PERHITUNGAN BARANG DI PELABUHAN: 23 Perusahaan Tally Siap Operasi di Priok

Home » Berita Terkini » Tanjung Priok


JAKARTA — Sebanyak 23 perusahaan tally mandiri siap melakukan kegiatan penghitungan dan pencatatan barang di Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberikan akurasi data perdagangan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Layanan tally secara mandiri merupakan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik barang serta pengangkut dan sebagai database bagi kepentingan pemerintah atau instansi terkait.

Ketua Umum DPP Gabungan Tally Mandiri Indonesia (GTMI) Ricky Handersen menyatakan ke-23 perusahaan tally mandiri itu sudah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI Jakarta.

“GTMI sebagai asosiasi yang mewadahi perusahaan tally mandiri juga sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya, kepada Bisnis, Senin (21/8).

Kegiatan tally mandiri telah diamanatkan melalui Undang-Undang (UU) No.17/2008 tentang Pelayaran, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, dan PP No. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan.

Selain itu, kegiatan itu juga diatur melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No:15/2007 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Tally di Pelabuhan, serta KM 14/2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal.

Ricky menjelaskan kegiatan tally mandiri sangat penting untuk memberikan akurasi data barang di Indonesia yang kemudian bisa dijadikan tolok ukur kebijakan pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan.

Selama ini, kata dia, data arus barang perdagangan domestik atau antarpulau masih belum tercatat secara akurat sehingga tidak mampu diketahui secara pasti berapa besar kebutuhan konsumsi domestik. Hal itu menyulitkan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas.

Idealnya, imbuhnya, aktivitas perdagangan antarpulau dari Sabang sampai Merauke dapat terekapitulasi secara akurat yang dilakukan perusahaan tally mandiri atau lembaga independen mulai saat proses pengapalan, bongkar muatnya di pelabuhan hingga proses distribusinya.

Ricky mengatakan pelaksanaan kegiatan tally mandiri di seluruh pelabuhan Indonesia perlu komitmen kuat seluruh stakeholders untuk menyelamatkan kepentingan nasional dari simpang siurnya data barang perdagangan domestik maupun ekspor impor.

“Tally mandiri yang dilakukan oleh lembaga independen juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penyelundupan untuk mengoptimalkan pendapatan bagi negara,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, Imanudin mengatakan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik barang dan stakeholder terkait sebelum implementasi tally mandiri itu.

“Mesti clear dulu, kegiatan taly mandiri ini untuk kepentingan siapa sebab konsekuensinya akan muncul biaya atas layanan itu. Dan sampai kini saya belum menerima laporan bakal ada tally mandiri di Priok,” ujarnya kepada Bisnis (21/8).

Imanudin berharap semua pihak terkait dan seluruh masyarakat pengguna dan penyedia jasa di pelabuhan Priok agar turut komitmen menciptakan efisiensi layanan logistik guna mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah saat ini. (k1)

Bisnis Indonesia / 22 Agustus 2017 / K1
http://kalimantan.bisnis.com/read/20170822/450/682713/perhitungan-barang-di-pelabuhan-23-perusahaan-tally-siap-operasi-di-priok



Share :     





Comments (0)


No comments yet.




Share Comments


Name *
Email Address *
Comments *
Captcha *