Ind / Eng

Grup Perusahaan / Afiliasi IPC

IPC memiliki 17 (tujuh-belas) Grup Perusahaan yang terbagi dalam 3 kategori yaitu Bisnis Inti, Bisnis Logistik & Service, dan Bisnis Pendukung. Semua perusahaan tersebut mampu menghasilkan kontribusi pendapatan yang cukup signifikan kepada Perseroan.

PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) merupakan perusahaan afiliasi Perseroan yang didirikan pada tahun 1999. Sahamnya mayoritas dimiliki Hutchison Port Holding Group (HPH Group) sebesar 51%. Sisanya 48,9% dimiliki Perseroan dan 0,1% dimiliki Koperasi Pegawai Maritim.

Bidang usaha PT JICT adalah pelayanan bongkar muat petikemas baik ekspor maupun impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada awal berdirinya, PT JICT mampu menangani 1,8 juta TEUs dan meningkat hingga 2,4 juta TEUs pada akhir 2007. Dengan lingkup operasional dan kapasitas yang ada, PT JICT merupakan terminal petikemas terbesar dan tersibuk di Indonesia. Dengan penambahan dermaga sepanjang 552 m dan lapangan penumpukan seluas 3,5 Ha, kini PT JICT mampu melayani arus petikemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok hingga 3 juta TEUs per tahun.

JICT memiliki lokasi strategis di jantung wilayah Jawa Barat. Dalam rangka mengoptimalisasi pelayanan dan dukungan pada pertumbuhan ekonomi nasional, JICT telah memulai sejumlah proyek perluasan sejak tahun 2008, termasuk pada penambahan dermaga dan halaman penumpukkan, penggunaan sistem operasi terminal yang cangging dan sistem gerbang otomatis pertama di Indonesia.

JICT telah terakreditasi standar ISO 9002 dan bertujuan untuk menyediakan layanan terbaik melalui dedikasi tenaga kerja kami yang berpengalaman dan penerapan teknologi di era terbaru.

Selain menjadi pelopor 100% terminal steril yang memberikan keamanan, keselamatan dan kebersihan di setiap lini di lingkungannya, JICT menyediakan layanan berkualitas kepada lebih dari 20 perusahaan pelayaran dengan rute langsung ke lebih dari 25 negara dan berkomitmen untuk menyediakan pelayanan yang cepat, efisien dan layanan yang handal 24 jam sehari, sepanjang tahun.

Anda dapat menghubungi JICT melalui:
Alamat : Jalan Sulawesi Ujung No. 1 Tanjung Priok - Jakarta Utara 14310 
Phone : 62-21-43905111
Fax : 62-21-43902454
Website : http://www.jict.co.id

PT IPC Terminal Petikemas merupakan anak perusahaan yang didirikan pada tanggal 10 Juli 2013 dengan Akta Pendirian No. 25 Tanggal 10 Juli 2013 dan Akta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) No. AHU- 40641.AH.01.01 tahun 2013. Saham IPC TPK dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 99% dan 1% saham dimiliki oleh PT Multi Terminal Indonesia. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 1 Juli 2015.

Saat ini IPC TPK telah mengoperasikan kegiatan di 2 cabang IPC yaitu Pontianak dan Jambi. Jasa yang disediakan oleh IPC TPK pada 2 Cabang ini antara lain jasa dermaga, bongkar muat barang dan petikemas, jasa gudang dan penimbunan barang, alat bongkar muat serta peralatan pelabuhan, jasaterminal petikemas, curah air, curah kering, dan rupa-rupa.

Selain Mengoperasikan jasa diatas PT. IPC TPK bekerjasama dengan Sea Terminal Management & Services Pte Ltd (Mitsui Co. Ltd, PSA International dan NYK Line) membentuk perusahaan joint venture New Priok Container Terminal 1 (NPCT1). NPCT 1 ini merupakan Fase Pertama dari pembangunan New Priok dan mulai beroperasi Komersial pada tanggal 18 Agustus 2016.

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP) merupakan anak perusahaan yang didirikan pada tanggal 10 Juni 2013 dengan  Akta Pendirian no. 27 tanggal 10 Juni  2013 dan Akta Kementerian Hukum dan Hak Asasi  Manusia (Kemenkumham) no. AHU-42024.AH.01.01  tahun 2013.

