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial bersama PT. Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut KKP menyelenggarakan lomba foto dengan spot lokasi di Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, PTP, dan PT. Graha Segara. Acara diikuti oleh 150 peserta umum dari berbagai kalangan dengan juri dari KKP dan Direktur Canon Indonesia. Lomba foto dimulai dengan pemberian arahan di Auditorium Cabang Pelabuhan Tanjung priok oleh Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal, Kiki M Hilmat diikuti penjelasan tentang profile perusahaa dan sesi lomba foto di lapangan. Tim dibagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk mengambil gambar terbaik mereka. Selain acara Lomba Foto, PTP juga berencana berpartisipasi dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis Bulan Bhakti KKP yang akan diadakan di Pangandaran pada pertengahan bulan ini (Mei).&nbsp;(Tim ISL News Jakarta).Monday, 15 May 2017 09:43http://indonesiashippingline.com/port/2013-ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp-720.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='PTP Berpartisipasi Bulan Bhakti KKP - JAKARTA/ISLNEWS- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Bulan Bhakti KKP yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial bersama PT. Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut KKP menyelenggarakan lomba foto dengan spot lokasi di Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, PTP, dan PT. Graha Segara. Acara diikuti oleh 150 peserta umum dari berbagai kalangan dengan juri dari KKP dan Direktur Canon Indonesia. Lomba foto dimulai dengan pemberian arahan di Auditorium Cabang Pelabuhan Tanjung priok oleh Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal, Kiki M Hilmat diikuti penjelasan tentang profile perusahaa dan sesi lomba foto di lapangan. Tim dibagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk mengambil gambar terbaik mereka. Selain acara Lomba Foto, PTP juga berencana berpartisipasi dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis Bulan Bhakti KKP yang akan diadakan di Pangandaran pada pertengahan bulan ini (Mei).&nbsp;(Tim ISL News Jakarta).Monday, 15 May 2017 09:43http://indonesiashippingline.com/port/2013-ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp.html' border='0' /></a> <p>JAKARTA/ISLNEWS- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Bulan Bhakti KKP yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial bersama PT. Pelabuhan Tanjung Priok (PTP).</p> <p>Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut KKP menyelenggarakan lomba foto dengan spot lokasi di Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, PTP, dan PT. Graha Segara. Acara diikuti oleh 150 peserta umum dari berbagai kalangan dengan juri dari KKP dan Direktur Canon Indonesia.</p> <p>Lomba foto dimulai dengan pemberian arahan di Auditorium Cabang Pelabuhan Tanjung priok oleh Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal, Kiki M Hilmat diikuti penjelasan tentang profile perusahaa dan sesi lomba foto di lapangan.</p> <p>Tim dibagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk mengambil gambar terbaik mereka. Selain acara Lomba Foto, PTP juga berencana berpartisipasi dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis Bulan Bhakti KKP yang akan diadakan di Pangandaran pada pertengahan bulan ini (Mei).&nbsp;<strong><em>(Tim ISL News Jakarta).<br /><br /></em></strong>Monday, 15 May 2017 09:43<br />http://indonesiashippingline.com/port/2013-ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp.html</p> <p><a title='JAKARTA/ISLNEWS- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Bulan Bhakti KKP yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial bersama PT. Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). Sebagai bagian dari rangkaian acara tersebut KKP menyelenggarakan lomba foto dengan spot lokasi di Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, PTP, dan PT. Graha Segara. Acara diikuti oleh 150 peserta umum dari berbagai kalangan dengan juri dari KKP dan Direktur Canon Indonesia. Lomba foto dimulai dengan pemberian arahan di Auditorium Cabang Pelabuhan Tanjung priok oleh Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal, Kiki M Hilmat diikuti penjelasan tentang profile perusahaa dan sesi lomba foto di lapangan. Tim dibagi kedalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk mengambil gambar terbaik mereka. Selain acara Lomba Foto, PTP juga berencana berpartisipasi dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis Bulan Bhakti KKP yang akan diadakan di Pangandaran pada pertengahan bulan ini (Mei).&nbsp;(Tim ISL News Jakarta).Monday, 15 May 2017 09:43http://indonesiashippingline.com/port/2013-ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp.html' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp-720.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp-720.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/ptp-berpartisipasi-bulan-bhakti-kkp-720.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Perdana, Kapal Kontainer Besar Sandar di Dermaga Pulau Baai Bengkulu <p><a title='Metrotvnews.com, Bengkulu:&nbsp;Kapal kontainer dengan bobot muatan 10 ribu ton pada Minggu 13 Mei 2017 kembali berlabuh di Dermaga Pulau Baai, setelah hampir dua tahun terakhir tidak dapat masuk ke kolam pelabuhan milik PT Pelindo II Bengkulu karena terkendala pendangkalan alur.Kapten Kapal Meratus Zamzami mengungkapkan, kendala mereka tidak dapat melancarkan kegiatan modal transportasi laut ke Bengkulu karena selalu terkendala alur. Pihaknya mengharapkan komitmen PT Pelindo II dan Pemerintah Daerah Bengkulu dapat serius dalam menjamin kelancaran arus transportasi dengan menjaga kedalaman alur hingga 10 meter. "Bagi kami pihak kapal, bila kondisi alur pelabuhan terjamin kedalamannya merupkan modal utama dalam transportasi ini. Sebab, dengan kedalaman minus 10 meter kapal dengan bobot besar milik kami ini sudah barang tentu tidak dapat bersandar," ujarnya, Minggu 13 Mei 2017.Tidak hanya sebatas kedalaman alur belaka yang dirawat, pemilik kapal mengharapkan pemerintah daerah turut merangkul pengusaha lokal untuk menggunakan modal transportasi laut, sehingga saat keluar dari pelabuhan Bengkulu kapal tidak hanya kosong muatan namun dapat mengangkut hasil bumi seperti palawija, kopi dan, kebutuhan pokok."Kalau saat ini setelah bongkar muatan, kapal kembali lagi ke Jakarta dalam kondisi kosong. Padahal dengan hasil bumi Bengkulu yang terkenal akan kopi dan ladanya itu bisa memanfatkan jasa transportasi laut yang jauh lebih efisien," harap Zamzami.Diposisi berbeda, manajemen PT Pelindo II Bengkulu mengaku akan berupaya meyakini perusahaan besar di Pulau Jawa untuk memanfaatkan jasa transportasi laut. Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu disebutkan masuk dalam posisi strategis menopang ekonomi sejumlah provinsi."Untuk meyakini pengusaha bahwa pelabuhan ini sudah siap menampung kapal besar, saya turun langsung meyakini mereka hingga ke Surabaya," kata GM Pelindo II Bengkulu Drajat Sulistyo. Safran Ansyori &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;Senin, 15 May 2017 11:21 WIBhttp://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/yNLeQVqb-perdana-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perdana,-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu-719.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Perdana, Kapal Kontainer Besar Sandar di Dermaga Pulau Baai Bengkulu - Metrotvnews.com, Bengkulu:&nbsp;Kapal kontainer dengan bobot muatan 10 ribu ton pada Minggu 13 Mei 2017 kembali berlabuh di Dermaga Pulau Baai, setelah hampir dua tahun terakhir tidak dapat masuk ke kolam pelabuhan milik PT Pelindo II Bengkulu karena terkendala pendangkalan alur.Kapten Kapal Meratus Zamzami mengungkapkan, kendala mereka tidak dapat melancarkan kegiatan modal transportasi laut ke Bengkulu karena selalu terkendala alur. Pihaknya mengharapkan komitmen PT Pelindo II dan