burgermenu burgermenu
logo-menu-mobile
logo-menu-mobile
Ind / Eng

 

04 February 2020

50 Warga Jakarta Utara Ikuti Pelatihan Cargo Handling

Jakarta, 4 Februari 2020 – Sebanyak 50 warga Jakarta Utara mendapatkan pendidikan dan pelatihan bongkar muat (Cargo Handling). Melalui pelatihan ini, peserta akan memiliki keterampilan dan pengetahuan ekstra untuk bekerja di lingkungan pelabuhan.

 

“Pelatihan ini diadakan agar peserta yang merupakan warga di seputar pelabuhan memiliki skill dan nilai tambah untuk bekerja. Kami berkepentingan memberikan pendidikan dan pelatihan ini, agar warga mendapatkan manfaat atas keberadaan pelabuhan, yang merupakan bagian dari lingkungan mereka,” kata Direktur SDM PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC, Rizal Ariansyah, di Jakarta, Salasa (4/2).

 

Menurutnya, pengetahuan cargo handling sangat relevan diberikan untuk warga yang tinggal di seputar pelabuhan, khususnya Tanjung Priok. Peserta tidak sekadar mendapatkan keterampilan, namun juga memiliki pengetahuan tentang aspek keamanan, keselamatan dalam operasional kepelabuhanan.

 

“Warga yang terlatih dan terdidik ini bisa berkontribusi menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan berstandar dunia atau ‘World Class Port’. Ini juga merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan IPC,” ujarnya.

 

Rizal mengatakan, setelah peserta menyelesaikan pendidikan dan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja guna memenuhi tuntutan memasuki era industri 4.0. Peserta yang lulus pelatihan akan memiliki sertifikasi sebagai Rigger atau Juru Ikat.

 

Sementara tu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Jece Julita Piris mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung program vokasi untuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang diadakan IPC. Pelatihan ini sejalan dengan aturan bahwa kegiatan bongkar muat harus dilaksanakan oleh TKBM yang memenuhi standar laik operasi, untuk menjamin keselamatan.

 

“Di era 4.0 sertifikasi menjadi syarat. Saya yakin dengan hadirnya tenaga kerja bongkar muat yang terserfitikasi ini, Pelabuhan Tanjung Priok semakin memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Jece.

 

Rizal menambahkan, IPC membutuhkan mitra kerja yang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan saat ini. “Hal ini penting, karena Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola IPC telah menerapkan digitalisasi di semua aspek, sehingga mitra kerja IPC, termasuk warga yang bekerja sebagai tenaga bongkar muat, juga harus punya kompetensi dan pengetahuan yang memadai,” tutupnya.