Sebagai entitas anak pengelola Pelabuhan Tanjung Priok, PT PTP melayani kapal penumpang, barang domestik dan mancanegara. Fasilitas intermodal yang lengkap di Pelabuhan Tanjung Priok mampu mendistribusikan logistik ke seluruh Indonesia.

Bidang Usaha PT PTP terdiri dari 2 (dua) kelompok usaha yaitu penyediaan dan pelayanan jasa kepelabuhanan dan terkait dengan kepelabuhanan. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan dengan kategori multipurpose terminal yang dibagi menjadi 3 daerah terminal operasi yaitu Termnial Operasi 1, Terminal  Operasi 2, dan Terminal  Operasi 3. Masing-masing terminal memiliki luasan 453.047 m2 untuk terminal 1, 490.246 m2 untuk terminal 2, dan 335.369 m2 untuk terminal 3.

Untuk melaksanakan kegiatan operasinya PT PTP melakukan kerjasama operasi dengan Perusahaan Bongkar Muat dimana PT PTP menyediakan dermaga dan fasilitas pendukungnya, sementara PBM menyediakan alat, tenaga kerja serta peralatan pendukung bongkar muat lainnya dengan sistem revenue sharing.
 

PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) is a subsidiary engaged in three business segments namely Multi Purpose Terminal, Container Terminal and Freight Forwarding. This company is the result of a spin off from the Terminal Business Division (DUT) under the Tanjung Priok Port Branch. PT MTI, which was established on February 15, 2002, aims to optimize business potential and strengthen competitive advantage as a port service provider. The composition of PT MTI share ownership consists of 99% of the Company's shares and 1% of its shares are owned by Koperasi Pegawai Maritim (Kopegmar).

The vision of PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) is to become a leading terminal and logistics services company with a mission to run a multipurpose terminal, container terminal and logistics services business professionally.

You can contact PT MTI through:
Address: JL. Payung No.1 Tanjung Priok Jakarta 14310
Telephone: 62-21-4391 0736
Fax: 62-21-4391 0715
Website: www.multiterminal.co.id
 

PT Indonesia Kendaraan Terminal merupakan salah satu anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II yang didirikan pada tanggal 5 November 2012. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan dan pengembangan fasilitas pelabuhan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan. PT Indonesia Kendaraan Terminal bergerak di bidang bongkar muat barang dari dan ke kapal yang meliputi cargodoring, perusahaan bongkar muat dari dan ke kapal, penerimaan dan pengiriman serta stevedoring.

Dengan visi menjadi perusahaan logistik kendaraan terbaik di kawasan Asia dengan pelayanan kelas dunia. Sementara misi dari PT Indonesia Kendaraan Terminal adalah :

Memberikan kemudahan dan kelancaran untuk mendorong arus ekspor impor dan bongkar muat kendaraan.

  • Memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional termasuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional.
  • Mewujudkan pelayanan terbaik dengan tingkat keselamatan tinggi yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa melalui pengelolaan secara professional dan didukung Sumber Daya Manusia yang mempunyai kompetensi tinggi sehingga mampu bersaing di pasaran dunia dengan mewujudkan efisiensi biaya logistik.
  • Menjalankan bisnis unit sebagai pendukung pelayanan inti dalam upaya meningkatkan keuntungan perusahaan.

Anda dapat menghubungi PT Indonesia Kendaraan Terminal melalui :
Alamat : Jl. Sindang Laut Nomor 101, Jakarta Utara
 

PT Terminal Petikemas Indonesia merupakan anak perusahaan yang didirikan pada tanggal 10 April 2013 dengan Akta Pendirian no. 36 tanggal 10 April 2013 dan Akta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) AHU-AH.01.10-21873 tahun 2013.

Saham TPI dimiliki masing-masing oleh PT Pelabuhan Indonesia I  (Persero) 25%, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 25%, PT Pelabuhan Indonesia III  (Persero) 25% dan dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) 25%. Perusahaan ini mulai beraktivitas dalam Peningkatan Kinerja Performance improvement Program (PIP) di Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPDB) PT Pelabuhan Indonesia I (persero) dan Terminal Petikemas Makassar (TPM) PT Pelabuhan Indonesia IV (persero) tanggal 27 Januari 2014. TPI didirikan antara lain guna meningkatkan konektivitas antara Terminal Petikemas di Indonesia, sehingga dapat menurunkan waktu tunggu kapal baik di kolam pelabuhan maupun di terminal petikemas yang dituju dan akhirnya dapat menghilangkan disparitas harga barang di Indonesia Barat dan Indonesia Timur, khususnya di bidang jasa layanan petikemas.