Pemerintah Daerah Bengkulu dapat serius dalam menjamin kelancaran arus transportasi dengan menjaga kedalaman alur hingga 10 meter. "Bagi kami pihak kapal, bila kondisi alur pelabuhan terjamin kedalamannya merupkan modal utama dalam transportasi ini. Sebab, dengan kedalaman minus 10 meter kapal dengan bobot besar milik kami ini sudah barang tentu tidak dapat bersandar," ujarnya, Minggu 13 Mei 2017.Tidak hanya sebatas kedalaman alur belaka yang dirawat, pemilik kapal mengharapkan pemerintah daerah turut merangkul pengusaha lokal untuk menggunakan modal transportasi laut, sehingga saat keluar dari pelabuhan Bengkulu kapal tidak hanya kosong muatan namun dapat mengangkut hasil bumi seperti palawija, kopi dan, kebutuhan pokok."Kalau saat ini setelah bongkar muatan, kapal kembali lagi ke Jakarta dalam kondisi kosong. Padahal dengan hasil bumi Bengkulu yang terkenal akan kopi dan ladanya itu bisa memanfatkan jasa transportasi laut yang jauh lebih efisien," harap Zamzami.Diposisi berbeda, manajemen PT Pelindo II Bengkulu mengaku akan berupaya meyakini perusahaan besar di Pulau Jawa untuk memanfaatkan jasa transportasi laut. Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu disebutkan masuk dalam posisi strategis menopang ekonomi sejumlah provinsi."Untuk meyakini pengusaha bahwa pelabuhan ini sudah siap menampung kapal besar, saya turun langsung meyakini mereka hingga ke Surabaya," kata GM Pelindo II Bengkulu Drajat Sulistyo. Safran Ansyori &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;Senin, 15 May 2017 11:21 WIBhttp://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/yNLeQVqb-perdana-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu' border='0' /></a> <p>Metrotvnews.com, Bengkulu:&nbsp;Kapal kontainer dengan bobot muatan 10 ribu ton pada Minggu 13 Mei 2017 kembali berlabuh di Dermaga Pulau Baai, setelah hampir dua tahun terakhir tidak dapat masuk ke kolam pelabuhan milik PT Pelindo II Bengkulu karena terkendala pendangkalan alur.<br /><br />Kapten Kapal Meratus Zamzami mengungkapkan, kendala mereka tidak dapat melancarkan kegiatan modal transportasi laut ke Bengkulu karena selalu terkendala alur. Pihaknya mengharapkan komitmen PT Pelindo II dan Pemerintah Daerah Bengkulu dapat serius dalam menjamin kelancaran arus transportasi dengan menjaga kedalaman alur hingga 10 meter.</p> <p><span>"Bagi kami pihak kapal, bila kondisi alur pelabuhan terjamin kedalamannya merupkan modal utama dalam transportasi ini. Sebab, dengan kedalaman minus 10 meter kapal dengan bobot besar milik kami ini sudah barang tentu tidak dapat bersandar," ujarnya, Minggu 13 Mei 2017.</span><br /><br /><span>Tidak hanya sebatas kedalaman alur belaka yang dirawat, pemilik kapal mengharapkan pemerintah daerah turut merangkul pengusaha lokal untuk menggunakan modal transportasi laut, sehingga saat keluar dari pelabuhan Bengkulu kapal tidak hanya kosong muatan namun dapat mengangkut hasil bumi seperti palawija, kopi dan, kebutuhan pokok.</span><br /><br /><span>"Kalau saat ini setelah bongkar muatan, kapal kembali lagi ke Jakarta dalam kondisi kosong. Padahal dengan hasil bumi Bengkulu yang terkenal akan kopi dan ladanya itu bisa memanfatkan jasa transportasi laut yang jauh lebih efisien," harap Zamzami.</span><br /><br /><span>Diposisi berbeda, manajemen PT Pelindo II Bengkulu mengaku akan berupaya meyakini perusahaan besar di Pulau Jawa untuk memanfaatkan jasa transportasi laut. Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu disebutkan masuk dalam posisi strategis menopang ekonomi sejumlah provinsi.</span><br /><br /><span>"Untuk meyakini pengusaha bahwa pelabuhan ini sudah siap menampung kapal besar, saya turun langsung meyakini mereka hingga ke Surabaya," kata GM Pelindo II Bengkulu Drajat Sulistyo.