Shipping News Asia : IPO Multi Terminal Indonesia

Home » Berita Terkini » Tanjung Priok


Multi Terminal Indonesia (MTI) merupakan anak perusahaan dari  Pelindo II. Perusahaan Ini menangani logistik, terminal kontainer dan terminal multiguna bagi pelanggan yang menggunakan pelabuhan di Tanjung Priok.

Pelindo II menguasai saham 99 persen di MTI, dengan sisanya dimiliki oleh koperasi karyawan pelabuhan Tanjung Priok.

"MTI membutuhkan Rp 300 miliar dana untuk ekspansi tahun depan. Dana tersebut diharapkan akan diamankan dari IPO, "kata Mulyono, direktur keuangan Pelindo II, Investor Daily, Selasa.

Dia menambahkan bahwa IPO tersebut dijadwalkan untuk paruh kedua tahun 2013. Namun, jika IPO melalui Pelindo II akan memungkinkan MTI secara terpisah menjual obligasi.

Adapun Pelindo II sendiri, telah mengumumkan rencana untuk menjual sampai dengan Rp 3,5 triliun obligasi untuk membantu membiayai ekspansi.

"Hasil dari penjualan obligasi akan digunakan untuk membantu membiayai fase pertama dari pembangunan terminal Kalibaru, serta meningkatkan modal kerja bagi perusahaan secara umum.

Mulyono mengatakan pada 20 September bahwa operator pelabuhan membutuhkan $ 4 miliar untuk membangun Pelabuhan Kalibaru, juga dikenal sebagai "Pelabuhan NewPriok," yang terletak tujuh kilometer barat Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Perusahaan akan membagi pengeluaran investasi menjadi dua tahap: $ 2.5 miliar untuk tahap pertama dan $ 1,5 milyar untuk yang kedua.

Pembangunan bagian pertama ini diharapkan akan selesai pada tahun 2014, sedangkan tahap kedua akan dimulai pada 2018 dan diharapkan akan selesai pada tahun 2022.

Investasi untuk tahap pertama akan mencakup rencana untuk membangun engkau terminal kontainer dengan kapasitas gabungan sebesar 4,5 juta unit setara dua puluh kaki (TEU), terminal bahan bakar minyak dan dua terminal gas dengan kapasitas gabungan sebesar sembilan juta ton per tahun.

Setelah tahap kedua selesai, empat terminal lainnya akan ditambahkan, sehingga penanganan kontainer kapasitas total Pelabuhan Priok Baru menjadi 12,5 juta TEUs.

Pelindo II ingin meningkatkan penanganan kapasitas pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan tersibuk di Indonesia yang sudah beroperasi, karena pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam negeri telah memicu ledakan yang cepat dalam bisnis penanganan kontainer, dengan lebih banyak barang mengalir melalui pelabuhan.

Dengan proses lebih cepat dan kapasitas yang lebih besar, bisnis mengharapkan untuk memotong biaya logistik sementara operator juga dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak.

Sumber : Livetradingnews.com



Share :     





Comments (0)


No comments yet.




Share Comments


Name *
Email Address *
Comments *
Captcha *