Pelindo II bangun Car Terminal di Kalibaru

Home » Berita Terkini » Tanjung Priok


Sumber : Bisnis Indonesia, 14 Juni 2012


Arus bongkar muat kendaraan di Priok melonjak 46 %


JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan membangun dermaga khusus bongkar muat kendaraan sepanjang 400 meter di proyek Terminal Kalibaru untuk mengurangi kepadatan di Tanjung Priok Car Terminal.

Kepala Unit  Tanjung Priok Car  Terminal (TPC), Bimo Widihatmoko, mengatakan bahwa nantinya, dermaga tanbahan kendaraan dikhususkan melayani pengapalan kendaraan ekspor impor  di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Jadi, rencana desain proyek Terminal Kalibaru itu juga untuk juga menyiapkan dermaga khusus bongkar muat untuk mobil, disamping liquid dan peti kemas," katanya, Rabu (13/6).

Pelindo II telah menargetkan proyek Terminal Kalibaru atau New Priok pada tahap pertama berkapasitas 1,5 juta TEUs senilai total Rp. 22,66 triliun selesai pada tahun 2014. Sampai saat ini Bimo menyatakan Tanjung Priok Car Terminal sudah sangat padat sehingga dermaga dan lapangan tidak mencukupi melayani arus bongkar muat ekspor impor kendaraan beserta suku cadangnya.

Dia memaparkan bahwa kapasitas TPCT saat ini hanya 250.000 unit per tahun, sedangkan arus bongkar muat melalui terminal itu pada Januari-Maret 2012 sudah mencapai 147.312 unit.

"Kapasitas TPCT yang hanya 250.000 unit per tahun, kami nilai masih belum seimbang dengan arus kargo yang dilayani" tegasnya. 

Pembangunan dermaga khusus kendaraan di terminal Kalibaru, ungkapnya, merupakan program jangka panjang guna merespons ancaman stagnasi di terminal mobil di Pelabuhan Tanjung Priok seiring dengan derasnya volume bongkar muat kendaraan di pelabuhan itu.

Bimo mengatakan bahwa pihaknya juga mencoba mencari solusi lain dengan mempersiapkan pindah lokasi penumpukan atau overbrengen (OB) ke mitra Tempat Penimbunan Sementara yang masih dalam pengawasan pabean  Bea & Cukai Pelabuhan Tanjung Priok.

"OB adalah opsi terakhir jika kepadatan di lapangan atau yard occupancy ratio lebih dari 85% dan tidak bisa lagi melakukan manuver di lapangan," tuturnya

Bimo juga mengungkapkan bahwa  program pengembangan Car Terminal di Kalibaru, Pelabuhan Tajung Priok akan memiliki dermaga khusus sepanjang 400 m dengan lapangan penumpukan seluas 40 ha.

Bila terminal mobil di Kalibaru siap, tambahnya, terminal yang akan dimanfaatkan sebagai Bulk Terminal atau terminal khusus mobil antar pulau (domestik).

Terus Tumbuh
Selama Januari-Maret 2012, TPCT mencatat realisasi bongkar muat kendaraan niaga, truk, dan alat berat untuk pengapalan ekspor impor melalui terminal khusus mobil mencapai 147.312 unit atau melonjak 46 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Arus bongkar muat kendaraan itu berasal dari impor sebanyak 73.014 unit dengan perincian impor mobil niaga  56.808 unit, truk 3373 unit, alat berat dan forklift 4697 unit, serta suku cadang 8136 unit. Khusus pengapalan ekspor sebanyak 74.298 unit dengan perincian mobil niaga sebanyak 71.870 unit, truk 50 unit, alat berat dan forklift 656 unit, serta suku cadang 1722 unit. Seluruh pengapalan ekspor impor tersebut dilayani oleh 126 kapal internasional.

Sebelumnya, pelaku usaha di Pelabuhan Tanjung Priok khawatir ancaman stagnasi terhadap arus  bongkar muat kendaraan di TPCT menyusul padatnya lapangan penumpukan terminal itu.

Manajer Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Bandar Krida Jasindo, Mulyono, mengatakan tingkat kepadatan di lapangan penumpukan Tanjung Priok Car Terminal sangat tinggi yakni 85 %. Menurutnya, pelaku usaha mendesak solusi jangka pendek guna mengatasi kepadatan penumpukan di terminal khusus mobil tanjung priok.

"Kalau tidak dicarikan solusi akan mengakibatkan stagnasi di pelabuhan tersebut, karena kapal datang terus untuk bongkar sedangkan lapangan sudah penuh," ujarnya.

Kapasitas tampung terminal untuk mobil niaga, truk dan alat berat saat ini mencapai 7000 unit. •
(K1/Hendra Wibawa) (redaksi@bisnis.co.id)



Share :     





Comments (0)


No comments yet.




Share Comments


Name *
Email Address *
Comments *
Captcha *