</span></p> <p><span>Safran Ansyori &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br />Senin, 15 May 2017 11:21 WIB<br />http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/yNLeQVqb-perdana-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu</span></p> <p><a title='Metrotvnews.com, Bengkulu:&nbsp;Kapal kontainer dengan bobot muatan 10 ribu ton pada Minggu 13 Mei 2017 kembali berlabuh di Dermaga Pulau Baai, setelah hampir dua tahun terakhir tidak dapat masuk ke kolam pelabuhan milik PT Pelindo II Bengkulu karena terkendala pendangkalan alur.Kapten Kapal Meratus Zamzami mengungkapkan, kendala mereka tidak dapat melancarkan kegiatan modal transportasi laut ke Bengkulu karena selalu terkendala alur. Pihaknya mengharapkan komitmen PT Pelindo II dan Pemerintah Daerah Bengkulu dapat serius dalam menjamin kelancaran arus transportasi dengan menjaga kedalaman alur hingga 10 meter. "Bagi kami pihak kapal, bila kondisi alur pelabuhan terjamin kedalamannya merupkan modal utama dalam transportasi ini. Sebab, dengan kedalaman minus 10 meter kapal dengan bobot besar milik kami ini sudah barang tentu tidak dapat bersandar," ujarnya, Minggu 13 Mei 2017.Tidak hanya sebatas kedalaman alur belaka yang dirawat, pemilik kapal mengharapkan pemerintah daerah turut merangkul pengusaha lokal untuk menggunakan modal transportasi laut, sehingga saat keluar dari pelabuhan Bengkulu kapal tidak hanya kosong muatan namun dapat mengangkut hasil bumi seperti palawija, kopi dan, kebutuhan pokok."Kalau saat ini setelah bongkar muatan, kapal kembali lagi ke Jakarta dalam kondisi kosong. Padahal dengan hasil bumi Bengkulu yang terkenal akan kopi dan ladanya itu bisa memanfatkan jasa transportasi laut yang jauh lebih efisien," harap Zamzami.Diposisi berbeda, manajemen PT Pelindo II Bengkulu mengaku akan berupaya meyakini perusahaan besar di Pulau Jawa untuk memanfaatkan jasa transportasi laut. Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu disebutkan masuk dalam posisi strategis menopang ekonomi sejumlah provinsi."Untuk meyakini pengusaha bahwa pelabuhan ini sudah siap menampung kapal besar, saya turun langsung meyakini mereka hingga ke Surabaya," kata GM Pelindo II Bengkulu Drajat Sulistyo. Safran Ansyori &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;Senin, 15 May 2017 11:21 WIBhttp://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/yNLeQVqb-perdana-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/perdana,-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu-719.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/perdana,-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu-719.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/perdana,-kapal-kontainer-besar-sandar-di-dermaga-pulau-baai-bengkulu-719.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Indonesia Berpeluang Jadi Hub Pelayaran <p><a title='Bisnis.com, JAKARTA - Berlabuhnya kapal layar tiang tinggi&nbsp;(tall ships) "Star Clipper" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi hub pelayaran industri pariwisata. Star Clipper sebelumnya mengoperasikan kapalnya selama beberapa tahun di Thailand untuk menjelajah destinasi wisata bahari di Asean. Namun, atas permintaan banyak pelanggannya itu, operator kapal memutuskan untuk beralih ke Indonesia sebagai uji coba pada tahun ini. "Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kamiuntuk Asean. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan Marina di Indonesia sudah digencarkan," kata Kapten kapal Star Clipper Brunon, mengutip keterangan resminya, Minggu (14/5/2017). Dalam kesempatan sama, anggota Tim Percepatan Pariwisata Bahari Aji Sularso mengungkapkan sejauh ini faktor-faktor yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan adalah masalah prosedur CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port Clearance) atau bea cukai, imigrasi, karantina, dan izin di pelabuhan. "Biaya ground handling, baik resmi maupun tidak resmi, yang terlalu tinggi dan lebih mahal daripada negara tetangga. Kami terus mengupayakan hal ini berkoordinasi dengan instansi lainnya agar dipermudah," kata Aji. Aji menambahkam, yang menjadi sasaran utama kapal tall ships saat ini masih Bali, karena akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Baliyang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal. "Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan," katanya. 