Pada tanggal 18 Desember 2015, berdasarkan hasil rapat persiapan RUPS untuk menyusun Rencana Kerja PT. Pelabuhan lndonesia l, ll, lll, dan lV (Persero) tahun 2016, Kementerian Badan Usaha Milik Negara menugaskan Perusahaan untuk membangun dan mengelola Portal Pelayanan Petikemas Domestik “door-to-door”. Dengan adanya penugasan ini, Perusahaan tidak hanya mengelola terminal petikemas secara fisik, tetapi juga menjadi pengelola terminal petikemas secara virtual melalui pengoperasian portal internet.
 

PT Pengembang Pelabuhan Indonesia atau yang dikenal dengan PPI merupakan salah satu anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) didirikan pada tanggal 5 November 2012. PT PPI hadir sebagai Pioneer dalam Penyediaan Fasilitas Infrastruktur Pelabuhan yang Handal di Indonesia. Adapun PT Multi Terminal Indonesia yang masih merupakan anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) memiliki saham pada PT PPI.

Visi dari PT PPI adalah memberikan solusi menyeluruh pada pengembangan dan infrastruktur pelabuhan. berdasarkan visi tersebut perusahaan ini memiliki misi diantaranya untuk menyediakan infrastruktur dan fasilitas yang sesuai dengan standar internasional pelabuhan, untuk menciptakan produk inovatif, keunggulan dan infrastruktur pelabuhan yang kompetitif, untuk meningkatkan konektivitas logistik, untuk membangun kesuksesan dan memberikan manfaat kepada mitra kerja kami, untuk memberikan nilai lebih secara berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, profesionalisme dan walfare.

PPI memiliki usaha dibidang penyediaan dan pengembangan fasilitas pelabuhan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat.

Berdasarkan bidang usaha tersebut, kegiatan yang dilakukan oleh PPI diantaranya:

  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa dermaga untuk bertambat
  • Penyediaan dan/atau pelayanan pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih
  • Penyediaan dan/atau pelayanan fasilitas naik turun penumpang dan/atau kendaraan
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa dermaga untuk pelaksanaan kegiatan bongkar muat barang dan peti kemas
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa gudang dan tempat penimbunan barang, alat bongkar muat serta peralatan pelabuhan
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa terminal peti kemas, curah cair, curah kering dan ro-ro
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jas bongkar muat barang
  • Penyediaan dan/atau pelayanan pusat distribusi dan konsolidasi barang
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa penundaan kapal

Anda dapat menghubungi PT Pengembang Pelabuhan Indonesia melalui :
Alamat : Gedung OPMC Telkom Lt 4
Jalan Yos Sudarso 3-24
Tanjung Priok, Jakarta 14230
Telepon : 021 4361725, 4361726, 43909800
Fax : 021 4361727
 

PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia yang didirikan pada 13 November 2012, merupakan anak perusahaan baru dari PT Pelabuhan Indonesia II yang bergerak di bidang jasa penyediaan peralatan pokok dan penunjang kegiatan bongkar muat, pelayanan jasa persewaan peralatan bongkar muat, perbaikan dan pemeliharaan bongkar muat. PT Multi Terminal Indonesia adalah pemilik saham dari PT JPPI.

Pendirian PT JPPI mengusung visi menjadi perusahaan terdepan dibidang jasa peralatan pelabuhan. Visi tersebut akan mengantarkan JPPI menjadi perusahaan handal dan mitra utama perawatan alat dilingkungan IPC group, menjadi perusaahaan pilihan utama para mitra kerja di lingkungan IPC group serta menjadi perusahaan terbesar dalam perawatan alat di industri kepelabuhanan.

Kegiatan usaha yang dilakukan PT JPPI ialah menjalankan usaha dibidang Jasa Penyelenggara Usaha Teknik yang meliputi pemasangan/perakitan, perbaikan dan pemeliharaan (perawatan) serta instalasi peralatan untuk air, gas, telekomunikasi, elektrikal dan mekanikal, bejana tekan (boller/pressure Vessel) serta bidang usaha yang berkaitan. Dengan berdirinya JPPI diharapkan dapat meningkatkan availability/kesiapan alat di IPC group, meningkatkan efisiensi perusahaan dan memberikan kontribusi kepada pemegang saham.
 

