Tentang Perusahaan

Home » Profil IPC » Tentang Perusahaan


Merujuk pada UU No 7 Tahun 2008, pelabuhan memiliki tiga fungsi dalam perdagangan, yaitu sebagai mata rantai transportasi, sebagai entitas industri, dan pintu gerbang negara. 

Sebagai mata rantai transportasi, pelabuhan laut merupakan salah satu titik dari pertemuan dan perpindahan barang atau orang dari moda transportasi darat kemoda transportasi laut, atau sebaliknya. Barang yang diangkut dengan kapal laut akan dibongkar dan dipindahkan keangkutan darat seperti truk atau keretaapi. Oleh karena itu, akses jalan mobil, rel kereta api, jalur dari dan ke bandar udara sangat penting bagi pelabuhan. Selain itu, sarana pendukung seperti perahu kecil dan tongkang akan sangat membantu kelancaran aktivitas pelabuhan.

Sebagai entitas industri, pelabuhan merupakan jenis industri tersendiri. Aktivitas ekspor-impor di pelabuhan, menjadikanpelabuhan sebagai tempat berbisnis berbagai jenis usaha seperti perbankan, transportasi, perusahaan leasing peralatan bongkar muat, termasuk bea-cukai.

Sebagai pintu gerbang atau gapura, pelabuhan berfungsi sebagai pintu masuk kesuatu negara. Warga dan barang dari negara lain yang memiliki pertalian ekonomi masuk ke suatu negara melalui pelabuhan. Oleh karena itu, citra suatu negara juga ditentukan oleh kondisi pelabuhan lautnya. Kebersihan dan pelayanan di pelabuhan mencerminkan kondisi negara bersangkutan. Terutama sebagai mata rantai transportasi,pelabuhan berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi. Pelabuhan-pelabuhan yang beroperasi secara efisien akan menurunkan biaya logistik. Pada gilirannya penurunan biaya logistik akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena biaya transportasi mengalami penurunan dan produk bisa dijual lebih murah.

Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sebenarnya memiliki posisi yang menguntungkan. Kapal-kapal yang datang dari Samudera Hindia dengan tujuan AsiaTimur Jauh akan melintasi wilayah perairan Indonesia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Timor. Sebagian besar kapal tersebut akan melalui Selat Malaka dan Selat Sunda karena jaraknya yang paling dekat. Sedangkan yang melalui tidak terlalu banyak dan umumnya adalah kapal-kapal berukuran besar seperti super tanker. Kondisi tersebut jelas akan sangat menguntungkan Tanjung Priok dan Belawan, sedangkan Tanjung Perak lebih berfungsi sebagai pelabuhan distribusi untuk kawasan timur Indonesia.

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) lahir sebagai tindak lanjut UU No 21 tahun 1992 mengenai badan usaha pelabuhan. PT Pelindo II merupakan salah satu BUMN di sektor perhubungan yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengusahaan pelabuhan umum. Wilayah operasi perusahaan mencakup 10 provinsi untuk mengelola 12 pelabuhan. 

Pada tahun 2008 pemerintah mengeluarkan UU No.17/2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan agar PT Pelindo (I-IV) fokus sebagai operator pelabuhan. Sebelumnya, PT Pelindo berperan ganda sebagai operator sekaligus regulator. Peran operator adalah menjalankan jasa kepelabuhanan, seperti menyediakan sarana dan prasarana serta peralatan mekanik pelabuhan, dan melaksanakan seluruh kegiatan bisnis kepelabuhan berkaitan dengan layanan kapal, layanan barang, dan layanan penumpang. 

Pelabuhan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Salah satu contohnya yaitu dengan adanya proyek pendulum nusantara yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai wujud dukungan program pemerintah yang tercantum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk dapat mempercepat realisasi perluasan pembangunan ekonomi dan pemerataan kemakmuran di kalangan masyarakat Indonesia. Proyek pendulum nusantara merupakan jalur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia dari timur ke barat. Pelabuhan-pelabuhan tersebut akan ditingkatkan baik fasilitas maupun infrastrukturnya untuk dapat melayani kapal dengan ukuran relatif besar sehingga dapat menurunkan biaya logistik nasional dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.



Share :