15 Mei&nbsp;2017&nbsp;00:52 WIB Amanda Kusumawardhanihttp://industri.bisnis.com/read/20170515/98/653501/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran-718.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Indonesia Berpeluang Jadi Hub Pelayaran - Bisnis.com, JAKARTA - Berlabuhnya kapal layar tiang tinggi&nbsp;(tall ships) "Star Clipper" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi hub pelayaran industri pariwisata. Star Clipper sebelumnya mengoperasikan kapalnya selama beberapa tahun di Thailand untuk menjelajah destinasi wisata bahari di Asean. Namun, atas permintaan banyak pelanggannya itu, operator kapal memutuskan untuk beralih ke Indonesia sebagai uji coba pada tahun ini. "Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kamiuntuk Asean. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan Marina di Indonesia sudah digencarkan," kata Kapten kapal Star Clipper Brunon, mengutip keterangan resminya, Minggu (14/5/2017). Dalam kesempatan sama, anggota Tim Percepatan Pariwisata Bahari Aji Sularso mengungkapkan sejauh ini faktor-faktor yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan adalah masalah prosedur CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port Clearance) atau bea cukai, imigrasi, karantina, dan izin di pelabuhan. "Biaya ground handling, baik resmi maupun tidak resmi, yang terlalu tinggi dan lebih mahal daripada negara tetangga. Kami terus mengupayakan hal ini berkoordinasi dengan instansi lainnya agar dipermudah," kata Aji. Aji menambahkam, yang menjadi sasaran utama kapal tall ships saat ini masih Bali, karena akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Baliyang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal. "Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan," katanya. 15 Mei&nbsp;2017&nbsp;00:52 WIB Amanda Kusumawardhanihttp://industri.bisnis.com/read/20170515/98/653501/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran' border='0' /></a> <p><span>Bisnis.com</span>, JAKARTA - Berlabuhnya kapal layar tiang tinggi&nbsp;<em>(tall ships</em>) "Star Clipper" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi hub pelayaran industri pariwisata.</p> <p>Star Clipper sebelumnya mengoperasikan kapalnya selama beberapa tahun di Thailand untuk menjelajah destinasi wisata bahari di Asean.</p> <p>Namun, atas permintaan banyak pelanggannya itu, operator kapal memutuskan untuk beralih ke Indonesia sebagai uji coba pada tahun ini.</p> <p>"Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kami<br />untuk Asean. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan Marina di Indonesia sudah digencarkan," kata Kapten kapal Star Clipper Brunon, mengutip keterangan resminya, Minggu (14/5/2017).</p> <p>Dalam kesempatan sama, anggota Tim Percepatan Pariwisata Bahari Aji Sularso mengungkapkan sejauh ini faktor-faktor yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan adalah masalah prosedur CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port Clearance) atau bea cukai, imigrasi, karantina, dan izin di pelabuhan.</p> <p>"Biaya ground handling, baik resmi maupun tidak resmi, yang terlalu tinggi dan lebih mahal daripada negara tetangga. Kami terus mengupayakan hal ini berkoordinasi dengan instansi lainnya agar dipermudah," kata Aji.</p> <p>Aji menambahkam, yang menjadi sasaran utama kapal tall ships saat ini masih Bali, karena akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Bali<br />yang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal.</p> <p>"Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan," katanya.