Pada awalnya PT Pengerukan Indonesia (PT Rukindo) merupakan gabungan semua Divisi Pengerukan di bawah BPP (Badan Pengusahaan Pelabuhan/ Administrator Pelabuhan) dengan status Perum Pengerukan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 1983 tanggal 30April 1983 dan pembinaannya di bawah Departemen Perhubungan.

Pada tanggal 1 Oktober 1991, berdasarkan PP nomor 9 tahun 1991  tanggal 1  Februari 1991  maka status Perum Pengerukan berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengerukan Indonesia. Program Restrukturisasi PT Rukindo diawali adanya Arahan Wakil Presiden pada Rapat Koordinasi Kementerian BUMN tanggal 19 Februari 2007 yang kemudian ditindaklanjuti dengan:

  1. Surat Menteri negara BUMN nomor S-75/MBU/2007 tanggal 3 Mei 2007, nomor S-276/MBU/2007 tanggal 3 Mei 2007 perihal Program Restrukturisasi Rukindo.
  2. Surat Menteri negara BUMN nomor S-527/MBU/2007 tanggal 27 Juli 2007 perihal Restrukturisasi Rukindo.
  3. Surat Kuasa Khusus Menteri negara BUMN kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tanggal 27 Juli 2007.

Dikarenakan belum berhasilnya program restrukturisasi I, maka pada tahun 2012 program Restrukturisasi Rukindo dilanjutkan dengan terbitnya Surat/Peraturan Pemerintah sebagai berikut:

  1. Surat Menteri Negara BUMN nomor S-95/MBU/2012 dan nomor S-96/ MBU/2012 tanggal 1 Maret 2012.
  2. Surat Kuasa Menteri Negara BUMN kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)nomor SKU-62/MBU/2012 tanggal 26 Juni 2012.
  3. Peraturan Pemerintah nomor 44 Tahun 2013. Sejalan dengan program restrukturisasi PT Rukindo,dengan terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2013 yang dikeluarkan tanggal 5 Juni2013 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II, maka seluruh saham Negara RI padaPT Rukindo dialihkan seluruhnya kepada PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Bersamaan dengan hal itu, status PT Rukindo (Persero) berubah menjadi PT Rukindo yang tunduk sepenuhnya pada Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
  4. Peraturan Pemerintah nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor9 Tahun 1991 Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Pengerukan Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Sebagai lanjutan dari Program Restrukturisasi II tersebut, per 5 Juni 2013 status Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengerukan Indonesia berubah menjadi PT Pengerukan Indonesia yang tunduk pada UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dengan komposisi kepemilikan saham PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 99,9% dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia 0,1% sebagaimana dimuat dalam perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai Akta Nomor 05 tanggal 19 Maret 2014.

Setelah perubahan status ini, restrukturisasi secara menyeluruh dilakukan oleh Rukindo atas instruksidari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Restrukturisasi yang direncanakan antara lain :

  • Melakukan Inspeksi dengan melibatkan shipping management consultant terhadap kondisi dariseluruh kapal.
  • Aset produktif kapal dan galangan yang memiliki potensi dan layak secara bisnis untukdikembangkan baik dari sisi kondisi kapal, biaya investasi dan potensi pasar akan dioptimalisasidengan dana kompensasi tanah.
  • Aset non-produktif dan aset tidak bergerak yang kurang memiliki nilai bisnis akan dijual/scrap
  • Melakukan negosasi pembayaran secara bertahap atas hutang-hutang yang ada saat ini"

PT Integrasi Logistik Cipta Solusi didirikan pada 21 September 2012 yang merupakan hasil kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia II dan PT Multimedia Nusantara. Pendirian PT ILCS bertujuan untuk menyediakan layanan e-trade logistic dimana pemangku kepentingan (stakeholder) pelabuhan dapat memperoleh fasilitas untuk mengendalikan dan mengelola aliran barang, aliran dokumen dan pembayaran, serta pengelolaan aset mereka dengan efektif dan efisien.

Bidang usaha yang dijalankan oleh ILCS adalah penyelenggaraan jasa layanan e-trade logistic dan jasa lainnya meliputi jasa pengolahan data, jasa e-commerce, konsultasi bidang komputer dan rekayasa informatika, jasa pembuatan perangkat lunak (software) dan jasa penyedia dan pemanfaatan multimedia melalui perangkat telekomunikasi.

