burgermenu burgermenu
logo-menu-mobile
logo-menu-mobile
Ind / Eng

 

20 September 2019

5 Fakta Menarik Penyelenggaraan 13TH APA Sports Meet Di Yogyakarta

Yogyakarta, 20 September 2019 - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC bersama PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I, III, dan IV (Persero) menjadi tuan rumah ajang kompetisi olahraga antar pengelola pelabuhan sembilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Ports Association (APA).

Kompetisi yang memperebutkan 42 medali emas dari tujuh cabang olahraga, yaitu Badminton, Tenis, Tenis Meja, Golf, Bowling, Mini Marathon, dan Futsal ini digelar pada 18 hingga 20 September 2019. Enam olahraga digelar di Yogyakarta, sementara Bowling diselenggarakan di Semarang.

“Keterlibatan kami di APA adalah bentuk komitmen IPC untuk menjaga hubungan bilateral dengan pelabuhan-pelabuhan seluruh ASEAN, dan kami bangga mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah APA Sports Meet tahun ini," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya di Jakarta.

APA yang dibentuk  pada tahun 1974 memiliki agenda kegiatan rutin bertempat di negara anggota secara bergantian seperti Annual Meeting, HR Meeting, dan lainnya. Khusus untuk APA Sports Meet yang merupakan pekan olahraga yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dan diikuti oleh seluruh negara anggota APA, dimana pada penyelenggaraan ke 13 bertempat di Indonesia.

Keterlibatan banyak pihak dalam acara internasional ini bukan hanya membawa manfaat dan keuntungan pada hubungan kerjasama antar anggota APA saja, melainkan juga bagi kota Yogyakarta yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan dan negara Indonesia sendiri, baik dalam sektor ekonomi, budaya, maupun pariwisata daerah. Berikut ini beberapa fakta menarik terkait penyelenggaraan 13th APA Sports Meet 2019.

1. Diikuti 1.000 Kontingen dari 9 Negara ASEAN

APA Sports Meet 2019 diikuti oleh 1.000 kontingen atlet dan suporter yang berasal dari sembilan negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Port Association (APA). Kesembilan negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam. Antusiasme yang tinggi dari para kontingen sudah terlihat saat disambut pada prosesi kedatangan di bandara hingga makan malam penyambutan yang digelar pada Senin malam, 17 September 2019.

2. Dorong Sektor Pariwisata dan Budaya Yogyakarta

Dengan dihadiri oleh seribu kontingen dari sembilan negara Asia Tenggara, 13th APA Sports Meet turut berkontribusi meningkatkan kunjungan pariwisata Yogyakarta yang sejalan dengan target Kementerian Pariwisata untuk mencapai 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019.

Kunjungan para kontingen ke sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas lagi budaya Indonesia, Jawa khususnya. Closing Ceremony yang rencananya digelar di Candi Prambanan pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para kontingen dari Asia Tenggara yang memang menyukai wisata religi berpadu sejarah dari candi-candi legendaris.

3. Di Balik Alasan Penggunaan Gelanggang Olahraga UNY dan UGM

Sebagai penyelenggara IPC punya alasan tersendiri di balik pemilihan lokasi utama penyelenggaraan kompetisi 13th APA Sports Meet ini. Gelanggang Olahraga (GOR) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM) dibanding stadion lain yang lebih besar merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi nyata Pelindo I, II, III & IV dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan.

4. Mendorong Perekonomian Yogyakarta

Kedatangan seribu kontingen, termasuk atlet dan suporter dari sembilan negara di Asia Tenggara selama satu pekan dipastikan akan mendorong geliat perekonomian di Yogyakarta dan Semarang. Sebut saja okupansi hotel, bisnis penyewaan kendaraan, bisnis kuliner hingga cinderamata, aktivitas ekonomi meningkat, bukan hanya di akhir pekan, tapi juga hari kerja.

5. Menguatkan Citra Positif Indonesia

Sebagai tuan rumah 13th APA Sports Meet, IPC bersama Pelindo I, III, dan IV (Persero) juga berupaya menampilkan wajah Indonesia yang selalu siap menggelar event internasional. Keterlibatan anak-anak muda dalam event ini juga memperkuat citra Indonesia yang penuh semangat sportivitas, terlebih usai suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

 

--- selesai---