</p> <p> <div class="wrapper-date"> <div class="date">15 Mei&nbsp;<span style="font-size: 13px;">2017&nbsp;</span><span style="font-size: 13px;">00:52 WIB</span></div> </div> <div class="author"><span>Amanda Kusumawardhani<br />http://industri.bisnis.com/read/20170515/98/653501/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran</span></div> </p> <p><a title='Bisnis.com, JAKARTA - Berlabuhnya kapal layar tiang tinggi&nbsp;(tall ships) "Star Clipper" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi hub pelayaran industri pariwisata. Star Clipper sebelumnya mengoperasikan kapalnya selama beberapa tahun di Thailand untuk menjelajah destinasi wisata bahari di Asean. Namun, atas permintaan banyak pelanggannya itu, operator kapal memutuskan untuk beralih ke Indonesia sebagai uji coba pada tahun ini. "Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kamiuntuk Asean. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan Marina di Indonesia sudah digencarkan," kata Kapten kapal Star Clipper Brunon, mengutip keterangan resminya, Minggu (14/5/2017). Dalam kesempatan sama, anggota Tim Percepatan Pariwisata Bahari Aji Sularso mengungkapkan sejauh ini faktor-faktor yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan adalah masalah prosedur CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port Clearance) atau bea cukai, imigrasi, karantina, dan izin di pelabuhan. "Biaya ground handling, baik resmi maupun tidak resmi, yang terlalu tinggi dan lebih mahal daripada negara tetangga. Kami terus mengupayakan hal ini berkoordinasi dengan instansi lainnya agar dipermudah," kata Aji. Aji menambahkam, yang menjadi sasaran utama kapal tall ships saat ini masih Bali, karena akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Baliyang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal. "Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan," katanya. 15 Mei&nbsp;2017&nbsp;00:52 WIB Amanda Kusumawardhanihttp://industri.bisnis.com/read/20170515/98/653501/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran-718.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran-718.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/indonesia-berpeluang-jadi-hub-pelayaran-718.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML Berita Foto: Pelabuhan Priok <p><a title='Indo Pos - (Berita Foto) Bank Mandiri telah bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV, baik secara langsung maupun sindikasi.Indo Pos Hal. 4 / 15 Mei 2017 /' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/berita-foto;-pelabuhan-priok-717.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='Berita Foto: Pelabuhan Priok - Indo Pos - (Berita Foto) Bank Mandiri telah bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV, baik secara langsung maupun sindikasi.Indo Pos Hal. 4 / 15 Mei 2017 /' border='0' /></a> <p><span>Indo Pos - (Berita Foto) Bank Mandiri telah bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV, baik secara langsung maupun sindikasi.</span><br /><br /><span>Indo Pos Hal. 4 / 15 Mei 2017 /</span></p> <p><a title='Indo Pos - (Berita Foto) Bank Mandiri telah bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV, baik secara langsung maupun sindikasi.Indo Pos Hal. 4 / 15 Mei 2017 /' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/berita-foto;-pelabuhan-priok-717.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/berita-foto;-pelabuhan-priok-717.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/berita-foto;-pelabuhan-priok-717.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML KONFERENSI IAPH: Pelabuhan Diminta Perbaiki Layanan <p><a title='Bisnis Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong pengelola pelabuhan di Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendukung konektivitas dengan pelabuhan lain di dunia. Menurutnya, salah satu bukti peningkatan kualitas adalah naiknya jumlah volume barang yang dikapalkan melalui pelabuhan tersebut. Selain itu, ia juga mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV bekerja keras meningkatkan keamanan serta kemampuan dalam segala hal untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder shipping line, hingga produsen. Saat ini, dia menegaskan dunia pelabuhan Indonesia mulai diakui dengan keberhasilan Pelindo II mendatangkan kapal superbesar ke Pelabuhan Tanjung Priok sehingga membuktikan kepercayaan pengguna jasa. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G. Masassya mengatakan BUMN berkomitmen menjadikan pelabuhan kelas dunia pada 2020.Bisnis Indonesia Hal. 28 / 15 Mei 2017 / Ema Sukarelawanto, Feri Kristianto' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/konferensi-iaph;-pelabuhan-diminta-perbaiki-layanan-716.html'> <img src='../content_images/' width='100' align='left' title='KONFERENSI IAPH: Pelabuhan Diminta Perbaiki Layanan - Bisnis Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong pengelola pelabuhan di Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendukung konektivitas dengan pelabuhan lain di dunia. Menurutnya, salah satu bukti peningkatan kualitas adalah naiknya jumlah volume barang yang dikapalkan melalui pelabuhan tersebut. Selain itu, ia juga mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV bekerja keras meningkatkan keamanan serta kemampuan dalam segala hal untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder shipping line, hingga produsen. Saat ini, dia menegaskan dunia pelabuhan Indonesia mulai diakui dengan keberhasilan Pelindo II mendatangkan kapal superbesar ke Pelabuhan Tanjung Priok sehingga membuktikan kepercayaan pengguna jasa. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G. Masassya mengatakan BUMN berkomitmen menjadikan pelabuhan kelas dunia pada 2020.Bisnis Indonesia Hal. 28 / 15 Mei 2017 / Ema Sukarelawanto, Feri Kristianto' border='0' /></a> <p><span>Bisnis Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong pengelola pelabuhan di Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendukung konektivitas dengan pelabuhan lain di dunia. Menurutnya, salah satu bukti peningkatan kualitas adalah naiknya jumlah volume barang yang dikapalkan melalui pelabuhan tersebut. Selain itu, ia juga mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV bekerja keras meningkatkan keamanan serta kemampuan dalam segala hal untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder shipping line, hingga produsen. Saat ini, dia menegaskan dunia pelabuhan Indonesia mulai diakui dengan keberhasilan Pelindo II mendatangkan kapal superbesar ke Pelabuhan Tanjung Priok sehingga membuktikan kepercayaan pengguna jasa. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G. Masassya mengatakan BUMN berkomitmen menjadikan pelabuhan kelas dunia pada 2020.<br /><br /><span>Bisnis Indonesia Hal. 28 / 15 Mei 2017 / Ema Sukarelawanto, Feri Kristianto</span></span></p> <p><a title='Bisnis Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong pengelola pelabuhan di Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendukung konektivitas dengan pelabuhan lain di dunia. Menurutnya, salah satu bukti peningkatan kualitas adalah naiknya jumlah volume barang yang dikapalkan melalui pelabuhan tersebut. Selain itu, ia juga mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV bekerja keras meningkatkan keamanan serta kemampuan dalam segala hal untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder shipping line, hingga produsen. Saat ini, dia menegaskan dunia pelabuhan Indonesia mulai diakui dengan keberhasilan Pelindo II mendatangkan kapal superbesar ke Pelabuhan Tanjung Priok sehingga membuktikan kepercayaan pengguna jasa. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II/IPC Elvyn G. Masassya mengatakan BUMN berkomitmen menjadikan pelabuhan kelas dunia pada 2020.Bisnis Indonesia Hal. 28 / 15 Mei 2017 / Ema Sukarelawanto, Feri Kristianto' target='_blank' href='http://www.indonesiaport.co.id/news/konferensi-iaph;-pelabuhan-diminta-perbaiki-layanan-716.html'>Read More</a> </p> <br clear='all'/> http://www.indonesiaport.co.id/news/konferensi-iaph;-pelabuhan-diminta-perbaiki-layanan-716.html --15TMay::00+07:00 AP http://www.indonesiaport.co.id/news/konferensi-iaph;-pelabuhan-diminta-perbaiki-layanan-716.html PT. Pelabuhan Indonesia II | Indonesia Port Corporation II HTML