Kegiatan usaha yang dilakukan oleh ILCS diantaranya:

  • Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa pengolahan data yang mencakup sistem katalog dan kode identifikasi material serta peralatannya, equipment Part List dan Stock Cheek.
  • Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa e-commerce meliputi kegiatan transaksi perdagangan barang dan atau jasa melalui media jaringan elektronika, internet, telepon, televisi ataupun media elektroniklainnya serta kegiatan usaha yang terkait.
  • Menjalankan usaha-usaha dibidang konsultasi bidang komputer dan rekayasa informatika serta kegiatan usaha terkait.
  • Mejalankan usaha-usaha dibidang jasa pembuatan perangkat lunak (software), meliputi perencanaan dan pengerjaan (development dan implementasi), pemeliharaan (maintenance) serta kegiatan usaha terkait.
  • Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa penyediaan dan pemanfaatan multimedia melalui perangkat telekomunikasi serta kegiatan terkait.
  • Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa konsultan teknologi informasi
  • ILCS hadir untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Membangun soft infrastructure agar semua pemilik dan pelaku usaha logistik memiliki layanan dan platform ICT terbaik yang memungkinkan mereka bersaing di tingkat global. Mengusung visi menjadi platform utama dalam perdagangan nasional logistik dan menjadi pemain kelas dunia.

Anda dapat menghubungi PT Integrasi Logistik Cipta Solusi melalui :
Alamat : Plasa Telkom Jakarta Utara Lt. 4
Jl. Yos Sudarso Kav 23-24 RT/RW 09/06 Kel. Kebon Bawang, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Telp : +62 21 4393 2555
Fax : +62 21 4393 6555
 

PT. Electronic Data Interchange Indonesia (PT EDII) bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi, teknologi informasi, jaringan electronic data interchange, distribusi peralatan komunikasi, pemasangan instalasi dan peralatan komunikasi.

Perusahaan ini menyediakan jasa pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange – EDI), yaitu proses transfer data yang terstruktur, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya untuk memudahkan proses pertukaran data transaksi antar perusahaan. Jasa layanan EDI yang diberikan mulai dari Value Added Network (VAN) dengan jaminan keamanan lalu lintas data secara maksimum, Konsultansi, implementasi, instalasi dan integrasi sistem, sampai dengan pelatihan.

Berdiri pada bulan Juli 1995, kepemilikan saham di PT EDI Indonesia terdiri dari 51% Perseroan dan 49% saham PT Sisindosat Lintas Buana, yaitu anak perusahaan PT Indosat. Dalam perkembangannya terjadi pengalihan seluruh saham PT Sisindosat Lintas Buana kepada PT Sisindokom Lintas Buana. Meningkatnya kebutuhan akan jasa elektronik di berbagai bidang diantisipasi oleh PT EDII dengan memperkuat dan mengembangkan berbagai produk dan jasa mencakup pengembangan produk dan jasa untuk komunitas bea dan cukai, komunitas pelabuhan juga komunitas ritel dan perbankan. PT EDII juga melakukan perluasan cakupan layanan dengan membangun jaringan di kota-kota strategis, interkoneksi dengan jaringan-jaringan lain, meningkatkan tingkat keamanan jaringan dan penyediaan solusi menyeluruh kepada pelanggan.

Anda dapat menghubungi PT EDI Indonesia melalui:
Alamat : Wisma SMR Lt.10 Jl. Yos Sudarso Kav 89, Jakarta Utara 14350
Telpon : 62-21-6505829 dan Fax 62-21-6505987
 

Meski secara resmi baru masuk sebagai anak perusahaan pada bulan Mei 1999, sejarah PT Rumah Sakit Pelabuhan (PT RSP) dapat dikatakan berdampingan dengan sejarah perusahaan induknya. Cikal bakal PT RSP adalah Port Health Center (PHC) yang didirikan pada 21 Agustus 1971. Pada 21 Maret 1972, PHC bergabung dengan Rumah Sakit Pelayaran dan berubah nama menjadi Rumah Sakit Pelabuhan pada 20 Mei 1978.

Perubahan status dari Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) membuat status Rumah Sakit Pelabuhan pun ikut berubah. Pada tahun 1999 RSP secara resmi menjadi badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas sekaligus menjadi anak perusahaan Perseroan. Komposisi kepemilikan Saham di PT RSP terbagi atas 99,52% milik Perseroan dan 0,48% milik Koperasi Pegawai Maritim (Kopegmar).

PT RSP membawahi empat rumah sakit yaitu RSP Jakarta, RSP Cirebon, RSP Boom Baru Palembang dan RS Port Medical Center, Jakarta memiliki tujuan melayani kesehatan pegawai pelabuhan dan keluarga pegawai, perusahaan pelanggan dan juga masyarakat umum. Disamping membawahi 4 (empat) Rumah Sakit , PT.Rumah Sakit Pelabuhan juga mengelola unit BAPEL JPKM (Badan Penyelenggara Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). BAPEL JPKM didirikan pada tanggal 19 juli 2001 dengan ijin Menteri Kesehatan No HK.00.06.1.8.1316.

Anda dapat menghubungi PT Rumah Sakit Pelabuhan melalui :
Alamat : JL.Kramat Jaya Tanjung Priok Jakarta 14260
Telpon : 62-21- 44837582
Fax : 62-21- 44837581
Website : http://rspelabuhan.com
 

PT PMLI atau juga dikenal dengan IPC Corporate University didirikan pada tanggal 10 Juli 2013dengan Akta Pendirian no. 26 tanggal 10 Juli 213 dan Akta Kementerian Hukum dan Hak AsasiManusia (Kemenkumham) no.AHU-45955.AH.01.01 tahun 2013.

Sebagai bagian dari transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menjadi operatorpelabuhan kelas dunia, PT PMLI berkomitmen menjadi pusat pengembangan kompetensi unggul yangmelahirkan pegawai dan kader pemimpin yang professional bidang kepelabuhanan, maritim, danlogistik di masa depan.

Mengusung misi “to drive IPC towards one of the best talented and knowledge enterprises inAsia Pacific”, PT PMLI menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan yang tersertifi kasi, kegiatankonsultansi, dan pengelolaan pengetahuan bidang pelabuhan dan maritim, bidang logistik, sertabidang manajemen dan kepemimpinan, dengan mengoptimalkan sumber daya internal serta bekerjasama dengan ahli dan institusi terbaik di Indonesia, Asia Pasifi k, Eropa, dan Amerika.

PT PMLI berdiri di atas lahan seluas +/- 5 hektar di kawasan sejuk Ciawi, Bogor dengan berbagaifasilitas antara lain crane dan ship simulator, warehouse, perpustakaan dengan ribuan koleksi,ballroom berkapasitas 1000 orang, auditorium, ruang kelas, residence berkapasitas 140 kamar, sertafasilitas outbond, yang semuanya akan menjadi penunjang kegiatan pembelajaran.

Selain mengoperasikan Kampus I Ciawi PT. PMLI juga mengoperasikan Kampus II di Walang JakartaUtara dengan Fasilitas Penunjang antara lain Wisma 28 Kamar, Ruang Rapat, Fasilitas Olahraga danmanagement office.
 

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) kembali meluncurkan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang investasi bernama PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII). Peluncuran anak perusahaan IPC ke-17 diresmikan oleh Presiden Direktur IPC, Elvyn G, Masassya dan juga dihadiri oleh Dewan Direksi IPC Group, perwakilan asosiasi, penyedia layanan serta lembaga keuangan dan perbankan, pengguna layanan BUMN dan IPC.

Komposisi kepemilikan modal PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) dimiliki 99% oleh IPC dan 1% dimiliki oleh PT Multi Terminal Indonesia (MTI) yang juga merupakan salah satu anak perusahaan IPC. Anak perusahaan ini dikelola oleh Randy Pangalila sebagai Presiden Direktur dan Iman Rachman yang juga Direktur Keuangan IPC bertindak sebagai Presiden Komisaris PT PII.

PT PII memiliki visi untuk menjadi perusahaan investasi terkemuka di sektor pelabuhan dan para pendukungnya yang bertujuan untuk menciptakan nilai maksimal bagi para pemangku kepentingan melalui standar pengelolaan kelas dunia. Hingga 2022 PT PII diproyeksikan mencapai aset sebesar Rp. 11,7 T dengan Return of Equity (ROE) sebesar 16%.

Kehadiran PT PII, perusahaan investasi pertama di Indonesia yang fokus pada bisnis pelabuhan, diharapkan bisa menjawab kebutuhan selain mengelola dana anak perusahaan yang ada serta untuk mendukung pengembangan usaha, pengembangan kapasitas, penguatan, manajemen risiko dan investasi.